Connect with us

Aceh Utara

Bocah Bisu Dibakar Ayah Kandung

Published

on

22 views

RADARINDO.co.id-Aceh Utara:
Akibat sering disiksa pelaku yang merupakan ayah kandung berinisial R, 48, dengan api menyebabkan korban Abay, 4 asal Kec. Langkahan, Kab. Aceh Utara bocah bisu ini mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Pelaku R diduga tega menganiaya anak kandungnya dengan cara dibakar dengan bara api dari daun kering pelepah kelapa. Tak hanya itu, bahkan pelaku juga diduga sering menyundut api rokok terhadap anaknya yang sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi, Selasa (17/11), membenarkan adanya kasus penganiayaan yang pelakunya merupakan ayah kandung korban dengan cara dibakar dengan api.

Bahkan dari hasil visum terhadap korban ternyata ditemukan luka bakar lain di bagian kakinya bekas disundut api rokok. “Penyidik dari unit PPA Sat Reskrim sudah mengusut kasus ini, pelaku telah ditangkap dan kini mendekam di rutan Polres Aceh Utara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara Bripka T Ariandi menjelaskan, perkara ini terjadi pada 16 September 2020 dan dilaporkan pada 20 September 2020 oleh nenek dari ibu korban.
Peristiwa itu juga berlangsung di bagian dapur rumah. Ketika itu ibu korban yang juga mengalami bisu dan tidak bicara sedang berada di luar rumah.

Lalu, saat sedang membakar api untuk memasak, pelaku dengan tega menyorong api ke wajah dan leher anaknya hingga menjerit kesakitan karena mengalami luka bakar yang mengupas kulitnya. Kemudian berdasarkan bukti permulaan yang cukup, pelaku akhirnya diringkus petugas di kawasan Aceh Timur pada 5 November 2020 lalu.

Menurut catatan visum et repertum, karena perlakuan ayahnya, sang bocah mendapat sejumlah luka bakar di bagian wajah, leher dan badannya. Termasuk korban juga dilaporkan mendapat luka bakar akibat disundut rokok dibagian kakinya. “Dalam pemeriksaan terhadap tersangka, pelaku mengaku telah melakukan perbuatan tersebut, namun dilakukan untuk mengusir nyamuk dan tidak sengaja mengenai tubuh anaknya itu,” terangnya.

Atas kasus ini, penyidik menjerat tersangka dengan pasal 80 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (KRO/RD/Wpd)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Utara

Banjir Landa Aceh Utara

Published

on

RADARINDO.co.id-Aceh Utara:
Banjir melanda hampir seluruh kecamatan di Aceh Utara, Aceh, sejak tiga hari lalu. Banjir parah ini terjadi dipicu oleh jebolnya Bendungan Krueng Pase.

“Hampir semua kecamatan yang ada di Aceh Utara terendam banjir. Saya telah memerintahkan seluruh unit pemerintahan di bawah koordinasi saya untuk terus meng-update situasi dan melakukan langkah langkah tanggap bencana,” kata Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Muhammad meminta pemerintah pusat dan Pemprov Aceh membantu menyelesaikan masalah Bendungan Krueng Pase. Dia menyebut masalah bendungan itu sangat kompleks karena menyangkut kewenangan lintas instansi.

“Untuk itu, perlu mengintegrasikan kewenangan dan peran Pemkab, Pemprov, dan pemerintah pusat, saya sebagai Bupati Aceh Utara berharap kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk memprioritaskan permasalahan bendungan Krueng Pase,” jelas pria yang akrab disapa Cekmad itu.

Cekmad mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga Aceh Utara. Dia berjanji segera memperbaiki bendungan Krueng Pase.

“Mohon doa dari semua pihak, mudah-mudahan semua yang kita hadapi saat ini segera berakhir. Saya yakin pembangunan bendungan Krueng Pase segera terealisasi, meskipun harus saya pertaruhkan jabatan saya sebagai Bupati Aceh Utara,” tuturnya.

Cekmad memerintahkan pihak terkait melakukan tanggap bencana, termasuk contingency plan pascabanjir. Hal itu mengingat keterbatasan anggaran akibat pandemi COVID-19. (KRO/RD/dtk)

Continue Reading

Aceh Utara

Penyakit Busuk Batang Serang Padi Petani Aceh Utara

Published

on

RADARINDO.co.id-Aceh Utara:
Penyakit busuk batang, akar dan daun meyerang tanaman padi petani Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Babinsa Syamtalira Aron bersama LSM setempat, telah turun ke lokasi untuk membantu kesulitan petani di tengah pandemi Covid-19.

Ketua LSM Flora dan Fauna (FloFa) Aceh, Darwis Kuta menjelaskan, penyakit busuk batang dan akar yang terjadi pada tenaman padi warga Syamtalira Aron, disebabkan bakteri. “Dari pengalaman sebelumnya, penyakit tanaman busuk akar, batang dan daun padi bisa digunakan obat jenis Foxxin,” jelasnya, Selasa (1/12).

Penyakit tersebut menyerang padi di Gampong Tanjong Mulieng dan Gampong Dayah. “Kami pertama mengetahui penyakit itu, dari Babinsa yang bertugas di Koramil Syamtalira Aro,” jelasnya. Petani telah berusaha memberantas penyakit, namun tidak berhasil. “Kita perihatin, petani kesulitan dalam kondisi ekonomi terpuruk akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil Syamtalira Aron Koptu Riki Pasai mengaku telah turun langsung ke lokasi serangan penyakit padi. “Kita turun ke lokasi untuk membantu petani, terkait program ketahanan pangan di tengah pendemi Covid-19,” sebutnya.

Setelah melihat langsung kondisi tanaman warga, dia mengaku telah bekerjasama dengan LSM FroFa. Mereka membantu menyerahkan Foxxin kepada petani. “Hasilnya, tanaman padi telah keluar daun baru,” tambah Riki.

Dari hasil pantauannya, kondisi tanaman padi petani semakin membaik. “Ini sudah hampir dua pekan berlalu, secara berangsur-angsur serangan penyakit tersebut mulai hilang dan padi warga mulai tumbuh dan normal kembali,” jelas Riki. (KRO/RD/wpd)

Continue Reading

Aceh Utara

Bupati Aceh Utara Lantik Sekda Definitif

Published

on

RADARINDO.co.id-Banda Aceh:
Setelah lebih dari empat bulan dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Utara, akhirnya A. Murtala, resmi dilantik menjadi pejabat definitif Sekda oleh Bupati H Muhammad Thaib, di aula kantor bupati, Rabu (2/12 2020).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Sekda Aceh Utara tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat, dihadiri oleh para pejabat teras jajaran Pemkab Aceh Utara, pejabat Forkopimda, camat se Aceh Utara dan sejumlah ulama.

Seperti diketahui, A Murtala, sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Aceh Utara, Asisten III Administrasi Umum Sekdakab Aceh Utara, dan terakhir sebagai Kepala Bappeda Aceh Utara.

Sebelumnya juga telah melalui seleksi oleh Tim Penilaian Kinerja (TPK) Pemkab Aceh Utara dan memperoleh rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Berdasarkan hasil seleksi oleh TPK, Bupati Aceh Utara mengirim tiga nama kepada KASN untuk mendapatkan rekomendasi.

Ketiga nama tersebut masing-masing A Murtala (Kepala Bapppeda Aceh Utara), Fakhruradhi, (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB Aceh Utara), dan Risawan Bentara (Asisten Administrasi Pembangunan Setdakab Aceh Utara).

Bupati H.Muhammad Thaib dalam arahannya meminta kepada Sekda yang baru dilantik, agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Juga meningkatkan kinerja di jajaran Pemkab Aceh Utara serta untuk membangun komunikasi yang baik dengan lintas sektor, yaitu Forkopimda dan lainnya. (KRO/RD/wpd)

Continue Reading

headline