Connect with us

Jawa Tengah

Ratusan Cacing Mendadak Keluar dari Dalam Tanah, Masyarakat Kaitkan dengan Pesan Gaib

Published

on

21 views

RADARINDO.co.id – JATENG : Ratusan cacing mendadak keluar dari dalam tanah di sejumlah daerah di Soloraya, Provinsi Jawa Tengah. Diantaranya terjadi di wilayah Kecamatan Jebres-Kota Solo dan Kecamatan Jatinom-Kabupaten Klaten.

Dilansir dari Okezone, Senin (20/4), fenomena ini sempat menggegerkan warga. Cacing-cacing itu keluar pada pagi hari yang dimulai pada Jum’at lalu, kemudian merayap ke permukaan tanah sebelum akhirnya mati. Ada juga cacing yang kembali ke dalam tanah.

“Awalnya tidak banyak, mungkin puluhan. Tapi menurut saya aneh sekali, karena tidak biasa. Sebagian saya sapu ke bawah pohon mangga, sebagian lagi mati. Menjelang siang, cacing-cacing itu sudah tidak ada. Sebenarnya tidak masalah, tapi anak-anak jijik karena merayap ke mana-mana. Daripada mereka heboh, saya bersihkan saja,” kata Riri Anwari, warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Fenomena serupa juga muncul di Pasar Gede Solo pada Sabtu lalu sekitar pukul 05.30 WIB. Ratusan cacing itu keluar dari tanah di taman sebelah utara Pasar Gede Solo lalu merayap hingga trotoar.

“Kalau dikumpulkan bisa satu ember kecil penuh. Saat saya lihat, langsung saya bersihkan, karena takut pembeli jadi tidak nyaman, karena saya jualan bakso,” ungkap Marsono Hadiwiyono, salah seorang pedagang.

Marsono membersihkan cacing-cacing itu hingga pukul 08.00 WIB, namun masih keluar lagi beberapa ekor, tidak sebanyak sebelumnya. Fenomena munculnya ratusan cacing tanah di dua pasar tradisional di Kota Solo, Pasar Gede dan Nusukan, ditengah pandemi Corona, langsung dikaitkan masyarakat setempat dengan pesan gaib yang memang sengaja dikirimkan sang maha pencipta pada manusia.

Marsono, pemilik warung bakso Juventus di Pasar Gede mengaku percaya akan adannya pesan tersembunyi yang disampaikan dengan keluarnya ratusan cacing dari dalam tanah.

“Saya yakin, ini tak sekedar panas di dalam tanah yang membuat cacing-cacing ini keluar dalam jumlah cukup banyak. Tapi ada pesan dari sang maha pencipta untuk manusia dengan kemunculan cacing ini,” papar Marsono.

Apalagi, ungkap Marsono, keluarnya cacing tanah dalam jumlah banyak ini, baru pertama terjadi. Pasalnya, sepengetahuan dirinya selama berjualan di Pasar Gede, dirinya belum pernah mendengar cerita apapun tentang keluarnya cacing tanah seperti yang terjadi diakhir pekan itu.

“Sejak orangtua saya terus tak lanjutkan, udah 40 tahun berjualan di pasar gede, ini baru pertama kali terjadi. Jumlahnya (cacing tanah) cukup banyak, bikin merinding siapa saja yang melihatnya,”ujar Marsono.

Fenomena munculnya ribuan cacing di Soloraya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya disebut akibat penyemprotan disinfektan yang belakangan kerap dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Namun, Pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, meyakini fenomena cacing itu tidak terkait semprotan disinfektan.

“Penyemprotan disinfektan itu enggak seperti air yang disiram ke tanah, kemudian cacingnya muncul. Daerah saya juga. Tapi ini kejadiannya di banyak tempat, masif. Tahun-tahun sebelumnya enggak seperti ini. Artinya, ada anomali,” jelas Prabang.

Kendati demikian, Prabang mengakui fenomena cacing di Soloraya ini agak aneh. Dirinya tidak menampik kemungkinan ada dinamika di bawah kerak bumi yang terkait dengan fenomena ini.

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan bila berbicara tentang fenomena suhu panas, hampir semua wilayah di bumi akan sama.

Kepala BMKG Yogyakarta, Warjono mengungkapkan, hanya wilayah dekat dengan Gunung berapi yang tengah erupsi yang bisa memicu keluarnya cacing atau binatang lainnya dari dalam tanah.

“Sebenarnya BMKG itu tidak bisa berbicara tentang perilaku hewan. Tapi kalau berbicara panas di dalam bumi, itu biasannya semua wilayah akan sama. Dan biasannya wilayah dekat dengan pegunungan yang tengah erupsi ini memicu keluarnya hewan dari dalam tanah,” paparnya.

Sedangkan keluarnya cacing dari dalam tanah seperti yang terjadi di Solo, ungkap Warjono, kemungkinan dipicu karena adannya perubahan arah angin dari arah timur menuju barat.

Perubahan inilah yang memicu air di dalam tanah menjadi panas. Dan memanasnya air di dalam tanah inilah yang menyebabkan cacing-cacing tanah ini keluar semua ke permukaan tanah karena tak kuat dengan air di dalam tanah yang memanas. (KRO/RD/Okz)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Akibat Ada “Cupang” Dileher Kemaluan Istri Dipukul Suami Pakai Benda Keras Hingga Luka

Published

on

RADARINDO.co.id-Kaltim: Kekerasan dalam rumah tangga bisa saja terjadi secara spontan. Namun demikian kekerasan tersebut pasti mempunyai sebabmusabab yang mendekati yang fatal.

Salah satu penyebab yang sering dilakukan akibat perselingkuhan. Tidak hanya kekerasan melukai fisik pasanganya, tapi tindakan sadis hingga menghilangkan nyawa yang disebabkan cemburu.

Kejadian ini patut dijadikan contoh untuk tidak terjadi dilingkungan rumah tangga. Memiliki pasangan yang setia sangat didambakan semua orang.

Berbeda dengan situasi yang menyempurnakan pasangan suami istri. Akibat dibakar api cemburu, suami kalap hingga menganiaya istri sampai bagian kemaluanya ikut terluka.

Usut punya usut ternyata akibat ada tanda “cupang” istri dileher. Suami menuding sang istri telah selingkuh dengan laki laki lain. Buktinya ada “cupang” atau tanda gigitan red dileher istri menjadi awal sumber masalah besar hingga ke kantor polisi.

Berdasarkan keterangan saksi, mahligai rumah tangga yang baru mereka bangun, baru saja menikah 1 bulan. Bonar 50 tahun (bukan nama sebenarnya) bersama istri tercinta, Susi 31 (bukan nama sebenarnya), ujar sumber baru di Kalimantan Timur.

Bonar sang pasangan yang bekerja sebagai Satpam di salah satu rumah sakit di kabupaten Jawa Tengah akhirnya mandiri dengan pihak yang berwajib.

Ia dituduh melakukan KDRT yang memperlihatkan kemaluan sang istri terluka diduga dipukul benda keras. Suami menganiaya istri yang nikah Siri sempat terkapar karena kemaluanya itu terluka.

Penyebabnya adalah tanda merah di dada sang istri yang baru dinikahinya satu bulan lalu tersebut adalah bekas kecupan alias cupangan.

Polisi akhirnya menangka pelaku pada hari Senin 17 Agustus lalu. Demikian dikatakan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan dalam keterangan tertulis, kepada wartawan.

Dari keterangan saksi, terungkap awal penganiayaan itu berawal ketika suami istri istrinya untuk berjalan-jalan. Karenanya, pelaku memintauntuk lebih dulu mandi. Namun, setelah mandi, pasangan melihat ada guratan merah di payudara sang istri. Ia lantas menuduh, tanda merah itu bekas kecupan lelaki lain. Dia meyakini hal tersebut, karena pasangan berkukuh sehari sebelumnya tidak bersetubuh dengan istrinya.

Keduanya akhirnya terlibat cekcok yang berujung penganiayaan. Suami melakukan penyiksaan hingga menimbulkan banyak luka pada tubuh istrinya. Diantaranya ada luka robek di pelipis korban. Rahang kanan korban juga bergeser. Pasangan pasangan juga melakukan penyiksaan terhadap alat vital korban hingga mengalami luka.

Korban tidak terima dan lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Samarinda Ulu. Polisi lalu menangkap suami saat yang memperhatikan bekerja. Polisi sudah menyita barang bukti berupa pakaian korban serta hasil visum dan saksi-saksi, Kata Ridwan.

Tersangka melanggar Pasal 1 Undang-Undang Nomoe 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga masih menunggu agar kasus hukum karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. Kasus ini sempat terjadi di tengah-tengah, sejumlah pihak mendukung aparat penegak hukum untuk memproses seadil adilnya. (KRO / RD / TIM)

Continue Reading

Headline

Mencari Pesugihan Lewat Ritual Sy4hwat di Gunung Kemukus Terungkap

Published

on

RADARINDO.co.id – Jawa Tengah:

Demikian sesungguhnya manusia selalu dalam keadaan tergesah gesah. Hidup mau kaya, tidak mau capek tapi uang pengen banyak. Sangat manusiawi.

Tapi perlu diingat, langit dan bumi besarta isinya ada karena ada yang menciptakan yaitu Tuhan. Oleh karena itu, hakekatnya segala sesuatu bisa terjadi karena izin Allah. Bahkan takdir harus juga diyakini mulai langka, rezeky, pertemuan dan kematian datang dari sang pencipta.

Jika ada seseorang yang pengen hidup lekas kaya raya namun didapat secara tidak wajar, maka patut dicermati. Sesungguhnya tidak dijadikan jin dan manusia kecualu untuk menyembah tuhan.

Kisah ini mengingatkan kisah pada sebuah kisah. Gunung Kemukus, sebuah bukit kecil barat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Gunung yang banyak menyimpan kisah unik hingga mitos kontroversial.

Salah satunya kisah mencari pesugihan (lekas kaya raya-red) melalui ritual sy4hwat yang bukan pasangan sah atau suami-istri pada malam khusus.

Wowww, serem unik meski ada kenikmatan melakukan hubungan layaknya suami istri. Bagi yang percaya dengan mitos ritual sy4hwat ini, mereka akan datang pada Kamis malam Jumat Pon ke Gunung Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Konon disana dulu ada salah satu juru kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo mengatakan ritual sy4hwat hanyalah ulah dari mereka yang mencari keuntungan pribadi.

Ritual mesum itu hanya dimanfaatkan orang mencari keuntungan, yang benar di sini berziarah. Gunung Kemukus terdapat sebuah makam dari Pangeran Samudro, yang diyakini sebagai salah satu Putra Raja Majapahit.
Kawasan wisata riligi itu dikenal sebagai tempat melakukan ritual pesugihan atau mencari kekayaan, sekaligus mencari jodoh.

Ritual yang dilakukan pengunjung selain berziarah ke makam Pangeran Samudro di puncak gunung, juga melakukan hubungan s3ksual dengan lawan jenis yang tidak ada ikatan pernikahan. Demikian kisah ini sesuai dilansar dari Tribun.com yang berkunjung ke Gunung Kemukus.

Salah seorang warga, Aru (bukan nama asli) yang langsung menawarkan wanita muda untuk melakukan ziarah ke makam Pangeran Samudro.

Datang ke sini sendiri atau sudah ada pasangan atau belum. Kalau tidak ada akan di carikan untuk mendampingi pada saat ziarah ke makam, katanya kepada Tribun, Rabu (10/12/2019).

Mereka menawarkan wanita muda dan cantik, tidak hanya untuk menemani selama ziarah ke makam Pangeran Samudro, tapi juga bisa menjadi pendamping hidup (istri) jika menjalani ritual seks.

Selain makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus terdapat juga sumber mata air bernama Sendang Ontrowulan. Dua tempat inilah yang menjadi tempat ritual sampai menimbulkan mitos ritual s3ks.

Ritual s3ks bersama orang asing yang ditemui di Gunung Kemukus terjadi lantaran adanya persepsi keliru namun telah terlanjur diyakini.

Gunung setinggi kurang lebih 300 meter dari atas permukaan air laut tersebut berada di kawasan bukit kapur. Praktek prostitusi di Gunung Kemukus dipicu adanya keyakinan jika kesuksesan akan didapat setelah melakukan ritual s3ks bersama pasangan yang ditemui di areal itu.

Jasa perselingkuhan dan hubungan intim pun akhirnya membuat banyak pekerja s3ks komersial dari segala penjuru daerah datang dan menetap di Gunung Kemukus. Mereka mengontrak tanah dan rumah untuk kegiatan hiburan malam dan prostitusi.

Ritual yang harus dijalani, yaitu berhubungan s3ks selama tujuh kali berturut-turut pada Kamis malam Jumat Pon.

Konon apabila sudah tujuh kali berturut-turut melakukan ritual seks. Dipastikan permintaannya untuk mendapat jodoh dikabulkan.

Dulunya ritual s3ks dilakukan di tempat terbuka. Namun, semenjak ramai diberitakan media asing, mereka melakukan di rumah. Ritual seks dilakukan di dalam kamar yang disewakan warga.

Warga menyewakan kamar sebagai tempat ritual s3ks. Tampak sejumlah warung dalam kondisi tutup. Di lokasi yang berada sekitar 30 kilometer arah utara Kota Solo, peziarah ada yang berjalan kaki, naik sepeda motor, maupun mobil dari lereng ke puncak. Jarak lereng ke puncak sekitar 1,5 kilometer.

Kisah ada seorang warga yang  datang khusus ke makam untuk ziarah sekaligus berdoa dan wisata religi saja, tidak mau dengan tujuan macam-macam.

Demikian diungkapkan Juru Kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo, ia menceritakan Pangeran Samudro merupakan putra Prabu Brawijaya.

Akhirnya ia meninggal dalam perjalanan pulang dari Gunung Lawu. Kemudian di makamkan di atas bukit yang kini disebut Gunung Lawu.

Ketika ditanya mengenai ritual mesum di Gunung Kemukus, Hasto mengungkapkan, kisah itu berawal dari ibu tiri Pangeran Samudro yakni Ontrowulan datang ke makam anak yang ia cintai. Tapi setelah beberapa waktu berada di makam, Ontrowulan tak mau pulang dan ingin menyatu dengan Pangeran Samudro.

Para pengikutnya yang beberapa waktu tak menemukan sosok Ontrowulan, menyimpulkan telah Muksa atau menghilang secara gaib.

“Nenek moyang saya dahulu tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga menjelaskan dengan bahasa Jawa, oleh masyarakat kata ‘demenan’ dipelintir,” kata dia.

Dari cerita itu, kemudian menyebar ke masyarakat bahwa Pangeran Samudro selingkuh dengan ibu tirinya. Sehingga ketika datang ke makam harus menyertakan kekasih.

Kepercayan itu kemudian berkembang apabila memiliki cita-cita agar dikabulkan, harus melakukan ritual s3ks di Gunung Kemukus.

Pada tahun 1990-an sampai 2000-an memang banyak ritual mesum itu, sekarang sudah tidak ada lagi ritual gitu-gituan, ujarnya.

Menurutnya, masyakarat yang datang seharusnya melakukan ziarah. Tidak melakukan ritual yang menyimpang. Ritual mesum itu hanya dimanfaatkan orang mencari keuntungan, yang benar di sini berziarah.

Ia mengaku, kapasitasnya hanya memberikan imbauan pada pengunjung. Sedangkan perilaku prostitusi di luar komplek makam, di luar kewenangannya.

Sedangkan alasan banyak peziarah datang di Kamis malam Jumat Pon, karena hari pasaran Jawa tersebut dipercaya hari meninggalnya Pangeran Samudro.

Salah seorang warga Solo bernama Giarto menjelaskan ritual melakukan s3ks di gunung Kemukus, di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini adalah sesat.

Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Islam. Apalagi mencari pesugehan harus melakukab hubungan suami istri kepada bukan pasanganya. Ini petunjuk ajaran sesat yang mempercayai iblias bukan percaya gusti Allah.

“Kasihan bangak warga yang tersesat dan terjebak kesyirikan. Mereka percaya selain kepada Tuhan”, ujar Giarto mengingatkan.

Jika ingin kaya harus kerja keras dan berusaha dan doa. Bukan melakukan cara syaitan yang sesat. Bila memang ritual di gunung Kemukus bisa menjadikan seseorang kaya raya, pasti yang datang sudah kaya raya. Tapi nyatanya hidup mereka biasa biasa aja, malah ada yang lebih parah dan bertambah miskin. (KRO/RD/TB)

Continue Reading

Headline

Calon Mempelai Wanita Jual Gaun Pengantin Akad Nikah Bubar Ini Penyebabnya

Published

on

RADARINDO.co.id-Jawa Tengah: Impian menjadi raja dan ratu sehari kandas. Kisah ini diluar dugaan calon suami dan istri. Pasalnya sederhana tapi sangat sensitif bagi calon mempelai wanita.  Calon suami, Hendy (30) bukan nama sebenarnya, akhirnya bertengkar berat dengan wanita bertubuh gempal yang juga calon istri, Diana (29) bukan nama sebenarnya.

Padahal kedua mempelai sudah menempah gaun pengantin tidak begitu mawah tapi terkesan mewah. Namanya gaun pengantin seharusnya digunakan dalam momen bahagia bersama pasangan. Namun tidak dengan wanita yang satu ini.

Wanita ini justru melakukan sesi foto dengan gaun pengantinya tanpa pasangan sebagai bentuk penyesalan.
Pernikahan yang selama ini ia nanti-nantikan malah berakhir tragis. Wanita mana pun tidak relah pria yang ia cintai berbuat curang, menghianati cintanya.

Sesuai dilansir dari Mstar, Diana setelah mengunggah foto-fotonya menggunakan gaun pengantin di Facebook pada 27 Mei 2020. Diana berfoto layaknya seorang pengantin, namun tanpa pasangan di sisinya. Usut punya usut ternyata penyebabnya adalah calon sang suami tunangan berulah, ia memergoki berbuat curang mengirim pesan mesra ke wanita lain.

Padahal Diana sudah sempat meminta kekasih untuk berubah karena sebentar lagi akan akad nikah. Namun jawaban dari calon suami malah menyakitkan hati. Bahkan tanpa ragu ragu lagi ia menyebut telah mencintai wanita lain.

Mendengar ucapan itu, calon pengantin wanita, marah besar dan bulat hati memutuskan hubungan. Saya putus hubungan kami awal tahun ini. Saya tak tahan lagi dengan perangainya. Dia kirim pesan mesra ke wanita lain. Saya tahan lagi dengan tingkahnya”, ujar calon mempelai wanita. Meskipun pahit, Diana berusaha bangkit dan move on dari peristiwa itu. Persiapan pernikahan yang sudah berjalan pun terpaksa harus dibatalkan, termasuk soal baju pengantin.

Gaun yang seharusnya dipakainya di hari pernikahan sebenarnya telah rampung dijahit. Lalu memutuskan menjual lagi gaun itu dengan harga murah. Ia membeli gaun cantik itu dengan harga Rp600 ribu. Kemudian ia jual lagi dengan harga murah Rp200 ribu. Sebelum gaun pernikahan itu berpindah tangan, ia membuat foto-foto sebagai kenangan terakhirnya, kemudian ia unggah di Facebook menjadi viral.

Pada saat dilakukan pemotretan terakhir dengan gaun pernikahannya, Diana mengaku hatinya remuk berkeping keping. “Ada satu gambar di mana saya menutupi separuh wajah. Sebenarnya saat saya sedang menangis”, katanya dengan ada sedih.

Gambar-gambar yang viral itu diambil oleh seorang teman temanya menggunakan kamera ponsel. Padahal ia telah lama merencanakan sesi pemotretan tersebut. Bahkan temanya pun memberi bonus dengan membuat sebuah video.
Ia mengaku sudah ikhlas dengan pengalaman pahitnya yang gagal menikah itu.

Ia menolak permintaan maaf dan mau kembali. Calon suami yang tegah curangi hati sang istri dianggap telah menghianati cinta sucinya. “Saya tidak sudih dengan pria seperti dia, meski ia minta maaf untuk minta kembali. Saya percaya masih banyak lelaki yang lebih baik di luar sana daripada dia”, ujarnya mengakhiri ucapanya. (KRO/RD/tim).

Continue Reading

headline