Connect with us

Headline

Ribuan Warga Dairi Demo Tolak PT Gruti

Published

on

79 views

RADARINDO.co.id-Sidikalang:
Pemerintah Kabupaten Dairi diminta memberi perlindungan dan turut serta mempertahankan hak masyarakat yang terancam kehilangan sumber mata pencaharian dan area permukiman akibat dampak kehadiran PT Gruti [Gunung Raya Utama Timber Industries].

Permintaan itu disampaikan ribuan warga melalui juru bicara dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kompleks Kantor Bupati Dairi, Sumatera Utara, Jalan SM Raja, Sidikalang, Selasa (25/8/2020).

Pimpinan aksi, Pangihutan Sijabat, Zulkifli Lumban Gaol, Candra Nadeak, dan orator lainnya secara bergantian menuding kehadiran PT Gruti menjadi ancaman bagi warga masyarakat di seputar kawasan konsesi yang didiami mayoritas petani.

Disebutkan, lahan yang diklaim PT Gruti sebagai kawasan konsesi, meliputi Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan dan 4 desa di Kecamatan Sumbul terdiri dari Pargambiran, Barisan Nauli, Sileuh-leu Parsaoran, dan Perjuangan, telah cukup lama dan secara turun-temurun dijadikan tempat permukiman dan dikelola sebagai sumber penghidupan.

Sekaitan itu, pemerintah diminta hadir memberi perlindungan kepada kaum tani yang telah lama menguasai dan mengelola lahan dengan melegalisasi kepemilikan tanah sebagai hak milik para petani.

Kehadiran PT Gruti dituding hendak merampas tanah dan juga masa depan dan hidup para petani. Kehadiran koorporasi tersebut ditengarai akan menghilangkan lahan pertanian termasuk lahan bermukim warga.

Selain menolak kehadiran dan operasional PT Gruti, para pendemo meminta Bupati Dairi untuk segera mengajukan penciutan kawasan hutan di Desa Parbuluan VI dan desa-desa lain di sekitar area konsesi PT Gruti sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat dan langkah konkret untuk menyejahterakan dan menjaga keselamatan warganya.

Aksi demo berjalan di bawah pengawalan ketat Kepolisian Resor Dairi sejak long march sekitar 5 kilometer dari titik kumpul di Stadion Sidikalang hingga kompleks Kantor bupati. Pengamanan terlihat dikendalikan langsung Kapolres Dairi AKBP Leonardo D Simatupang. Sementara gerbang Kantor bupati ditutup dan dijaga ketat personel Satpol PP.

Massa pengunjuk rasa terkonsentrasi dan berorasi di ruas Jalan SM Raja menghadap gedung Kantor Bupati. Wakil Bupati Jimmy Andrea Lukita Sihombing, Ketua DPRD Sabam Sibarani, Sekda, dan sejumlah pimpinan OPD hadir menemui pengunjuk rasa.

Ketua DPRD Sabam Sibarani menyebut akan mengkawal aspirasi warga. “Sebagai wakil rakyat, DPRD akan selalu berjuang untuk kepentingan rakyat,” sebut Sabam.

Sementara Wakil Bupati Jimmy AL Sihombing berjanji tuntutan dan aspirasi warga akan dibicarakan dengan Bupati untuk ditindaklanjuti.

Pengunjuk rasa yang ingin memastikan keberpihakan dan dukungan Pemkab dan DPRD Dairi terhadap perjuangan mereka, kemudian meminta agar Bupati Eddy Keleng Ate dan Ketua DPRD Sabam Sibarani menandatangani pernyataan sikap.

Draf pernyataan sikap yang telah disiapkan kemudian dibacakan yang intinya berisi dukungan terhadap perjuangan masyarakat dalam mempertahankan lahan yang dikelola.

Warga meminta Bupati dan Sabam membubuhkan tanda tangan. Namun urung dilakukan karena Bupati tidak berada di tempat. Sementara Sabam Sibarani berjanji akan membubuhkan tanda tangan bersama-sama dengan Bupati. (KRO/RD/Andalas)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *