Connect with us

Aceh

Pejabat Pengelola Migas Banda Aceh Dilantik

Published

on

7 views

KORANRADARONLINE.co.id- Banda Aceh: Sejumlah pejabat dan pegawai Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), dilantik dan diambil sumpahnya oleh Plt Kepala BPMA, Azhari Idris, di Anjong Mon Mata, kompleks pendopo Gubernur Aceh, Rabu (12/9) malam.

Pengambilan sumpah dan pelantikan yang sempat tertunda sekian lama itu, turut disaksikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar, unsur Forkopimda Aceh dan para kontraktor.

Setelah disumpah, para pegawai BPMA menandatangani pakta integritas. Pegawai BPMA yang disum­pah akan mengikuti pembekalan dan magang di Kantor Satuan Kerja Khu­sus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jakarta.

Sebanyak 53 orang pegawai BPMA yang dilantik tersebut, terdiri atas seorang deputi, 11 divisi, dan sisanya tenaga profesional bidang. Mereka yang dilantik merupakan hasil rekrutmen pada November 2017 lalu.

Plt Kepala BPMA, Azhari Idris, mengatakan bahwa para pegawai tersebut nantinya akan bekerja dalam rangka alih kelola usaha hulu migas di Aceh, yang selama ini ditangani langsung SKK Migas.

“Malam ini menjadi malam sangat bersejarah bagi Aceh. Dimana kita memulai kegiatan mendukung peningkatan ekonomi Aceh dan Indonesia,” katanya.

Kepada 53 pegawai BPMA, Azhari menegaskan, ada pengharapan besar dari masyarakat Aceh agar badan itu bisa meningkatkan produksi migas yang saat ini sedang mengalami penurunan.

“Ada pengharapan besar, hasil produksi nanti bisa mendorong pertumbuhan ekonomi bagi Aceh dan Indonesia. Karenanya, kita dituntut untuk menjalankan kerja-kerja de­ngan baik dan sempurna,” katanya, seraya menambahkan bahwa para pegawai BPMA juga akan mendapat orientasi proses pengalihan manajemen usaha dari SKK Migas kepada BPMA.

Sementara, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyebutkan bahwa BPMA merupakan bagian dari unsur Pemerintah Aceh dan bertanggungjawab melaksanakan tugas yang berkaitan dengan dukungan bagi pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan kontrak usaha migas di wilayah kewenangan Aceh.

De­ngan adanya BPMA, pengelolaan sumber daya alam di Aceh diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besar­nya bagi negara dan rakyat.

“Saudara-saudari yang diambil sumpah jabatannya hari ini, adalah bagian dari motor penggerak BPMA kedepannya. Komitmen saudara terhadap pakta integritas mutlak harus dibuktikan sebagai jaminan bahwa saudara siap menjalankan tugas de­ngan baik,” katanya.

Tantangan dalam menjalankan tugas di BPMA lanjutnya, tidak mudah mengingat sistem pengelolaan migas sa­ngat kompleks. Itu sebabnya, pengetahuan terkait tugas dan tanggungjawab sebagai pegawai BPMA harus senantiasa ditingkatkan, ucapnya.

“Sumpah dan pakta integritas ini bukan hanya ikrar yang menyatakan kesanggupan saudara mentaati aturan di lingkungan BPMA, tapi juga mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT. Untuk itu, saya minta agar selalu mentaati komitmen dengan baik,” ujar Nova.

Sebagai pegawai BPMA lanjutnya, ada kewajiban dan larangan yang wajib diketahui sebagaimana diatur dalam tata disiplin pejabat BUMD di Provinsi Aceh. Salah satunya adalah melaksanakan semua tugas yang diberikan dengan sepenuh hari dan tanggungjawab yang tinggi.

“Setiap pegawai harus menyusun rencana kerja yang harus dilaksanakan dengan sikap jujur dan merujuk kepada peraturan yang berlaku,” tandasnya. (KRO/RD/Analisa)