Connect with us

Jambi

Nginap Dua Hari di Hotel Bareng “Brondong”, Janda 40 Tahun Terjaring Razia Pekat

Published

on

10 views

RADARINDO.co.id – JAMBI : Seorang wanita berinisial MM (40) terjaring razia penyakit masyakarat (pekat) didalam kamar hotel di Jambi bersama seorang pria berinisial IR (17).

Sebelumnya, janda warga Jakarta Selatan itu datang dari Jakarta ke Jambi untuk menemui “berondongnya”, IR warga Kenali Asam Atas, Kota Jambi, kemudian menginap di sebuah hotel di Jambi.

Rencananya, MM akan menginap selama 4 hari, namun baru dua hari menginap, pasangan tanpa ikatan perkawinan itu keburu digrebek polisi yang dipimpin Kapolsek Pasar, AKP Sandy Mutaqqin.

Awalnya, IR mengaku bahwa MM ibunya, namun belakangan saat didesak polisi, akhirnya dia mengakui MM bukan ibunya.

AKP Sandi Mutaqin mengatakan, Operasi Pekat tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penyakit masyarakat. Saat mendatangi kamar, awalnya Tim Polsek Pasar sempat beberapa kali mengetuk pintu kamar, namun tidak kunjung dibuka.

Kedua pasangan beda usia yang sangat jauh itu, diduga melakukan praktik prostitusi. Saat pintu dibuka, IR tengah tidak berbaju dan hanya mengenakan celana pendek serta tampak gagap saat ditanya polisi.

“Awalnya dia bilang wanita itu ibunya. Tapi ketika didesak kebenarannya, dia balik mengakui bahwa wanita itu bukan ibunya,” tuturnya dilansir dari Tribunnews.com, Jum’at (14/2).

Sementara, MM mengaku mengenal “brondongnya” melalui akun Facebook. “Kenal lewat chat via facebook terus komunikasi hingga sampai sini,” tuturnya sembari mengatakan bahwa dirinya tak lagi bersuami dan memiliki dua orang anak. (KRO/RD/Trb)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Polisi Bubarkan Aksi Mahasiswa Di DPRD Jambi

Published

on

RADARINDO.co.id – Jambi :
Aparat Kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Provinsi Jambi yang berakhir ricuh dengan menembakkan puluhan kali tembakan gas air mata.  Hasil pantauan di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin, ribuan massa dari lima kelompok mahasiswa yang berunjuk rasa dimulai sejak pagi hingga sore meluber sampai ke luar gedung DPRD.

Dari aksi tersebut ada sekitar delapan pengunjuk rasa yang diamankan karena diduga melakukan tindakan anarkis dan memprovokasi massa dengan melempari petugas kepolisian dan gedung DPRD dengan batu dan botol air mineral serta benda tumpul lainnya.

Selain mahasiswa ada juga buruh yang berunjuk rasa terkait persetujuan DPR untuk mengesahkan omnibus law UU Cipta Kerja. Aksi saling dorong semula beberapa kali terjadi hingga bentrok pun tak terelakkan antara mahasiswa dan pihak keamanan. Polisi akhirnya membubarkan massa hingga ke luar halaman gedung DPRD Provinsi Jambi dengan menembakan gas air mata.

Beberapa provokator yang diantaranya pelajar diamankan polisi karena kedapatan melempar batu ke arah petugas. Sebelumnya ribuan massa dari buruh dan mahasiswa berbagai organisasi memadati sepanjang jalan perkantoran Telanaipura Jambi, mulai dari Simpang BI, halaman kantor Gubernur Jambi dan di depan Kantor DPRD Provinsi Jambi.

Semua massa menyuarakan penolakan atas disetujuinya RUU Cipta Kerja oleh DPR RI untuk disahkan menjadi UU. Ratusan aparat keamanan baik dari TNI maupun Polri bersiaga mengamankan jalannya aksi massa. Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto bersama Wakil Ketua DPRD Rocky Candra pertama menemui massa yang berorasi di depan kantor DPRD Provinsi Jambi dan menyatakan ikut menolak omnibus law tersebut.

Kemudian Edi bersama Rocky menemui massa yang terkonsentrasi di Simpang Bank Indonesia. Namun di sini massa tidak mau pimpinan DPRD menyambut mereka. Massa ingin dihadirkan PJs Gubernur Jambi. Hingga saat ini massa bubar dari halaman gedung DPRD namun masih banyak yang tetap berkumpul di luar gedung. (KRO/RD/wspda)

Continue Reading

Headline

Pertamina Jambi Tembus Produksi 3.553 Barel Minyak/Hari

Published

on

RADARINDO.co.id-Jambi:
Kinerja produksi Pertamina EP Asset 1 Jambi Field (PEP Jambi) menorehkan catatan kenaikan produksi menembus 3.553 BOPD (Barrel Oil per Day) dimana menjelang hari Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020, sampai dengan 15 Agustus lalu telah realisasi angka produksinya mencapai 100 persen dari target.

Perolehan peningkatan produksi PEP Jambi ini seiring dengan keberhasilannya dalam memproduksi sumur pemboran baru yang masuk dalam Rencana Kerja (RK) pemboran 2020 PEP Jambi yakni di Sungai Gelam C (SGC) 28 dan SGC 29, kata Jambi Field Manager Pertamina Asset 1, Gondo Irawan, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Senin.

Keberhasilan dua pemboran sumur baru di tengah pandemi COVID-19, menjadi harapan baru PEP Jambi untuk mendongkrak angka produksi. Sumur SGC-28 yang dibor pada Mei lalu hingga kini berkontribusi crude oil sebanyak 200 BOPD.

Adapun metode perawatan sumur yang telah diupayakan untuk menjaga agar produksi sumur tidak mengalami decline, diantaranya: penggantian pompa sumur (sucker rod), penggantian tubing, maupun pembersihan berkala reservoir sumur.

Tak hanya rutin perawatan sumur, untuk kali pertama di pertengahan Agustus ini PEP Jambi melakukan intervensi sumur (well intervention) vibroseis di struktur Tempino yang berlokasi di Kelurahan Tempino, Kecamatan Masetong, Kabupaten Muaro Jambi. Metode baru ini mekanismenya melakukan stimulasi sumur dengan getaran tanah menggunakan unit truck vibro.

“Bedanya vibroseis ini bisa mengintervensi sumur tanpa harus masuk kedalam reservoir sumur,” papar Alip Triwanto, Jambi Petroleum Engineer usai Kick off Meeting vibroseis (11/8).

Kolaborasi antar anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang terdiri dari Research & Tecnology Center (RTC), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), EOR PT Pertamina EP Kantor Pusat dan PEP Jambi bekerjasama dengan PT Elnusa akan melakukan vibroseis dengan sasaran sekitar 200-an sumur Tempino. (KRO/RD/Antara)

Continue Reading

Headline

Bokong Kapolsek Ditusuk Emak-emak Saat Amankan Tambang Emas Ilegal

Published

on

RADARINDO.co.id – Jambi : Kapolsek Pelepat Jambi, AKP Suhendri, menjadi korban penusukan dibagian bokong kirinya saat terjun lamngsung melakukan penertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Jambi, dengan menggunakan alat berat, Minggu (10/5) lalu.

Akibat kejadian itu, Suhendri mengalami luka-luka dan mendapat empat jahitan. Selain itu, sejumlah personel polisi juga disandera massa. Dilansir dari jpnn.com, Rabu (13/5), peristiwa itu berawal ketika tim gabungan Polres Bungo dan TNI dipimpin Kapolres Bungo AKBP Trisaksono ke lapangan menyelidiki pelaku PETI di Desa Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo, Jambi.

Karena jalan menuju lokasi PETI tidak bisa dilalui kendaraan, Kapolres, kemudian membagi personel menjadi dua tim. Tim 1 bersama Kapolres sampai di Mess PT PML, sedangkan Tim 2 dipimpin Kapolsek Pelepat AKP Suhendri dan Kanit Tipiter Ipda Kurniadi melanjutkan perjalanan menuju lokasi PETI.

Selanjutnya, Tim 2 akhirnya berhasil mengamankan satu pelaku PETI dan monitor alat berat eksavator, selanjutnya akan dibawa ke Mapolres Bungo. Namun dalam perjalanan, Tim 2 dihadang masyarakat Desa Batu Kerbau (Simpang Belukar Panjang) yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu menenteng senjata tajam.

Pada saat itu, Kapolsek Pelepat langsung memberikan pemahaman untuk meredam massa. Namun, massa langsung menyerang Kapolsek Pelepat. Akibat kejadian itu, Kapolsek mengalami luka-luka kena tusuk di bagian bokongnya dan langsung dievakuasi menuju klinik PT PML.

Sementara, Kanit tipiter beserta anggota masih berada di lokasi tersebut. Sedangkan Ranmor yang digunakan para personel Polres Bungo rusak diamuk massa.

Dikarenakan kondisi tidak memungkinkan, orang yang diamankan dilepaskan kembali. Sekira pukul 24.00 Wib, personel Polres Bungo dipimpin langsung Kapolres Bungo AKBP Trisaksono beserta Personel Kodim 0416/Bute dipimpin Dandim Letkol Inf Widi Rahman menuju lokasi untuk evakuasi personel yang disandera dalam keadaan sehat dan selamat. (KRO/RD/Jpnn)

Continue Reading

headline