Connect with us

Internasional

Tindakan Yahudi Tanam Pohon Zaitun di Tanah Palestina Picu Kekhawatiran

Published

on

34 views

RADARINDO.co.id – Zaitun adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah dia­wetkan sebagai penyegar. Buah­nya yang tua diperas dan minyak­nya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keper­luan. Zaitun adalah anggota suku Oleaceae.

Tangkai zaitun berdaun sering dipakai sebagai lambang perda­maian dan telah lama menjadi bagian kebudayaan Barat. Di dalam masyarakat ini dahan zai­tun menjadi lambang perdamaian dan telah ditanam sejak ratusan tahun yang lalu untuk diambil buahnya yang sedap. Dari filosofi tersebut dapat kita ambil intisari bahwa dengan tumbuhnya zaitun akan membawa perdamaian.

Banyak manfaat dari pohon zaitun ini. Selain buahnya yang enak, kayu dari pohon zaitun juga sangat bagus, keras dan indah. Selain untuk dimakan buah zaitun juga digunakan sebagai penyedap makanan. Apabila diperas buah­nya, kita dapat memperoleh mi­nyaknya.

Minyak ini dapat digun­akan sebagai bumbu salad dan bela­kangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik yang dapat menjaga kelembaban dan keken­cangan kulit sehingga diyakini dapat menjadikan kulit awet muda.

Terkait dengan situasi terkini, pohon zaitun yang di­ta­nam pemukim Yahudi di padang rumput milik orang Pa­lestina di Desa Al-Farisya di sebelah timur Tubas, ba­­gian utara Lembah Jordan, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Pales­tina mengenai perampasan tanah mereka. Aref Daraghmeh, seorang aktivis lokal, menga­ta­kan se­jumlah pemukim Yahudi me­nyerbu padang rum­put tersebut di Desa Al-Farisya, yang berada di dekat per­­­mukiman Yahudi tidak sah “Rotem” dan kemudian me­­­nanam puluhan pohon zaitun di sana.

Menurut organisasi hak asasi manusia Palestina, Al-Haq, sejak awal pendudukan militernya pada 1967, pe­ngua­sa Israel secara sis­tematis telah merampas tanah orang Palestina untuk pemb­angunan dan perluasan per­mu­kiman Yahudi di Lembah Jordan, serta secara ti­dak sah meng­ek­sploitasi sumber daya alam Palestina di daerah itu.

“Melalui perbuatan ini, pe­nguasa Israel terus secara tidak sah melaksanakan hak kedau­latan atas Lembah Jordan dan menciptakan fakta di lapangan dengan maksud secara paksa memindahkan penduduk Pales­tina dari Lembah Jordan dan secara permanen mencaplok tanah tersebut,” kata Al-Haq. (KRO/RD/ANS)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *