Connect with us

Headline

Akibat Ada “Cupang” Dileher Kemaluan Istri Dipukul Suami Pakai Benda Keras Hingga Luka

Published

on

6 views

RADARINDO.co.id-Kaltim: Kekerasan dalam rumah tangga bisa saja terjadi secara spontan. Namun demikian kekerasan tersebut pasti mempunyai sebabmusabab yang mendekati yang fatal.

Salah satu penyebab yang sering dilakukan akibat perselingkuhan. Tidak hanya kekerasan melukai fisik pasanganya, tapi tindakan sadis hingga menghilangkan nyawa yang disebabkan cemburu.

Kejadian ini patut dijadikan contoh untuk tidak terjadi dilingkungan rumah tangga. Memiliki pasangan yang setia sangat didambakan semua orang.

Berbeda dengan situasi yang menyempurnakan pasangan suami istri. Akibat dibakar api cemburu, suami kalap hingga menganiaya istri sampai bagian kemaluanya ikut terluka.

Usut punya usut ternyata akibat ada tanda “cupang” istri dileher. Suami menuding sang istri telah selingkuh dengan laki laki lain. Buktinya ada “cupang” atau tanda gigitan red dileher istri menjadi awal sumber masalah besar hingga ke kantor polisi.

Berdasarkan keterangan saksi, mahligai rumah tangga yang baru mereka bangun, baru saja menikah 1 bulan. Bonar 50 tahun (bukan nama sebenarnya) bersama istri tercinta, Susi 31 (bukan nama sebenarnya), ujar sumber baru di Kalimantan Timur.

Bonar sang pasangan yang bekerja sebagai Satpam di salah satu rumah sakit di kabupaten Jawa Tengah akhirnya mandiri dengan pihak yang berwajib.

Ia dituduh melakukan KDRT yang memperlihatkan kemaluan sang istri terluka diduga dipukul benda keras. Suami menganiaya istri yang nikah Siri sempat terkapar karena kemaluanya itu terluka.

Penyebabnya adalah tanda merah di dada sang istri yang baru dinikahinya satu bulan lalu tersebut adalah bekas kecupan alias cupangan.

Polisi akhirnya menangka pelaku pada hari Senin 17 Agustus lalu. Demikian dikatakan Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Muhammad Ridwan dalam keterangan tertulis, kepada wartawan.

Dari keterangan saksi, terungkap awal penganiayaan itu berawal ketika suami istri istrinya untuk berjalan-jalan. Karenanya, pelaku memintauntuk lebih dulu mandi. Namun, setelah mandi, pasangan melihat ada guratan merah di payudara sang istri. Ia lantas menuduh, tanda merah itu bekas kecupan lelaki lain. Dia meyakini hal tersebut, karena pasangan berkukuh sehari sebelumnya tidak bersetubuh dengan istrinya.

Keduanya akhirnya terlibat cekcok yang berujung penganiayaan. Suami melakukan penyiksaan hingga menimbulkan banyak luka pada tubuh istrinya. Diantaranya ada luka robek di pelipis korban. Rahang kanan korban juga bergeser. Pasangan pasangan juga melakukan penyiksaan terhadap alat vital korban hingga mengalami luka.

Korban tidak terima dan lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Samarinda Ulu. Polisi lalu menangkap suami saat yang memperhatikan bekerja. Polisi sudah menyita barang bukti berupa pakaian korban serta hasil visum dan saksi-saksi, Kata Ridwan.

Tersangka melanggar Pasal 1 Undang-Undang Nomoe 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga masih menunggu agar kasus hukum karena melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. Kasus ini sempat terjadi di tengah-tengah, sejumlah pihak mendukung aparat penegak hukum untuk memproses seadil adilnya. (KRO / RD / TIM)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Pemko P. Sidimpuan & STTD Bekasi Jabar Jalin Kerjasama

Published

on

Pemko P. Sidimpuan & STTD Bekasi Jabar Jalin Kerjasama

RADARINDO.co.id-Psp : Pemko Padangsidimpuan dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi Jawa Barat (Jabar) menjalin kerja sama di bidang pendidikan, Nota Kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan itu di tanda tangani Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH dan Direktur STTD Bekasi, Hindro Surahmat A.Td. MSi di kampus STTD Bekasi, Jumat (26/02/2021).

Baca Juga : TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Direktur STTD dan seluruh civitas akademika atas terlaksananya penandatangan Nota Kesepahaman tersebut.

Dengan ditanda tanganinya Nota Kesepahaman sebagai wujud mitra dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi akan memberi peluang bagi putra -putri atau generasi muda Kota Padangsidimpuan untuk belajar di STTD lewat seleksi yang ada.

Kerjasama itu sangat penting dan strategis, mengingat Kota Padangsidimpuan masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualifikasi dibidang perhubungan.

Menurut saya, Kota Padangsidimpuan harus ditunjang dengan SDM yang mumpuni dan berkualifikasi di bidangnya sebagaimana transportasi atau perhubungan menjadi lebih baik ke depan, jelas Walikota.

Baca Juga : Bupati Batu Bara Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan

Direktur STTD Bekasi Hindro Surahmat mengatakan salah satu kunci untuk meraih sukses adalah adab, sebab kepintaran seseorang tidak akan banyak berguna jika tidak didukung dengan etika dan tata krama.

Selalu saya tekan kan kepada bawahan saya, tidak ada gunanya kalau kau pintar, tapi kau tidak punya tata krama,“ jelas Direktur STTD Bekasi Hindro Surahmat dalam sambutannya.

Hindro Surahmat mengungkapkan kerja sama tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM khususnya di bidang transportasi darat yang masih dibutuhkan Kota Padangsidimpuan.

Ini penting untuk meningkatkan SDM khusunya transportasi darat. Jadi, putra putri berprestasi dapat bersekolah di sini dan kami akan mendidiknya dengan baik.

Direktur STTD Bekasi Hindro Surahmat mengungkapkan, dalam rangka membangun SDM yang berkualitas sesuai kebutuhan zaman, ke depan lembaga tersebut akan membuka program pendidikan pasca sarjana. (KRO/RD/VRT-Thoms)

Continue Reading

Batu Bara

Bupati Batu Bara Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan

Published

on

Bupati Batu Bara Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan

RADARINDO.co.id – Batu Bara: Bupati Batu Bara Ir H Zahir, M.AP menerima penghargaan sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan tahun 2020.

Penghargaan ini diberikan media Waspada ketika acara Launcing portal waspada id dan peringatan ulang tahun waspada ke 74 serta penganugerahan Tokoh Waspada peduli kesehatan, yang berlangsung di ball room Hotel Regale, Jln H Adam Malik, Medan, Jum’at (26/02/2021).

Baca Juga : TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

Di acara yang sama turut hadir, Pemimpin Redaksi Harian Waspada H. Teruna Jasa Said, Gubernur Aceh, Ketua MUI kota Medan, Walikota Tebing Tinggi, Bupati Deli Serdang, Bupati Padang Lawas Utara.

Dalam Sambutannya Pemimpin redaksi harian Waspada, H Terima Jasa Said menyampaikan bahwa dibuatnya portal berita harian Waspada untuk mengikuti zaman teknologi, serta dengan tujuan untuk menangkal berita berita hoax yang cukup sering beredar di media sosial.

Peanugerahaan tokoh waspada ini sudah agenda waspada dari tahun ke tahun. tentunya berharap media waspada akan tetap bertahan dan berjaya hingga seratus tahun kedepan.

“Saya mengucapkan selamat kepada para tokoh waspada peduli kesehatan. terkhususnya pada pemimpin daerah yang terus berjuang pada pemutusan rantai penyebaran covid 19,” ujarnya.

Baca Juga : Perum Bulog Divre Pematang Siantar Jamin Ketersediaan Pangan

Masih di tempat yang sama, Bupati Batu Bara menyampaikan, Terima kasih kepada media Waspada yang telah memberikannya penghargaan sebagai tokoh Waspada peduli kesehatan tahun 2020.

“Tentunya pemilihan terhadap para tokoh ini telah melewati tahapan yang selektif. Dan saya mengucapkan atas launching portal Media Waspada serta selamat atas ulang tahun waspada yang ke 74 tahun. Semoga media waspada tetap memberikan informasi berita yang akurat dan terpercaya untuk Bangsa Indonesia sesuai dengan mottonya “Demi Kebenaran Dan keadilan,” ujar Bupati Zahir.(KRO/RD/DHASAM)

Continue Reading

Headline

TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

Published

on

TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

RADARINDO.co.id-Psp: Pratu Martinus Sinurat yang tewas diduga ditembak oknum Polisi berpangkat Bripka, meninggalkan kepedihan mendalam terhadap keluarga korban di Padangsidimpuan.

Keluarga almarhum anggota TNI Angkatan Darat (AD), Pratu Martinus Rizky Kardo Sinurat yang menjadi korban penembakan oknum anggota Polisi Bripka CS, di lokasi Cafe RM, Cengkareng, Jakarta barat, berharap pelaku dihukum sesuai Undang Undang yang berlaku.

Baca juga : Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung Kukuhkan Tim SATOPS PATNAL

Hal itu, diungkap kakak korban, Rommel Sinurat kepada wartawan saat ditemui di rumah duka, jalan Perintis Kemerdekaan, Gg Adil, Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (27/02/2021).

Rommel Sinurat menceritakan dua hari sebelum peristiwa naas itu menimpa adiknya, Pratu Martinus sempat berkomunikasi melalui sambungan telephon seluler, Korban dan keluarga berkomunikasi mengenai keadaan.

“Dua hari sebelum peristiwa naas itu kami telephonan. Saat itu, kami bicara kondisi kesehatan. Tidak ada firasat kami dia (Pratu Martinus) bakal meninggal dunia,” ujar Rommel.

Dikatakannya, pihak keluarga mendapat kabar, korban meninggal dunia melalui media sosial. Dimana, sebelumnya, pihak keluarga hanya mendapat informasi korban ditembak dan masuk rumah sakit.

“Awalnya, dia (Ledy Harti Simamora) isteri almarhum Pratu Martinus nelphon. Katanya adik abang ditembak dan masuk rumah sakit. Itu yang kami dapat informasi awalnya. Dari media sosial, baru kami tahu kalau adik kami sudah meninggal dunia,” ucap Rommel Sinurat abang kandung almarhum Pratu Martinus Rizky Kardo Sinurat.

Baca Juga : Zain Penganiaya Ichsan Sirait Berkeliaran di Kesawan Warga Ikut Cemas

Lebih lanjut, pihak keluarga, Rommel berharap, Kepada pemerintah supaya memperhatikan nasib anak anak korban. Dimana, Almarhum Pratu Martinus meninggalkan satu isteri dan tiga orang anak.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan nasib anak anaknya mulai dari biaya sekolah. Almarhum mempunyai anak tiga orang. Anak yang paling besar berusia tujuh tahun,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kami pun belum tahu, tindakan apa yang sudah dilakukan atasanya kepada Bripka CS. (KRO/RD/AMR)

Continue Reading

headline