Connect with us

Aceh Selatan

Tanah Kades Jambo Dalem Diduga Hasil Korupsi Dana Desa Disita Cabjari Aceh Selatan

Published

on

12 views

RADARINDO.co.idAceh Salatan :
Terungkap oleh penyidik diantaranya tanah diduga hasil korupsi Dana Desa disita Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Aceh Selatan.
Tim Penyidik dari Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Aceh Selatan di Bakongan melakukan penyitaan terhadap tanah seluas 82×125 meter di Dusun Ie Alem, Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, baru-baru ini. Penyitaan dilakukan oleh Kasubsi Pidum dan Pidsus Asmadi Syam SH, Kasubsi Intel dan Datun MA Siregar SH, Analis Penuntutan Rihan N SH, serta didampingi Babinsa Serda Sondang.
Penyitaan itu berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tapaktuan Nomor : 06/Penpid/2020/PNTtn tanggal 06 Januari 2020, melaksanakan penyitaan terhadap tanah seluas 82×125 M di Dusun Ie Alem Gampong Dalem Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyelewengan Dana Desa Jambo Dalem tahun 2016 dengan tersangka MZ dan MU.
Kacabjari Aceh Selatan di Bakongan, Rahmat Nurhidayat SH didampingi Kasubsi Pidum dan Pidsus Asmadi Syam SH mengatakan, berdasarkan fakta yang diperoleh tim penyidik baik dari keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa maupun alat bukti surat, bahwa tanah yang disita tersebut merupakan tanah yang dibeli dengan menggunakan anggaran dana gampong Jambo Dalem tahun 2016 yang diplot untuk penguatan BUMG tetapi digunakan untuk membeli tanah yang tidak produktif atau tidak menghasilkan keuntungan bagi BUMG. Rahmat Nurhidayat mengatakan, perkara ini dalam tahap pemberkasan menunggu hasil Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dari Ispektorat Aceh Selatan. (KRO/RD/ATC)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Selatan

MPTT-I Ingatkan Umat Islam Tumbuhkan Ihsan Dalam Diri

Published

on

RADARINDO.co.id – Aceh Selatan :
MPTT-I ingatkan umat Islam tumbuhkan sifat Ihsan dalam diri, agar semakin dekat kepada Allah SWT, dan semakin tenang menjalani hidup. Hal ini disampaikan Murabbi Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf – Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, Rabu (21/10) di Pondok Pesantren Darul Ihsan Desa Pawoh Kecamatan Labuhanhaji Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh..

Selanjutnya, Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, menjabarkan dalam tausiyahnya bahwa ajaran agama Islam yang mengajak kepada Ihsan (kesempurnaan) atau terbaik, adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihat ia. Untuk itu Murabbi MPTT-I ini ingatkan umat Islam untuk menumbuhkan sifat Ihsan.

Dengan begitu, sambung dia, Tauhid Dzati, kita telah sampai ke hadhrat Ahadiyah, bersih bathin kita dari pada wujud selain Allah termasuk diri kita, kita dapat dekat dengan Allah di dalam melakukan ibadah/’ubudiyah, serta gaul dengan hamba-hamba-Nya/makhluk-Nya, maka akan terwujudlah hubungan yang baik yaitu hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan manusia/makhluk, kesatuan dan persatuan, di dalam berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia tercinta yang berjaya.

Maka dari itu, jelas beliau, MPTT-I ingatkan jangan ada dari pemimpin-pemimpin kita, baik pemerintah, ulama dan cendikiawan untuk mencegah ajaran Tauhid Tashawuf dan Tauhid Shufi khusus di Aceh dan umumnya di Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI) yang kita cintai dan juga di belahan dunia bagi umat Islam yang mengamalkan ajaran ini, tambahnya.

Di tempat yang sama, Brigjen Pol R. Ahmad Nurwahid, SE, MM selaku, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kajian Intelejen Spiritual (KIS) DP-BNPT,menyampaikan pemaparan tentang rumus paten radikalisme dan terorisme. Radikalisme secara umum didefinisikan sebagai gagasan dan tindakan yang bertujuan untuk melemahkan dan merubah tatanan politik mapan dengan sistem baru, yang biasanya dilakukan dengan cara kekerasan atau ekstrim.

Radikalisme dan terorisme dalam hal ini konteks pemikiran dan pemahaman, sikap maupun tindakan politis bernuansa agama, bukan monopoli salah satu agama tetapi ada di seluruh agama, sekte maupun kelompok, bahkan potensial pada setiap individu manusia. Adapun klaim dan dominasi radikalisme dan terorisme atas nama Islam hakekatnya adalah “fitnah” bagi Islam, karena sikap dan tindakannya tidak Islami dan menyimpang dari substansi dan tujuan Islam, sehingga justru merugikan dan memecah belah umat Islam, serta merusak citra baik Islam (Islamophobia).

Nabi memperingatkan, “Jauhilah ekstrimisme dalam beragama, karena sikap ekstrim dalam beragama telah
menghancurkan umat sebelum kalian” (Hadis Musnad Ahmad, juz 1, no. 215). Radikalisme Islam adalah pemahaman agama Islam yang tidak sesuai dan menyimpang dari substansi dan tujuan Islam. Prinsip Islam mewajibkan umatnya dalam beribadah hanya dengan niat ikhlas, semata mencari ridho Allah SWT, sehingga mendapatkan cinta dan kasih sayang-NYA (makrifat).

Habib Muhammad Bahauddin Ba’alawi Bin Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, Ketua Umum Majelis Ta’lim Darul Hasyimi dari Jakarta Timur, menyatakan MPTT dipimpin Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi adalah berada pada jalan Ahlusunnah Waljamaah yang berakidah sesuai ajaran Imam Al Asy’ari dan Imam Almaturidi, bertasyawuf Syech  Junaid Al Baghdadi dan bertarekat Naqsyabandiah Al Khalidiyah. (KRO/RD/wspda)

Continue Reading

Aceh Selatan

Tanah Kades Jambo Dalem Diduga Hasil Korupsi Dana Desa Disita Cabjari Aceh Selatan

Published

on

RADARINDO.co.id – Aceh Salatan :
Terungkap oleh penyidik diantaranya tanah diduga hasil korupsi Dana Desa disita Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Aceh Selatan.
Tim Penyidik dari Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Aceh Selatan di Bakongan melakukan penyitaan terhadap tanah seluas 82×125 meter di Dusun Ie Alem, Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, baru-baru ini. Penyitaan dilakukan oleh Kasubsi Pidum dan Pidsus Asmadi Syam SH, Kasubsi Intel dan Datun MA Siregar SH, Analis Penuntutan Rihan N SH, serta didampingi Babinsa Serda Sondang.
Penyitaan itu berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tapaktuan Nomor : 06/Penpid/2020/PNTtn tanggal 06 Januari 2020, melaksanakan penyitaan terhadap tanah seluas 82×125 M di Dusun Ie Alem Gampong Dalem Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyelewengan Dana Desa Jambo Dalem tahun 2016 dengan tersangka MZ dan MU.
Kacabjari Aceh Selatan di Bakongan, Rahmat Nurhidayat SH didampingi Kasubsi Pidum dan Pidsus Asmadi Syam SH mengatakan, berdasarkan fakta yang diperoleh tim penyidik baik dari keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa maupun alat bukti surat, bahwa tanah yang disita tersebut merupakan tanah yang dibeli dengan menggunakan anggaran dana gampong Jambo Dalem tahun 2016 yang diplot untuk penguatan BUMG tetapi digunakan untuk membeli tanah yang tidak produktif atau tidak menghasilkan keuntungan bagi BUMG. Rahmat Nurhidayat mengatakan, perkara ini dalam tahap pemberkasan menunggu hasil Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dari Ispektorat Aceh Selatan. (KRO/RD/ATC)

Continue Reading

Aceh Selatan

Polres Aceh Selatan Berhasil Ungkap Olahan Emas Gunakan Bahan Berbahaya

Published

on

RADARINDO.co.idTAPAK TUAN : Polres Aceh Selatan (Asel), berhasil mengungkap kasus pengolahan emas illegal, yang dalam pengolahannya menggunakan bahan berbahaya, di Gampong (desa) Lawe Melang, Kecamatan Kluet Tengah, Minggu (29/9).
Hal itu terungkap pada temu pers di Mapolres Aceh Selatan, Senin (30/9) lalu, dengan memperlihatkan banyak alat bukti itu, beserta seorang tersangka berinisial IS (46) warga Gampong Lawe Melang.
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST, kepada wartawan mengatakan, saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa bahan mineral emas kurang lebih 20,54 gram, bahan mineral perak kurang lebih 111,72 gram, 7 sak karbon merk premium, 1 sak karbon merk Diamond, 1 sak caustic soda, 1 jeriken corrosive (air keras) dan 2 drum sodium cynida (sianida).
Selain itu lanjutnya, 3 timbangan digital, 1 botol sprit warna hijau bercampur mercuri dengan air kurang lebih seberat 580,78 gram, 1 set mangkok tempat pembakaran emas, 1 set alat pembakaran emas, 1 unit tempat tuangan emas, dan 1 unit blower.
Pelaku ungkapnya, ditangkap pada, Jum’at (20/9) lalu. Saat itu sambungnya, personel Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Selatan yang dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Zeska Julian Taruna WS SIK, melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Kluet Tengah.
Dalam perjalanan patroli, petugas mendapatkan informasi bahwa ada aktivitas pengolahan tanah yang mengandung emas di Gampong Lawe Melang yang menggunakan bahan-bahan kimia. Bahkan katanya, kegiatan pengolahan emas tersebut tidak memiliki izin. Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas kemudian langsung melakukan pengecekan ke lokasi, yakni di Gampong Lawe Melang. Tiba dilokasi, petugas menemukan alat pengolahan emas (blender) milik pelaku IS.
Namun, ketika petugas menanyakan legalitas terhadap usahanya, tersangka IS tidak bisa menunjukannya, sehingga petugas langsung melakukan pengecekan dan penggeledahan di sekitar lokasi. Alhasil, petugas menemukan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk mengolah emas tersebut sejak empat bulan lalu.
Pengakuan tersangka, dia sebelumnya berbisnis mineral emas dan perak dengan membuka toko di Koto Menggamat, sekitar 50-an sebelah utara Tapaktuan. Dalam menjalankan pengolahan emas tersebut, pelaku menerima batu dan tanah dari warga dengan sistem bagi hasil.
“Atas temuan tersebut, petugas mengamankan pelaku dan membawanya ke Polres Aceh Selatan guna pengusutan lebih lanjut,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim Zeska Julian Taruna.
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 161 Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 106 Undang-Undang RI No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (KRO/RD/ANS)

Continue Reading

headline