Connect with us

Ragam

Keistimewaan Al Qur’an

Published

on

2,237 views

Keistimewaan Al Qur’an adalah sebagai mukjizat terbesar yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW. Isinya mencakup seluruh aspek agama Islam, mengatur hubungan sesama manusia, sesama makhluk ciptaan-Nya dan juga antara makhluk dengan Sang Pencipta. Memiliki banyak keajaiban yang terkadang sulit dicerna oleh akal manusia, sebagai hamba yang lemah.

Tidak ada keraguan di dalamnya. Jika ada sebagian orang yang meragukannya, maka Allah Ta’ala yang akan menunjukkan kebenaran kitabnya melalui jalan yang tidak disangka-sangka.

Banyak sekali keistimewaan Al Qur’an dibanding kitab lain di seluruh dunia. Kebenaran isi dan pelaksanaannya menunjukkan kemukjizatan Al Qur’an bagi manusia. Diturunkan secara berangsur-angsur. Melalui kemampuan hafalan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya, kemudian dibukukan menjadi satu kitab. Kebenarannya menunjukkan kesempurnaan isinya.

Merupakan sebuah mukjizat tertinggi yang istimewa dan sulit tergantikan. Kitab mulia ini bahkan tidak akan sanggup ditandingi oleh teknologi apapun di masa yang akan datang. Tentunya tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak membacanya. Diantara keistimewaan Al Qur’an dibanding kitab lain yang diturunkan sebelumnya ialah:

  1. Al Qur’an memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang pernah dimuat kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil dan lain-lain. Juga ajaran-ajaran dari Tuhan yang berupa wasiat. Al Qur’an juga mengokohkan perihal kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah Yang Maha Esa, beriman kepada para rasul, membenarkan adanya balasan pada hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan, berakhlak luhur serta berbudi mulia dan lain-lain.

Allah Ta’ala berfirman, “Kami menurunkan kitab Al Qur’an kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, untuk membenarkan dan menjaga kitab yang terdahulu sebelumnya. Maka dari itu, putuskanlah hukum di antara sesama mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah. Jangan engkau ikuti nafsu mereka yang membelokkan engkau dari kebenaran yang sudah datang padamu. Untuk masing-masing dari kamu semua Kami tetapkan aturan dan jalan.” (Q.S. Al-Maidah:48)

Jelas bahwa Allah SWT sudah menurunkan keistimewaan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dengan disertai kebenaran mengenai apa saja yang terkandung di dalamnya, juga membenarkan isi kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah Taala sebelum Al Qur’an sendiri yakni kitab-kitab Allah yang diberikan kepada para nabi sebelum Rasulullah SAW. Bahkan sebagai pemeriksa, peneliti, penyelidik dari semuanya. Oleh sebab itu Al Qur’an dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu menetapkan mana yang benar, tetapi juga menjelaskan mana yang merupakan pengubahan, pergantian, penyimpangan dan pertukaran dari yang murni dan asli.

Selanjutnya dalam ayat diatas disebutkan pula bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan hukum dari Al Qur’an, baik orang-orang yang beragama Islam ataupun golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampai mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.

Dijelaskan pula bahwa keistimewaan Al Qur’an dibanding kitab lain, diberikan syariat dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta kemampuan mereka. Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab, sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat, maka semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman, “Allah telah menetapkan agama untukmu semua yang telah diwasiatkan oleh-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, (yang semua serupa saja) yakni hendaklah kamu semua menegakkan agama yang benar dan janganlah kamu sekalian berpecah-belah.” (Q.S. Asy-Syura:13)

Kemudian dihapus beberapa hukum yang berhubungan dengan amaliah yang dahulu dan diganti dengan syariat Islam yang merupakan syariat terakhir yang kekal serta sesuai untuk diterapkan dalam segala waktu dan tempat. Oleh sebab itu, maka akidah pun menjadi satu macam, sedangkan syariat berbeda disesuaikan dengan kondisi zaman tiap umat.

  1. Keistimewaan Al Qur’an berupa kalam Allah terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah keistimewaan Al Qur’an agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya ataupun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Al Qur’an adalah kitab yang mulia. Tidak akan dihinggapi oleh kebatilan (kepalsuan), baik dari hadapan ataupun dari belakangnya. Itulah wahyu yang turun dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Terpuji.” (Q.S. Fushshilat:41-42)

Allah Ta’ala berfirman pula, “Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkan peringatan (Al Qur’an) dan sesungguhnya Kami pasti melindunginya (dari kepalsuan).” (Q.S. Al-Hijr:9). Adapun tujuan menjaga dan melindungi Al Qur’an dari kebatilan, kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah Ta’ala dapat mewarisi bumi ini dan siapa yang ada diatas permukaannya.

  1. Keistimewaan Al Qur’an yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala akan keabadiannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat Al Qur’an. Sebabnya tidak lain karena Al Qur’an adalah firman Allah Ta’ala, sedang keadaan yang terjadi di dalam alam semesta ini semuanya merupakan karya Allah Ta’ala.

Dapat dipastikan bahwa keistimewaan Al Qur’an tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain. Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam Al Qur’an. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah SWT.

“Akan Kami perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenap penjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri, sampai jelas kepada mereka bahwa Al Qur’an adalah benar. Belum cukupkah bahwa Tuhanmu Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Q.S. Fushshilat:53).

  1. Senantiasa disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan. Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat, dihafal serta dipahami. Oleh karena itu keistimewaan Al Qur’an sengaja diturunkan oleh Allah Ta’ala dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapapun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.

    [youtube v=”_5DPH9X6nUk”]

Allah Taala berfirman, “Sungguh Kami mudahkan pada Al Qur’an untuk diingat dan dipahami. Tetapi adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qamar:17). Di antara bukti kemudahan bahasa yang digunakan oleh Al Qur’an ialah banyak sekali orang-orang yang hafal di luar kepala, baik dari kaum lelaki, wanita, anak-anak, orang-orang tua, orang kaya atau miskin dan lain-lain sebagainya. Mereka mengulang-ulangi bacaannya di rumah atau mesjid. Tidak henti-hentinya suara orang-orang yang mencintai Al Qur’an berkumandang di seluruh penjuru bumi.

Keistimewaan Al Qur’an dibanding kitab lain, jelas tidak ada bandingannya dalam hal pengaruhnya terhadap hati atau kehebatan pimpinan dan cara memberikan petunjuknya, juga tidak dapat dicarikan persamaan dalam hal kandungan serta kemuliaan tujuannya. Tidak ada satu ilmu pun yang terlewatkan di Al Qur’an, bahkan mampu memaparkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. (KRO/RD/mohlimo)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Hidup Itu Bagai Bunga Mawar Tampak Keindahan Namun Terdapat Duri

Published

on

Hidup Itu Bagai Bunga Mawar Tampak Keindahan Namun Terdapat Duri

RADARINDO.co.id-Medan : Hidup itu bagai bunga mawar yang tampak keindahan, namun terdapat duri yang menyakitkan. Setiap orang pasti memiliki segumpal daging dalam dada itulah hati.

Jika daging itu baik maka baik pula hati seseorang. Sebaliknya bila buruk atau rusak dagingnya, tidak tertutup kemungkian buruk pula hatinya seseorang.

Oleh karena itu, suatu ibadah sangat bernilai disisi Allah ialah “Hati Yang Bening”. Ibadah sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia.

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, saya mendoakannya agar diberkahi”.

Sebagian lagi berkata, “Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim, seperti mobil, proyek, pabrik, istri shalihah, keturunan yang baik, saya mendo’akan “Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya”.

Baca juga : Kapolri Instruksikan Jajaranya Tersangka UU ITE Minta Maaf Tak Perlu Ditahan

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiapkali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, saya berdo’a kepada Allah, semoga ia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah”.

Ada lagi yang mengatakan, “Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudoakan dia agar mendapat hidayah”.

Yang lain lagi mengatakan, “Saya selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas dari neraka. Begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka”.

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiapkali hendak tidur, aku berdoa “Ya Rabb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zalim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya, oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka’”.

Demikianlah sekilas tentan hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu. Hati adalah segumpal daging dalam tubuh setiap manusia.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga.

Suatu malam Hasan Basri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzalimiku”. Ia pun terus memperbanyak do’a itu.

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d, sungguh, malam ini aku mendengar engkau berdoa untuk kebaikan orang yang menzalimimu, sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang menzalimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya.

Firman Allah menjelaskan, “Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah’” (Q.S. Asy-Syuuro : 40).

Baca juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Sungguh, itulah hati yang dijadikan shalih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walaupun engkau lemah. Sesuai dikutip dari artikel alilmu.com baru baru ini.

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu.

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya. Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan. (KRO/RD/bbg-alilmu.com)

Continue Reading

Headline

Ratusan Orang Pengunjung “Pantai Telanjang” Nudist Terserang Covid 19

Published

on

Ratusan Orang Pengunjung "Pantai Telanjang" Nudist Terserang Covid 19

RADARINDO.co.id-Medan : Ratusan orang pengunjung “Pantai Telanjang” Nudist terserang covid 19. Resort Nudist terbesar di dunia yang terletak di Prancis, kini berada di pusat wabah Covid 19.

Pasalnya, hampir 150 orang dinyatakan positif setelah tinggal atau mengunjungi wisata itu.

Dikutip dari laman CNN, Selasa (25/8/2020) otoritas kesehatan setempat mengatakan 95 orang yang tinggal di Cap d’Agde Naturist Village, di pantai Mediterania wilayah Occitanie Prancis, ditemukan positif Covid 19.

Sedang 50 orang lainnya yang menuju ke resort juga dinyatakan positif sekembalinya ke rumah.

Pihak otoritas Kesehatan Regional Occitanie melakukan riset selama tiga hari minggu lalu di Cap d’Agde.

Pengujian dua putaran pertama, yang melibatkan 490 orang, menemukan 95 terinfeksi Corona COVID-19. 310 hasil tambahan sedang dianalisis.

Ratusan Orang Pengunjung "Pantai Telanjang" Nudist Terserang Covid 19

Ratusan Orang Pengunjung “Pantai Telanjang” Nudist Terserang Covid 19

Baca juga : Senangnya Dalam Hati Seorang Wanita Bersuami 5 Orang Satu Atap Satu Ranjang 

Wilayah wisata ini kerap disebut “Kota Telanjang”. Sebab, Cap d’Agde adalah resort pantai yang pengunjungnya tidak mengenakan pakaian dan ini yang terbesar di dunia.

Pengunjung bebas untuk telanjang di mana pun mereka mau restoran dan toko, kantor pos atau bank, dan juga perahu layar maupun bersantai di pantai.

Kondisi telanjang diwajibkan, bahkan bagi mereka yang tidak menginap di resor. Non-penghuni dapat menginap di hotel, perkemahan atau unit sewa.

Setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan pencabutan status lockdown di negaranya. Lockdown yang telah berjalan hampir satu tahun akibat Virus Corona (COVID-19) resmi berakhir pada Juni 2020.

Status wilayah Prancis di daratan Eropa akan menjadi zona hijau. Hal ini menandakan kafe dan restoran bisa di buka secara penuh.

Baca juga : Gunung semeru semburkan awan Panas Pertanda Apa?

“Pantai Telanjang” di Prancis telah lama menjadi sorotan dunia. Meski demikian tidak semua yang memberi komen, sebab berbeda peraturan hukum di setiap negara.

Budaya atau tradisi setiap negara tidak serupa. Budaya timur dan barat memiliki perbedaan. (KRO/dikutip berbagai sumber)

Continue Reading

Headline

Senangnya Dalam Hati Seorang Wanita Bersuami 5 Orang Satu Atap Satu Ranjang

Published

on

Senangnya Dalam Hati Seorang Wanita Bersuami 5 Orang Satu Atap Satu Ranjang

RADARINDO.co.id-Medan : Senangnya dalam hati seorang wanita berusia 28 tahun bersuami 5 orang tinggal bersama satu atap satu ranjang.

Kejadian ini sempat viral di medsos, bahkan sempat ramai dikunjungi pembaca. Sebuah kejadian unik mencuri perhatian publik tidak hanya di India tapi di seluruh dunia.

Bagaimana tidak, seorang wanita bernama Rajo Vermo nekat menikahi 5 lelaki yang mereka semua adalah saudara.

Wanita berusia 28 tahun tersebut bahkan melahirkan seorang anak dari hasil pernikahan tersebut.

Baca juga : Ayah Bejat Cabuli 5 Putri Kandung Lantaran Ditinggal Istri

Rajo Verma tinggal di sebuah desa terpencil dan miskin di dekat kota Dehradun, negara bagian Uttarakhand, India.

Tak ada yang spesial dari dirinya, kecuali kisahnya menikah dengan 5 lelaki secara bersamaan dan mereka semua adalah saudara kandung.

Rajo pun tinggal bersama 5 suaminya dalam satu atap dan satu ranjang tidur. Ketika dia pertama kali melahirkan bayinya, dia bahkan bingung tidak tahu siapa ayah dari anaknya tersebut.

Terdengar memang bertentangan dengan norma sosial, namun itu adalah tradisi yang panjang di desa tempat Rajo tinggal.

Kelima suami Rajo tersebut ialah Guddu, Baiju (32), Sant Ram (28), Gopal (26) dan Dinesh (19).

Perkawinan ini didasari saling cinta. Meski Rajo Verma tinggal bersama kelima suami satu atap bahkan satu ranjang.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa ? 

Informasi yang didapat bahwa urusan biologis kepada lima suaminya tidak pernah bermasalah dan berlaku. Saling menyanyangi suami istri.

Sejumlah orang menilai, seorang istri yang bersuami lima orang dapat dipastikan melakukan hubungan bioligis setiap malam, kecuali sang istro sedang halangan. Wow menakjubkan. (KRO/berbagai sumber)

Continue Reading

headline