Connect with us

Aceh Tenggara

Kejari Lhokseumawe, Agara Cambuk Pelanggar SI

Published

on

20 views

RADARINDO.co.id – Agara: Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Kecamatan Babussalam, KabupstenAceh Tenggara telah berlangsung kegiatan pelaksanaan Qanun Eksekusi Uqubat Cambuk dan Pemusnahan Barang Bukti (Inracht), Senin (21/12/2020) sekira pukul 09.45 wib.

Berdasarkan Pantauan.media turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kab. Aceh Tenggara Bukhari, Ketua DPRK Agara Denny F Roza, S.Stp, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo, SH, SIK, Dandim 0108/Agara Letkol Inf Robbi Firdaus SE, MSI, Kajari Agara Syaifullah SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Kutacane an. Yusuf Syamsuddin SH, MH, Ketua Mahkamah Syariah Kutacane Heni Nurliana, S.Ag, MA, Kasat Pol PP dan Linmas Kab. Aceh Tenggara Rahmad Fadly, S.TTP, Insan Pers.

Unsur Pengamanan terdiri dari personel Polres Agara, anggota Satpol PP dan WH Kab. Agara.
Kejaksaan Negeri Agara Syaifullah SH, MH dalam sambutannya mengatakan Hari ini Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara berkesempatan untuk melaksanakan salah satu amanat yang telah dipercayakan negara kepada institusi kami yakni pelaksanaan eksekusi cambuk sekaligus dirangkai dengan pemusnahan barang bukti.

Kejari Aceh Tenggara akan melaksanakan putusan Mahkamah Syariah nomor 12/JN/2020/MS.KC a.n KD dan nomor 11/JN/2020/MS.KC a.n AP, yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah atau tindakan pidana melanggar jarimah maisir/judi sebagai diatur dan diancam pidana pasal 20 kanon Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat dan dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 28 kali cambuk di depan umum.

Barang bukti yang paling banyak jumlah perkaranya yaitu tindak pidana narkotika dimana data yang kami peroleh dari Kesbangpol Aceh Tenggara sebanyak 385 desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara 60 Desa sudah masuk peredaran narkotika.

Kejari juga menjelaskan Adapun barang bukti narkotika yang akan dimusnahkan diantaranya:
1. Narkotika jenis sabu dengan berat 146,18 gram.

2. Narkotika jenis ganja dengan berat 7,989,42 gram.

3. Narkotika jenis ekstasi dengan berat 0,03 gram.

4. 9 buah handphone dan barang bukti lainnya.

Sementara itu, Waakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari dalam sambutannya menyampaikan Pelaksanaan hukuman cambuk merupakan implementasi disahkannya sistem pemerintah syariat Islam di Provinsi Aceh.

Hukuman cambuk dipandang sebagai hukum yang sebanding untuk menjalankan roda pemerintahan syariat Islam karena bernuansa Islami dan sesuai dengan aturan agama Islam. (KRO/RD/wspd)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *