Connect with us

Batu Bara

Tiket Masuk Pantai Jono Harus Bebas Pungli

Published

on

41 views

RADARINDO.co.id-Batu Bara: Mestinya pengunjung pantai Jono diberi keringan biaya masuk. Tiket masuk maupun kutipan lainya yang memberatkan para tamu.

Apalagi, kondisi pandemi saat ini, daerah tujuan wisata atau destinasi menjadi salah satu tempat hiburan keluarga, dengan tidak mengabaikan Prokes.

Artinya, untuk menyedot pengunjung harus ada komitmen jaminan keamanan, kebersihan termasuk kutipan kutipan liar yang dapat menimbul kesan negatif.

Jika hal ini tidak dijadikan acuan, maka tidak tertutup kemungkinan dapat mempengaruhi jumlah pengunjung di pantai Jono.

Apalagi, dugaan pungli yang dianggap memberatkan para pengunjung sudah lama menjadi buah bibir warga.

“Hemat saya praktek tersebut segera dihentikan. Atau aparat penegak hukum dapat mengambil sikap. Jika dibiarkan dapat menimbulkan kesan kurang baik”, demikian dikatakan Ketua Republik Corruption Watch (RCW) Kabupaten Batu Bara, Surya Dharma Samosir kepada RADARINDO.CO.ID GROUP KORAN RADAR, Senin (04/01/2021).

Lebihlanjut dikatakanya, RCW Batu Bara sudah beberapa kali menerima pengaduan warga warga terkait dugaan pungli.

Kutipan tersebut memang relatif kecil, akan tetapi regulasi hukumnya sangat tidak mendidik sehingga dapat menjadi preseden buruk terhadap penegakan hukum, ujarnya lagi.

Sebelumnya dijelaskan, tiket untuk masuk ketempat wisata Pantai Jono (Perjuangan) Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, sebesar Rp10 ribu dan parkir kendaraan sebesar Rp5 ribu kepada setiap pengunjung.

Hal tersebut juga diakui anggota KMPJ, Reza bahwa tiket masuk sebesar Rp10 ribu adalah dari koperasi dan parkir Rp5 ribu rupiah kepada setiap pengunjung yang ingin berwisata ke pantai jono.

“Tiket masuk Rp10 ribu itu dari kita, Rp3 ribu untuk Dispenda, parkir Rp5 ribu dan pada hari ini lebih kurang 1000 pengunjung”, tutur Reza, Minggu (03/01/2021).

Reza menjelaskan, ketua Koperasi Masyarakat Pantai Jono (KMPJ) hingga kini belum ada dan masih dalam penggodokan.

Hal senada dikatakan salah satu pengunjung Irma, tiket masuk dan parkir sebesar Rp15 ribu pembayaran tersebut di lakukan pada portal (gerbang) masuk menuju ketempat wisata pantai Jono (Perjuangan).

“Satu orang tiket masuk 10 ribu ditambah 5 ribu untuk parkir kendaraan”, kata irma.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Batu Bara Parijal ketika dihubungi via selulernya 08137035** tidak menjawab.

Menanggapi persoalan diatas, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Republik Corruption Watch (RCW) Batu Bara Surya Dharma Samosir berharap kepada pihak hukum agar melirik dugaan pungli terkait tiket masuk maupun dan parkir ke Wisata pantai jono.

“Kutipan retribusi tersebut harus ada dasar hukumnya. Tidak boleh serta merta. Apalagi saat ini pemerintag sedang menggalakan destinasi untuk dapat dijadikan sumber PAD kepada pemerintah daerah”, ujar Ketua RCW Batu Bara.

Setidaknya, ujarnya lagi, penetapan terhadap harga untuk wisata harus dilandasi oleh Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Pemerintah (PP).

“Kita semua berharap, hentikan bentuk pratek pungli di Batu Bara. Jika terus dibiarkan pungli hany kepentingan perorangan atau mengatasnamakan kelompok saja”, ujar Samosir.

Hingga berita ini lansir, Bupati dan Kapolres Batu Bara belum dapat dimintai tanggapan. Namun demikian, RCW Batu Bara akan menyampaikan surat resmi agar modus pungli segera disikapi secara bijak. (KRO/RD/DHASAM)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *