Connect with us

Headline

Meski Telah Ditetapkan Tersangka, Ibu Penampar Bocah SD di Makassar Tak Ditahan

Published

on

2 views

RADARINDO.co.id – MAKASSAR : Seorang ibu berinsial M (41) yang menampar murid SD Sipala, berinisial DA (8), telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsekta Biringkanaya.

Hanya saja, tersangka M ditangguhkan penahanannya oleh polisi dengan berbagai alasan. Setelah video penamparan korban DA di dalam ruangan kelasnya viral di media sosial, M langsung ditangkap di rumahnya dan diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan polisi, akhirnya M ditetapkan sebagai tersangka dan sempat menjalani penahanan di markas Polsekta Biringkanaya. Setelah dilakukan penahanan, tersangka M mengajukan penangguhan penahanan dengan berbagai alasan terutama mempunyai anak banyak dan kini masih menyusui anak bungsunya yang masih berusia 2 tahun.

Dengan pertimbangan itu, aparat kepolisian mengabulkan penangguhan penahanan tersangka M.

“Tersangka langsung ditangkap di rumahnya dan sempat ditahan beberapa hari di Polsekta Biringkanaya. Tersangka ditangguhkan penahanannya, karena mempunyai beberapa orang anak kecil dan masih menyusui anak bungsunya yang masih berusia 2 tahun,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Tenri A Palallo, dilansir dari Kompas.com, Kamis (2/1).

Tenri mengungkapkan, pihaknya ikut andil dalam penanganan perkara tersebut. Dia telah memeriksa psikologi korban pasca penamparan tersebut.

“Kita sudah periksa korban, hasil pemeriksaan dokter psikologi, korban tidak menderita trauma. Meski begitu, kita tetap melakukan pendampingan terhadap korban. Cuma saja, korban masih takut jika ketemu dengan tersangka,” tuturnya.

Tenri menuturkan, pihak tersangka sudah mendatangi keluarga korban untuk meminta maaf atas kejadian tersebut. Keluarga korban pun menerima permintaan maaf tersangka dan tidak ada dendam atas kejadian tersebut.

“Meski kedua pihak telah saling memaafkan, kasus ini tetap lanjut dalam proses hukumnya. Bahkan, tersangka menyesali perbuatannya, bayangkan kalau sudah ditahan beberapa hari di Polsekta Biringkanaya. Apa tidak stres dia. Itu sudah menjadi pelajaran keras bagi tersangka,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, video seorang ibu-ibu memukul dan menampar seorang siswi SD di dalam kelas beredar dan viral di media sosial. Video berdurasi 30 detik ini memperlihatkan seorang ibu menampar seorang siswi SD yang telah terduduk di kursi sambil menangis. Tampak pula seorang wanita lain yang menegur ibu tersebut yang juga berada di dalam kelas. (KRO/RD/Komp)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *