Connect with us

Headline

Ngeri, Diatas Pohon Mangga Ada “Bayangan Putih” Timpah Warga Simpang Limun Medan

Published

on

14 views

RADARINDO.co.id-Medan:
Mujur tak dapat diraih malang tak juga dapat. Kalimat ini agaknya menyerupai peristiwa naas yang dialami Saiful Rangkuti, 54 tahun, warga Jln Kemiri III Gg. Tanjung Bunga 3, Simpang Limun, Medan, Rabu (27/11/2019) sekira Pkl 15,37 Wib.

Korban tertimpa pohon mangga, hingga tersuruk dibawa pohon berukuran besar yang tumbuh dibadan jalan. Peristiwa itu ketika korban keluar dari rumah beberapa meter hendak keluar belanja keperluan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan Syaiful Rangkuti sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Meski kondisi sepeda motor ringsek dibagian depan namun nyawa korban selamat dari insiden tumpangnya pohon hingga mengeluarkan suara benturan keras. Kondisi korban mengalami luka luka yang serius.

Demikian informasi disampaikan saksi mata, Ucok Siregar, yang melihat kejadian tersebut. “Tadinya memang hujan lebat, begitu redah Saiful mau pergi belanja naik kereta, tiba tiba pohon mangga itu tumpang,” ujar Ucok dengan nada prihatin.

Padahal gak ada angin gak ada hujan lho, ujarnya lagi. Tadinya memang hujan lebat kali. Namun sekira Pukul 15.00 Wib hujan mulai redah.

“Makanya korban naik kereta mau belanja ke warung dekat rumahnya. Brukkk suara pohon mangga tumpang kuat kali. Kami aja diwarung pun kaget macam mobil tabrakan, kuat kali bikin ngeri,” tuturnya.

Sementara itu, Dedy Aksyari Nasution anggota DPRD Kota Medan, minta Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan segera memangkas pohon pohon besar yang ada di Jln Kemiri II.
“Jika pohon pohon besar itu dibiarkan maka bisa memakan korban lagi,” ujar Dedy salah satu politisi Gerindra kota Medan.
Sebelumnya saksi mata Ucok Siregar juga mengungkapkan ada melihat “bayangan putih” diatas pohon mangga.

“Sebelum pohon mangga itu tumbang saya ada melihat bayangan putih mirip awan. Itu terus tumbang,” cetusnya.
Ucok Siregar menambahkan, semua itu teguran dari Allah bagi umat beragama.

“Karena bencana bisa saja terjadi seketika tanpa dapat diprediksi,” ujar pria berkacata minus kepada wartawan. (KRO/RD/TIM)