Connect with us

Headline

DJBC Riau Catat, Kerugian Negara Akibat Rokok Ilegal Capai Rp2,5 Miliar

Published

on

24 views

RADARINDO.co.id – PEKANBARU : Kantor Wilayah Di­rektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau pada akhir tahun 2019 mengungkap kasus perda­gang­an rokok ilegal di Kabu­paten In­dragiri Hilir.

Dari barang bukti lebih dari lima juta batang rokok yang disita, kerugian negara tercatat sekitar Rp2,5 miliar. “Potensi kerugian ne­gara lebih dari Rp2,5 miliar,” kata Kepala Kan­tor Wilayah DJBC Riau, Ronny Rosfyandi, Rabu (20/11) lalu.

Kasus ini merupakan ke­ber­hasilan jajaran DJ­BC Riau me­ngungkap pelaku yang dinilai ber­peran dalam peredaran rokok ilegal di Riau. “Biasanya yang ke­tangkap se­tingkat kurir atau supir, tapi ka­li ini berhasil ditangkap pemi­liknya,” kata Ronny.

Ia mengatakan, ada dua ter­sangka dalam kasus tersebut, yakni berinisial D dan W. Pe­nang­kapan ter­sangka me­ru­pa­kan pengembangan kasus yang diungkap oleh Tim Ga­bungan BC dan TNI pada September lalu.

“Tersangka D selama ini telah men­jadi target operasi Bea dan Cukai. Ter­sangka D telah me­nye­diakan rokok ilegal se­tidaknya tiga tahun terakhir dan omzetnya mencapai 500 karton per minggu,” katanya.

Diungkapkannya, tersangka D merupakan pemilik dari 552 karton rokok ilegal be­risikan lebih dari lima juta batang, yang selama ini menjadi penyedia. “Tersangka D selaku pemilik 552 karton rokok ilegal diamankan di Jakarta setelah turun dari pesawat,” katanya.

Ia menjelaskan, rokok ilegal tersebut merugikan negara ka­rena tidak ada pitai cukainya. Ro­kok yang disita dari dua tersangka bermerk Luffman dan H-Mind Bold.

Rokok ilegal disita dari gu­dang milik tersangka D di De­sa Tanjung Jaya Kecamatan Kri­tang Kabupaten Indragiri Hilir, dan Dusun Masat RT/RW 001/002 di kawasan jalan lintas timur Su­matera.

Menurut informasi, rokok tanpa pita cukai tersebut biasanya diproduksi di Vietnam, kemudian dipa­sok ke Singapura lalu ke Batam, Provinsi Kepu­lauan Riau. Dari sana, pelaku meng­gunakan kapal cepat untuk memasukan rokok ilegal ke Indragiri Hilir, Riau. (KRO/RD/ANS)