Connect with us

Deli Serdang

BPN Deli Serdang Blokir Sertifikat HGU PTPN II Kebun Helvetia

Published

on

16 views

RADARINDO.co.id-Deli Serdang: Do’a dan harapan ribuan warga masyarakat dari dua Desa yang ada di Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang, yakni Desa Helvetia dan Desa Manunggal, untuk memiliki sebidang tanah untuk tapak rumah, tampaknya mulai akan terwujud.

Hal itu terlihat dari telah diblokirnya surat Sertifikat HGU PTPN II No. 111 oleh pihak BPN Deli Serdang pada tanggal 12 Januari 2021 yang lalu.

Sertifikat PTPN II No. 111 Kebun Helvetia ini memiliki lahan seluas 1.128 Ha yang terbentang mulai dari Pasar IV Desa Helvetia hingga ke Pasar 11 Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. Dengan masa sewa HGU selama 25 tahun. Dimulai sejak tahun 2003 dan berakhir pada tahun 2028.

“Alhamdullilah. Akhirnya do’a kami selama bertahun-tahun untuk bisa memiliki lahan tanpa dibayangi perasaan takut digusur sama PTP, mulai akan terwujud”, ujar Ibu Diana, salah seorang warga Pasar 9 Desa Manunggal, Jum’at (15/01/2021).

Lebihlanjut Diana mengatakan bahwa dirinya bersama ribuan masyarakat lainnya selama bertahun-tahun tinggal di Desa Manunggal sangat berharap bisa memiliki lahan garapan yang mereka tempati untuk tapak rumah mereka tersebut.

Sebab sebelumnya ia tidak punya rumah. “Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak-bapak pengacara kami dan terlebih kepada Pak Kliwon dan Bapak-bapak yang tergabung di dalam organisasi FLAM dan ATB dan pak Jurek, yang telah mewakili kami warga masyarakat untuk melawan PTP, terima kasih pak”, ujar Diana terharu.

Pemblokiran Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) No. 111 dilakukan BPN Deli Serdang setelah adanya permohonan dari Kantor Hukum Ramses Kartago, SH & Rekan pada tanggal 16 Nopember 2021.

Dalam suratnya bernomor : 01/BKR-PCT/Ktr-Hkm-RK/XI/20 dengan Perihal : Mohon Pemblokiran Dan Pencatatan Perkara Atas Sertifikat HGU No. 111/Helvetia Atas Nama PT. Perkebunan Nusantara II.

Dikatakan, sehubungan dengan Gugatan Tata Usaha Negara No. 169 yang diajukan oleh klien kami terhadap Kepala Kantor BPN Deli Serdang, terkait Pembatalan Sertifikat HGU No. 111/Helvetia a/n. PTPN II, merujuk kepada Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 9 tahun 1999 Tentang Tata Cara Pemberian Dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara Dan Hak Pengelolaan.

Yang menegaskan : Dalam hal permohonan pembatalan hak masih dalam proses penelitian, hendaknya Buku Tanah di-Status Quo (Blokir).

Dan di dalam keterangan persnya kepada wartawan di Desa Manunggal, Jum’at (15/01/2021), Ramses Kartago, SH mengatakan, “Sertifikat HGU No. 111 a/n. PTPN 2 resmi diblokir.

Pemohon blokir adalah kliwon, Saruhum Sinaga dan Effendi Ketaren, dkk yang diwakili oleh kuasanya Ramses Kartago, SH, Nifzul Revli, SH, dan Akses Feriwari Sijabat, SH dari Kantor Hukum Ramses Kartago & Rekan”, terang pengacara Kartago, SH.

Pemblokiran Sertifikat tersebut, lanjut pengacara kondang yang bermarkas di gedung Tabayama, Jalan Jenderal Ahmad Yani lantai 2 Kav 2-4 Margajaya Bekasi (Jakarta) itu lagi, diajukan karena menjadi objek perkara/sengketa dalam perkara Nomor 169/G/TUN/2020/PN.Mdn antara Purna Karyawan (pensiunan) PTPN II (Persero) atau ahli warisnya (Pak Kliwon-red) dan masyarakat/penduduk Pasar IV hingga Pasar XI Desa Helvetia dan Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Yang tergabung di dalam wadah organisasi Aliansi Tani Bersama Labuhan Deli (ATB-LD – diKetuai oleh Effendi Ketaren-red), dan Forum Lintas Agama Masyarakat Kecamatan Labuhan Deli (FLAM-KLD – diKetuai oleh Saruhum Sinaga-red) selaku para penggugat, melawan kantor Pertanahan (BPN) Deli Serdang selaku Tergugat, dan PTPN II selaku Tergugat II Intervensi.

Dimana permohonan tersebut telah ditanggapi Kantor Pertanahan Deli Serdang pada tanggal 15 Desember 2020 yang ditandatangani langsung oleh Kepala BPN Deli Serdang, Drs. Fauzi dengan mengatakan agar pihak penggugat segera membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

“Setelah PNBP tersebut dibayar/disetor kepada negara, kemudian pada tanggal 12 Januari 2021 kemarin pihak BPN Deli Serdang resmi telah memblokir Sertifikat HGU PTPN II No. 111”, ujarnya.

Lebih jauh dikatakan pengacara Kartago yang sering menang dalam berperkara itu bahwa, Pemblokiran Sertifikat PTPN II itu adalah, dapat dimaknai sebagai PTPN II tidak boleh melakukan perbuatan hukum apapun (penggusuran) atas warga yang menempati lahan mulai Pasar IV hingga Pasar 11 sebelum ada putusan aquo perkara yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in Kracht).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa, sebanyak sekitar 200 orang kepala keluarga mewakili ribuan masyarakat yang tinggal di Desa Helvetia dan Desa Manunggal, melalui organisasi FLAM-KLD dan ATBLD dan memberikan kuasa kepada pengacara Kartago, SH, mengajukan gugatan perdata ke PTUN Medan untuk membatalkan Sertifikat HGU PTPN II No. 111.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua FLAM-KLD, Saruhum Sinaga mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pemblokiran Sertifikat HGU PTPN II No. 111 tersebut.

“Meskipun Sertifikat HGU PTPN II itu sementara ini statusnya masih pemblokiran, belum pembatalan seperti materi gugatan kami di pengadilan PTUN Medan, itu pun kami sudah sedikit bersyukur. Semoga nanti putusan pengadilan atas gugatan kami ini berpihak kepada rakyat kecil yang tinggal di lahan pengharapan ini”, ujar Saruhum ketika dikonfirmasi pada Jum’at malam di rumahnya di pasar 8 Desa Manunggal.

Hingga berita ini dilansir, Direktur PTPN II Tanjung Morawa belum dapat dimintai tanggapan. Hal yang sama, Kabag Hukum dan Pertanahan yang juga Sekper PTPN II Kenedy Sibarani belum bisa di konfirmasi.
(KRO/RD/Ganden)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Deli Serdang

Beredar Isu Lahan Eks Kantor Kebun Helvetia PTPN II Akan Dibangun Mall

Published

on

Beredar Isu Lahan Eks Kantor Kebun Helvetia PTPN II Akan Dibangun Mall

RADARINDO.co.id-Deli Serdang :Beredar Isu Lahan Eks Kantor Kebun Helvetia PTPN II Akan Dibangun Mall

Beredar isu lahan kantor eks kebun Helvetia PTPN II akan dibangun Mall. Hal ini terlihat, saat dilakukan aktivitas pembersihan lahan di bekas (eks) kantor ADM Kebun Helvetia PTPN 2 (Persero) Rabu (3/3/2021).

Konon menurut keterangan warga setempat, pembersihan lahan eks kantor ADM yang berada di Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang itu, mulai dilakukan sekitar awal Februari 2021.

Dimana tampak alat berat buldozer Type D6 aktif bergerak meratakan tanah. Menurut sumber yang merupakan mantan bagian dari keluarga besar karyawan PTPN 2, bahwa di atas lahan tersebut sebelumnya terdapat beberapa unit bangunan milik PTPN 2, diantaranya seperti, kantor Menejer (ADM) Kebun Helvetia, kantor Papam, Balai Karyawan, Sekolah TK dan Rumah Dinas serta gudang pengepakan tembakau.

Dengan luas lahan sekitar 7 Ha. Dimana nyaris seluruh bangunan tersebut saat ini kondisinya sudah rata dengan tanah.

Saat RADARINDO.co.id mendekat bermaksud untuk masuk ke areal lahan yang ditutup dengan pagar seng untuk melakukan peliputan, mendapat larangan keras dari seorang penjaga pintu yang mengenakan seragam TNI AD.

Penjaga pintu diduga seorang tentara itu mengatakan untuk keperluan konfirmasi agar ke Kantor Direksi (Kandir) di Tanjung Morawa.

“Mau ngapain,” ujarnya bernada sedikit kurang bersahabat, dengan posisi persis di pintu pagar. Setelah dijelaskan RADARINDO.co.id ia pun dengan mimik wajah masih tetap kurang bersahabat mengatakan, “Ke Kandir aja”, ujarnya singkat.

Baca juga : Mayat Remaja di Temukan Mengambang di Pinggir Pulau Nusa Barong 

Ketika mencoba minta izin untuk masuk guna mengambil gambar, dengan keras pria berkulit sedikit gelap itu pun melarang, “Gak boleh”, ujarnya ketus.

Dari balik pintu pagar terbuat dari plat besi dan bertuliskan PTPN 2 itu, terlihat banyak dipancangkan spanduk bertuliskan “Penyelamatan Pemulihan Pengoptimalisasian Asset” PTPN 2 (Persero).

Beredar Isu Lahan Eks Kantor Kebun Helvetia PTPN II Akan Dibangun Mall

Beredar Isu Lahan Eks Kantor Kebun Helvetia PTPN II Akan Dibangun Mall

Terkait dengan aktifitas Pembersihan Lahan eks kantor ADM Kebun Helvetia tersebut, sumber mengatakan bahwa di atas lahan itu akan dibangun Mall (pusat perbelanjaan).

“Kabar yang saya dengar disitu mau dibangun Mall pak”, ujar seorang wanita warga sekitar.

Senada dengan warga tersebut, seorang staf wanita di kantor Kecamatan Labuhan Deli juga mengatakan hal yang sama, “Kalau gak salah saya dengar disitu mau dibangun swalayan pusat perbelanjaan bang”, ujar staf wanita yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa pernah ada wacana di lahan eks kantor ADM tersebut akan dibangun kantor Kecamatan Labuhan Deli dan kantor UPT.

“Dulu pernah ada rencana kantor Kecamatan ini mau dipindah kesitu. Dan dibangun kantor UPT tapi gak jadi”, ujarnya.

Di tempat terpisah, salah seorang wartawan senior dan seorang mantan karyawan PTPN 2 senada mengatakan bahwa lahan eks kantor ADM tersebut sudah dijual kepada pihak swasta, “Oh kalau gak salah udah dijual itu. Kabarnya mau bangun apartement”, ujar wartawan senior, Saiful, saat bincang-bincang dengan RADARINDO.co.id di kantor Kepala Desa Helvetia.

Baca juga : Koran Radar Group

Sehubungan dengan adanya isu bahwa lahan eks kantor ADM Kebun Helvetia telah dijual kepada pihak swasta dan akan dibangun Mall, Jajaran Direksi PTPN 2 (Persero) belum berhasil dikonfirmasi.

Sementara itu, Camat Labuhan Deli Marzuki Hasibuan juga belum dapat dikonfirmasi. Sementara Kasi Trantib Kecamatan, Ferry mengatakan pihaknya belum pernah menerbitkan Surat Rekomendasi (Surat Keterangan) atas hal itu.

“Kalau untuk pembangunan mereka gak ada buat permohonan ke kita. Kita gak tahu mereka mau bangun apa”, ujar Kasi Trantib Ferry.

Dikatakan Kasi Trantib yang mudah bergaul itu lagi bahwa setiap adanya pembangunan di wilayah kerja Kecamatan Labuhan Deli, wajib membuat Surat Permohonan kepada mereka untuk diteruskan ke Kantor Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Deli Serdang agar terbit Surat Izin Mendirikan Bangunan. (KRO/RD/Ganden)

Continue Reading

Deli Serdang

Sabu Senilai 4 Milyar Berhasil Diamankan Sat Narkoba Polresta DS

Published

on

Sabu Senilai 4 Milyar Berhasil Diamankan Sat Narkoba Polresta DS

RADARINDO.co.id – Deli Serdang : Sabu Senilai 4 Milyar Berhasil Diamankan Sat Narkoba Polresta DS.

Satuan Narkotika dan obat-obatan (Sat Narkoba) Polresta Deli Serdang berhasil mengungkapkan kasus narkoba seberat 5 Kg lebih sabu-sabu yang ditaksir bernilai Rp 4 miliaran. “Atas kerja keras ini kami akan memberikan reward,” kata Kapolres.

Dalam paparan pres rilisnya, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK didampingi Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Ginanjar Fitriadi SIk mengemukakan hal tersebut di Aula Tribrata, Kamis (25/2/2021).

Diketahui Polresta Deli Serdang berhasil membekuk dua pria kurir narkoba jenis sabu seberat 5.142 gram dalam kemasan bungkus teh.

Baca juga : Geger, Penemuan Bayi Perempuan Dalam Kantong Plastik 

Dua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial MN (30) dan JAS (29), keduanya warga Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Uraian singkat dikatakannya, penangkapan berawal dari informasi masyarakat akan ada transaksi narkoba jenis sabu sabu di salah satu hotel di Deli Serdang. Kemudian petugas melakukan surveilance (pengamatan) terhadap orang yang dicurigai, namun belum membuahkan hasil.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat, akan ada transaksi narkoba jenis sabu sabu di salah satu hotel di Deli Serdang. “Kemudian petugas melakukan surveilance (pengamatan) terhadap orang yang dicurigai namun belum membuahkan hasil,” jelas Yemi.

Namun beberapa hari berikutnya, petugas kembali mendapatkan informasi, pelaku akan kembali melakukan transaksi narkoba dan petugas langsung melakukan pembuntutan di wilayah hukum Polrestabes Medan, tepatnya di Jalan Pancing, Medan, Selasa (23/2/21) lalu.

Petugas mencurigai dua orang pemuda membawa ransel dan langsung mengamankan kedua tersangka, ketika dilakukan pengeledahan di dalam tas ransel, petugas menemukan 5 kg sabu sabu dalam lima bungkusan teh.

Lewat interogasi petugas, tersangka mengaku barang haram itu berasal dari seseorang yang tidak mereka kenal di Tanjung Balai.

Kedua tersangka juga mengaku sudah dua kali melakukan menjadi kurir narkoba jenis sabu dengan imbalan sebesar Rp 10 juta per kg.

Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki tersangka MN karena melawan petugas.

Kedua tersangka di boyong ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang, guna penyelidikan berikut barang bukti lain di antaranya hand phone tersangka.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa? 

Terhadap pengungkapan kasus ini, Kapolresta akan memberikan reward kepada Sat Narkoba Polresta Deli Serdang. “Ini merupakan prestasi bagus,” ujar Yemi Mandagi.

Kasus ini masih dalam pengembangan Sat Narkoba Polresta Deli Serdang dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini meringkuk di sel tahanan Polresta Deli Serdang guna proses lanjutan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK mengatakan “ Pelaku MN dan JAS dipersangkakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 Ayat (2) Jo 132 ayat (1) dari uu no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.”, Ungkap Kapolresta. (KRO/RD/Hari’S)

Continue Reading

Deli Serdang

Operasi Antik 2021 Polsek Patumbak Ringkus 5 Orang Tersangka

Published

on

Operasi Antik 2021 Polsek Patumbak Ringkus 5 Orang Tersangka

RADARINDO.co.id-Patumbak : Operasi antik 2021 Polsek Patumbak ringkus 5 orang tersangka. Unit Reskrim Polsek Patumbak melaksanakan operasi antik tiba 2021 selama 21 hari dilaksanakan mulai 27 Januari 2021 sampai 16 Februari 2021.

Kapolsek Patumbak menyampaikan pelaksanaan Operasi Antik Toba 2021 dari tanggal 27 Januari 2021 sampai 16 Februari 2021 Unit Reskrim Polsek Patumbak dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba, SH, MH berhasil mengungkap target operasi.

Baca Juga : Prihatin! Populasi Kupu-Kupu Raja Terancam Punah

Polsek Patumbak berhasil mengungkap sebanyak 5 kasus, dua diantaranya merupakan TO dan 3 kasus Non TO dengan berjumlah 5 orang tersangka.

Kelima tersangka yang diamankan antara lain ES alias Dudung (45) penduduk Perumahan Kuis Indah Permai blok DD 13 Paya Gambar, Kec. Batang Kuis (Non TO), Bio Fradess (46) penduduk Jln Selamat Pulau, Kec. Medan Amplas (Non TO).

DSL (52) warga Jln SM Raja Gg. Pembangunan Baru, Kel. Sitirejo II, Kec. Medan Amplas (TO Tempat), Bud T alias Anto (35) warga Jln Panglima Denai Terminal Amplas Kec. Medan Amplas (TO Orang).

Ri (32) warga Jln Balai Desa Desa Gg. Ceria No. 25 Pasar 12 Desa Marindal II Kec. Patumbak Kab. Deli Serdang (Non TO).

Kelima tersangka diamankan dari lima lokasi berbeda. Demikian dikatakan Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SH, SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Philip A Purba SH, MH Sabtu (20/2/2021).

Kompol Arfin Fachreza menambahkan, kelima tersangka diamankan berkat Pos Antik yang dilaksanakan oleh Unit Reskrim Polsek Patumbak.

Baca Juga : Kondisi Ashanty Semakin Drop Usai Positif Covid-19, Tulis Wasiat hingga Pengin Bertemu Krisdayanti

Hasil Ops Antik tersebut mengamankan tersangka serta menyita barang bukti 1 paket plastik klip berukuran kecil berisi sabu seberat 0,10 gram, 1 paket plastik klip berukuran kecil berisi sabu seberat 0,08 gram.

1 unit Sepeda, 1 unit Hp Nokia, 2 paket plastik klip berukuran kecil berisi sabu seberat 0,08 gram, 1 paket plastik klip berukuran kecil berisi sabu seberat 0,04 gram dan 1 paket plastik klip berukuran kecil berisi sabu seberat 0,06 gram.
Warga Patumbak menyambut baik dan mendukung kinerja Polsek Patumbak meringkus pengedar dan pemakai narkoba. Karena telah merusak generasi muda. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)

Continue Reading

headline