Connect with us

Headline

Sekdaprov Riau “Gol” Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Published

on

7 views

RADARINDO.co.id-Pekanbaru: Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, YPJR terpaksa harus berursan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya atas dugaan korupsi dana rutin di Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2014-2017.

Sekdaprov Riau YPJIR “Gol” ditahan penyidik diduga melakukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri dan merugikan uang negara miliaran rupiah.

Berdasarkab informasi sumber, oknum Sekdaprov Riau diduga merugikan negara Rp1,8 miliar.
Saat kasus itu terjadi, tersangka menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Siak.

Dalam kasus ini, tersangka sudah empat kali diperiksa jaksa penyidik Pidana Khusus Kejati Riau.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Hilman Azazi, mengatakan, tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya. Penahanan pertama 20 hari ke depan.

Laporan penyidik ada indikasi penggalangan saksi. Itu yang membuat penyidik melakukan penahanan, kata Hilman.

Hilman menjelaskan, penyimpangan anggaran dilakukan tersangka sebagai Pengguna Anggaran (PA). Modusnya melakukan pemotongan atau pemungutan setiap pencairan anggaran sebesar 10 persen.

Ketika itu jadi Kepala Bappeda (Siak), PA. Ada patokan pencairan 10 persen. Yang dipotong hitungan baru Rp1,2 miliar atau Rp1,3 miliar. Kerugian negara sementara Rp1,8 miliar.

Ketika proses penyidikan, kata Hilman, tidak ada itikad baik dari tersangka untuk mengakui perbuatannya dan mengembalikan kerugian negara.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis dengan Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 10 jo Pasal 12e jo Pasal 12 f Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Tersangka terancam hukumannya penjara 1 tahun sampai 20 tahun penjara,” tutup Hilman. (KRO/RD/ans)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *