Connect with us

Aceh Tenggara

Polisi Sita Kayu Curian Dari TNGL

Published

on

4 views

RADARINDO.co.id – Aceh Tenggara:
Satuan Reskrim Mapolres Aceh Tenggara, mengamankan barang bukti kayu curian yang diduga berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di sekitar Lawe Mekhuntuh Kute Tanjung Leuser, Kecamatan Darul Hasanah, Rabu dinihari (7/10/2020).

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo melalui Kasat Reskrim, AKP Suparwanto, kepada Waspada, Rabu (7/10/2020), membenarkan pihak Polres telah menemukan dan membawa kayu illegal yang diduga berasal dari kawasan TNGL.

Kayu yang ditemukan berukuran 2 x 6, 2 x 3 dan ukuran 2 x 2, diperkirakan sebanyak 2 ton. Hasil temuan tersebut beberapa jam kemudian diboyong ke Mapolres Aceh Tenggara.

Selain kayu yang diduga berasal dari kawasan TNGL, tim Reserse juga menemukan gergaji di lokasi yang tak jauh dari kawasan TNGL tersebut. Kendati bergerak dinihari, namun tim tidak menemukan pemilik kayu atau pelaku yang pencurian kayu tersebut.

”Pelaku keburu malarikan diri begitu mengetahui tim Reserse tiba di lokasi. Karena itu yang dibawa ke Mapolres hanya barang bukti kayu illegal saja. Namun demikian, identitas pelaku telah diketahui petugas,” ujar Kasat Reskrim Suparwanto.

Kepala Bidang Teknis BTNGL, Adi Nurul Hadi, kepada Waspada, Rabu (7/10/2020), usai memimpin rapat Koordinasi Gugus Tugas Multipihak Konservasi Ekosistem TNGL di Oproom Pemkab Agara, membernarkan penangkapan kayu yang diduga illeagl dan berasal dari TNGL tersebut. (KRO/RD/wspda)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Tenggara

Kejari Lhokseumawe, Agara Cambuk Pelanggar SI

Published

on

RADARINDO.co.id – Agara: Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Kecamatan Babussalam, KabupstenAceh Tenggara telah berlangsung kegiatan pelaksanaan Qanun Eksekusi Uqubat Cambuk dan Pemusnahan Barang Bukti (Inracht), Senin (21/12/2020) sekira pukul 09.45 wib.

Berdasarkan Pantauan.media turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kab. Aceh Tenggara Bukhari, Ketua DPRK Agara Denny F Roza, S.Stp, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo, SH, SIK, Dandim 0108/Agara Letkol Inf Robbi Firdaus SE, MSI, Kajari Agara Syaifullah SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Kutacane an. Yusuf Syamsuddin SH, MH, Ketua Mahkamah Syariah Kutacane Heni Nurliana, S.Ag, MA, Kasat Pol PP dan Linmas Kab. Aceh Tenggara Rahmad Fadly, S.TTP, Insan Pers.

Unsur Pengamanan terdiri dari personel Polres Agara, anggota Satpol PP dan WH Kab. Agara.
Kejaksaan Negeri Agara Syaifullah SH, MH dalam sambutannya mengatakan Hari ini Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara berkesempatan untuk melaksanakan salah satu amanat yang telah dipercayakan negara kepada institusi kami yakni pelaksanaan eksekusi cambuk sekaligus dirangkai dengan pemusnahan barang bukti.

Kejari Aceh Tenggara akan melaksanakan putusan Mahkamah Syariah nomor 12/JN/2020/MS.KC a.n KD dan nomor 11/JN/2020/MS.KC a.n AP, yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah atau tindakan pidana melanggar jarimah maisir/judi sebagai diatur dan diancam pidana pasal 20 kanon Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 28 kali cambuk di depan umum.

Barang bukti yang paling banyak jumlah perkaranya yaitu tindak pidana narkotika dimana data yang kami peroleh dari Kesbangpol Aceh Tenggara sebanyak 385 desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara 60 Desa sudah masuk peredaran narkotika.

Kejari juga menjelaskan Adapun barang bukti narkotika yang akan dimusnahkan diantaranya:
1. Narkotika jenis sabu dengan berat 146,18 gram.

2. Narkotika jenis ganja dengan berat 7,989,42 gram.

3. Narkotika jenis ekstasi dengan berat 0,03 gram.

4. 9 buah handphone dan barang bukti lainnya.

Sementara itu, Waakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari dalam sambutannya menyampaikan Pelaksanaan hukuman cambuk merupakan implementasi disahkannya sistem pemerintah syariat Islam di Provinsi Aceh.

Hukuman cambuk dipandang sebagai hukum yang sebanding untuk menjalankan roda pemerintahan syariat Islam karena bernuansa Islami dan sesuai dengan aturan agama Islam. (KRO/RD/wspd)

Continue Reading

Aceh Tenggara

3 Tersangka Pemerkosa Ditangkap, Diantaranya Oknum Polisi

Published

on

RADARINDO.co.id – Aceh Tenggara : FT, 34, wanita yang menderita keterbelakangan mental, warga Aceh Tenggara (Agara) menjadi korban nafsu bejat tiga pelaku, salah satu diantaranya merupakan oknum polisi aktif di Mapolres setempat.

Mengetahui kejadian itu, ibu korban, NW, 54, seorang janda, langsung mendatangi Mapolres Agara, Jumat sekira pukul 18.00 WIB, untuk melaporkan kejadian yang dialami anaknya. Laporan tersebut tertuang dalam surat nomor LP/B/292/XI/2020/Aceh/ Res Agara, tanggal 27 November 2020.

Dua hari kemudian, Tim Resmob Polres Agara membekuk tiga pelaku pada Minggu (29/11) bersama barang bukti sehelai kain warna coklat. Tiga pelaku diantaranya inisial HF, 29, warga Kisam Gabungan, HL, 45, warga Kisam Lestari dan KZ, 36, warga Kisam Lestari yang juga oknum anggota polisi aktif di Mapolres Agara.

Kapolres Agara AKBP Wanito Eko Sulistyo, SH, SIK ketika dihubungi Waspada.id, Rabu (2/12) pagi sekira pukul 08:47 WIB, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, kejadian bermula pada Jum’at 20 November 2020 sekira pukul 02:00 WIB. Saat itu ibu korban menyuruh korban untuk tidur siang pukul 12.00 WIB. Tapi, sekira pukul 05.00 WIB, ketika NW terbangun, tidak melihat korban di kamarnya.

Dia lalu menyuruh anaknya (adik korban) untuk mencari korban. Keesokan hari, korban FT baru ditemukan di kawasan Lawe Bulan. Saat itu juga korban langsung pulang dibawa ke rumah. Kemudian korban FT menceritakan kejadian pelecehan yang dilakukan ketiga pelaku kepada dirinya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, ketiga pelaku kini mendekam di tahanan Mapolres Agara untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Mereka diancam dengan Pasal 285 Jo Pasal 286 Jo Pasal 289 tentang tindak pidana pemerkosaan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun,” ungkap AKBP Wanito Eko Sulistyo. (KRO/RD/wspda)

Continue Reading

Aceh Tenggara

Empat Harimau Resahkan Warga

Published

on

RADARINDO.co.id-Aceh Tenggara:
DUA induk harimau liar dan dua anaknya berkeliaran di kawasan hutan dekat permukiman warga Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Keberadaannya yang diketahui sudah seminggu itu mulai membuat warga takut beraktivitas di kebun setempat.

Apalagi hewan buas berkuku dan bergigi panjang itu sempat kepergok saat mondar-mandir keluar masuk hutan. Padahal di lokasi lereng pengunungan itu banyak kebun durian dan tanaman kakao petani. “Semuanya ada empat ekor yang berkeliaran sekitar hutan. Dua induk harimau itu masing-masing bersama anaknya yang masih kecil,” kata tokoh masyarakat Aceh Tenggara Ibnu, Senin (26/10).

Sebelum terjadi konflik fisik dengan manusia, mereka berharap pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) segera melakukan pencegahan. Dikhawatirkan akan terjadi kontak fisik saat terkepergok dengan petani. Apalagi itu merupakan harimau betina dewasa yang masih menyusui anaknya.

Seringnya hewan buas itu turun ke dekat perkampungan diduga karena kerusakan hutan yang menjadi habitatnya sudah semakin parah di Aceh. Bahkan penebangan hutan dan tambang emas ilegal disebut memiliki jaringan kuat secara terorganisir.(KRO/RD/MI)

Continue Reading

headline