Connect with us

Aceh Tengah

KPU Didesak Terbitkan SK KIP Aceh Tengah

Published

on

13 views

RADARINDO.co.id : Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Qanun Aceh (AMPQA) menggelar aksi unjuk rasa ke gedung DPRK Aceh Tengah (Ateng), Senin (11/3).

Aksi itu dilakukan untuk mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat agar segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) ca­lon anggota Komisi Independen Pemili­han (KIP) Ateng peri­o­de 2019-2024, ­sesuai SK DPRK Ateng Nomor170/16/DPRK/2018.

 

Lima calon anggota KIP yang belum mengantongi SK dari KPU Pusat, yakni Yunadi, Mukhlis, Ivan Astavan Ma­nu­rung, Hamidah dan Marwansyah.

 

De­ngan belum dilantik­nya kelimanya oleh KPU, massa menganggap KPU telah melanggar produk hukum Qanun Aceh Nomor 6/2016 tentang penyeleng­gara Pemilu dan pemilihan di Aceh.

 

Menurut massa, dengan kekoso­ngan KIP Ateng akan berdampak buruk bagi pesta demokrasi yang akan ber­langsung 17 April 2019, khususnya di daerah berhawa sejuk itu. Massa tidak ingin Pemilu di Ateng “cacat” secara hukum.

 

“Dalam qanun tidak diatur periode­sasi, dan qanun me­rupakan produk hu­kum yang sah di Aceh. KPU jangan kang­kangi itu,” kata koordinator aksi, Mulyadi yang disambut yel-yel pende­mo lainnya.

 

Mulyadi menyebutkan, kewenangan KIP Ateng saat ini dijalankan KIP Aceh sejak 22 Februari 2019. Dengan keter­batasan yang ada, KIP Aceh dinilai tidak akan mampu men­jalankan fungsi secara maksimal.

 

Semula, KPU pada 23 Januari 2019 melalui suratnya me­minta penjelasan Ketua DPRK Ateng atas ditetapkannya Ha­midah SH MH sebagai calon ang­gota KIP Ateng periode 2019-2024. KPU dalam suratnya juga sekaligus me­minta nama pengganti Hamidah SH MH untuk dilantik pada ke­sem­patan pertama.

 

KPU berpendapat, Hamidah tidak dapat menjabat anggota KIP Ateng periode 2019-2024 lantaran yang ber­sang­kutan sudah pernah menjabat dua periode sebagai ang­gota KIP kabu­paten. Hal ini tertuang dalam UU No­mor 7/2017 tentang Pemilihan Umum. KPU juga meminta agar DP­RK Ateng mengajukan nama pengganti untuk ditetapkan dalam kesempatan pertama. (KRO/RD/ANS)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Tengah

Seekor Gajah Betina Liar Ditemukan Membusuk di Perkebunan Warga

Published

on

RADARINDO.co.id – Aceh Tengah: Hingga kini warga belum mengetahui penyebab kematian gajah betina yang masih remaja karena belum memiliki gading.

Sumber menyebutkan, seekor gajah liar ditemukan mati dalam keadaan membusuk di kawasan perkebunan warga di Kampung Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Menurut Camat Pintu Rime Gayo Edi Iwansyah Putra mengatakan gajah mati tersebut kondisinya sudah membusuk dan diperkirakan mati tiga hingga empat hari.

Edi Iwansyah Putra menyebutkan sepertinya gajah mati tersebut betina karena tidak tumbuh gading. Kalau dilihat dari tapak kakinya, gajah tersebut masih remaja.

Penemuan gajah mati tersebut berawal ketika warga hendak menggiring kawanan gajah liar agar menjauhi areal perkebunan warga. Gajah mati tersebut ditemukan di aliran anak sungai yang berada masuk wilayah Dusun Pasar Rakal.

Camat juga sudah melakukan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut. Dan tim BKSDA dari Banda Aceh juga sudah bergerak.

Edi Iwansyah Putra mengatakan penyebab kematian gajah liar, maka harus menunggu identifikasi yang akan dilakukan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Kami berharap bangkai gajah tersebut segera dikuburkan. Jangan dibuang ke sungai dikhawatir dapat mencemari air,” ujar Edi Iwansyah. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading

Aceh Tengah

Gayo Bonsai Community Gelar Atraksi Jemur Bonsai

Published

on

RADARINDO.co.id – Takengon: Gayo Bonsai Community (Gaboc) merupakan seniman bonsai dari Kabupaten Aceh Tengah, menggelar atraksi jemur bonsai di Taman Inen Kayak Teri, Samping Pendopo Bupati, baru baru ini.

Ketua Gaboc Armaja mengatakan kegiatan tersebut adalah yang perdana bagi para seniman bonsai di daerah itu dalam rangka menjalin silaturrahmi.

Diperkirakan lebih dari 100 tanaman bonsai yang kita ikut sertakan dari 30 peserta. Kegiatan tersebut merupakan atraksi para seniman dalam seni menjemur tanaman bonsai dan bukanlah sebuah pameran.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar. Shabela menyampaikan kegiatan tersebut sangat positif untuk mendukung kegiatan wisata di daerah itu.

Agar diagendakan jadi kegiatan rutin tahunan. Bisa dijadikan sebagai event wisata di Aceh Tengah. Semua orang pasti menyukai bonsai, ujar Shabela. (KRO/RD/ans)

Continue Reading

Aceh Tengah

Pengelola Wisata Di Aceh Tengah, Tewas Dikeroyok Massa

Published

on

RADARINDO.co.id-Aceh Tengah
Diduga gara-gara suara music karaoke, seorang pengelola wisata di Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah, Tryas Ramadhana Alias Hengky (50) meragang nyawa, usai dikeroyok sekelompok pemuda.

Kapolres Aceh tengah Akbp Mahmun Hari Sandy Sinurat melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, AKP Arief Sanjaya, Senin, (30/11/2020), mengatakan, korban dikeroyok sejumlah massa pada Sabtu (28/11/2020) sekira pukul 23.00wib.

Saat itu, terangnya, korban yang memiliki home stay tiba-tiba didatangi sekelompok orang. Mereka melempari home stay dengan batu fan langsung mengusir tamu yang merupakan sekeluarga sedang menginap di home stay milik Hengki.

“Korban menghadapi massa, menanyakan maksud mereka. Ternyata suara music karaoke dari lokasi menjadi alasan. Massa meminta pengelola memberhentikan kegiatan di lokasi tersebut. Apalagi katanya saat bersamaan sedang berlangsung acara tahlilan di rumah salah seorang warga setempat”, ungkap AKP Arief Sanjaya, dikonfirmasi Senin, (30/11/2020).

Alhasil terjadi cekcok mulut antara hengky dan sekelompok pemuda tersebut dan berakhir dengan pengeroyokan sehingga Hengky menderita luka yang cukup parah.Nyawa korban tak tertolong saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Datu Beru, Takengon. Arief Sanjaya mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi dan mendalami kasus ini. (KRO/RD/Wpd)

Continue Reading

headline