Connect with us

Headline

Tiga RSUD di Jember Tak Bisa Gunakan APBD

Published

on

6 views

RADARINDO.co.id-Jember: Kegiatan operasional di tiga Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Jember, yakni RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat terdampak tidak adanya Peraturan Bupati atau Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021.

Direktur RSD dr. Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono mengatakan rumah sakit ada keunikan fleksibilitas keuangan yang berbeda dengan peraturan presiden yang mengatur hal itu.

“Selama belum ada surat keputusan bupati untuk pengguna anggaran, kami tidak bisa menggunakan anggaran. Namun, ada hal-hal yang tidak bisa kami tunda yang nantinya bisa berdampak pada pelayanan, harus dibayar,” katanya sesuai dilansir dari Antara di Jember, Rabu, (20/01/2021).

Bupati Jember Faida sudah mengajukan Perbup APBD 2021 kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada awal Januari 2021. Tetapi ditolak karena anggarannya hampir sama dengan Perda.

Pemkab Jember kemudian diminta melakukan revisi dengan anggaran wajib, rutin dan mengikat, tetapi revisi itu belum dilakukan oleh Bupati Faida.

Menurut Hendro, beberapa hal yang tidak bisa ditunda dari operasional rumah sakit itu, antara lain pembayaran rekening listrik, telepon, air, dan kebutuhan obat.

Untuk itu, pihaknya menggunakan surat keputusan direktur RSD dr. Soebandi dalam penggunaan anggaran rumah sakit.

“Kami sudah telepon Badan Pemeriksa Keuangan terkait hal itu. Intinya tidak boleh menggunakan uang rumah sakit tanpa ada SK pengguna anggaran, tapi karena mendesak, ya dipersilakan,” tuturnya.

Lebihlanjut Hendro menjelaskan status tiga rumah sakit daerah di Jember adalah Badan Layanan Umum sehingga pendapatan rumah sakit hanya “mampir” di penganggaran APBD, sebelum digunakan lagi oleh rumah sakit tersebut.

Hendro memperkirakan kebutuhan operasional RSD dr. Soebandi aman hingga akhir Januari 2021 karena pihaknya punya formularium dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak saja dalam menggunakan anggaran sebelum ditetapkan Perbup atau Perda APBD Jember Tahun 2021.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur RSD Kalisat drg. Kunin Nasihah yang mengatakan pihaknya masih menunggu SK pengguna anggaran dari Perbup atau Perda APBD Jember Tahun Anggaran 2021, tetapi untuk kebutuhan rutin dan mengikat terpaksa harus menggunakan SK Direktur.

“SK Direktur itu untuk mencairkan anggaran dalam membayar kebutuhan rutin, seperti tagihan air, listrik dan telepon sambil mennggu SK pengguna anggaran turun,” tuturnya.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan pihak ketiga, lanjut dia, manajemen RSD Kalisat akan mengatur penundaan pembayaran sehingga pekerjaan tersebut tetap bisa dilakukan.

“Kami mengeluarkan anggaran untuk hal-hal yang krusial yang akan berdampak pada pelayanan rumah sakit, namun diharapkan Perbup APBD 2021 bisa segera ditetapkan,” katanya.

Ketiadaan APBD 2021 di Jember tidak berdampak pada penghentian layanan kesehatan di rumah sakit daerah, namun biaya operasional untuk rumah sakit menjadi tersendat.

Sejumlah pihak juga berharap, kegiatan di tiga RSUD Jember agar tetap berjalan seperti biasa. Mengingat pelayanan kesehatan masyarakat hal yang urgent karena menyangkut kemanusiaan. (KRO/RD/Betris/Asni)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Pemko P. Sidimpuan & STTD Bekasi Jabar Jalin Kerjasama

Published

on

Pemko P. Sidimpuan & STTD Bekasi Jabar Jalin Kerjasama

RADARINDO.co.id-Psp : Pemko Padangsidimpuan dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi Jawa Barat (Jabar) menjalin kerja sama di bidang pendidikan, Nota Kesepahaman kerja sama di bidang pendidikan itu di tanda tangani Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH dan Direktur STTD Bekasi, Hindro Surahmat A.Td. MSi di kampus STTD Bekasi, Jumat (26/02/2021).

Baca Juga : TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Direktur STTD dan seluruh civitas akademika atas terlaksananya penandatangan Nota Kesepahaman tersebut.

Dengan ditanda tanganinya Nota Kesepahaman sebagai wujud mitra dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi akan memberi peluang bagi putra -putri atau generasi muda Kota Padangsidimpuan untuk belajar di STTD lewat seleksi yang ada.

Kerjasama itu sangat penting dan strategis, mengingat Kota Padangsidimpuan masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualifikasi dibidang perhubungan.

Menurut saya, Kota Padangsidimpuan harus ditunjang dengan SDM yang mumpuni dan berkualifikasi di bidangnya sebagaimana transportasi atau perhubungan menjadi lebih baik ke depan, jelas Walikota.

Baca Juga : Bupati Batu Bara Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan

Direktur STTD Bekasi Hindro Surahmat mengatakan salah satu kunci untuk meraih sukses adalah adab, sebab kepintaran seseorang tidak akan banyak berguna jika tidak didukung dengan etika dan tata krama.

Selalu saya tekan kan kepada bawahan saya, tidak ada gunanya kalau kau pintar, tapi kau tidak punya tata krama,“ jelas Direktur STTD Bekasi Hindro Surahmat dalam sambutannya.

Hindro Surahmat mengungkapkan kerja sama tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM khususnya di bidang transportasi darat yang masih dibutuhkan Kota Padangsidimpuan.

Ini penting untuk meningkatkan SDM khusunya transportasi darat. Jadi, putra putri berprestasi dapat bersekolah di sini dan kami akan mendidiknya dengan baik.

Direktur STTD Bekasi Hindro Surahmat mengungkapkan, dalam rangka membangun SDM yang berkualitas sesuai kebutuhan zaman, ke depan lembaga tersebut akan membuka program pendidikan pasca sarjana. (KRO/RD/VRT-Thoms)

Continue Reading

Batu Bara

Bupati Batu Bara Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan

Published

on

Bupati Batu Bara Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan

RADARINDO.co.id – Batu Bara: Bupati Batu Bara Ir H Zahir, M.AP menerima penghargaan sebagai Tokoh Waspada Peduli Kesehatan tahun 2020.

Penghargaan ini diberikan media Waspada ketika acara Launcing portal waspada id dan peringatan ulang tahun waspada ke 74 serta penganugerahan Tokoh Waspada peduli kesehatan, yang berlangsung di ball room Hotel Regale, Jln H Adam Malik, Medan, Jum’at (26/02/2021).

Baca Juga : TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

Di acara yang sama turut hadir, Pemimpin Redaksi Harian Waspada H. Teruna Jasa Said, Gubernur Aceh, Ketua MUI kota Medan, Walikota Tebing Tinggi, Bupati Deli Serdang, Bupati Padang Lawas Utara.

Dalam Sambutannya Pemimpin redaksi harian Waspada, H Terima Jasa Said menyampaikan bahwa dibuatnya portal berita harian Waspada untuk mengikuti zaman teknologi, serta dengan tujuan untuk menangkal berita berita hoax yang cukup sering beredar di media sosial.

Peanugerahaan tokoh waspada ini sudah agenda waspada dari tahun ke tahun. tentunya berharap media waspada akan tetap bertahan dan berjaya hingga seratus tahun kedepan.

“Saya mengucapkan selamat kepada para tokoh waspada peduli kesehatan. terkhususnya pada pemimpin daerah yang terus berjuang pada pemutusan rantai penyebaran covid 19,” ujarnya.

Baca Juga : Perum Bulog Divre Pematang Siantar Jamin Ketersediaan Pangan

Masih di tempat yang sama, Bupati Batu Bara menyampaikan, Terima kasih kepada media Waspada yang telah memberikannya penghargaan sebagai tokoh Waspada peduli kesehatan tahun 2020.

“Tentunya pemilihan terhadap para tokoh ini telah melewati tahapan yang selektif. Dan saya mengucapkan atas launching portal Media Waspada serta selamat atas ulang tahun waspada yang ke 74 tahun. Semoga media waspada tetap memberikan informasi berita yang akurat dan terpercaya untuk Bangsa Indonesia sesuai dengan mottonya “Demi Kebenaran Dan keadilan,” ujar Bupati Zahir.(KRO/RD/DHASAM)

Continue Reading

Headline

TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

Published

on

TNI Pratu Martinus Sinurat Tewas Diduga Ditembak Oknum Polisi Berpangkat Bripka, Ini Permintaan Keluarga Korban

RADARINDO.co.id-Psp: Pratu Martinus Sinurat yang tewas diduga ditembak oknum Polisi berpangkat Bripka, meninggalkan kepedihan mendalam terhadap keluarga korban di Padangsidimpuan.

Keluarga almarhum anggota TNI Angkatan Darat (AD), Pratu Martinus Rizky Kardo Sinurat yang menjadi korban penembakan oknum anggota Polisi Bripka CS, di lokasi Cafe RM, Cengkareng, Jakarta barat, berharap pelaku dihukum sesuai Undang Undang yang berlaku.

Baca juga : Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung Kukuhkan Tim SATOPS PATNAL

Hal itu, diungkap kakak korban, Rommel Sinurat kepada wartawan saat ditemui di rumah duka, jalan Perintis Kemerdekaan, Gg Adil, Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (27/02/2021).

Rommel Sinurat menceritakan dua hari sebelum peristiwa naas itu menimpa adiknya, Pratu Martinus sempat berkomunikasi melalui sambungan telephon seluler, Korban dan keluarga berkomunikasi mengenai keadaan.

“Dua hari sebelum peristiwa naas itu kami telephonan. Saat itu, kami bicara kondisi kesehatan. Tidak ada firasat kami dia (Pratu Martinus) bakal meninggal dunia,” ujar Rommel.

Dikatakannya, pihak keluarga mendapat kabar, korban meninggal dunia melalui media sosial. Dimana, sebelumnya, pihak keluarga hanya mendapat informasi korban ditembak dan masuk rumah sakit.

“Awalnya, dia (Ledy Harti Simamora) isteri almarhum Pratu Martinus nelphon. Katanya adik abang ditembak dan masuk rumah sakit. Itu yang kami dapat informasi awalnya. Dari media sosial, baru kami tahu kalau adik kami sudah meninggal dunia,” ucap Rommel Sinurat abang kandung almarhum Pratu Martinus Rizky Kardo Sinurat.

Baca Juga : Zain Penganiaya Ichsan Sirait Berkeliaran di Kesawan Warga Ikut Cemas

Lebih lanjut, pihak keluarga, Rommel berharap, Kepada pemerintah supaya memperhatikan nasib anak anak korban. Dimana, Almarhum Pratu Martinus meninggalkan satu isteri dan tiga orang anak.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan nasib anak anaknya mulai dari biaya sekolah. Almarhum mempunyai anak tiga orang. Anak yang paling besar berusia tujuh tahun,” pungkasnya.

Hingga saat ini, kami pun belum tahu, tindakan apa yang sudah dilakukan atasanya kepada Bripka CS. (KRO/RD/AMR)

Continue Reading

headline