Connect with us

Aceh

Penjual Kuliat Satwa Dilindungi Divonis 12 Tahun

Published

on

17 views

RADARINDO.co.id-Aceh:
Empat terdakwa kasus perdagangan organ satwa dilindungi divonis 12 tahun penjara. Putusan tersebut berlangsung dalam sidang pembacaan putusan perkara yang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Selasa (29/9) sore.

Masing-masing terdakwa diputuskan tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta atau subsider tiga bulan penjara. Keempat terdakwa yakni Adi Bin Almarhum Basari, Mat Rahim Bin Kasim, Sapta Bin Salim, dan M. Daud Bin Saudin.

Sidang secara virtual itu dipimpin Hakim Ketua Irwandi SH, dengan hakim anggota Ike Ari Kesuma SH, dan Reza Bastira Siregar SH. Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Fajar Adi Putra, SH, dalam persidangan mengaku masih pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim itu.

Usai dibacakan putusan, keempat terdakwa mengaku menerima putusan majelis hakim. “Apakah terdakwa menerima?,” tanya Hakim Ketua, Irwandi SH. Lalu masing-masing terdakwa menjawabnya, “kami menerima yang mulia,” ucap masing-masing terdakwa secara bergiliran yang saat itu berada di Lapas Kelas II/B Idi, Aceh Timur.

Kajari Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas, SH, MH, melalui Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi, SH, dikonfirmasi Waspada, Selasa (29/9) malam mengatakan, tuntutan JPU dalam terhadap empat terdakwa dalam perkara perdagangan organ tubuh satwa dilindungi sudah maksimal, karena keempat terdakwa sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa dilindungi atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

“Sehingga tim JPU menuntut keempatnya dengan pidana penjara selama empat tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp100 juta Subsider enam bulan kurungan,” sebut Ivan seraya mengatakan, atas putusan majelis hakim maka pihak JPU dalam persidangan tadi sore (kemarin–red) menggunakan hak pikir-pikir.

Pihaknya, sambung Ivan, sudah memaksimalkan dalam tuntutan. Hal itu dilakukan untuk menimbulkan efek jera terhadap para terdakwa, sehingga kedepan tidak terulang kembali. “Kita sangat peduli terhadap keberlangsungan hewan dilindungi,” tutur Ivan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (KRO/RD/Waspada)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *