Connect with us

Headline

Mencari Pesugihan Lewat Ritual Sy4hwat di Gunung Kemukus Terungkap

Published

on

42 views

RADARINDO.co.id – Jawa Tengah:

Demikian sesungguhnya manusia selalu dalam keadaan tergesah gesah. Hidup mau kaya, tidak mau capek tapi uang pengen banyak. Sangat manusiawi.

Tapi perlu diingat, langit dan bumi besarta isinya ada karena ada yang menciptakan yaitu Tuhan. Oleh karena itu, hakekatnya segala sesuatu bisa terjadi karena izin Allah. Bahkan takdir harus juga diyakini mulai langka, rezeky, pertemuan dan kematian datang dari sang pencipta.

Jika ada seseorang yang pengen hidup lekas kaya raya namun didapat secara tidak wajar, maka patut dicermati. Sesungguhnya tidak dijadikan jin dan manusia kecualu untuk menyembah tuhan.

Kisah ini mengingatkan kisah pada sebuah kisah. Gunung Kemukus, sebuah bukit kecil barat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Gunung yang banyak menyimpan kisah unik hingga mitos kontroversial.

Salah satunya kisah mencari pesugihan (lekas kaya raya-red) melalui ritual sy4hwat yang bukan pasangan sah atau suami-istri pada malam khusus.

Wowww, serem unik meski ada kenikmatan melakukan hubungan layaknya suami istri. Bagi yang percaya dengan mitos ritual sy4hwat ini, mereka akan datang pada Kamis malam Jumat Pon ke Gunung Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Konon disana dulu ada salah satu juru kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo mengatakan ritual sy4hwat hanyalah ulah dari mereka yang mencari keuntungan pribadi.

Ritual mesum itu hanya dimanfaatkan orang mencari keuntungan, yang benar di sini berziarah. Gunung Kemukus terdapat sebuah makam dari Pangeran Samudro, yang diyakini sebagai salah satu Putra Raja Majapahit.
Kawasan wisata riligi itu dikenal sebagai tempat melakukan ritual pesugihan atau mencari kekayaan, sekaligus mencari jodoh.

Ritual yang dilakukan pengunjung selain berziarah ke makam Pangeran Samudro di puncak gunung, juga melakukan hubungan s3ksual dengan lawan jenis yang tidak ada ikatan pernikahan. Demikian kisah ini sesuai dilansar dari Tribun.com yang berkunjung ke Gunung Kemukus.

Salah seorang warga, Aru (bukan nama asli) yang langsung menawarkan wanita muda untuk melakukan ziarah ke makam Pangeran Samudro.

Datang ke sini sendiri atau sudah ada pasangan atau belum. Kalau tidak ada akan di carikan untuk mendampingi pada saat ziarah ke makam, katanya kepada Tribun, Rabu (10/12/2019).

Mereka menawarkan wanita muda dan cantik, tidak hanya untuk menemani selama ziarah ke makam Pangeran Samudro, tapi juga bisa menjadi pendamping hidup (istri) jika menjalani ritual seks.

Selain makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus terdapat juga sumber mata air bernama Sendang Ontrowulan. Dua tempat inilah yang menjadi tempat ritual sampai menimbulkan mitos ritual s3ks.

Ritual s3ks bersama orang asing yang ditemui di Gunung Kemukus terjadi lantaran adanya persepsi keliru namun telah terlanjur diyakini.

Gunung setinggi kurang lebih 300 meter dari atas permukaan air laut tersebut berada di kawasan bukit kapur. Praktek prostitusi di Gunung Kemukus dipicu adanya keyakinan jika kesuksesan akan didapat setelah melakukan ritual s3ks bersama pasangan yang ditemui di areal itu.

Jasa perselingkuhan dan hubungan intim pun akhirnya membuat banyak pekerja s3ks komersial dari segala penjuru daerah datang dan menetap di Gunung Kemukus. Mereka mengontrak tanah dan rumah untuk kegiatan hiburan malam dan prostitusi.

Ritual yang harus dijalani, yaitu berhubungan s3ks selama tujuh kali berturut-turut pada Kamis malam Jumat Pon.

Konon apabila sudah tujuh kali berturut-turut melakukan ritual seks. Dipastikan permintaannya untuk mendapat jodoh dikabulkan.

Dulunya ritual s3ks dilakukan di tempat terbuka. Namun, semenjak ramai diberitakan media asing, mereka melakukan di rumah. Ritual seks dilakukan di dalam kamar yang disewakan warga.

Warga menyewakan kamar sebagai tempat ritual s3ks. Tampak sejumlah warung dalam kondisi tutup. Di lokasi yang berada sekitar 30 kilometer arah utara Kota Solo, peziarah ada yang berjalan kaki, naik sepeda motor, maupun mobil dari lereng ke puncak. Jarak lereng ke puncak sekitar 1,5 kilometer.

Kisah ada seorang warga yang  datang khusus ke makam untuk ziarah sekaligus berdoa dan wisata religi saja, tidak mau dengan tujuan macam-macam.

Demikian diungkapkan Juru Kunci Makam Pangeran Samudro, Hasto Pratomo, ia menceritakan Pangeran Samudro merupakan putra Prabu Brawijaya.

Akhirnya ia meninggal dalam perjalanan pulang dari Gunung Lawu. Kemudian di makamkan di atas bukit yang kini disebut Gunung Lawu.

Ketika ditanya mengenai ritual mesum di Gunung Kemukus, Hasto mengungkapkan, kisah itu berawal dari ibu tiri Pangeran Samudro yakni Ontrowulan datang ke makam anak yang ia cintai. Tapi setelah beberapa waktu berada di makam, Ontrowulan tak mau pulang dan ingin menyatu dengan Pangeran Samudro.

Para pengikutnya yang beberapa waktu tak menemukan sosok Ontrowulan, menyimpulkan telah Muksa atau menghilang secara gaib.

“Nenek moyang saya dahulu tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga menjelaskan dengan bahasa Jawa, oleh masyarakat kata ‘demenan’ dipelintir,” kata dia.

Dari cerita itu, kemudian menyebar ke masyarakat bahwa Pangeran Samudro selingkuh dengan ibu tirinya. Sehingga ketika datang ke makam harus menyertakan kekasih.

Kepercayan itu kemudian berkembang apabila memiliki cita-cita agar dikabulkan, harus melakukan ritual s3ks di Gunung Kemukus.

Pada tahun 1990-an sampai 2000-an memang banyak ritual mesum itu, sekarang sudah tidak ada lagi ritual gitu-gituan, ujarnya.

Menurutnya, masyakarat yang datang seharusnya melakukan ziarah. Tidak melakukan ritual yang menyimpang. Ritual mesum itu hanya dimanfaatkan orang mencari keuntungan, yang benar di sini berziarah.

Ia mengaku, kapasitasnya hanya memberikan imbauan pada pengunjung. Sedangkan perilaku prostitusi di luar komplek makam, di luar kewenangannya.

Sedangkan alasan banyak peziarah datang di Kamis malam Jumat Pon, karena hari pasaran Jawa tersebut dipercaya hari meninggalnya Pangeran Samudro.

Salah seorang warga Solo bernama Giarto menjelaskan ritual melakukan s3ks di gunung Kemukus, di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini adalah sesat.

Ajaran ini bertentangan dengan ajaran Islam. Apalagi mencari pesugehan harus melakukab hubungan suami istri kepada bukan pasanganya. Ini petunjuk ajaran sesat yang mempercayai iblias bukan percaya gusti Allah.

“Kasihan bangak warga yang tersesat dan terjebak kesyirikan. Mereka percaya selain kepada Tuhan”, ujar Giarto mengingatkan.

Jika ingin kaya harus kerja keras dan berusaha dan doa. Bukan melakukan cara syaitan yang sesat. Bila memang ritual di gunung Kemukus bisa menjadikan seseorang kaya raya, pasti yang datang sudah kaya raya. Tapi nyatanya hidup mereka biasa biasa aja, malah ada yang lebih parah dan bertambah miskin. (KRO/RD/TB)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Ratusan Orang Positif Covid-19 di Kota Gunungsitoli Kini Sudah Sehat

Published

on

Ratusan Orang Positif Covid-19 di Kota Gunungsitoli Kini Sudah Sehat

RADARINDO.co.id- Gunungsitoli : Ratusan orang yang terkonfirmasi positif covid-19 selama ini di Kota Gunungsitoli, Sumut, kini dinyatakan sudah sehat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Gunungsitoli Onahia Telaumbanua, ST, MT selaku juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Gunungsitoli, kepada media, diruang kerjanya, Senin (08/03/2021).

Baca Juga : Pengalihan Hak Atas Tanah Milik Manuntun Tampubolon Tanpa AJB Diduga Diketahui Kades Balige

Setelah menjalani masa isolasi selama beberapa waktu, 1 orang pasien terkonfimasi positif Covid-19 akhirnya dinyatakan sehat sehingga total yang sudah dinyatakan sehat sampai dengan saat ini sebanyak 677 orang.

Hal ini juga menandakan bahwa pasien terkonfimasi positif Covid-19 yang masih dalam perawatan/isolasi sampai saat ini seluruhnya sudah sehat.

“Untuk jumlah kumulatif terkonfirmasi positif Covid-19 sampai dengan saat ini tetap sebanyak 694 orang dan jumlah yang meninggal dunia tetap sebanyak 17 orang”, ucap Onahia.\

Baca Juga : Polda Riau Tahan 8 Orang Tersangka Karhutla

Disampaikannya, Pemerintah Kota Gunungsitoli mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat, tenaga kesehatan, TNI/Polri dan semua pihak terkait yang telah bahu membahu mengatasi dan berpartisipasi memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 di Kota Gunungsitoli.

Meskipun kondisi Covid-19 di Kota Gunungsitoli telah dapat diatasi dan situasi telah membaik (tidak adanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dalam perawatan/isolasi) namun diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan, harapnya. (KRO/RD/TH)

Continue Reading

Headline

Pengalihan Hak Atas Tanah Milik Manuntun Tampubolon Tanpa AJB Diduga Diketahui Kades Balige

Published

on

Pengalihan Hak Atas Tanah Milik Manuntun Tampubolon Tanpa AJB Diduga Diketahui Kades Balige

RADARINDO.co.id-Medan: Pengalihan hak atas tanah milik Manuntun Tampubolon (MT) tanpa Akta Jual Beli dilakukan SPS (44) warga Jln Gereja, Balige, Kabupaten Toba diduga diketahui oknum Kades dan Camat.

Akibatnya, tanah milik MT beralih status menjadi sertifikat atas nama SPS, yang kemudian dialihkan kepada investor pemilik hotel di Balige.

Baca Juga : Polres Tanggamus Gelar Pengamanan Pelantikan Kakon Serentak

SPS diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen untuk menaikan status tanah menjadi sertifikat, untuk dijual kepada pemilik hotel, hal tersebut dibenarkan Horas Sianturi SH selaku kuasa hukum MT.

Pria berinisial SPS merupakan dalang utama, dengan melibatkan oknum Kepala Desa setempat, melengkapi persyaratan menjadi sertifikat.

Padahal, pemilik tanah MT merasa tidak pernah melakukan ikatan Akta Jual Beli kepada SPS.

Dalam video yang berdurasi beberapa menit, SPS mengatakan telah menjual tanah kepada pemilik hotel LB di Balige.

Pernyataan SPS sempat viral di video dengan durasi selama 2 menit 46 detik. Bahwa sejumlah warga mengaku heran atas tindakan nekad yang bisa menjerat ke pidana.

Dalam pernyataanya, SPS manyatakan siap bertanggung jawab dan akan menyelesaikan permasalahan tersebut dan meminta waktu bulan Februari 2020 yang lalu.

Kemudian SPS meminta waktu bulan akhir April baru ada uang untuk membayar kerugian dari pada pemilik tanah Manuntun Tampubolon.

Pemilik tanah melalui pengacaranya mendapati bahwa SPS kurang koorporatif dan bila no HP nya dihubungi selalu tidak aktif.

“Nampaknya SPS maupun pihak manajemen hotel LT tidak sedikitpun punya niat baik atas permasalahan ini”, ujar Horas kepada wartawan RADARINDO.co.id Minggu (07/03/2021) sore.

Sebelumnya, Manuntun Tampubolon, melalui penasehat hukumnya Horas Sianturi mengatakan, kasus bermula sekitar 3 tahunan yang lalu.

Dimana pemilik hotel sedang membangun hotel berbintang. Kemudian SPS mendatangi pemilik tanah Manuntut Tampubolon dengan melakukan bujuk rayu. Namun tidak pernah melakukan ikatan AJB dengan SPS.

Tanpa diketahui, diam diam SPS memalsukan dokumen sehingga bisa terbit sertifikat atas nama menjadi milik SPS tanpa sepengetahuan pemilik tanah sebenarnya.

Perbuatan tersebut SPS diduga secara bersama -sama dibantu oknum Kepala Desa merekaya dokumen surat tanah milik Manuntun Tampubolon.

Pemalsuan surat keterangan dilakukan SPS secara bersama sama mengetahui oknjm Kades sehingga akhirnya bisa terbit sertifikat tanah.

Sudah diakui bahwa SPS dengan membuat surat pernyataan bahkan di video kan di depan pengacara korban yakni Horas Sianturi, SH.

Di video singkat berdurasi 2 menit 46 detik itu, Sofar telah membacakan pernyataan, dimana diantara pernyataan yang dibuatnya tertanggal 24 Desember 2020.

Dimana SPS mengakui perbuatannya telah melakukan pemalsuan dokumen sehingga bisa menerbitkan sertifikat atas namanya sendiri.

Dan sertifikat tanah yang terbit atas namanya tersebut terletak di desa Sibola Hotang, kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa. Yang mana di lokasi tersebut, saat ini sudah berdiri sebuah Hotel mewah berbintang 4.

Atas perbuatannya ini oknum  SPS diduga sudah melakukan tindak Pidana Pasal 378, 372 KUHP, perihal penipuan dan penggelapan dan juga Pasal 385 perihal penyerobotan tanah.

Dalam surat pernyataan yang ditanda tanganinya tertanggal 24 Desember 2020.

SPS dengan tegas dan transfaran manyatakan siap bertanggung jawab, baik secara pidana maupun perdata.

Akan menyelesaikan permasalahan tersebut, serta meminta waktu sampai akhir bulan Februari 2021 yang lalu, tetapi setelah bulan Februari berlalu, SPS kembali meminta waktu sampai akhir bulan April.

Karena menurutnya pada bulan April tersebut uangnya baru ada untuk membayar kerugian kepada pemilik tanah, yakni Manuntun Tampubolon.

Manuntun Tampubolon sebagai pemilik tanah yang telah dirugikan SPS diduga melibatkan oknum Pemerintah Desa dan Camat mengeluarkan surat Silang Sengketa (SS).

Baca Juga :  Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Tujuan Tanjung Pinang Digagalkan

Lebihlanjut, Horas Sianturi menjelaskan kepada Tim media Sumutpos.id bahwa belakangan ini mereka mendapati SPS sudah tidak kooperatif lagi, bahkan No HP nya kalau dihubungi selalu tidak aktif.

Kelihatannya baik SPS maupun pihak hotel tidak sedikitpun punya niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Meskipun begitu, kita masih menunggu, jika sampai batas waktu yang sudah ditentukan, tidak juga ada niat baik dari mereka.

“Maka kami atas nama Kuasa Hukum Korban (Manuntun Tampubolon-Red), akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum, baik secara Pidana maupun Perdata,” ujar Horas Sianturi menutup keterangannya.

Terpisah, Tim Sumutpos.id mencoba mengkonfirmasi pihak Humas hotel LT dengan menanyakan apakah pihak manajemen mengetahui penjualan tanah bersertifikat atas nama SPS.

Humas hotel atas Gomal menjawab, “Saya pikir begini aja pak, bapak harus mempunyai dasar hukum yang kuat atau data data untuk mengetahui apakah benar ada kami membeli tanah dari SPS.

“Kebetulan saya tidak hafal betul siapa siapa aja pemilik tanah diatas hotel. Saya belum disini saat itu”, ujar humas hotel membalas konfirmasi wartawan via WA.

Hingga berita ini dilansir oknum Kepala Desa, dan Camat setempat belum berhasil dimintai keterangan.(KRO/RD/tim)

Continue Reading

Headline

Polres Tanggamus Gelar Pengamanan Pelantikan Kakon Serentak

Published

on

Polres Tanggamus Gelar Pengamanan Pelantikan Kakon Serentak

RADARINDO.co.id – Tanggamus : Kepala pekon terpilih dalam pelaksanaan pemilihan kepala pekon pada 16 Desember 2020 lalu dilantik secara serentak oleh Bupati Tanggamus melalui acara virtual.

Lokasi pengambilan sumpah dan janji dipusatkan di Ruang Rapat Utama Setdakab Tanggamus yang dihadiri Bupati Hj. Dewi Handajani, Wabup Hi. AM. Safii, Dandim 0424/TGM Letkol Arman Aris Sallo, Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK diwakili Kasat Intelkam AKP Samsuri, SH. MH., Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, dan unsur lainnya, Senin (8/3/21).

Baca Juga : KPK : Ratusan Pejabat Belum Lengkapi LHKPN

Selanjutnya, di 19 tempat dilaksanakan virtual diantaranya gedung serba guna (GSG) Islamic Center Kota Agung, serta Tanggamus, Aula kantor Kecamatan Talang Padang, Balai Pekon Banjar Negara Wonosobo, Balai Pekon Gisting Bawah Gisting, halaman Kecamatan Bulok.

Selanjutnya, halaman Kantor Camat Kota Agung Barat, Balai Pekon Ngarip Ulu Belu, Balai Pekon Way Jaha Pugung, SMPN 1 Sanggi Kec Bandar Negeri Semuong (BNS), Balai Pekon Lengkukai Kelumbayan Barat.

Kemudian, halaman Kantor Kecamatan Pematang Sawa, balai Pekon Batu Bedil Pulau Panggung, Balai Pekon Air Naningan Kecamatan Air Naningan, GSG Pekon Banjar Agung Gunung Alip, Aula Kantor Camat Cukuh Balak.

Data terakhir yakni Balai Pekon Sedayu Kecamatan Semaka, Balai Pekon Paku Kecamatan Kelumbayan, GSG Kecamatan Sumberejo dan Aula Kantor Kecamatan Limau.

Terkait hal tersebut, Polres Tanggamus bersama Polsek jajaran serta TNI Kodim 0424/TGM menggelar pengaman untuk sejumlah titik dilaksanakan pelantikan guna memastikan kegiatan berlangsung lancar.

“Pengamanan dilaksanakan di 20 lokasi tempat berlangsungnya pelantikan 220 Kakon terpilih salam Pilkakon Desember 2020 lalu,” ungkap Kabag Ops Kompol Bunyamin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Kabag menjelaskan, dalam pengamanan tersebut, Polres Tanggamus menerjunkan ratusan personel gabungan Polres dan Polsek jajaran guna memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan lancar.

Baca Juga :  Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Tujuan Tanjung Pinang Digagalkan

“Personel yang dilibatkan sebanyak 123 personel dengan penanggungjawab para Kapolsek yg juga menyaksikan pelantikan tersebut bersama jajaran Uspika,” jelasnya.

Ditambahkan Kabag, hingga berakhirnya pengamanan, berlangsung aman dan kondusif. Ia juga berharap kepala pekon terpilih dapat membantu terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tanggamus.

“Hingga berakhirnya pengamanan, berlangsung aman dan kondusif. Selamat kepada para Kakon terpilih, Polres Tanggamus berharap dapat membantu terciptanya Kamtibmas yang kondusif di wilayah masing-masing,” pungkasnya. (KRO/RD//Nizal)

Continue Reading

headline