Connect with us

Internasional

Donald Trump Dijadikan Nama Pemukiman Golan

Published

on

4 views

RADARINDO.CO.ID – Pemberian nama baru pada pemu­kiman di Golan dengan nama Presiden Ame­rika Serikat (AS) Donald Trump bu­kan tanpa sebab. Pasalnya, presiden Paman Sa­m itulah yang memberikan pengakuan Golan sebagai milik Israel.

Perdana Menteri Israel Benja­min Ne­tanyahu menyatakan ingin memberikan na­ma baru atas Dataran Tinggi Golan. Hal ini dilakukan Netanyahu sebagai ben­tuk penghormatan sekaligus terimakasih atas pengakuan Presiden AS.

“Semua orang Israel sangat tersentuh ketika Presiden Trump mengambil kepu­tu­san berseja­rahnya,” jelas Netanyahu dalam sebuah video yang dibuat di dataran tinggi strategis itu, dilansir dari laman Deutsche Welle (DW) belum lama ini.

Menurutnya, dia bermaksud mening­katkan ‘sebuah resolusi’ yang menyerukan pe­namaan komunitas baru di Dataran Tinggi Golan pasca pengakuan Trump. Netanyahu menyatakan kepu­tusan itu akan dilakukan selepas Hari Raya Passover. Namun tindakan perdana menteri Israel tersebut membuat kecewa Su­riah.

Pada Maret lalu, Trump secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Langkah ini memicu kema­ra­han internasional. Pasalnya, Dataran Tinggi Golan diketahui sebagai bagian dari Suriah. Keputusan Trump tersebut diung­kap­kan dua pekan sebelum pe­milihan umum Is­rael. Saat itu, Netanyahu kembali ber­tarung dalam bursa pemilihan perdana menteri.

Donald Trump membeberkan alasan AS mengakui kedaulatan Israel atas Data­ran Tinggi Golan. Dalam sebuah kesem­patan, pre­siden AS itu mengatakan bahwa keputusan tersebut dia ambil de­ngan cepat setelah mempelajari sejarah Golan secara kilat.

Keputusan Trump lantas menuai keca­man dari dunia internasional. Uni Eropa (UE) dan para pemimpin negara Arab bah­kan bersatu untuk mengecam ke­putusannya.

Selain itu, Trump juga me­ngatakan bah­wa langkah itu dia ambil setelah mela­ku­kan diskusi dengan para penasehat per­da­maian, termasuk Duta Besar AS untuk Israel dan menantunya Jared Kushner.

Bisa sudah ditebak bahwa keputusan Trump membantu Netanyahu menang. Dia kini terpilih kembali untuk masa ja­batan kelima. Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dalam Perang Timur Tengah 1967. Kemudian, mereka mencaploknya, suatu langkah yang tak diakui sebagian besar masyarakat internasional.

Sekitar 20 ribu pemukim Isr­ael tinggal di Golan. Sementara penduduk Suriah yang tinggal di wilayah pendudukan terse­but sebanyak 18 ribu. “Kami akan menerbitkan ke­putusan pe­merintah untuk menya­takan kota baru di Dataran Tinggi Golan dengan nama Pre­siden Donald J. Trump,” ungkap Neta­nyahu, dikutip dari Reuters. (KRO/RD/ANS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *