Connect with us

Aceh

Mantan Kades Blang Makmur divonis 4,6 Tahun Penjara

Published

on

8 views

RADARINDO.co.id-Aceh:
Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Senin (2/11) lalu, telah memutuskan perkara terhadap dua terpidana yang merupakan mantan Keuchik (Kepala Desa) dan Bendahara Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) karena terbukti melakukan korupsi dana desa hingga merugikan negara sebesar Rp.445,6 juta lebih.

Kepada masing-masing mereka, Majelis Hakim PN Tipikor Banda Aceh menjatuhkan kurungan untuk mantan Keuchik Muhammad Haris selama 4 tahun 6 bulan termasuk uang pengganti Rp.445.635.500 ditambah denda senilai Rp.50 juta atau subsider 3 bulan penjara.

Sedangkan untuk mantan Bendahara Rusli Yahya (48) divonis kurungan 3 tahun 6 bulan dengan denda Rp.50 juta dan subsider 3 bulan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Abdya Nilawati SH MH melalui Kasi Pidsus Riki Guswandri SH, Rabu (4/11) membenarkan bahwa PN Tipikor Banda Aceh telah memutuskan perkara terhadap kedua mantan aparatur desa Blang Makmur yang terindikasi melakukan penggelapan dana desa.

“Khusus untuk mantan Keuchik Blang Makmur Muhammad Haris, selain divonis kurungan 4,6 tahun penjara juga harus mengganti kerugian negara sebesar Rp.445.635.500. Kalau uang pengganti itu tidak dibayar, maka harus menjalani kurungan tambahan selama satu tahun lagi,” kata Riki saat dihubungi wartawan.

Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya menuntut kedua terdakwa dengan ancaman kurungan masing-masing 5 tahun 6 bulan. Namun dalam persidangan, Majelis Hakim PN Banda Aceh memutuskan kurungan untuk mantan keuchik 4,6 tahun dan bendahara selama 3,6 tahun.

“Salinan putusannya hingga saat ini belum kita terima, jadi kita hanya menginformasikan hasil disaat persidangan saja pada hari Senin (2/11) lalu,” sebut Riki.

Saat Mejelis Hakim memutuskan perkara di ruang sidang PN Tipikor, lanjut Riki, kedua terdakwa tidak dihadirkan ke ruang sidang dan hanya menyaksikan secara live melalui virtual dari Rumah Tahanan (Rutan) Kajhu. “Mengenai putusan itu, kita masih pikir-pikir selama 7 hari,” ujarnya.

Riki menjelaskan, dana desa yang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh mantan keuchik dan bendahara Desa Blang Makmur itu, akan digunakan untuk anggaran penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebesar Rp.261 juta lebih dan untuk pengadaan bibit Ayam KUB beserta kandang senilai Rp.153 juta lebih. Kemudian, masih banyak rincian lainnya hingga kerugian negara mencapai Rp.445,6 juta lebih bedasarkan hasil audit Tim Inspektorat Abdya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Keuchik Blang Makmur, Muhammad Haris sempat dikabarkan tenggelam dilaut ketika sedang memancing di PPI Ujung Serangga, Susoh. Akan tetapi, kabar menghilangnya keuchik tersebut, terbantahkan setelah ia (keuchik) kembali dengan selamat kekampung halamannya. (KRO/RD/Wpd)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banda Aceh

FPM Aceh Santuni Anak Yatim Piatu

Published

on

FPM Aceh Santunin Anak Yatim Piatu

RADARINDO.co.id-Banda Aceh : FPM Aceh Santuni Anak Yatim Piatu. Forum Pecinta Masjid (FPM) Aceh memberikan santunan kepada Anak Yatim dan fakir miskin dalam kegiatan Peduli Yatim dan Fakir miskin Ramadhan 1442 H di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Ini merupakan salah satu kegiatan FPM dalam bulan Ramadhan dan Insya Allah terus akan menjadi kegiatan rutinan tiap ramadhan”, ujar ketua FPM Aceh Afrizal, sesuai rilis berita yang diterima RADARINDO.co.id Selasa (04/05/2021).

Baca juga : Bupati Samosir Menerima Audiensi PT Toba Pulp Lestari Tbk

Pembagian santunan ini di bagi di dua tahap, pertama sudah disalurkan pada hari minggu, 2 Mei 2021 kepada anak-anak yatim di Gampong Peunyerat, Banda Aceh dan akan dibagi tahap 2 pada acara penutupan serta buka puasa bersama santri ramadhan ceria Istana Quran Aceh (IQA) pada tanggal 7 Mei 2021 nanti.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Sedangkan jumlah anak yatim dan piatu yang disantuni pada ramadhan tahun ini sekitar 23 anak sekitar lingkungan gampong Peunyerat dan sekitar 7 anak nantinya akan dibagi pada acara penutupan Ramadhan Ceria di Aceh Besar.

Santunan kali ini dilakukan door to door ke rumah-rumah yatim. Santunan diberikan dalam bentuk uang dan paket sembako (KRO/RD/Tim)

Continue Reading

Aceh Timur

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

Published

on

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

RADARINDO.co.id-Aceh : Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK. PT Medco EP Malaka didesak tidak membebankan pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi, baik Pemkab Aceh Timur maupun Pemerintah Aceh.

“Logistik dan kebutuhan para pengungsi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Medco. Jangan bebankan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, karena daerah masih banyak yang perlu diurus,” kata Ketua LSM KANA, Muzakir, kepada Waspada, Senin (12/4).

Oleh karenanya Medco harus bertanggung jawab penuh, mulai dari kebutuhan pengungsi, maupun mengobati warga yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Baca juga : BLT Dana Desa Pekon Negeri Agung TA 2020 Kemana Rimbanya

“Hal ini perlu kita sampaikan, karena pasca kejadian itu (keracunan—red), Pemkab Aceh Timur langsung bergerak ke lokasi, mengevakuasi korban yang keracunan dan membangun tenda darurat. Padahal sesungguhnya tanggungjawab itu adalah Medco, bukan pemerintah,” timpa Muzakir.

Dia berpendapat, Pemerintah Kabupaten (pemkab) melalui Dinas Sosial dan pihak kecamatan hanya sebatas mengawasi secara ketat bantuan logistik yang disalurkan Medco, apapun yang tidak mencukupi harus disampaikan segera.

“Pemerintah hanya mengawasi seluruh bantuan yang disalurkan. Jika ada yang kurang segera sampaikan ke perusahaan Migas, sehingga bantuan dihadirkan lagi ke map pengungsian,” sebut Muzakir.

Warga Panton Rayeuk T, yang kini mengungsi di tenda darurat halaman Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, mulai mengeluh kurangnya air bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Sekitar 163 Kepala Keluarga yang mengungsi, tapi hanya tersedia satu MCK umum milik kecamatan yang dapat dimanfaatkan para pengungsi. Sementara MCK alternatif lainnya tidak tersedia, kecuali ke masjid yang jaraknya 800 meter dari lokasi pengungsian,” kata Nurul Hasanah, pengungsi.

Dampak kurangnya MCK, pengungsi terpaksa harus mengantri berjam-jam, padahal mereka hanya untuk buang air kecil.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Selain kekurangan air bersih dan MCK, pengungsi juga kekurangan selimut, sehingga saat tidur mereka menggunakan matras dan tikar plastik.

“Untuk stok makanan mereka cukup, bahkan lebih, karena tersedia dapur umum di dekat posko pengungsian. Tapi yang susah adalah MCK dan kurang air bersih,” kata Nurul Hasanah,.

Camat Banda Alam, Muliadi, SSTP, ditemui wartawan di lokasi mengakui kekurangan tersebut, namun mereka berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan para pengungsi. (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

Aceh Tenggara

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Published

on

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi. Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan

RADARINDO.co.id-Kutacane : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi.

Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas tinggal rangka di Kute (Desa) Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam.

Berdasarkan laporan warga kepada Pengulu Kute (Kepala Desa) Amaliyah dan Kapolsek Bukit Tusam, Rabu (7/4) pagi, penemuan mayat  tersebut berawal dari laporan Darmansyah,  seorang warga Bukit Tusam yang ingin membersihkan saluran air parit di kawasan kebun jagung yang berjarak sekitar ratusan meter dari ruas jalan nasional Kutacane-Tiga Binanga.

Baca juga : ABK Kapal Terjun Kelaut Akibat Kebakaran Kapal

Saat membersihkan parit yang membelah kebun jagung warga Amaliyah tersebut, saksi merasa curiga dengan bau busuk yang sangat menyengat bersumber dari perkebunan jagung petani. Ketika terus membersihkan aliran air parit, saksi kaget saat menemukan sosok mayat laki-laki yang telah membusuk dan tersisa rangka.

Melihat temuan mayat tanpa identitas yang telah membusuk dan tinggal rangka dalam posisi terlentang tersebut, saksi langsung menyampaikan kejadian tersebut pada warga, pengulu kute dan Kapolsek Bukit Tusam, dan dalam beberapa menit kemudian, petugas dari kepolisian tiba di lokasi kejadian serta mengamankan lokasi penemuan mayat tanpa identitas.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Wakapolres menerangkan bahwa, mayat tanpa identitas dan telah membusuk serta tinggal rangka tersebut, telah dievakuasi ke Rumas Sakit Umum Sahudin Kutacane untuk di autopsi dan penyelidikan terkait kematian korban tersebut.

“Sampai saat ini, kita belum mengetahui identitas mayat yang ditemukan di tengah kebun jagung Kute Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam tersebut, bahkan sampai saat ini belum ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya,” terang Wakapolres. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

headline