Connect with us

Headline

Refleksi Akhir Tahun: Pembangunan Kecerdasan Politik Rakyat Untuk Indonesia Yang Lebih Maju

Published

on

11 views

RADARINDO.co.id-Jakarta: Menjelang akhir tahun 2020, kita disajikan pertunjukan politik unik di Indonesia, ketika Sandiaga Uno diangkat menjadi Menteri di Kabinet Jokowi.

Dengan masuknya Sandiaga ke kabinet pemerintahan Jokowi maka lengkaplah sudah satu pasang Calon Presiden dan Wakil Presiden (Prabowo-Sandi) dari kubu lawan pasangan Jokowi-Ma’ruf, masuk menjadi anak buah pasangan Jokowi’Ma’ruf yang memenangi pemilihan Presiden 2019, walaupun pada awalnya mereka tidak menerima kemenangan sang calon tersebut.

Proses politik yang terjadi tersebut adalah sebuah hal yang unik dalam konteks internasional negara demokrasi modern. Bahkan hal yang terjadi itupun adalah sebuah sejarah baru dari proses demokrasi Indonesia sejak dimulainya proses pemilihan presiden yang langsung dipilih oleh rakyat ditahun 2004.

Mungkin ingin meminimalkan gesekan politik saat proses pilpres, dimana dua kubu pendukung calon pasangan presiden tersebut saling memberikan hujatan satu sama lain dengan istilah “cebong” dan “kampret.”

Tetapi persoalannya, proses politik yang tejadi tersebut pada dasarnya menegaskan konsep demokrasi yang dikenal secara luas.

Biasanya pihak yang kalah berada diluar dan menjadi oposisi, mengkritisi pemerintahan yang berkuasa, agar proses “check and balance” bisa terjadi. Karena dengan ketiadaan proses “check and balance” pada esensinya yang dirugikan adalah demokrasi itu sendiri, dan masyarakat secara keseluruhan.

Farouk Abdullah Alwyni seorang Pakar Ekonomi Syariah dan Pengamat Politik menyampaikan pandangan politiknya terhadap situasi politik saat ini, di penghujung tahun 2020.

Refleksi Akhir tahun ditinjau dari sisi politik kebangsaan: “Proses kontrol dalam penyelenggaraan negara disebuah negara demokrasi adalah hal yang harus dilakukan, karena tanpa kontrol, tidak mustahil kekuasaan cenderung mudah untuk disalah gunakan.

“Kita mendengar istilah lama terkait hal ini yang disebut dengan, “power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.”

Dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang baik, belakangan lembaga-lembaga pembangunan internasional menggunakan istilah “good governance”, bahkan dalam level perusahaanpun dikenal secara internasional istilah “good corporate governance,” paparnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (31/12/2020).

“Kata-kata bijak dari Benjamin Franklin, salah satu “founding father” Amerika Serikat yang menyatakan, “it is the first responsibility of every citizen to question authority” (tanggung jawab utama dari setiap warga negara untuk mempertanyakan otoritas).

Dan yang tidak kalah penting, ketika kita menghadapi penurunan kualitas demokrasi dewasa ini, kemudian pernyataan George Washington, Presiden Pertama Amerika Serikat, mengatakan “If freedom of speech is taken away, then dumb and silent we may be led, like sheep to the slaughter”( Jika kebebasan berbicara dicabut, dan kita diarahkan untuk bisu dan diam, seperti domba-domba yang akan disembelih).

“Tentunya ada batas antara kebebasan berbicara dan penghinaan, tetapi esensi kebebasan berbicara disini adalah kritik terhadap pemerintahan,” tegas Farouk.

“Jelas bahwa dukungan dan kepatuhan kepada pemerintahan ataupun Presidennya, terlepas apakah agama memegang peranan penting atau tidak dalam negara tersebut, hanya berlaku jika sang pemimpin tersebut berpegang kepada nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, kebenaran, kebaikan, dan pemihakan kepada rakyat kebanyakan. Hal ini berlaku mulai dari masa Kekhalifahan Rasyidin dahulu sampai dengan konteks negara modern yang berdasarkan demokrasi dewasa ini,” imbuhnya.

Dalam konteks negara demokrasi Indonesia dewasa ini, maka perlu dibangun sebuah kesadaran dikalangan masyarakat bahwa mereka selalu mengedepankan konsep conditional support kepada para pemimpin yang dipilihnya, agar tidak terjadi kediktaroran dan menjadi negara otoriter.

Memang demokrasi, bukanlah sebuah sistim yang ideal, bahkan oleh para pemikir dan politisi Barat sendiri, tetapi untuk saat ini, demokrasi adalah sebuah sistim yang bisa menghargai hak asasi manusia (HAM) dan mengantarkan kesejahteraan dan kemajuan di negara-negara Eropa Barat, Amerika Utara, Asia Timur, Skandinavia, maupun Australia dan New Zeland dibandingkan dengan sistim-sistim lainnya, apalagi sebuah sistim monarki absolut model Saudi Arabia ataupun sistim satu partai model komunis China yang cenderung represif dalam memaksakan kehendaknya. Atau kita lihat model-model Republik yang pada dasarnya adalah negara-negara otoriter, model yang ada di Mesir (diktator militer), Syria (diktator sipil), ataupun model ‘hybrid’ Korea Utara (pemerintahan komunis).

“Kembali kepada realitas politik Indonesia akhir tahun, dimana satu pasang calon yang kalah dalam proses demokrasi pada akhirnya “submit” dan mengikuti sang calon pemenang, adalah sebuah pelajaran politik penting bagi para pendukung fanatik kedua pasang calon tersebut, bahwa politik pada dasarnya bisa begitu cair, terlebih lagi di Indonesia, dan para pendukung kedua belah pihak harus menyadari bahwa mereka tidak bisa “gelap mata” terhadap pihak yang didukungnya, baik itu bagi sang pemenang maupun yang kalah.

Kita dengar kekecewaan datang dari kubu kedua belah pihak, baik bagi para pendukung Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi. Pendukung pemenang melihat sendiri bagaimana lawan yang sebelumnya diserang habis-habisan ternyata pada akhirnya bisa mendapatkan posisi, namun sang pendukung fanatik justru tidak mendapatkannya. Lebih parah lagi adalah para pendukung pihak yang kalah, yang telah banyak menggunakan sumber dana mereka sendiri sewaktu kampanye (dengan dalih Prabowo-Sandi tidak mempunyai kekuatan pendanaan sebesar pasangan Jokowi-maruf, alasan yang sebenarnya masih bisa diperdebatkan), bahkan ada yang berdarah-darah, masuk tahanan, sebagian meninggal ketika memperjuangkan pasangan yang didukungnya dalam demo di depan KPU pada Mei 2019 yang lalu. Coba bayangkan apa yang dirasakan keluarga para korban pendukung pasangan Prabowo-Sandi melihat realitas politik yang seperti mengkhianati esensi perjuangan mereka,” ungkap Farouk.

Semoga hal tersebut menjadi pelajaran politik penting bagi rakyat, bahwa kedepannya rakyat tidak perlu terlalu fanatik kepada para calon yang didukungnya. Rakyat harus menyadari bahwa mereka mendukung calon yang mereka dukung adalah karena disatukan oleh cita-cita dan idealisme perjuangan semata, begitu para figur yang didukungnnya dianggap sudah tidak berada di rel cita-cita perjuangan dan idealisme bersama, pada saat itulah mereka sudah harus siap meninggalkan figur yang didukungnya tersebut. Karena fanatisme buta kepada satu figur pada akhirnya hanya akan menimbulkan kekecewaan yang luar biasa. Dan ini berlaku tentunya bukan hanya untuk dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang lalu, tetapi yang terpenting adalah dalam kontestasi politik kedepannya, dan yang terdekat di tahun 2024 mendatang.

Pembangunan kecerdasan politik rakyat penting dalam rangka menghilangkan “slavish attitude” (watak budak) dari rakyat, yang melihat figur yang mereka dukung adalah segala-galanya bahkan seperti figur setengah dewa.
Pada akhirnya walaupun mungkin mereka memiliki kelebihan-kelebihan, tetapi pastinya merekapun mempunyai kekurangan-kekurangan, karena mereka bukan malaikat, ataupun Nabi yang ma’sum.

“Dalam konteks politik Indonesia mendatang khususnya nanti dalam pemilihan Presiden 2024, rakyat harus cerdas, bahwa orang-orang yang akan ikut kontestasi pemilihan presiden tersebut adalah calon-calon pelayan publik yang perlu memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat, bukan para calon penguasa yang akan menjadi tuan-tuan mereka, yang setelah duduk di singgasana kekuasaan hanya mementingkan kelompok elite saja. Rakyat juga perlu menyadari bahwa dukungan mereka terbatas jika para calon yang dipilihnya adalah benar-benar mempunyai pemihakan kepada rakyat banyak, dan bisa berjuang untuk menegakkan sebuah sistim yang berKetuhanan, berkemanusiaan, menjaga persatuan, menghargai musyawarah, dan tentunya akan berjuang untuk terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rakyat dalam perjuangan politiknya, perlu membuang jauh-jauh mental-mental neo-feodal, yang terlalu mengagung-agungkan para junjungannya, padahal dalam konteks demokrasi modern, figur-figur yang tampil tersebut harus menjadi figur-figur yang justru mewakili kepentingan rakyat banyak, figur-figur yang harus merasa lemah jika tidak bisa menjaga kemaslahatan rakyat ataupun kepentingan kelompok rakyat yang tertindas, dan figur-figur yang harus merasa kuat dan bisa keras jika berhadapan dengan elite-elite yang justru membawa kemudharatan untuk rakyat ataupun elite-elite yang mempunyai sifat menindas,” Pungkas Farouk Abdullah Alwyni.
Chairman, Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) (KRO/RD/fri)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Kapolsek Percut Sei Tuan Bantu Warga Korban Angin Puting Beliung

Published

on

Kapolsek Percut Sei Tuan Bantu Warga Korban Angin Puting Beliung

RADARINDO.co.id-Medan : Kapolsek Percut Sei Tuan Bantu Warga Korban Angin Puting Beliung. Akibat angin puting yg merusak rumah warga di desa amplas kecamatan Percut sei tuan menyebabkan warga harus tinggal sementara di pensmpungan.

Sebagai pelayan masyarakat Kapolsek Percut Sei Tuan datang mengunjungi wargaKorban Angin Puting Beliung Dan Berikan Bantuan untuk turut meringankan beban warga, bencana alam angin puting beliung yang melanda Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang terjadi pada hari Rabu 7 April 2021 lalu.

Kapolsek datang beserta 1 regu personil yang berjumlah 10 orang mengunjungi masyarakat yang menjadi korban musibah angin puting beliung pada hari kamis (08/04/21)

Baca juga : Antisipasi Karhutla, Babinsa Sosopan Aktif Komsos Kepada Petani dan Warga

Dalam kedatanganya Kapolsek Percut Sei Tuan dan didampingi oleh personil disambut langsung oleh Kades Desa Amplas Edi Purwanto dan perangkat aparatur desa beserta beberapa warga di posko penampungan korban di Dusun 1 Tambak rejo Desa Amplas.

Deli serdang Kapolsek mengatakan ia sangat prihatin kepada warga yg terkena musibah tersebut dan memberiks bantuan berupa sembako dan langsung menurunkan satu regu anggota untuk melakukan patroli penjagaan terhadap barang-barang berharga yang masih ada di dalam rumah warga yg menjadi korban akibat bencana alam tersebut.

Lihat juga : Belasan Ruko di Kota Pinang Hangus Di Lalap Sijago Merah

“Saya sudah menurunkan satu regu anggota yang berjumlah kan 10 orang personel Kepolisian untuk melakukan pengamanan terhadap rumah warga yang rusak dihantam angin puting beliung warga yang akibat musibah bencana alam tersebut 45 rumah warga porak-poranda diterjang angin puting beliung dan kita memberikan bantuan dan pertolongan untuk meringan kan beban warga yg kena musibah tersebut” ungkapnya. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)

Continue Reading

Headline

Antisipasi Karhutla, Babinsa Sosopan Aktif Komsos Kepada Petani dan Warga 

Published

on

Antisipasi Karhutla, Babinsa Sosopan Aktif Komsos Kepada Petani dan Warga 

RADARINDO.co.id-Paluta : Antisipasi Karhutla, Babinsa Sosopan Aktif Komsos Kepada Petani dan Warga. Keterlibatan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dimasyarakat sangat kuat dalam membantu masyarakat diwilayah binaan mereka masing masing.

Hal itu dapat dilihat, sesuai dengan instruksi Komandan Kodim 0212/TS Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing SIP melalui Danramil 07/Sosopan Kapten Inf Sy. Hasibuan, kepada jajarannya untuk mengedepankan upaya pencegahan dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengancam saat musim Panas yang berkepanjangan. Dengan cara, yakni, melakukan pendekatan, sosialisasi, dan patroli Karhutla.

Salah satunya, seperti yang dilaksanakan Babinsa Koramil 07/Sosopan, Serda Tommi Jepisa Melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) berupa sosialisasi pencegahan karhutla kepada warga binaannya, di Desa Simangambat Dolok, kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Jumat (9/04/2021).

Baca juga : DPD Partai NasDem Kabupaten Tanggamus Gelar Rakordasus

Danramil Sosopan Kapten Inf Sy. Hasibuan melalui Serda Tommi Jepisa mengatakan musim panas saat ini, bahaya karhutla terus mengintai. Potensi akan terjadi kebakaran sangatlah besar, terutama kebun atau lahan yang tidak dirawat oleh pemiliknya, dan lahan yang tidak produktif. Untuk itu, dengan kegiatan sosialisasi, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran dilapangan yang dinilai efektif mencegah kebakaran hutan.

“ini sebagai bentuk antisipasi, sekaligus imbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran hutan secara liar,” katanya.

Menurut dia, mencegah tidak sampai terjadi karhutla tentu hal yang paling diharapkan, ketimbang menanggulangi lahan yang terlanjur terbakar.

Untuk itulah, Serda Tommi menekankan pentingnya pendekatan dengan mengedukasi kepada masyarakat, baik mendatangi langsung di perkebunan maupun ditempat masyarakat berkumpul, agar menyadari tindakan membuka lahan dengan cara membakar tidak dibenarkan dan ada sanksi hukum bagi pelakunya.

“Kami berharap dengan sosialisasi yang kita lakukan dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat agar tidak membakar pada saat membuka lahan. Dan, segera melaporkan kepada intansi terkait apabila melihat dan menemukan lahan yang terbakar,” imbuh serda Tommi.

Lihat juga : Belasan Ruko di Kota Pinang Hangus Di Lalap Sijago Merah 

Sementara, Kepala Desa (kades) Simangambat Dolok Armansyah Simamora, ucapkan terima kasih kepada pihak TNI. Dalam hal ini, Babinsa dari Koramil Sosopan secara terus menerus melakukan kegiatan sosialisasi sehingga warga kami mendapat pengetahuan tentang karhutla.

“Dengan sosialisasi oleh babinsa, kami masyarakat lebih mengerti tentang bahaya karhutla. Juga, kepada Serda Tommi Jepisa kami ucapkan terimakasih, yang selama ini telah banyak berbuat untuk desa kami,” ungkapnya. (KRO/RD/AMR)

Continue Reading

Headline

DPD Partai NasDem Kabupaten Tanggamus Gelar Rakordasus

Published

on

DPD Partai NasDem Kabupaten Tanggamus Gelar Rakordasus

RADARINDO.co.id-Tanggamus : DPD Partai NasDem Kabupaten Tanggamus Gelar Rakordasus. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi Daerah Khusus (Rakordasus) Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi (IOK) di Aula Ratu Kuring, Kecamatan Gisting,Kabupaten Tanggamus, Kamis (08/04/2021) pagi.

Rakordasus diikuti seluruh pengurus DPD Partai NasDem, perwakilan dari semua DPC 20, Perwakilan Kecamatan yang ada di kabupaten Tanggamus dibuka oleh Pengurus DPW Partai NasDem Provinsi Lampung sekaligus Anggota DPR Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, SH.

Baca juga : Ketua Umum FKPPN Soroti Pembayaran Hak Normatif Mantan Karyawan PTPN II

Fauzi Silalahi SH. mengatakan,” bahwa Rakordasus hari ini adalah penguatan mulai dari DPRT Pekon atau desa, DPC kecamatan, DPD Kabupaten secara struktur, saya berharap di tahun 2024 adalah perolehan partai, suara, dan kursi semoga semua dapil terisi”, ujarnya Fauzi.

Lebihlanjut Fauzi mengatakan, hari ini penguatan struktur dan pembuatan E KTA yang sudah di desain oleh pengurus Partai NasDem.

Pantauan, kegiatan dilanjutkan dengan materi-materi yang disampaikan oleh para Nara sumber serta sesi tanya jawab sekitar pergerakan Partai NasDem.

Sementara Kurnain selaku ketua DPD partai NasDem Kabupaten Tanggamus di tempat yang sama mengungkapkan, bahwa rakordasus hari ini yang pertama adalah penyerahan E KTA secara Simbolis serta kita targetkan satu pekon 55 Kader atau Anggota Nasdem harus terselesaikan di Bulan Juni ini.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

“Itu harga mati bagi kami pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Tanggamus”, ucap Kurnain.

Kurnain Menambahkan, Rakordasus hari ini menjadi alat menuju cita-cita pemenangan partai kedepan
Kita akan menyusun kekuatan sesuai instruksi Pimpinan Pusat sehingga pada Pemilu mendatang partai NasDem mampu meningkatkan perolehan suara serta kursi di legislatif dan selalu menjadi penyambung lidah rakyat dimanapun berada karna itulah tujuan Partai NasDem membawa Perubahan untuk kita semua, tutup Kurnain. (KRO/RD/Ari)

Continue Reading

headline