Connect with us

Banda Aceh

Oknum Pejabat PT KAI Diduga Terlibat Korupsi Uang Sertifikat Rp6,55 Miliar

Published

on

5 views

RADARINDO.co.id – Banda Aceh: Empat orang oknum pejabat PT KAI (Persero) diduga terlibat kasus korupsi biaya pengurusan sertifikat tanah aset miliki PT Kereta Api Indonesia di wilayah Aceh Timur, tahun anggaran 2019 sebesar Rp6,55 miliar.

Keempat oknum tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan perusahaan negara, dan memperkaya diri. Akibatnya total kerugian negara Rp6,55 miliar.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur menerima empat tersangka dan sejumlah barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi kepengurusan sertifikat tanah aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di wilayah Aceh Timur, Tahun Anggaran 2019 dengan total kerugian negara Rp 6,55 Miliar, Kamis (14/1/2021).

Tersangka dan Barang Bukti itu diserahkan Penyidik Polda Aceh kepihak Kejaksaan dan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas.
Barang bukti yang diserahkan berupa uang tunai senilai Rp2,022 miliar dan dokumen penting lainnya seperti surat serta sertifikat tanah aset milik PT KAI (Persero).

Keempat tersangka tersebut atas nama Iman Ouden Destamen Zalukhu, Selaku Asisten Maneger penguasaan aset di PT KAI (Persero) Wilayah Banda Aceh, Muhammad Aman Prayoga, selaku Karyawan PT KAI (Persero), Saefuddin, selaku VP Subdivre 1.1 Aceh PT KAI (Persero) dan Robi Irawan, selaku Maneger aset tanah dan bangunan di PT KAI (Persero).

“Kami telah menerima pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi, pelaksanaan persertifikatan aset milik PT KAI yang ada di Aceh Timur,” ujar Abun Hasbulloh Syambas.

Lebihlanjut dikatakan, uang negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp2,022 miliar dan dalam waktu dekat kasus ini akan kita limbahkan kepengadilan untuk disidangkan.

Tersangka dipersangkakan, telah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan secara bersama-sama dan terus menerus.

Sebagimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dengan UU-RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU-RI Nomor 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Menanggapi hal tersebut, Fahmi salah seorang aktivis LSM mengatakan mendukung kinerja penyidik. Agar hakim dapat menjatuhkan hukuman yang setimpal sebagai efek jerah.

Hingga berita ini dilansir Kepala Balai Perkeretapian atau PT KAI setempat belum dapat dimintai tanggapan.(KRO/RD/wsp)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banda Aceh

Sekda Agara Diperiksa Kejati Dalam Kasus Dugaan Korupsi

Published

on

Sekda Agara Diperiksa Kejati Dalam Kasus Dugaan Korupsi

RADARINDO.co.id – Banda Aceh : Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tenggara dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Jalan Muara Situlen-Gelombang dengan nilai mencapai Rp11 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal Hadi, di Banda Aceh, mengatakan, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan untuk melengkapi keterangan perkara yang sedang ditangani, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga : Kapolri Instruksikan Jajaranya Tersangka UU ITE Minta Maaf Tak Perlu Ditahan

“Sekdakab Aceh Muhammad Ridwan diperiksa Selasa mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai. Pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen di Aceh Tenggara ke Gelombang di Kota Subulussalam,” kata Munawal.

Sebelumnya, penyidik Kejati Aceh menetapkan empat tersangka dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen di Aceh Tenggara menghubungkan Gelombang di Kota Subulussalam, dengan nilai mencapai Rp11 miliar lebih.

“Para tersangka di antaranya kuasa pengguna anggaran, pejabat pejabat pelaksana teknis kegiatan, serta rekanan atau kontraktor pelaksana,” kata R Raharjo Yusuf Wibisono.

Adapun empat tersangka tersebut yakni berinisial J selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), SA selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), serta KS dan KS yang merupakan rekanan atau kontraktor pelaksana.

Baca Juga : Ombudsman Sumut Kunjungi Kantor Disdukcapil dan DPM-PTSP

Adapun pembangunan jalan yang diduga korupsi tersebut yakni jalan menghubungkan Muara Situlen di Kabupaten Aceh Tenggara dengan Gelombang di Kota Subulussalam. Pembangunan jalan tersebut dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018.

“Penyidik sudah memeriksa dan memintai keterangan 30 orang. Sebenarnya ada lima tersangka, namun seorang di antaranya meninggalkan dunia. Para tersangka belum ditahan,” kata R Raharjo Yusuf Wibisono.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh itu menyebutkan perbuatan yang dilakukan para tersangka, yakni dengan mengalihkan alokasi anggaran dari jalan provinsi menjadi jalan kabupaten.

“Selain itu, pengerjaan pembangunan jalan juga tidak sesuai spesifikasi. Perkiraan kerugian negara sekitar Rp2 miliar. Jumlah kerugian negara ini bisa saja bertambah. Saat ini, jumlah kerugian negara sedang dihitung BPKP,” kata R Raharjo Yusuf Wibisono. (KRO/RD/ans)

Continue Reading

Banda Aceh

Duta Besar dan Atase Militer Rusia Tiba di Sabang

Published

on

Dubes dan Atase Militer Rusia Tiba di Sabang

RADARINDO.co.id – Sabang : Duta Besar dan Atase Militer Rusia Tiba di Sabang.

Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva dan Atase Meliter Captain (NAVY) Sergei Zhevnovatyy beserta rombongan tiba di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Aceh, Sabtu (20/2/2021).

Kedatangan Dubes Fenderas Rusia untuk Indonesia ke Sabang disambut langsung oleh Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain beserta Waka BPKS T Zanuarsyah, Direktur Promosi Maya Safira beserta Kabag Humas BPKS M. Rizal dan sejumlah staf.

Baca juga : Bupati Ashari Tambunan Ajak Seluruh Masyarakat Deli Serdang Mantapkan Komitmen Bersama Pengelolaan Sampah 

Kabag Humas BPKS, M. Rizal, mengatakan kunjungan rombongan Dubes Federasi Rusia di Sabang untuk silaturahmi ke Pemerintah Kota Sabang dan BPKS. “Sekaligus melakukan kunjungan ke makam salah seorang pelaut asal Rusia yang dikebumikan di komplek pemakaman Merbabu Kota Sabang,” katanya.

Rombongan dari Kedutaan Federasi Rusia tersebut juga mengunjungi Museum Sabang. Mereka akan berada di Sabang sampai, Senin (22/2/2021).

Baca juga : Koran Radar Group 

Wali Kota Sabang Nazaruddin juga dijadwalkan akan menjamu rombangan Dubes Federasi Rusia tersebut di pendopo Wali Kota.(KRO/RD/ans)

Continue Reading

Banda Aceh

Gubernur Aceh Ajak DDA Berperan Dalam Memperkuat Syariat Islam

Published

on

Gubernur Aceh Ajak DDA Berperan Dalam Memperkuat Syariat Islam

RADARINDO.co.id – Banda Aceh : Gubernur Aceh Ajak DDA Berperan Dalam Memperkuat Syariat Islam.

 Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan program Aceh Meuadab, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, perlu adanya dukungan semua pihak termasuk organisasi-organisasi Islam di Aceh.

“Untuk itu, Dewan Dakwah Aceh sebagai salah satu organisasi Islam, kami ajak dapat mengambil peran terutama dalam penguatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” ujar Gubernur Aceh.

Nova Iriansyah, yang diwakili Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri pada pelantikan pengurus Dewan Dakwah Aceh masa khidmah 2021-2026, di Anjong Monmata Banda Aceh, Sabtu (20/02/2021).

Baca juga : Pemkab Samosir Menggelar Musrembang Kecamatan Naiggolan 

Zahrol Fajri mengatakan, arah pembangunan Aceh Meuadab adalah melahirkan generasi Aceh yang memiliki kualifikasi terbaik lahir dan batin, berkarakter, memiliki mental juang tinggi dengan semangat pantang menyerah dan ber-akhlaqul karimah. Tentu semangat ini sangat penting dimiliki oleh generasi muda Aceh saat ini, dan diharapkan tidak mudah pudar karena pengaruh perubahan zaman, “ujarnya.

“Dalam rangka menyukseskan program Pemerintah Aceh ini, kami mendorong agar Dewan Dakwah terus melakukan studi dan perencanaan dakwah dengan baik dan benar,” ungkap Zahrol Fajri.

“Jangan hanya berdasarkan feeling dan perasaan yang sangat subjektif. Karena lemahnya dalam membuat studi dan perencanaan, membuat aktivitas dakwah terkesan stagnan dan dipastikan tidak mampu menjawab berbagai problematika keummatan saat ini dan di masa yang akan datang, “katanya.

Selanjutnya, Gubernur mengharapkan peran yang besar kepada Dewan Dakwah dapat berkiprah secara maksimal dalam kegiatan dakwah di Aceh. “Apalagi kami melihat bahwa Dewan Dakwah menjadi wadah berkumpulnya para cendikiawan dan intelektual muslim. Kami yakin, dengan kecerdasan ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk tujuan memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat di Aceh.”jelasnya.

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Muhammad AR, mengatakan, dalam tujuh tahun terakhir pihaknya sangat fokus dalam upaya menjaga daerah perbatasan Aceh dari pendangkalan akidah dan pemurtadan serta pembinaan muallaf.

Baca juga : Koran Radar Group 

Salah satunya, kata dia, dengan mendirikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang para mahasiswanya juga berasal dari daerah perbatasan itu, diantaranya dari Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang dan Simeulue.

“Mereka belajar di ADI Aceh selama satu tahun, kemudian melanjutkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohd Natsir di Bekasi, Jawa Barat. Dan setelah sarjana, mareka kita tempatkan kembali ke daerah perbatasan Aceh itu untuk mengawal dan menjaga daerah tersebut. Dan ini sangat diharapkan dukungan penuh dari semua pihak,” kata Muhamammad AR.

Ketua panitia, Enzuz Tinianus, menyampaikan Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh Masa Khitmah 2021-2026, dilantik oleh Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat, ustaz H. Amlir Syaifa Yasin.
Turut hadir Wakil Sekretaris Umum Dewan Dakwah Pusat, H. Ade Salamun, Kadis Syariat Islam Aceh, EMK Alidar, Kakanwil Kemenag Aceh, H Iqbal dan undangan lainnya.

Kepengurusan Dewan Dakwah Aceh terdiri dari Majelis Syura Dewan Dakwah Aceh diketuai oleh Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, dan sekretaris Said Azhar. Sementara susunan lengkap Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh 2021-2026, yakni;
Pengurus Harian, Ketua, Muhammad AR, Wakil Ketua I, Bismi Syamaun, Wakil Ketua II, Enzus Tinianus, Wakil Ketua III, Abizal Muhammad Yati, Wakil Ketua IV, Rahmadon Tosari Fauzi, Sekretaris Zulfikar, Wakil Sekretaris I, Hanisullah, Wakil Sekretaris II, Murdani Amiruddin Tijue, Wakil Sekretaris III, Reza Adlani, Bendahara, Ridwan Nurdin, Wakil Bendahara I, Taufiqurrahman, Wakil Bendahara II, Arnisah Phonna serta dilengkapi dengan 16 bidang dan tiga badan khusus. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading

headline