Connect with us

Aceh Tenggara

Polres Subulussalam Amankan Terduga Sindikat Bantuan Rumah Fiktif

Published

on

19 views

RADARINDO.co.id-Aceh:
Polres Subulussalam mengamankan seorang terduga sindikat kejahatan terkait penipuan mangatasnamakan pemberian bantuan rumah duafa dengan syarat mengutip uang muka kepada masyarakat syarat mendapat bantuan dari Kementerian Sosial.

Pria berinisial R (65), penduduk Aceh Tenggara, diduga sindikat komplotan kejatanan penipuan bantuan rumah duafa fiktif selama dua pekan terakhir menjalankan aksinya di wilayah Kota Subulussalam.

“Pelaku inisial R (65) warga Aceh Tenggara, saat ini sudah diamankan di Mapolres,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono kepada portalsatu.com, Kamis, 10 September 2020.

Modusnya, R beraksi dengan mengatasnamakan bantuan Kementerian Sosial berupa bangunan rumah duafa senilai Rp95juta per rumah, kepada warga diminta uang antara empat hingga lima belas juta. R berhasil meyakinkan warga terkait program 100 unit rumah duafa senilai Rp9,5 miliar dari Kemensos untuk Kota Subulussalam.

“Korbannya ada ratusan sudah. Namun yang baru kita periksa sekitar empat orang,” kata Qori Wicaksono didampingi Wali Kota Affan Alfian Bintang dan Wakil Wali Kota Salmaza di BBS Subulussalam usai kegiatan pembagian masker di Lapangan Beringin.

Bahkan, kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono, salah seorang korban menelan kerugian Rp300 juta lebih. Korban percaya atas iming-iming bantuan rumah duafa tersebut, dan langsung membangun sekitar empat unit, belakangan diketahui program tersebut hanya penipuan.

“Di Sultan Daulat itu ada empat unit rumah duafa sudah dibangun tinggal atap lagi. Kerugian sekitar Rp300 juta lebih ada bukti transfer korban kepada pelaku,” ungkap Kapolres.

Kapolres Qori Wicaksono memastikan jika yang bersangkutan bekerja ilegal. Bukti diperkuat saat dilakukan pengecekan terhadap Yayasan Pekerja Nasional Indonesia (YPNI) Banda Aceh yang disebutkan R selaku penanggung jawab pekerjaan di sana, ternyata tidak benar.

“Setelah dicek, di YPNI Banda Aceh, mereka mengaku tidak mengenal R, dokumen yang diperlihatkan R saat diperiksa tidak lengkap ini jelas penipuan,” tegas Kapolres.

Berdasarkan pengakuan R saat diperiksa, salah seorang rekannya ada di Meulaboh, Aceh Barat. Personel Polres Subulussalam langsung bergerak dan berhasil menemui rekan R, wanita, namun yang bersangkutan tidak ditahan karena dalam keadaan sakit.

Kapolres Qori Wicaksono mengimbau masyarakat supaya jangan mudah percaya terhadap iming-iming program rumah bantuan karena sangat retan terjadi kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jika itu berkaitan dengan rumah silakan tanya langsung ke Dinas Sosial atau PUPR atau tanyakan langsung kepada pak wali kota dan wakil, benar tidak ada bantuan rumah duafa, supaya hal ini tidak terulang lagi,” pungkas Kapolres.(KRO/RD/Portal)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Tenggara

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Published

on

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi. Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan

RADARINDO.co.id-Kutacane : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi.

Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas tinggal rangka di Kute (Desa) Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam.

Berdasarkan laporan warga kepada Pengulu Kute (Kepala Desa) Amaliyah dan Kapolsek Bukit Tusam, Rabu (7/4) pagi, penemuan mayat  tersebut berawal dari laporan Darmansyah,  seorang warga Bukit Tusam yang ingin membersihkan saluran air parit di kawasan kebun jagung yang berjarak sekitar ratusan meter dari ruas jalan nasional Kutacane-Tiga Binanga.

Baca juga : ABK Kapal Terjun Kelaut Akibat Kebakaran Kapal

Saat membersihkan parit yang membelah kebun jagung warga Amaliyah tersebut, saksi merasa curiga dengan bau busuk yang sangat menyengat bersumber dari perkebunan jagung petani. Ketika terus membersihkan aliran air parit, saksi kaget saat menemukan sosok mayat laki-laki yang telah membusuk dan tersisa rangka.

Melihat temuan mayat tanpa identitas yang telah membusuk dan tinggal rangka dalam posisi terlentang tersebut, saksi langsung menyampaikan kejadian tersebut pada warga, pengulu kute dan Kapolsek Bukit Tusam, dan dalam beberapa menit kemudian, petugas dari kepolisian tiba di lokasi kejadian serta mengamankan lokasi penemuan mayat tanpa identitas.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Wakapolres menerangkan bahwa, mayat tanpa identitas dan telah membusuk serta tinggal rangka tersebut, telah dievakuasi ke Rumas Sakit Umum Sahudin Kutacane untuk di autopsi dan penyelidikan terkait kematian korban tersebut.

“Sampai saat ini, kita belum mengetahui identitas mayat yang ditemukan di tengah kebun jagung Kute Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam tersebut, bahkan sampai saat ini belum ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya,” terang Wakapolres. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

Aceh Tenggara

Terlibat Dugaan Korupsi, Sekretaris dan Bendahara KIP Aceh Tenggara Ditahan

Published

on

Terlibat Dugaan Korupsi, Sekretaris dan Bendahara KIP Aceh Tenggara Ditahan

RADARINDO.co.id – Kutacane : Terlibat dugaan tindak pidana korupsi, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tahap II dari Penyidik Polres Aceh Tenggara terksit dugaan korupsi di KIP setempat.

Baca Juga : Simpan Sabu, Oknum PNS Ditangkap Satnarkoba Polres Lhokseumawe

Pelimpahan itu dalam perkara dugaan korupsi penggunaan dana Pada kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tenggara untuk penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2017, dan ditemukan kerugian negara sebesar Rp909.002.679.

Kasi Penkum Kejati Aceh H. Munawal, SH, dalam siaran persnya, Kamis (18/3/2021) menyebutkan, tersangka yang diterima dalam pelimpahan tahap II ini sebanyak 2 orang yaitu M. Ir selaku Sekretaris/Kuasa Pengguna Anggaran, dan Dik yang menjabat bendahara pengeluaran KIP Aceh Tenggara.

Baca Juga : Oknum DPRD Medan Inisial PM Diduga Bekingi Bangunan Bermasalah

Selain menerima dua tersangka JPU juga menerima penyerahan barang bukti berupa uang sebesar Rp909.002.679. (KRO/RD/Acehtrend)

Continue Reading

Aceh Tenggara

Kejari Lhokseumawe, Agara Cambuk Pelanggar SI

Published

on

RADARINDO.co.id – Agara: Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Kecamatan Babussalam, KabupstenAceh Tenggara telah berlangsung kegiatan pelaksanaan Qanun Eksekusi Uqubat Cambuk dan Pemusnahan Barang Bukti (Inracht), Senin (21/12/2020) sekira pukul 09.45 wib.

Berdasarkan Pantauan.media turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kab. Aceh Tenggara Bukhari, Ketua DPRK Agara Denny F Roza, S.Stp, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo, SH, SIK, Dandim 0108/Agara Letkol Inf Robbi Firdaus SE, MSI, Kajari Agara Syaifullah SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Kutacane an. Yusuf Syamsuddin SH, MH, Ketua Mahkamah Syariah Kutacane Heni Nurliana, S.Ag, MA, Kasat Pol PP dan Linmas Kab. Aceh Tenggara Rahmad Fadly, S.TTP, Insan Pers.

Unsur Pengamanan terdiri dari personel Polres Agara, anggota Satpol PP dan WH Kab. Agara.
Kejaksaan Negeri Agara Syaifullah SH, MH dalam sambutannya mengatakan Hari ini Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara berkesempatan untuk melaksanakan salah satu amanat yang telah dipercayakan negara kepada institusi kami yakni pelaksanaan eksekusi cambuk sekaligus dirangkai dengan pemusnahan barang bukti.

Kejari Aceh Tenggara akan melaksanakan putusan Mahkamah Syariah nomor 12/JN/2020/MS.KC a.n KD dan nomor 11/JN/2020/MS.KC a.n AP, yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah atau tindakan pidana melanggar jarimah maisir/judi sebagai diatur dan diancam pidana pasal 20 kanon Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 28 kali cambuk di depan umum.

Barang bukti yang paling banyak jumlah perkaranya yaitu tindak pidana narkotika dimana data yang kami peroleh dari Kesbangpol Aceh Tenggara sebanyak 385 desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara 60 Desa sudah masuk peredaran narkotika.

Kejari juga menjelaskan Adapun barang bukti narkotika yang akan dimusnahkan diantaranya:
1. Narkotika jenis sabu dengan berat 146,18 gram.

2. Narkotika jenis ganja dengan berat 7,989,42 gram.

3. Narkotika jenis ekstasi dengan berat 0,03 gram.

4. 9 buah handphone dan barang bukti lainnya.

Sementara itu, Waakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari dalam sambutannya menyampaikan Pelaksanaan hukuman cambuk merupakan implementasi disahkannya sistem pemerintah syariat Islam di Provinsi Aceh.

Hukuman cambuk dipandang sebagai hukum yang sebanding untuk menjalankan roda pemerintahan syariat Islam karena bernuansa Islami dan sesuai dengan aturan agama Islam. (KRO/RD/wspd)

Continue Reading

headline