Connect with us

Headline

Kasus Pembunuhan dan Judi yang Dipaparkan Satreskrim Polres Karo

Published

on

22 views

RADARINDO.co.id-Tanah Karo:
Pihak Polres Tanah Karo melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanah Karo menggelar pemaparan terkait kasus  pembunuhan dan judi, berikut barang bukti serta para pelakunya bertempat di Mapolres Tanah Karo, Jalan Vetran Kabanjahe, Jumat (20/11/2020) sekitar Pukul 14:00 WIB.

Pemaparan itu disampaikan saat perss release oleh Kapolres Tanah Karo, AKBP Yustinus Setyo melalui Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Adrian Risky Lubis didampingi KBO Sat Reskrim Polres Tanah Karo, Iptu S. Silalahi dan Kasubag Humas Polres Tanah Karo, Iptu Syahril Lubis.

Dikatakan Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, bahwa pihaknya memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan di perss release tersebut, yang terjadi pada  Selasa (29/9/2020) sekitar Pukul  21:00 WIB, di Desa Lau Riman, Kecamatan Tigapanah yang mengakibatkan korbannya bernama Soniaman Laoli (43) warga Desa Hiligodu Ulu,  Kecamatan Gunung Sitoli  ditemukan tewas mengenaskan.

Dilanjutkannya,  kejadian itu bermula akibat sakit hati oleh kedua pelaku yang bernama Melianus Zebua (33), warga Maduamas Baru, Dusun IV Batupati Kabupaten Tapanuli Tengah dan Ato Sokhi Zebua (27), warga Desa Sirakot – rakot, Kecamatan Maduamas,  Tapanuli Tengah terhadap korban sehingga nekat menghabisinya.

Selanjutnya, papar Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, atas penemuan mayat yang ditemukan pada Jumat (10/4/2020) sekitar Pukul 13:00 WIB,  di Jalan Kapten Pala Bangun Tigabinanga, Kecamatan Tigabinanga, yang korbannya bernama Peristiwa Sembiring alias Rara (41), warga Jalan Kapten Pala Bangun Tiga Binanga dan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Jalan Pales V No 31 Kelurahan Simpang Selayang, Medan yang  kasusnya tersebut dalam lidik.

Kemudian, sambungnya, kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Ajinembah, Kecamatan Merek  yang terjadi pada Senin (20/4/2020) sekitar Pukul 22:30 WIB. Dimana korbannya bernama Jefri Perangin – angin (35),warga Desa Ajinembah Kecamatan Merek.

“Begitu juga kasus pembunuhan pada  Selasa (2/6/2020) sekitar Pukul 01:30 WIB yang terjadi di Jalan Selamat ketaren  Kleurahan Gung Negeri Kabanjahe. Korbannya bernama Syahril (56), warga Jalan Milala gang Mawar Kabanjahe  dalam lidik,” jelasnya.

Lanjut Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, terkait kasus penemuan mayat yang dibuang ke sungai Lau Biang di  Jalan Singa, Kecamatan Tigapanah  dan ditemukan pencari ikan pada Senin (13/7) sekitar Pukul  11:00 WIB,  lalu atas nama Rawat Sembiring Milala (40), warga Desa Naman Teran Kecamatan Naman Teran.

Dari kasus ini pihaknya mengamankan para pelaku yang bernama Hasil Sembiring Milala (45), warga Desa Naman Teran Kecamatan Naman Teran, PIjer Sembiring (45), Sempurna Ginting (51),  Nopriyandi Ginting (26) dan Hendra Ginting (38).

“Ketiganya warga Desa Bunuraya Kecamatan Tigapanah. Para pelaku ini dijerat dengan pasal 340 Subs338 lebih Subs 170 KUHPidana ancaman penjara  seumur hidup,” beber AKP Adrian Risky Lubis.

Diterangkannya, sedangkan kasus pembunuhan terhadap Jefri Wijaya (38), warga Jalan  Pasar I Komplek Mas Sunggal, Kota Medan  yang ditemukan mayatnya didalam jurang  pada  Jumat (18/9) sekitar Pukul 11:30  WIB,  di Jalan Letjen Jamin  Ginting,  Desa Doulu, Kecamatan Berastagi.

“Pelakunya  bernama Selamat Nurdin Syahputra alias Atuk (22), warga Jalan Sei Belutu, Gang Keluarga  No: 53 C Medan, Bagus Harianto (22), warga Jalan Sei Belutu, Gang Keluarga No 2A Medan,  dan Aprianto Miduk Saragih (25), warga Pondok Surya Blok III No 114 Medan. Ketiga pelaku ini dijerat dengan pasal 340 Subs 338 lebih Subs 170 KUHPidana,” sebut AKP Adrian Risky Lubis.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, kasus pembunuhan juga terjadi di Desa Merdeka pada Selasa (7/7/2020) sekitar Pukul 05:00 WIB. “Korbannya atas nama Julian Lase (21), warga Dusun Barisan Toba  Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan Sumbulsalam Aceh. Korban ini dibunuh oleh suaminya Fadzatulo Hia (25),warga Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan Sumbulsalam Aceh karena cemburu. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal  338 dengan ancaman penjara 15 tahun,” tutur AKP Adrian Risky Lubis.

Terkait kasus judi, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, menyebutkan, bahwa pihaknya  mengamankan empat (4) mesin judi ikan-ikan yang diamankan dari lokasi yang berbeda. Kasus judi tersebut, ada tujuh (7), tiga kasus (3) tahap P21 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). (KRO/RD/ANs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Deli Serdang

Kapolresta Deli Serdang Terima Kunjungan Tim Kompolnas RI

Published

on

Kapolresta Deli Serdang Terima Kunjungan Tim Kompolnas RI

RADARINDO.co.id-Deli Serdang : Kapolresta Deli Serdang Terima Kunjungan Tim Kompolnas RI. Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Polresta Deli serdang, Polda Sumut dalam rangka memonitoring pelaksanaan tugas Polri, salah satunya terkait Operasi Ketupat Toba 2021, Selasa (18/05/2021) sekira pukul 09.00 Wib.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi,SIK sambut langsung Kedatangan Tim Kompolnas yakni diantaranya Bapak Yusuf S.Ag, M.H , Dr. Vita Mayastinasari M.SI Dr. Zulkarnain Koto SH, MH, Yozi Erfandi Pratama dan di dampingi oleh AKBP Dr Miftah Hadi Safii ,SIK, MIK dari Bid Irwasda Polda Sumut, kegiatan kunjungan kerja Kompolnas tersebut di laksanakan di Aula Tribrata Polresta Deli Serdang, dan turut di hadiri oleh Waka Polresta Deli serdang AKBP Julianto P. Sirait SIK SH, para Kabag, Kasat Kapolsek dan Perwira Staf Polresta Deli serdang.

Baca juga : Dalam Rangka Hari Raya Idul Fitri, Ini Kata Kapolresta Deli Serdang

Kapolresta Deli Serdang Terima Kunjungan Tim Kompolnas RI

Kapolresta Deli Serdang Terima Kunjungan Tim Kompolnas RI

Acara di awali dengan kata sambutan oleh Kapolresta Deli serdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK dan di lanjutkan dengan paparan oleh Kabag Ops Polresta Deli serdang Kompol Choky Santosa Meliala, SIK SH MH tentang Kesiapan sekaligus Langkah – langkah yang sudah dilakukan Polresta Deli serdang selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2021.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Usai paparan, selanjutnya dilanjutkan dengan arahan dan bimbingan dari Tim Kompolnas, Bapak Yusuf S.Ag, M.H , ” Peran aktif polri akan selalu tetap dibutuhkan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid 19 dan anggota polri dalam melaksanakan tugas harus tetap tegas dan humanis khususnya pada saat melakukan giat Penyekatan terkait kebijakan pemerintah dalam hal larangan mudik” pungkasnya.

Sebelum mengakhiri arahannya,Yusuf juga menyampaikan pesan kepada Anggota Polri dimanapun bertugas tetap lakukan tugas melayani masyarakat dengan Profesional, semangat serta lakukan prokes secara ketat agar Personil maupun masyarakat terhindar dari penyebaran covid-19.(KRO/RD/Hari’S)

Continue Reading

BUMN

Pembiayaan PTPN II Kebun Arso dan Prafi Rp54,4 Miliar Belum Menunjukkan Bukti Pendukung

Published

on

Pembiayaan PTPN II Kebun Arso dan Prafi Rp54,4 Miliar Belum Menunjukkan Bukti Pendukung

RADARINDO.co.id-Medan :Pembiayaan PTPN II Kebun Arso dan Prafi Rp54,4 Miliar Belum Menunjukkan Bukti Pendukung.

Pembiayaan PTPN II Kebun Arso dan Prafi Rp54,4 Miliar Belum Menunjukkan Bukti Pendukung. Kredit investasi pada pembiayaan PTPN II kebun Arso dan Prafi sebesar Rp54.451.858.294, dikabarkan belum dapat menunjukan bukti pendukung. Berdasarkan surat Direksi kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Produksi Perkebunan Departemen Pertanian Nomor II.12/X/69/IX/2005 tanggal 30 September 2005 perihal Permohonan pencairan prefinancing pembangunan KKPA di Irian Jaya.

Bahwa PTPN II telah menghentikan prefinancing KKPA pada tahun 2001. Jumlah Prefinancing yang sudah dikeluarkan sebesar Rp53.203.309.710. Jumlah Prefinancing yang telah dicantumkan dalam surat Direksi tersebut berbeda dengan nilai prefinancing yang disajikan dalam Laporan Keuangan Tahun 2017 (Audited) pada akun aset tidak lancar lainnya sebesar Rp54.451.858.294.

Dengan rincian prefinancing Kebun Arso sebesar  Rp45.337.187.385 dan prefinancing Kebun Prafi sebesar Rp9.114.670.909. Kepala Bagian Perencanaan Pengembangan dan Kepala Bagian Pembiayaan menjelaskan bahwa nilai prefinancing yang benar menurut PTPN II adalah sebesar Rp54.451.858.294. Nilai tersebut bersumber dari Laporan Manajemen Kebun Arso dan Prafi. Namun Bagian Pembiayaan dan Bagian Perencanaan Pengembangan belum dapat menunjukkan bukti pendukung.

Pengembangan perkebunan dengan pola KKPA dilakukan di wilayah baru hasil kerja sama antara PTPN (kebun inti), dan bank sebagai penyedia fasilitas pinjaman. PTPN II memiliki dua areal pembinaan KKPA, yaitu areal Kebun Arso di Kabupaten Jayapura dan areal Kebun Prafi di Kabupaten Manokwari.

KKPA berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 89l/Kpts/KB.510/11/96 tanggal 5 November 1996 tentang Penugasan PT Perkebunan Nusantara Dalam Pelaksanaan Proyek PIR Perkebunan. Pembangunan kebun KKPA dilakukan dalam 7 (tujuh) tahap dengan menggunakan dana Kredit Langsung Bank Indonesia (KLBI) dari Bank Indonesia melalui PT Bank Negara Indonesia.

Baca juga : Kredit Melalui Pola KKPA PTPN II Kebun Arso dan Prafi Rp54,4 Miliar Menguap

Utang tanggungan PTPN II kepada BNI sebesar Rpl1.360.634.697, Pembangunan KKPA di areal Kebun Arso dan Kebun Prafi mendapatkan pendanaan dari Bank Indonesia menggunakan dana KLBI melalui Bank BNI. Pembangunan kebun KKPA di Areal Arso seluas 7.000 Ha dengan anggota KKPA sebanyak 21 KUD (koperasi unit desa) dan Areal Prafi seluas 3.000 Ha dengan anggota KKPA sebanyak 6 KUD.

Pada perjanjian Nomor HLB/7/927 dan Nomor II.0/SP/01/1996 tanggal 13 Mei 1996 tentang Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Provinsi Irian Jaya antara Bank BNI dengan Direksi PTPN II, pada Pasal 5 huruf g mengenai kewajiban PTPN II disebutkan bahwa PTPN II bertanggungjawab mengembalikan kredit yang dipergunakan untuk membiayai pembangunan kebun kelapa sawit beserta bunganya kepada Bank BNI, apabila pembangunan kebun kelapa sawit mengalami kegagalan, baik kegagalan sebagian atau seluruhnya.

Laporan Keuangan (Audited) 2017 diketahui nilai utang lain-lain jangka panjang sebesar Rpl1.360.634.697, yang terdiri atas utang KKPA Kebun Arso senilai Rp7.383.161.553, dan KKPA Kebun Prafi senilai Rp3.977.473.144. Nilai tersebut merupakan utang pembangunan KKPA yang di danai oleh Bank BNI, namun tidak dapat dilunasi oleh anggota KKPA.

Bank BNI tanggal 19 November 2018 diketahui total pokok utang PTPN II adalah sebesar Rpl5.432.120.000, yang terdiri atas pengelolaan KKPA Kebun Arso sebesar Rp8.937.330.000 dan pengelolaan KKPA Kebun Prafi sebesar Rp6.494.790.000. Laporan keuangan tahun 2017 tanggal 28 Mei 2004 manajer kebun Inti Prafi bersama dengan anggota KKPA (pengurus KUD) pernah menandatangani Surat Pengakuan Utang (SPH) dengan nilai total utang sebesar Rp10.250.112.183.

Sedangkan untuk penyaluran dana KKPA di Kebun Arso tidak disertai dengan SPH. Pembangunan KKPA Kebun Arso tidak sesuai dengan rencana awal, hal tersebut di dukung dengan surat Manajer Kebun Arso kepada Direksi PTPN II nomor II.AR/II.0.36/2001 tanggal 23 Agustus 2001 perihal kondisi areal. Bahwa dari total areal landclearing seluas 7.000 Ha, yang ditanami seluas 5.710,50 Hadan seluas 2.424,00 Ha (42,45% dari 5.710,50 Ha) tanaman dalam kondisi mati.

Hal tersebut disebabkan kondisi keuangan yang kurang baik sehingga mengakibatkan tidak terpeliharanya tanaman 15 bulan, penanaman tidak sesuai kultur teknis dan pembuatan drainase yang kurang tepat. Pemberian Prefinancing sebesar Rp54.451.858.294 tanpa disertai jaminan Pendanaan proyek pembangunan KKPA Kebun Arso dan Prafi awalnya berasal dari Bank BNI. Namun dikarenakan pendanaan dari Bank BNI mengalami kendala, maka PTPN II mengucurkan prefinancing KKPA.

Prefinancing KKPA adalah bantuan pinjaman PTPN II kepada anggota KKPA yang digunakan untuk membangun kebun KKPA. Pemberian prefinancing KKPA didasarkan pada surat Dirjen Perkebunan Departemen Kehutanan dan Perkebunan Nomor I2.11.15.2000.Re tanggal 15 November 2000 tentang Pengembangan kelapa sawit di Arso Irian Jaya.

Surat tersebut menjelaskan bahwa PTPN II sebagai satu satunya BUMN perkebunan yang melaksanakan pembangunan perkebunan yang melaksanakan pembangunan perkebunan di Irian Jaya dan diharapkan dapat menyelesaikan pembangunan perkebunan di Arso Irian Jaya secara utuh.

Berdasarkan surat Direksi kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Produksi Perkebunan Departemen Pertanian Nomor II.12/X/69/IX/2005 tanggal 30 September 2005 perihal Permohonan pencairan prefinancing pembangunan KKPA di Irian Jaya, dijelaskan bahwa PTPN II telah menghentikan prefinancing KKPA pada tahun 2001. Jumlah Prefinancing yang sudah dikeluarkan sebesar Rp53.203.309.710. Jumlah Prefinancing yang telah dicantumkan dalam surat Direksi tersebut berbeda dengan nilai prefinancing yang disajikan dalam Laporan Keuangan Tahun 2017 (Audited) pada akun aset tidak lancar lainnya sebesar Rp54.451.858.294.

Dengan rincian prefinancing Kebun Arso sebesar  Rp45.337.187.385 dan prefinancing Kebun Prafi sebesar Rp9.114.670.909. Kepala Bagian Perencanaan Pengembangan dan Kepala Bagian Pembiayaan menjelaskan bahwa nilai prefinancing yang benar menurut PTPN II adalah sebesar Rp54.451.858.294. Nilai tersebut bersumber dari Laporan Manajemen Kebun Arso dan Prafi. Namun Bagian Pembiayaan dan Bagian Perencanaan Pengembangan belum dapat menunjukkan bukti pendukung.

 Sumber kembali menjelaskan bahwa, pengelolaan KKPA di Kebun Prafi diketahui di tahun 2014 PTPN II telah menjual Kebun Inti Prafi kepada PT YI. Pelepasan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri BUMN yang tertuang dalam surat nomor S-30/MBU/2014 tanggal 28 Januari 2014. Pelelangan melalui kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang Sorong ditawarkan dengan harga pelepasan sebesar Rp82.071.400.000 termasuk bea lelang dan pajak.

Sesuai bukti transfer dari pemenang kepada PTPN II (melalui Bank Mandiri), uang tersebut telah diterima pada tanggal 21 Mei 2014. Komponen harga terdiri dari tanah HGU seluas 3.300 Ha dan bangunan unit Kebun Prafi, termasuk pabrik dan perumahan karyawan. Bahwa utang KKPA Kebun Prafi tidak dimasukkan ke dalam komponen harga pelepasan.

Karena beban hutang KKPA bukan merupakan aset yang akan dijual, sehingga tidak akan dibebankan kepada pembeli Kebun Inti Prafi. Namun, dalam persyaratan lelang poin 7 disebutkan bahwa, pemenang lelang wajib melanjutkan program PIR (Plasma) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keberadaan Kebun Inti Prafi. Walaupun poin tersebut tidak secara jelas menyebutkan kelancaran/monitoring pembayaran cicilan menjadi tanggungjawab pembeli.

Pelepasan Kebun Inti Prafi disertai dengan memorandum serah terima kebun KKPA Prafi oleh Direksi tanggal 18 November 2015 menyatakan sisa utang petani KKPA Tahap I kepada Bank BNI Manokwari sampai dengan Oktober 2014 sebesar Rp5.874.220.398. Sertifikat hak milik (SHM) petani KKPA Tahap 1 sejumlah 368 buah, saat ini berada pada Bank BNI cabang Manokwari sesuai surat BNI Nomor MWI/1131  tanggal 4 September 2014.

SHM anggota KKPA tahap II atas nama KUD Sumber Makmur sejumlah 992 buah, saat ini berada di PTPN II Kebun Prafi dan akan diserahkan Direktur Utama PTPN II kepada Bupati Manokwari, disaksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Manokwari, Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Manokwari. Pelepasan Kebun Inti Prafi menyebabkan pengelolaan Kebun KKPA  Prafi dialih kelolakan kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pernyataan  Keputusan Para Pemegang Saham PTPN II Nomor SK- 43/MBU/03/2016 Tentang Perubahan  Anggaran Dasar, PASAL 11: Berita acara penyerahan kebun kelapa sawit KKPA Kebun Prafi tanggal 28 Mei 2004, pada poin 6 yang menyatakan bahwa apabila Pihak Kedua (anggota KUD KKPA) telah melunasi seluruh utangnya sebagaimana tercantum dalam Surat Pengakuan Utang (SPH).

Maka Pihak Kedua berhak menerima pengembalian sertifikat yang dikuasai oleh pihak PTPN II Kebun Prafi. Pasal 4 ayat 2 yang menyatakan bahwa penerapan prinsip- prinsip GCG pada BUMN bertujuan untuk mendorong pengelolaan BUMN secara profesional, efisien, dan efektif, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian Organ Persero/ Organ Perum.

Hal tersebut mengakibatkan pemanfaatan kredit yang dikucurkan melalui pola KKPA di Kebun Arso dan Prafi tidak diyakini penggunaanya karena tidak tersedianya dokumen Dana prefinancing KKPA sebesar Rp54.451.858.294  (Rp9.114.670.909 + Rp45.337.187.385) membebani keuangan PTPN II dan Pengucuran dana KKPA dari Bank BNI sebesar Rpl1.360.634.697 (Rp7.383.161.553 + Rp3.977.473.144) membebani keuangan PTPN II.

 Lelang kebun Parfi Papua Barat aset perkebunan kelapa sawit milik PTPN II Unit Kebun Prafi, Manogwari, Papua  Barat tanggal 9 Mei 2014 dimenangkan PT Yongjing Investindo sebuah perusahaan asal Cina. Pihak manajemen PTPN II menutup rapat rapat jumlah luas kebun dan aset yang dijual.

Dari hasil perhitungan PT.Socofindo berkisar sekitar Rp114 miliar. Berbeda lagi dari perkiraan sumber informasi bersama masyarakat petani sawit di Papua Barat berkisar sekitar Rp198.850.500.000. Namun semua perkiraan lelang total meleset karena PT YI berhasil memenangkan lelang dengan tawaran Rp80,3 miliar.

Disampaikan sumber, dari perjanjian jual beli tanah kebun Prafi dan assset asset yang ditanda tangani  penjual/vendor PT.Papua DM, Mamad S sebagai Direktur Utama. Pemberi PT YI, Lu Baomin selaku Direktur Presiden Direktur. Kemudian diketahui Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi (tidak menandatangani) dan Sekretaris Daerah Papua Barat, Ir ML Rumadas, Msi (menandatangani).

Perjanjian jual beli tersebut terkesan sangat ‘unik’ karena tidak menyebutkan luas kebun sawit Prafi dan batas batas, dan asset mesin atau PKS, serta jumlah taksasi harga. Konon berdasarkan keterangan sumber luas kebun Prafi lebih kurang seluas 10.000 ha. Seluas 7.000 ha kebun plasma dan 3.000 ha kebun inti, dengan dijual kepada PT YI sebesar Rp87.225.000.000. Akta perjanjian yang sudah ditanda tangani plus stampel Gubernur dan Sekda Papua Barat tidak transfaran.

Terkesan masih ada ditutup tutupi agar publik tidak tahu. Proses lelang aset perkebunan kelapa sawit milik PTP Nusantara II Unit Kebun di Prafi-Manokwari, Papua Barat menyimpan teka teki. Pasalnya proses lelang tersebut diduga tidak sesuai prosedur sebagaimana diatur di dalam aturan perundangan yang berlaku (Peraturan Presiden No.54 Tahunb 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Mengutip pernyataan Direktur Eksekutif, LP3BH Manokwari, Yan CW, SH lelang terjadi dengan harga penawaran Rp80,3 miliar diduga jauh di bawah harga hasil penghitungan oleh PT.Sucofindo yang berkisar sekitar Rp114 miliar. Peserta lelang cuma dihadiri satu peserta yakni PT YI.

Pengumuman lelang pada 30 April 2014 dan lelang dilaksanakan 9 Mei yang jaraknya hanya satu minggu dua hari saja. Sementara itu, PT YI sendiri menurut data yang ada telah pernah melakukan transaksi jual-beli atas kebun PTP II Prafi beserta aset-asetnya dengan PT. Papua DM, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Propinsi Papua Barat. Tertera dalam dokumen perjanjian pengikatan pembelian tanah kebun Prafi dan aset-aset yang dibuat tanpa ada tanggal dan nama tempat perjanjian itu dibuat.

Namun telah ditandatangani oleh Presiden Direktur PT.YI, Lu Bao Min selaku pembeli (Purchase) dan Direktur Utama PT.Papua DM, Mamad Suhadi selaku Penjual. Dokumen tersebut tidak menyebutkan nilai jualbeli kebun Prafi berseta aset PTPN – II. Prafi tersebut, namun dokumen itu turut ditandatangani oleh Ir. Marthen Luther Rumadas selaku Sekretaris Daerah Propinsi Papua Barat waktu itu.

Sedangkan Gubernur Papua Barat sendiri tidak membubuhkan tanda tangannya di dalam dokumen tersebut. Mamad Suhadi ikut menandatangani perjanjian jualbeli kebun Prafi, disebutkan sebagai Direktur Utama.  Sedangkan Kebun Prafi bukan merupakan aset milik PT. Papua DM karena belum menjadi aset Pemerintah Propinsi Papua Barat. Bahwa tim diaudit masih menjadi wewenang milik negara dalam hal ini Kementerian Negara BUMN. Nilai lelang sangat jauh dari harga yang ditetapkan Meneg BUMN senilai Rp114 miliar, mekanisme lelang diduga terjadi selisih senilai Rp26,7 milar.

Menteri BUMN maupun Direktur Utama Holding PTP III hingga saat ini belum memberikan sikap terhadap permasalah yang melilit manajemen PTPN II Tanjung Morawa. Termasuk pengelolaan PTPN II kebun Arso dan Prafi yang lama menjadi buah bibir publik. (KRO/RD/Tim)

Continue Reading

Headline

Walikota P.Sidimpuan Terima Kunjungan Kerja PMI Provsu

Published

on

Walikota P.Sidimpuan Terima Kunjungan Kerja PMI Provsu.

RADARINDO.co.id-Psp : Walikota P.Sidimpuan Terima Kunjungan Kerja PMI Provsu. Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH menerima kunjungan kerja Bendahara Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Al Amin Syahputra Pelis SH di Ruang Kerja Kantor Walikota, Senin (17/05/2021).

Dalam pertemuan itu Al Amin Syahputra Pelis. SH menyampaikan salam dari Ketua PMI Provsu Bapak DR. Rahmat Shah kepada Bapak Walikota dan menjelaskan maksud dan tujuannya hadir di Kota Padangsidimpuan untuk memperkenalkan Beras Siamo yang merupakan Beras Khusus Fortifikasi yang diperkaya dengan Mikro-Nutrient (Multivitamin dan Mineral).

Baca juga : Pemko Psp Sosialisasikan Kepatuhan Terhadap Standar Pelayanan

Dalam 100 gram Beras Fortifikasi terkandung Vitamin A 11990 Ug, Vitamin B1 (Tiamin) 0,65 Mg, Vitamin B3 (Niasin) 9,1 Mg, Vitamin B6 0,78 Mg, Vitamin B9 (Asam Folat) 169 Ug, Zat Besi (Fe) 4 Mg dan Seng (Zn) Mg,” ungkap Amin menjelaskan sambil menyerahkan sampel Beras tersebut kepada Walikota.

Beras Khusus Fortifikasi ini juga bermanfaat untuk meningkatkan Imunitas (kekebalan tubuh), Stamina dan Energi, Kecerdasan Fungsi Otak, Produktifitas dan Kinerja.

Beras ini juga telah di serahkan kepada Bapak HM Jusuf Kalla yang merupakan Ketua PMI Pusat oleh DR Rahmat Shah sendiri selaku Ketua PMI Provsu,” ujarnya.

Disampaikan juga, DR Rahmat Shah selaku Ketua PMI Provsu berharap dengan adanya beras ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan Vitamin, apa lagi PMI merupakan organisasi yang bergerak dibidang kemanusiaan, terangnya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Sementara Walikota dari ruang kerjanya yang tersambung dengan DR Rahmat Shah melalui Telepon Selular mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh DR Rahmat Shah selaku Ketua PMI Provsu.

Beras ini akan sangat berguna dan kaya manfaat. Apalagi Beras yang digagas oleh Ketua PMI Provsu ini merupakan Beras yang memiliki Vitamin dan diharapkan kedepan dapat memenuhi Asupan Gizi dan Vitamin masyarakat terutama anak-anak agar terhindar dari Stunting,” tegas Walikota. (KRO/RD/VRT-Thoms)

Continue Reading

headline