Connect with us

Headline

Fakta Jatuh Pesawat Tempur TNI AU di Kawasan Permukiman Warga

Published

on

6 views

RADARINDO.co.id-Pekanbaru : Pesawat tempur milik TNI AU jatuh di kawasan permukiman warga Kampar, Riau. Tak ada korban jiwa akibat insiden ini.

Peristiwa ini terjadi di area Perum Sialang Indah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, Senin (15/6).

Pesawat tersebut jatuh saat hendak mendarat usai latihan terbang rutin. Berikut fakta-fakta terkait jatuhnya pesawat tempur tersebut:

Jatuh saat Latihan

Pesawat tempur milik TNI AU jatuh di Kampar, Riau, saat sedang latihan. Pesawat jatuh saat hendak kembali ke Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru.

“Itu pesawat dari Lanud Pekanbaru, latihan biasa, normal,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto saat dimintai konfirmasidetikcom, Senin (15/6).

Pesawat jatuh sekitar 5 Km dari Lanud. Pesawat sempat mengeluarkan api saat terjatuh. Petugas pemadam kebakaran kemudian datang untuk proses pemadaman api

Berjenis Hawk 209 Buatan 1990

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan pesawat tempur yang terjatuh berjenis Hawk 209 dengan nomor registrasi TT 0209. Pesawat tersebut buatan tahun 1990 dan sudah punya 3.100 jam terbang.

“Buatan tahun 1990 sampai saat ini usia airframe-nya sudah 3.100 jam,” kata Marsekal Fadjar dalam konferensi pers di Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, Riau, Senin (15/6).

Dia mengatakan usia dan jumlah jam tersebut tergolong normal. Dia mengatakan pihaknya bakal melakukan investigasi lengkap terkait jatuhnya pesawat ini.

Pesawat ini didesain untuk melakukan penyerangan ke darat. Dilansir situs TNI Angkatan Udara (AU), diakses detikcom pada Senin (15/6), Hawk 200 adalah pesawat buatan British Aerospace (BAE), Inggris. Pesawat ini mulai bergabung dengan TNI AU sejak 1996.

 Dipastikan Layak Terbang

TNI AU akan menginvestigasi penyebab pesawat tempur jenis Hawk 209 jatuh di Kampar, Riau. TNI AU menegaskan kondisi pesawat itu layak terbang.

“Jadi pesawat ini layak terbang. Karena setiap pesawat yang akan digunakan melalui proses pengecekan terlebih dahulu,” kata KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Fadjar menegaskan pesawat itu juga melakukan penerbangan beberapa hari sebelumnya. Tidak ada masalah dalam penerbangan sebelumnya.

“Pesawat ini beberapa hari sebelumnya juga dilaksanakan penerbangan, normal tidak ada permasalahan,” ujarnya.

Kehilangan Power Saat Hendak Mendarat

Pesawat tempur jenis Hawk 209 nomor registrasi TT 0209 yang jatuh di Kampar, Riau, disebut kehilangan power saat akan mendarat ke Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru usai latihan. Namun, TNI bakal melakukan investigasi detail soal jatuhnya pesawat tersebut.

“Kecelakaan terjadi saat pesawat akan mendarat kembali dari latihan rutin terjadwal, tapatnya pukul 08.13 WIB,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto saat dimintai konfirmasi detikcom.

“Saat akan mendarat di runway 36, pesawat kehilangan power,” ucapnya.

Hantam 2 Rumah Kosong

Pesawat tempur milik TNI AU tersebut jatuh tepat di area perumahan warga. Ada dua rumah kosong yang tertimpa pesawat.

“Pesawat kondisi rusak berat (total lost), menimpa dua rumah warga yang dalam keadaan kosong,” kata Kadispenau, Marsma Fajar Adriyanto.

Tak warga yang menjadi korban akibat peristiwa tersebut. Pesawat itu jatuh saat hendak mendarat usai latihan rutin.

Terjadi Letupan Sebelum Jatuh

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan pesawat tempur jenis Hawk 209 nomor registrasi TT 0209 yang jatuh di Kampar, Riau, baru pulang latihan. Ada tiga pesawat yang latihan.

“Kejadiannya pesawat ini bertiga setelah selesai melaksanakan latihan penembakan di daerah Siabu kembali untuk mendarat,” kata Fadjar Prasetyo dalam konferensi pers di Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, Senin (15/6).

Fadjar mengatakan latihan di Siabu berjalan normal. Namun saat kembali, pesawat yang urutan terakhir mengalami kecelakaan saat akan mendarat.

Pilot sempat melaporkan terjadi keanehan pada mesin. Ada suara aneh dan diikuti dengan lampu warning light atau lampu peringatan.

“Jadi ada sesuatu yang tidak benar pada mesinnya dan lalu dilanjutkan mesin pesawat itu kehilangan tenaga, lost power. Komunikasi masih normal dilaporkan bahwa beliau mengalami kehilangan tenaga, mesin terjadi kerusakan,” ujarnya.

Dia mengatakan sempat ada letupan. Meski demikian, dia memastikan pesawat tidak meledak di udara.

Pilot  Selamat

Pilot pesawat tempur yang jatuh di Riau, Lettu Pnb Apriyanto Ismail, dipastikan selamat. Dia keluar dari pesawat menggunakan kursi lontar.

“Pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat menggunakan ejection seat dan selamat,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto dalam keterangannya, Senin (15/6).

Pilot tersebut mendarat di area perumahan warga tak jauh dari lokasi pesawat jatuh. Warga pun menolong pilot yang disebut sempat meminta tolong.

Apriyanto disebut keluar dari pesawat setelah melaporkan ada keanehan pada mesin. Pesawat tempur tersebut kehilangan tenaga saat hendak mendarat usai latihan rutin.

“Jadi ada sesuatu yang tidak benar pada mesinnya. Dan lalu dilanjutkan mesin pesawat itu kehilangan tenaga, lost power. Komunikasi masih normal dilaporkan bahwa beliau mengalami kehilangan tenaga, mesin terjadi kerusakan dan langsung dia menyampaikan bahwa dia akan melaksanakan eject atau loncat dari pesawat lalu dilaksanakan loncat dari pesawat,” ujar KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Investigasi Diperkirakan 2 Minggu

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan pihaknya bakal melakukan investigasi lengkap terkait jatuhnya pesawat tempur di Kampar, Riau. Investigasi diperkirakan berlangsung 2 minggu.

“Investigasi berlangsung dua minggu,” kata Fadjar di Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru, Riau, Senin (15/6).

Dia mengatakan pihaknya juga bakal mengecek ulang kondisi kesehatan pilot. Dia memastikan pilot pesawat tersebut, Lettu Pnb Apriyanto Ismail, selamat dan sedang dirawat di RS. (KRO/RD/dtk)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh

Bus dan L-300 Tabrak Kawanan Kerbau, 7 Penumpang Luka-luka

Published

on

Bus dan L-300 Tabrak Kawanan Kerbau, 7 Penumpang Luka-luka

RADARINDO.co.id – Sigli : Bus dan L-300 Tabrak Kawanan Kerbau, 7 Penumpang Luka-luka. Bus penumpang L-300 BL 1029 PB menabrak lembu hingga bus Sanura BL 1029 alami kecelakaan di kaki Seulawah, di kawasan Simpang Butong, Gampong Butong, Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie.

Insiden kecelakaan tersebut, terjadi setelah menabrak satu kerbau jantan yang berkeliaran di ruas jalan nasional Banda Aceh- Medan, Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga : Produksi Miras Dilegalkan, MUI Papua Barat Angkat Bicara 

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Lantas, AKP Dede Kurniawan SIK, kepada Serambinews.com, Sabtu (27/2/2021) mengatakan, L-300 dan Bus Sanura mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Medan.

L-300 yang melaju itu membawa dua penumpang, masing-masing Samidah Basrah (58) pensiunan PNS warga Gampong Prumnas Rawa, Kecamana Kota Sigli dan Fauzi (40) PNS warga Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Mopen L-300 itu dikemudikan Musriadi (46), warga Gampong Trieng Gadeng, Pidie Jaya.
Namun, saat L-300 tiba di Simpang Butong, tiba-tiba kawanan kerbau yang berkeliaran berlarian di ruas jalan.

Namun, dari arah belakang Bus Sanura yang dengan kecepatan tinggi kondisi sudah dekat yang menyebabkan sang sopir hilang kendali.

Sehingga membanting setir ke kanan jalan yang menyebabkan bus terbalik dalam saluran.
Kecuali itu, Bus Sanura juga menabrak bagian belakang L300.

Akibat insiden itu, satu penumpang L300 bernama Samidah Basarah dan sang sopir L300 Musriadi mengalami luka berat.

Sementara itu, penumpang Bus Hanura masing-masing Suhari (62) dan Faktiah (24) ibu rumah tangga warga Kebun Lada Binje Sumatera Utara mengalami luka ringan.
Juga Zulkifli (59) pesiunan PNS, warga Gampong Cadel, Kota Banda Aceh mengalami luka ringan.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa? 

Begitu juga sang sopir Musliadu (43) warga Gampong Paloh Tengeh, Kecamatan Keumala, Pidie yang selamat dalam insiden tersebut.

Penumpang yang mengalami luka berat, sempat dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro.

“Kita minta kepada warga supaya tidak dilepas, sehingga berkeliaran di ruas jalan yang sangat mengganggu pengguna jalan. Sebab, akibat hewan ternak yang berkeliaran di jalan, menyebabkan sering terjadi kecelakaan,” ujar AKP Dede. (KRO/RD/SerambiNews)

Continue Reading

Headline

Produksi Miras Dilegalkan, MUI Papua Barat Angkat Bicara

Published

on

Produksi Miras Dilegalkan, MUI Papua Barat Angkat Bicara

RADARINDO.co.id – Jakarta : Produksi Miras Dilegalkan, MUI Papua Barat Angkat Bicara. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat M Cholil Nafis mengemukakan bahwa kearifan lokal tidak bisa dijadikan sebagai dalih untuk melegalkan minuman keras (miras).

“Tidak bisa atas nama kearifan lokal atau sudah lama ada, maka dipertahankan,” kata Cholil kepada wartawan di Jakarta, Senin, menanggapi kebijakan pemerintah membuka aliran investasi untuk industri minuman keras beralkohol di beberapa provinsi.

Baca juga : Istri Mantan Sekda P. Siantar Ditemukan Tewas Bersimbah Darah 

“Saya secara pribadi menolak terhadap investasi miras meskipun dilokalisir menjadi empat provinsi saja,” katanya.

Cholil berpendapat pembukaan industri miras akan memberikan keuntungan kepada segelintir orang namun akan menimbulkan kerugian besar bagi masa depan rakyat.

“Karena kita larang saja masih beredar, kita cegah masih lolos, bagaimana dengan dilegalkan apalagi sampai eceran dengan dalih empat provinsi, tapi, kan, nyebar ke provinsi lain, karena hasil investasi tak sebanding dengan rusaknya bangsa ini,” katanya.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas juga mengkritik kebijakan pemerintah membolehkan industri minuman keras.

“Kebijakan ini tampak sekali bahwa manusia dan bangsa ini telah dilihat dan diposisikan oleh pemerintah dan dunia usaha sebagai objek yang bisa dieksploitasi,” kata dia.
Ia memandang kebijakan pemerintah membuka aliran investasi untuk industri miras lebih mengedepankan kepentingan pengusaha daripada kepentingan rakyat.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken pada 2 Februari 2021, industri minuman beralkohol dan minuman keras beralkohol merupakan bidang usaha yang bisa diusahakan oleh semua penanam modal yang memenuhi persyaratan.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa? 

Dalam lampiran peraturan Presiden yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja itu disebutkan, penanaman modal baru untuk industri minuman keras mengandung alkohol dan minuman mengandung alkohol bisa dilakukan di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading

Headline

Wali Kota Medan : Wujudkan Program Kerja dan Peningkatan Pelayanan Dengan Kolaborasi

Published

on

Wali Kota Medan : Wujudkan Program Kerja dan Peningkatan Pelayanan Dengan Kolaborasi

RADARINDO.co.id – Medan : Wali Kota Medan : Wujudkan Program Kerja dan Peningkatan Pelayanan Dengan Kolaborasi. Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM menekankan, pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan program kerja dan meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi yang dibangun antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan, maka setiap pekerjaan rumah dapat terselesaikan sehingga masyarakat dapat merasakan hasil kerja dan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka.

“Tugas kita adalah bekerja sama, berkolaborasi. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik agar semua pekerjaan menemukan jalan keluar dan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Ingat, mulai hari ini, kita hilangkan ego sentris,” kata Wali Kota dalam Rapat Koordinasi Bersama Camat se-Kota Medan di Balai Kota Medan, Sabtu (27/2) sore.

Baca juga : Diduga Edarkan Sabu, Oknum Polres Pidie Berpangkat Aipda Terancam Dipecat 

Selain Camat se-Kota Medan, rapat juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM, Asisten Administrasi Umum Renward Parapat dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) sekaligus Plt Asisten Pemerintahan Khairul Syahnan.

Pimpinan OPD terkait juga turut hadir di antaranya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) serta Dinas Pendidikan.

Dalam pertemuan , Bobby ingatkan setiap camat untuk lebih fokus terhadap kondisi dan situasi serta pembenahan di wilayahnya.

Hal yang menjadi perhatian khusus adalah masalah kebersihan, kesehatan serta pendataan UMKM di setiap kecamatan. Untuk masalah kebersihan, camat harus melakukan monitoring wilayahnya dan berkoordinasi dengan DKP. Lalu, sambung Wali Kota, camat harus cepat tanggap dan sigap dalam penanganan Covid-19 terkait data masyarakat yang terpapar agar segera dilakukan penanganan.

“Semuanya harus memiliki target kerja, sehingga kita memiliki kualitas diri dan kita paham program mana saja yang belum terealisasi. Kembali lagi, kolaborasi harus dibangun. Jika ada di antara pimpinan OPD dan camat yang tidak mau bekerja sama, laporkan ke kami agar kami tindak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE berharap kepada seluruh OPD dan camat untuk merubah sistem kerja menjadi lebih baik. Kemudian, jangan ada batas antar OPD dan kecamatan dan menambahkan beberapa poin yang harus dilakukan oleh pimpinan OPD dan camat. Pertama, untuk DKP agar memperhatikan kondisi pohon serta melakukan pemangkasan dahan secara berkala.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa? 

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota tadi, camat berkoordinasi dengan puskesmas dan gugus tugas kecamatan terkait data. Lalu, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan kecamatan terkait bagaimana agar masyarakat mengetahui cara mendapatkan vaksin gratis.

Camat jangan sampai vakum, lakukan imajinasi, inovasi dan terpenting kolaborasi apa yang menjadi program Bapak Wali Kota. Tugas kita bersama adalah mewujudkannya,” pungkas Wakil Wali Kota seraya berpesan kepada seluruh OPD dan kecamatan untuk mengetahui apa saja visi dan misi yang harus direalisasi. (KRO/RD/MedanPos)

Continue Reading

headline