Connect with us

Internasional

Tujuh Warga Palestina Ditembak Israel

Published

on

8 views

KORANRADARONLINE.co.id-Gaza: Sedikitnya tujuh warga Pales­tina, ter­­­masuk dua anak-anak, tewas di­tem­­bak tentara Israel di perbatasan Gaza. Penembakan terjadi dalam ben­trokan terbaru saat unjuk rasa ming­guan kem­bali digelar di sepanjang per­ba­­tasan Gaza.

Seperti dilansir Reuters, Ming­gu (30/9), militer Israel dalam pernyataannya menyebut bahwa tentara mereka meng­gunakan peluru sungguhan, juga serangan udara, setelah sejumlah bahan pe­le­dak dan batu dilemparkan ke arah mereka oleh para demons­tran Palestina.

Menurut militer Israel, temba­kan peluru sungguhan dan serang­an udara itu dimaksudkan untuk mencegah sera­ngan lebih lanjut dan pelanggaran pagar per­bata­san oleh kelompok Ha­mas yang me­nguasai Gaza.

Dituturkan, sejumlah pejabat ke­se­hatan Gaza bahwa sekitar 505 orang me­ngalami luka-luka, dengan 89 orang diantaranya terkena tembakan.

Tujuh orang yang tewas se­muanya berjenis kelamin laki-laki. Dua orang di antaranya diketahui masih anak-anak yang berusia 12 tahun dan 14 tahun.

Unjuk rasa yang digelar warga Pa­lestina setiap pekan sejak 30 Maret lalu, menuntut dikembali­kan hak-hak tanah milik keluarga-keluarga Palesti­na yang kabur atau terusir oleh pen­du­dukan Israel tahun 1948 silam. De­mon­stran juga menuntut dicabutnya blokade ekonomi Israel-Mesir.

Dalam pernyataan terpisah, Hamas menyebut unjuk rasa yang digelar pada, Jum’at (28/9) waktu setempat menandai pe­­ringatan 18 tahun peluncuran ge­ra­kan per­juangan Palestina melawan Is­rael.

Sedikitnya 191 warga Palestina te­was dalam rentetan unjuk rasa yang digelar setiap Jum’at itu. Sedangkan se­orang penembak jitu asal Gaza menewaskan satu tentara Israel beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, demonstran Pales­tina juga menerbangkan layang-layang dan balon helium yang dipasangi objek ter­bakar ke wilayah Israel, yang ber­ujung membahas sejumlah lahan perta­nia­n dan kawasan hutan di negara Ya­hudi itu.

Otoritas Israel menuding Hamas se­cara sengaja mempro­vokasi kekerasan dalam unjuk rasa tersebut. Tuduhan ini telah dibantah oleh Hamas, yang telah tiga kali terlibat konflik bersen­jata de­ngan Israel dalam satu dekade ter­akhir. (KRO/RD/analisa)