Connect with us

Ragam

Akibat Sering Menggaruk Kulit

Published

on

21 views

KORANRADARONLINE.co.id: Kulit yang menebal me­rupakan salah satu masalah yang sering di­alami masya­rakat. Banyak yang tidak mengetahui bah­wa garukan pa­da kulit yang kronik (lama dan berulang) karena kondisi yang sering gatal akan me­nye­babkan kulit menebal. Li­ken simpleks kronikus atau dalam bahasa medis dikenal sebagai neurodermatitis sir­kumskripta merupakan suatu pe­nyakit kulit yang terjadi ka­rena sua­tu proses gatal-garuk.

Liken simpleks kronikus merupa­kan istilah yang per­ta­ma kali dipakai oleh Vidal, oleh karena itu juga disebut liken Vidal. Liken simpleks kronikus merupakan pera­dangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip/berbatas tegas, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) me­nyerupai kulit batang kayu aki­bat garukan atau gosokan yang ber­ulang-ulang karena berbagai rang­sa­ngan pruri­to­genik.

Penyebabnya tidak diketa­hui, na­mun diduga dapat di­akibatkan oleh gigitan se­rangga, pakaian yang ketat, fak­­tor lingkungan seperti panas, ke­ri­ngat, dan iritasi. Adanya faktor emo­sional dan psikologi juga me­rupakan salah satu risiko ter­jadinya liken simpleks kroni­kus.

Liken simpleks kronikus/neuroder­ma­­titis sirkumskrip­ta tidak biasa ter­jadi pada anak, tetapi pada usia de­wasa ke atas. Puncak insiden pada usia 30 tahun hingga 50 ta­hun. Wa­nita lebih sering men­derita penya­kit ini dari­pa­da pria.

Gatal (pruritus) memain­kan peran utama dalam tim­bulnya pola reaksi kulit be­rupa penebalan kulit (like­ni­fikasi). Hipotesis mengenai pruritus dapat oleh karena adanya penyakit yang men­da­sari, misalnya gagal ginjal kronis, obstruksi saluran em­pedu, lim­foma Hodgkin, hi­pertiroid, penyakit kulit se­perti dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi, gigitan serangga, dan aspek psikologi dengan tekanan emosi.

Gejala klinis liken sim­pleks kronikus, berupa:

  1. Penderita mengeluh gatal sekali, bila timbul ma­lam hari dapat mengganggu tidur.
  2. Rasa gatal memang ti­dak terus menerus, biasanya pada waktu tidak sibuk, bila muncul sulit ditahan untuk ti­dak digaruk.
  3. Penderita merasa enak bila diga­ruk, setelah luka, ba­ru hilang rasa gatal­nya untuk sementara (karena di­ganti dengan rasa nyeri).

Diagnosis liken simpleks kronikus didasarkan gambar­an klinis, biasanya tidak ter­lalu sulit. Namun perlu dipi­kirkan kemungkinan penya­kit kulit lain yang memberi­kan gejala pruritus, misalnya liken planus, liken amiloidosis, psoriasis, dermatitis ato­pik.

Secara umum perlu dije­las­kan ke­pa­da penderita bah­wa garukan akan memperbu­ruk keadaan penyakitnya. Oleh karena itu harus dihin­dari.

Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan obat an­tipruritus/anti gatal dapat beru­pa antihistamin yang mempunyai efek sedatif atau tranquillizer, korti­koste­roid topikal atau intralesi, produk ter.

Dapat pula diberikan seca­ra topikal krim doxepin 5% dalam jangka pendek (mak­si­mum 8 hari). Kortikoste­roid yang dipakai biasanya berpotensi kuat, kalau masih tidak berhasil dapat diberikan secara suntikan intralesi. Sa­lep kortikosteroid dapat pula dikom­binasi dengan ter yang mempunyai efek antiinfla­ma­si.

Namun, perlu dicari ke­mung­kinan ada penyakit yang mendasarinya. Bila me­mang ada harus diobati. Ting­kat ke­sembuhan bergan­tung pada penye­bab pruritus (penyakit yang menda­sari), dan status psikologi pende­rita. (KRO/RD/Analisa)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *