Connect with us

Aceh Singkil

Warga Pertanyakan Penanganan Kasus Proyek Rp21 Miliar

Published

on

34 views

RADARINDO.co.id-Singkil:
Warga Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil, melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Kamis (10/9).

Dua puluhan lebih warga yang ikut dalam aksi unjuk rasa (Unras) tersebut hendak mempertanyakan langsung terkait penanganan kasus Peningkatan Jalan Teluk Rumbia senilai Rp21 miliar.

Koordinator aksi Zulkarnaen dihalaman Kantor Kajari Singkil, dengan pengeras suara dalam orasinya menyampaikan, meminta pihak Kejari agar menuntaskan penanganan kasus proyek jalan yang bersumber dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 tersebut.

Awalnya para pengunjuk rasa tidak diizinkan berorasi memasuki halaman Kantor Kejaksaan. Namun orator menyerukan bahwa mereka hanya hendak menyampaikan aspirasi mereka ke kantor Kejaksaan, bukan hendak berbuat anarkis.

“Kami bukan pembunuh, kami bukan pencuri, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi mempertanyakan jalan kami yang rusak, kami juga ingin berdiri dihalaman kantor yang dibangun dengan uang negara,” ucap Jamaluddin orator lainnya.

Zulkarnaen menambahkan, jalan yang dikerjakan tahun lalu itu terindikasi aroma korupsi, namun sampai sekarang belum tuntas penanganannya.

“Kalau ada menyebabkan kerugian negara jalan sepanjang 6 Km itu mohon diusut tuntas,” beber Zulkarnaen.
Disebutkannya dugaan adanya indikasi korupsi dinilai dari segi kualitas pembangunan, volume, daya tahan talud rendah, mudah retak dan pecah, ketinggian timbunan serta polesan seperti asal-asalan, ujarnya,

Sementara Muhardiansyah menyampaikan petisi dihadapan Kajari Aceh Singkil, yang isinya, meminta pihak Kejari Aceh Singkil secepatnya menyelesaikan persoalan dugaan korupsi jalan Rp21 miliar Kemudian memberikan RAB proyek tersebut kepada masyarakat sesuai amanat UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Kejari Aceh Singkil M Husaini dihadapan pengunjuk rasa menyampaikan, dirinya baru menjabat dua bulan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Singkil.

Dikatakannya, untuk seluruh masyarakat Aceh Singkil Kejaksaan akan terus melakukan penegakan hukum.
“Saya bekerja untuk bangsa dan negara dalam penegakan hukum. Tidak perlu disanksikan, kami punya integritas. Akan saya buktikan itu. Tahun lalu, saya sudah tahan satu orang pelaku korupsi,” sebutnya.

Disebutkannya, untuk penanganan persoalan ini kita akan melakukan dialog, dan akan kami sampaikan langkah yang telah kami lakukan terkait penanganan Teluk Rumbia, sebutnya Selanjutnya para pengunjuk rasa bersedia untuk melakukan dialog termasuk memanggil perwakilan anggota dewan. (KRO/RD/Waspada)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *