Connect with us

Asahan

Bupati Didampingi Isteri Bersama OPD Bersepeda Dengan Komunitas Sepeda Asahan

Published

on

1 views

RADARINDO.co.id-Asahan: Bupati Kabupaten Asahan, H Surya BSc, di dampingi Isteri Hj Titiek Sugiharti Surya yang juga Ketua TP PKK Asahan, serta beberapa OPD dan sejumlah komunitas sepeda melaksanakan gowes bersama dengan peserta gowes yang dibatasi untuk menghindari keramaian dijalan Sabtu (16/01/2021) pagi.

Kegiatan gowes bersama kali ini diawali dari Rumah Dinas Bupati Asahan Pukul 07.30 Wib menuju Rawang Panca Arga kemudian lanjut jalan lintas Air Joman lanjut ke Gambir baru menuju Siumbut umbut.

Kemudian istirahat dan sarapan bersama di Sunway Cafe jalan Mentimun Siumbut umbut dan setelah selesai sarapan bersama, rombongan kembali menuju Rumah Dinas Bupati Asahan.

Di sela sela waktu Istirahat di Sunway Cafe Bupati Asahan dan Ketua TP PKK juga berkesempatan melakukan olah raga memanah.

Sementara itu di Kesempatan yang sama Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan, H Rahmat Hidayat Siregar S.Sos, MSi dalam keterangannya mengatakan bahwa gowes adalah salah satu olahraga yang cukup digandrungi masyarakat saat ini.

Gowes juga menjadi salah satu olahraga yang banyak dipilih oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan mereka di masa pandemi Covid saat ini.

“Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh kita adalah dengan bersepeda. Dengan bersepeda, kita berusaha untuk menjaga imunitas tubuh disamping olah Raga yang lain supaya tetap bugar,” Sebut Dayat.

Dengan semakin banyaknya warga maupun komunitas yang bersepeda, Dayat yang notabenenya adalah juga merupakan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Asahan mengharapkan kesehatan masyarakat akan semakin meningkat yang tentunya juga akan meningkatkan Imun Tubuh.

Karena ini juga merupakan salah satu cara untuk menghindari penularan Covid 19 di tengah tengah masyarakat, ujarnya. (KRO/RD/AS)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Asahan

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

Published

on

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

RADARINDO.co.id-Asahan : Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum.

Penerbitan sertifikat tanah atas nama Alm SA diduga cacat hukum. Penerbitan Sertifkat tanah Nomor 02.07.03.05.10XXXX seluas 1.504 meter atas nama SA di Dusun VI Desa Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan diduga cacat hukum administrasi.

Karena surat keterangan ganti rugi antara Abdul Khoir (AK) dengan SA tidak benar dan terkesan rekayasa.

Hal itu terungkap pada musyawarah penyelesaian masalah tanah milik ahli waris Almarhum Salam ES yang dihadiri istri almarhum SA, yaitu Endang Purwaningsih didampingi anaknya Budi Ramanda Amwar.

Kemudian Wahyudin Aswad, Dewi Repelita, Golkariyati Zannah, dan Ababul Khoir selaku pihak ahli waris Almarhum Salam ES yang dimediasi oleh Kepala Desa Manis, Syupian di ruang kantor desa tersebut, Senin (22/2/2021).

Menurut Wahyudin Aswad selaku ahli waris tertua Alm. Salam ES, kejanggalan-kejanggalan lain dalam Surat Ganti Rugi tersebut tidak ada tanda tangan jiran batas, juga tidak diketahui Kepala Desa dan tanda tangan ahli waris bukan yang sebenarnya.

Baca juga : Diduga Cabuli Murid, Oknum Guru di Asahan Ditangkap Polisi

Selain itu dalam surat hibah yang dibuat dan surat keterangan menguasai sebidang tanah seluruh tanda tangan AK tidak sesuai.

Begitu juga Alas Hak dasar tanah dibuat Surat Pernyataan mengusahai sebidang tanah dengan alasan bahwa tanah tersebut belum pernah disuratkan.

Sesuai keterangan almarhum SA semasa hidupnya kepada Kepala Desa Manis Syupian. Sedangkan seharusnya hal ini tidak bisa dilakukan karena tanah tersebut sudah memiliki surat resmi namun telah hilang sesuai laporan kehilangan yang diterbitkan Polres Asahan No. LKB/1544/VII/2009 sesuai laporan almarhum SA,“ terang Aswad.

Ia menerangkan dalam surat ukuran tanah tersebut ada terdapat tanah milik ahli waris lainnya yakni AK yang bukan milik almarhum Syaiful Anwar.

Diduga menyerobot milik Ababul Khoir Bahkan Kepala Desa juga merasa sangat dibohongi oleh Almarhum SA karena adanya Surat Tanah yang ganda sengaja dibuat Alm. SA dengan alasan sama, bahwa surat tanah tersebut belum pernah dibuat sehingga surat tanah tersebut diterbitkan.

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

“Karena surat tersebut ganda (ada dua – red) maka salah satu surat tersebut telah ditarik dan dimusnakan, sedangkan satunya lagi masih berada di salah satu bank dijadikan sebagai agunan. Saya selaku anak tertua dari almarhun Salam ES meminta kepada Kepala Desa Manis untuk menarik surat yang berada di bank tersebut dan segera diperbaiki karena tanda tangan semua ahli waris dipalsukan,“ tegasnya.

Masih kata Aswad, dalam musyawarah juga dihadiri istri almarhum SA dan semua ahli waris, ia minta kepada agar surat tersebut dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya agar tidak ada kebohongan yang berkepanjangan dan juga mengajukan pembatalan ke BPN guna untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini harus dilakukan karena sudah memenuhi unsur untuk dilakukannya suatu pembatalan Sesuai Permen Agraria BPN No. 9 Tahun 1999 Pasal 106 JO 107 cacat hukum administrasi dan kesalahan dalam perhitungan luas tanah dan adanya dugaan pemalsuan surat,“ tandas Aswad.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa ? 

Secara terpisah Kepala Desa Manis Syupian yang   dikonfrmasi wartawan   melalui  handphone, Minggu (28/2/2021) membenarkan adanya penerbitan Sertifikat Tanah atas nama SA yang diduga bermasalah.

Juga membenarkan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah antar kedua belah pihak di kantor Pemerintahan Desa Manis.

Kedua   belah pihak telah membuat pernyataan  sepakat  bahwa surat   tanah   tersebut ditarik dan dibatalkan.

“Kalau surat tanah sudah ditarik dan sudah sampai ke tangan saya ya kita batalkan sesuai keinginan Wahyudin Aswad dan pihak yang bersangkutan sesuai musyawarah,“ Ujar Kades Syupian. (KRO/RD/FT)

Continue Reading

Asahan

Diduga Cabuli Murid, Oknum Guru Di Asahan Ditangkap Polisi

Published

on

RADARINDO.co.id – KISARAN : Memalukan dan mencoreng dunia Pendidikan. Seorang oknum guru di salah satu Sekolah di Kabupaten Asahan, Diduga menggarap (setubuhi-red) anak di bawah umur yang akhirnya berurusan dengan Polisi.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto melalui Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Rahmadani SH,MH mengatakan, Kepolisian telah mendapatkan Laporan Polisi Nomor : LP / 115 / Il / 2021 / SU / Res ash, tgl 10 Pebruari 2021 tentang tindak pidana Persetubuhan dan Pencabulan.

“Kami menerima laporan dari orang tua korban SSK (15) bahwa anaknya telah menerima tindakan asusila dari AS (18) warga Dusun II Desa Bangun Sari Kecamatan Silaut Laut, Kabupaten Asahan. Saat ini Pelaku Sudah Diamanakan Satreskrim Polres Asahan,” kata Rahmadani saat dikonfirmasi, Jumat (12/2/2021).

Menurut Kasat reskrim, jika kejadian ini terjadi, Sabtu (23/1/2021) lalu sekira pukul 22.00 wib di dalam kamar korban. Sehingga Atas kejadian tersebut Orang tua Korban SSK merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Asahan untuk menuntut pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Pada Kamis (11/2/2021) kemarin sekira pukul 11.00 Wib keluarga korban menyerahkan pelaku ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Asahan dan setelah diintrogasi, pelaku mengakui benar telah melakukan persetubuhan terhadap korban SSK,” tandas Rahmadani. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading

Asahan

Camat Pulau Rakyat dan Kepala Puskesmas Saksikan Pelaksanaan Vaksinasi Sinovac

Published

on

RADARINDO.co.id-Asahan: Camat Pulau Rakyat, Aspihan didampingi Kepala Puskesmas Pulau Rakyat dr Rahmad Abdi Sinaga menyaksikan Pelaksanaan Vaksinasi Sinovac di Puskesmas Pulau Rakyat Asahan, Senin (8 /2).

Kepala Puskesmas Pulau Rakyat Rahmad Abdi Sinaga mengatakan kepada Radar Pelaksanakan vaksinasi Sinovac untuk 56 tenaga kesehatan dilingkungan Puskesmas Pulau Rakyat di Asahan hari ini dilaksanakan secara serentak dilingkungan Dinas Kesehatan Asahan.

Pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan dilingkungan Puskesmas Pulau Rakyat dimulai dari tanggal 8 sampai dengan 10, vaksinasi kedua dilakukan setelah 14 hari setelah vaksinasi pertama.

Namun tidak semua orang dapat diberikan Vaksin, karena ada 15 persyaratan skrining kesehatan yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang akan mendapatkan vaksinasi sinovac.

Apabila ada salah satu skrining persyaratan kesehatan tak dapat dipenuhi sesuai petunjuk maka vaksinasi sinovac dapat dilakukan penundaan atau tidak mendapatkan vaksinasi, sedangkan untuk petugas social public dan masyarakat seluruhnya akan dilakukan vaksinasi sinovac setelah terlebih dahulu tenaga kesehatan.

“Setiap Masyarakat yang telah mendapatkan Vaksinasi Sinovac harus tetap menjaga kesehatan dan tetap mengikuti peraturan Protokol Kesehatan Covid 19, supaya apa yang kita harapkan untuk bebas dari Covid segera cepat terlaksana,” ujar Sinaga.

Sementara itu, Tumpal Malau salah seorang Petugas tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Pulau Rakyat yang pertama mendapatkan Vaksinasi Sinovac mengatakan vaksinasi sinovac Covid 19 ini harus kita lakukan adalah demi kesehatan kita bersama.

“Tak perlu takut karena vaksinasi sinovac dilakukan tidak sakit hanya pegal dikit.” (KRO/RD/FT)

Continue Reading

headline