Connect with us

Aceh Selatan

MPTT-I Ingatkan Umat Islam Tumbuhkan Ihsan Dalam Diri

Published

on

63 views

RADARINDO.co.id – Aceh Selatan :
MPTT-I ingatkan umat Islam tumbuhkan sifat Ihsan dalam diri, agar semakin dekat kepada Allah SWT, dan semakin tenang menjalani hidup. Hal ini disampaikan Murabbi Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf – Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, Rabu (21/10) di Pondok Pesantren Darul Ihsan Desa Pawoh Kecamatan Labuhanhaji Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh..

Selanjutnya, Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, menjabarkan dalam tausiyahnya bahwa ajaran agama Islam yang mengajak kepada Ihsan (kesempurnaan) atau terbaik, adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihat ia. Untuk itu Murabbi MPTT-I ini ingatkan umat Islam untuk menumbuhkan sifat Ihsan.

Dengan begitu, sambung dia, Tauhid Dzati, kita telah sampai ke hadhrat Ahadiyah, bersih bathin kita dari pada wujud selain Allah termasuk diri kita, kita dapat dekat dengan Allah di dalam melakukan ibadah/’ubudiyah, serta gaul dengan hamba-hamba-Nya/makhluk-Nya, maka akan terwujudlah hubungan yang baik yaitu hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan manusia/makhluk, kesatuan dan persatuan, di dalam berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia tercinta yang berjaya.

Maka dari itu, jelas beliau, MPTT-I ingatkan jangan ada dari pemimpin-pemimpin kita, baik pemerintah, ulama dan cendikiawan untuk mencegah ajaran Tauhid Tashawuf dan Tauhid Shufi khusus di Aceh dan umumnya di Negara Kesatuan Rebublik Indonesia (NKRI) yang kita cintai dan juga di belahan dunia bagi umat Islam yang mengamalkan ajaran ini, tambahnya.

Di tempat yang sama, Brigjen Pol R. Ahmad Nurwahid, SE, MM selaku, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kajian Intelejen Spiritual (KIS) DP-BNPT,menyampaikan pemaparan tentang rumus paten radikalisme dan terorisme. Radikalisme secara umum didefinisikan sebagai gagasan dan tindakan yang bertujuan untuk melemahkan dan merubah tatanan politik mapan dengan sistem baru, yang biasanya dilakukan dengan cara kekerasan atau ekstrim.

Radikalisme dan terorisme dalam hal ini konteks pemikiran dan pemahaman, sikap maupun tindakan politis bernuansa agama, bukan monopoli salah satu agama tetapi ada di seluruh agama, sekte maupun kelompok, bahkan potensial pada setiap individu manusia. Adapun klaim dan dominasi radikalisme dan terorisme atas nama Islam hakekatnya adalah “fitnah” bagi Islam, karena sikap dan tindakannya tidak Islami dan menyimpang dari substansi dan tujuan Islam, sehingga justru merugikan dan memecah belah umat Islam, serta merusak citra baik Islam (Islamophobia).

Nabi memperingatkan, “Jauhilah ekstrimisme dalam beragama, karena sikap ekstrim dalam beragama telah
menghancurkan umat sebelum kalian” (Hadis Musnad Ahmad, juz 1, no. 215). Radikalisme Islam adalah pemahaman agama Islam yang tidak sesuai dan menyimpang dari substansi dan tujuan Islam. Prinsip Islam mewajibkan umatnya dalam beribadah hanya dengan niat ikhlas, semata mencari ridho Allah SWT, sehingga mendapatkan cinta dan kasih sayang-NYA (makrifat).

Habib Muhammad Bahauddin Ba’alawi Bin Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, Ketua Umum Majelis Ta’lim Darul Hasyimi dari Jakarta Timur, menyatakan MPTT dipimpin Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi adalah berada pada jalan Ahlusunnah Waljamaah yang berakidah sesuai ajaran Imam Al Asy’ari dan Imam Almaturidi, bertasyawuf Syech  Junaid Al Baghdadi dan bertarekat Naqsyabandiah Al Khalidiyah. (KRO/RD/wspda)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *