Connect with us

Internasional

Lamban Selidiki Israel, Palestina Kecam ICC

Published

on

9 views

KORANRADARONLINE.co.id: Menteri luar negeri Palestina, Kamis (6/12), mengecam Mahka­mah Pidana Internasional (ICC) karena kelamba­nannya dalam menyelidiki Israel terkait dugaan kemungkinan keja­ha­tan perang terhadap rakyat Palestina.

Ketika berbicara dalam pem­bukaan Sidang ke-17 Konfe­rensi Pihak Negara di ICC di Den Haag, Belanda, Riyadh Al-Maliki menyatakan, ICC telah me­lakukan penyelidikan awal menge­nai kemungkinan keja­hatan perang di wilayah Pales­tina yang diduduki.

Tapi dia mengatakan, berlan­jut­nya penundaan penyelidikan akan membashayakan kredibilitas lembaga dunia itu.

“Berapa banyak rumah orang Pa­les­tina akan dihancurkan, keluarga diusir, orang Palestina disiksa dan anak-anak dibunuh oleh kekuatan pendu­dukan Israel sebelum ICC melakukan penye­lidikan terhadap mereka,” tanya Al-Maliki.

Ia menarik perhatian menge­nai kegagalan ICC untuk meng­hukum pejabat senior Israel kendati empat tahun berlalu sejak penyelidikan awalnya, demikian laporan Kantor Berita Ana­dolu, Kamis (6/12).

“Orang Palestina yang men­jadi kor­ban telah menunggu cukup lama untuk memperoleh keadilan. Setiap penundaan penye­lidikan adalah penundaan untuk mem­bawa keadilan dan mem­beri ke­kebalan ke­pada penguasa pendu­dukan dan waktu lebih banyak untuk melakukan keja­hatan hariannya,” kata Al-Maliki ke­pada Jaksa Penuntut Umum ICC Fatou Bensouda.

Pada Desember 2014, Presiden Pa­lestina Mahmoud Abbas menandatangani Konvensi Roma dan lampi­ran yang berkaitan dengan ICC, yang menerima baik permin­taan Palestina untuk menjadi anggota mahkamah internasional tersebut pada April 2015.

Selama sembilan bulan bela­kangan ini, rakyat Palestina di Jalur Gaza telah melancarkan de­monstrasi rutin di sepanjang zona penyangga Jalur Gaza-Israel guna menuntut hak pulang ke rumah mereka di Palestina, yang bersejarah, tempat leluhur mereka diusir pada 1948.

Mereka juga menuntut diak­hirinya 12 tahun blokade Israel atas Jalur Gaza, yang telah meng­hancurkan ekonomi daerah kantung itu dan melucuti banyak komoditas dasar dua juta warganya.

Sejak protes dimulai pada 30 Maret, lebih dari 210 orang Palestina telah gugur dan ribuan lagi cedera oleh ten­tara Israel yang ditempatkan di sepan­jang wilayah mereka di zona penyangga tersebut. (KRO/RD/ANALISA)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *