Connect with us

Banda Aceh

Sindikat Perdagangan Orang Utan Ditangkap

Published

on

14 views

RADARINDO.co.id – Banda Aceh : Penyidik Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menangkap empat pelaku perdagangan Orang Utan Sumatra (pongo abelli).

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan penangkapan keempat pelaku berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang saat transaksi jual beli satwa dilindungi tersebut, Rabu (10/2).

“Dari empat pelaku yang diamankan tersebut, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Yakni M (44), warga Lhoksukon, Aceh Utara, dan A (52), warga Sumatera Utara. Sedangkan dua lainnya sedang pemeriksaan guna untuk mengetahui peran mereka,” kata Kombes Pol Winardy.

Perwira menengah Polri itu menyebutkan pengungkapan tindak pidana perdagangan satwa langka ini diawali dengan penyamaran personel Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh. Personel menyaru sebagai pembeli satwa dilindungi tersebut.

“Dari penyamaran tersebut, Polisi mengamankan empat orang. Namun, diduga pemilik satwa berinisial Aan (45), warga Sumatera Utara, melarikan diri. Pemilik satwa sudah dijadikan DPO polisi,” kata Kombes Pol Winardy menyebutkan.

Dari pengungkapan perdagangan satwa dilindungi tersebut, kata Kombes Pol Winardy, polisi mengamankan satu orang utan sumatra. Satwa langka tersebut dititipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Aceh.

“Hasil pemeriksaan dokter hewan, orang utan tersebut sakit dan stres. Selanjutnya direhabilitasi ke Sibolangit, Sumatera Utara. Sedangkan pelaku, dijerat dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya,” kata Kombes Pol Winardy. (KRO/RD/ans)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banda Aceh

FPM Aceh Santuni Anak Yatim Piatu

Published

on

FPM Aceh Santunin Anak Yatim Piatu

RADARINDO.co.id-Banda Aceh : FPM Aceh Santuni Anak Yatim Piatu. Forum Pecinta Masjid (FPM) Aceh memberikan santunan kepada Anak Yatim dan fakir miskin dalam kegiatan Peduli Yatim dan Fakir miskin Ramadhan 1442 H di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Ini merupakan salah satu kegiatan FPM dalam bulan Ramadhan dan Insya Allah terus akan menjadi kegiatan rutinan tiap ramadhan”, ujar ketua FPM Aceh Afrizal, sesuai rilis berita yang diterima RADARINDO.co.id Selasa (04/05/2021).

Baca juga : Bupati Samosir Menerima Audiensi PT Toba Pulp Lestari Tbk

Pembagian santunan ini di bagi di dua tahap, pertama sudah disalurkan pada hari minggu, 2 Mei 2021 kepada anak-anak yatim di Gampong Peunyerat, Banda Aceh dan akan dibagi tahap 2 pada acara penutupan serta buka puasa bersama santri ramadhan ceria Istana Quran Aceh (IQA) pada tanggal 7 Mei 2021 nanti.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Sedangkan jumlah anak yatim dan piatu yang disantuni pada ramadhan tahun ini sekitar 23 anak sekitar lingkungan gampong Peunyerat dan sekitar 7 anak nantinya akan dibagi pada acara penutupan Ramadhan Ceria di Aceh Besar.

Santunan kali ini dilakukan door to door ke rumah-rumah yatim. Santunan diberikan dalam bentuk uang dan paket sembako (KRO/RD/Tim)

Continue Reading

Banda Aceh

Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi

Published

on

Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi

RADARINDO.co.id – BANDA ACEH : Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal MSi menyatakan pelaksanaan Ibada Haji 1442 H/2021 M masih menunggu keputusan kerajaan Arab Saudi.

Baca juga : Wali Kota Medan Tinjau Banjir di Perumnas Simalingkar

“Maka kita Pemerintah RI pun, menanti kabar kepastian haji dari Kerajaan Saudi. Sebab sepenuhnya kepastian pengiriman jemaah itu keputusannya Pemerintah Saudi,” ujarnya kepada Serambinews.com, Senin (22/3/2021).

Arijal mengatakan, meskipun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan karena masa pelaksanaan ibadah haji sudah dekat.

“Berapa persen pun diizinkan jamaah kita yang akan berangkat, pemerintah terus persiapkan haji,” katanya.

Namun kembali dihentikan karena penyebaran wabah Covid-19 di sejumlah negara yang meluas.

Lihat juga : Kapolsekta Medan Area Kunjungi “Komplek Tangguh” Perumahan Menteng Indah

Menurut Arijal, pemerintah juga telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi jamaah haji mulai 1-31 Maret untuk tahap pertama, dan akan menyusul tahap kedua.

“Perkembangan haji masa kini, setiap jamaah pergunakan aplikasi dan perangkat android/IT. Ke depan, harapannya jemaah haji itu mandiri. Mandiri dalam kesehatan atau istitha’ah, penggunaan IT, dan ibadah,” pungkasnya. (KRO/RD/SerambiNews)

Continue Reading

Banda Aceh

Bea Cukai Sita 31 Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

Published

on

Bea Cukai Sita 31 Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

RADARindo.co.id-Banda Aceh : Bea Cukai Sita 31 Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai.

Bea Cukai  Banda Aceh menyita lebih dari 31 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai saat dibawa angkutan umum di jalan raya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C mengatakan bahwa rokok illegal tersebut disita dari microbus yang melintas dari sigli dengan tujuan Banda Aceh pada Jumat (19/3) sekitar pukul 15.10 Wib.

Baca juga : Minibus Masuk Jurang, Dua Orang Penumpang Tewas

Heru Djatmika Sunindya mengatakan nilai rokok yang disita tersebut mencapai Rp32,277 juta. Sedangkan potensi kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal tersebut mencapai Rp17,649 juta.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa penyitaan rokok ilegal tersebut berawal dari informasi masyarakat saat tim bea cukai melaksanakan operasi pasar di kawasan Kabupaten Pidie pada Jumat (18/3) sekira pukul 14.30 Wib.

Informasi tersebut menyebutkan ada mikrobus rute Sigli, Kabupaten Pidie tujuan Banda Aceh membawa rokok ilegal. Tim bea cukai mengejar mikrobus dan menemukan kendaraan angkut tersebut.

Heru Djatmika Sunindya menjelaskan bahwa petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan
ilegal dengan jumlah mencapai 31.800 batang dalam paket berisi pakaian.

Dari pengakuannya, kata Heru Djatmika Sunindya, pengemudi mikrobus tersebut tidak mengetahui paket berisi pakaian yang dibawanya ada rokok ilegal.

Petugas kemudian mempersilakan mikrobus tersebut melanjutkan perjalanan karena hanya sebagai transportasi umum mengangkut barang dan penumpang.

Sedangkan, rokok ilegal tersebut menjadi barang hasil penindakan dibawa ke KPPBc TMP C Banda Aceh untuk proses lebih lanjut,” kata Heru Djatmika Sunindya.

Tonton juga : Belasan Ruko di Kota Pinang Hangus Di Lalap Sijago Merah

Terkait pelaksanaan operasi pasar, Heru Djatmika Sunindya mengatakan selain penindakan, tim Bea Cukai Banda Aceh juga melaksanakan sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang menjadi program nasional.

Heru Djatmika Sunindya juga mengatakan bahwa dalam sosialisasi tersebut, tim Bea Cukai mendatangi toko grosir dan eceran serta kios-kios warga menyampaikan bahwa rokok ilegal merugikan negara. (KRO/RD/AntaraAceh)

Continue Reading

headline