Connect with us

Belawan

Bunuh Teman Sendiri, Jeksen Ditembak Polisi

Published

on

21 views

RADARINDO.co.id – Belawan : Tersangka pembunuh teman sendiri berhasil diungkap tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan, pelaku berinisial YG alias Pak Jeksen,39, warga Jl. Aluminum Raya, Lingkungan 18, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Senin (15/2) dijebloskan ke dalam sel usai menjalani perawatan medis akibat luka tembak di kakinya.

Pelarian Yasoki Giawa alias Pak Jeksen (39), pelaku pembunuh teman sendiri akhirnya berakhir. Setelah dua bulan masuk dalam Daftar pencaharian orang (DPO) berhasil diringkus petugas tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan.

Tersangka warga Jalan Aluminum Raya, Lingkungan 18, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, dibekuk dari persembunyiannya di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan terpaksa ditembak karena melawan saat dilakukan pengembangan terhadap barang bukti.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan memaparkan, pelaku merupakan buronan kasus pembunuhan terhadap korban Zulfan Dhuru alias Pak Paldo yang terjadi pada 9 November 2020 lalu.

“Pelaku tega menikam temannya sendiri karena sakit hati, mereka ini sama – sama bekerja sebagai buruh angkut di Tanjung Mulia,” jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP I Kadek Hery Cahyadi,Senin (15/2/2021).

Dijelaskan Dayan, setelah dilakukan penyelidikan selama dua bulan lamanya, tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan labuhan mengetahui pelaku berada di Kawasan Kabupaten Labuhan Batu dan petugas langsung membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Akhirnya Rabu (10/2/2021) pelaku diringkus petugas.
Dalam kasus itu, Kata Dayan.

Pihaknya mènjerat pelaku dengan Pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama pidana penjara 20 tahun. (KRO/RD/Jumadi/Alamsyah P Silalahi)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belawan

Oknum Polres Pelabuhan Belawan Diduga Habisi Dua Wanita Hingga Tewas

Published

on

Oknum Polres Pelabuhan Belawan Diduga Habisi Dua Wanita Hingga Tewas

RADARINDO.co.id-Belawan : Oknum Polres Pelabuhan Belawan, diduga habisi dua wanita pekerja PHL, hingga tewas ditempat.

Warga Medan Utara khususnya Belawan sekitarnya sempat kejutkan terungkapnya pelaku pembunuhan 2 gadis warga Bagan Deli Medan Belawan, Riska Fitria (21) dan Aprilia Cinta (13), yang dibuang di tengah jalan.

Pembunuhan biadab itu disebut sebut warga dilakukan oleh seorang oknum Polisi berinisial RS, Kamis (25/02/2021).

Oknum RS yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan itu jadi buah bibir di tengah kalangan masyarakat luas, tidak dapat dipungkiri tindakan keji oknum tersebut mencoreng institusi Polri khususnya Polres Pelabuhan Belawan.

Baca juga : Terungkap, Stafsus Edhy Prabowo Beberkan Penyerahan Suap 

“Kami tahunya dari Facebook pak, banyak orang-orang di Facebook itu bicarakan soal pelaku pembunuhan 2 gadis warga Bagan Deli, katanya oknum Polisi terlibat dalam pembunuhan tersebut, jika itu benar kok tega kali ya”, ceplos warga Medan Labuhan berinisial B kepada wartawan, Kamis malam (25/02/2021) pukul 23.00 Wib.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan yang akrab disapa AKP Kadek ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp terkait keterlibatan oknum anggota Polres Pelabuhan Belawan dalam kematian Riska Fitria (21) dan Aprilia Cinta (13) yang dikabarkan bekerja sebagai PHL (Pekerja Harian Lepas) di Polres Pelabuhan Belawan, tidak menjawab.

Baca juga : Sabu Senilai 4 Milyar Berhasil Diamankan Sat Narkoba Polresta DS 

Sementara Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjawab Wartawan mengatakan, penyidik Ditreskrimum telah mengamankan seorang oknum Polisi Polres Belawan berpangkat Aipda.

Oknum Polisi itu juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dua wanita muda, Riska Fitria dan Aprilia Cinta.

Namun MP Nainggolan belum jelaskan dengan rinci soal pelaku pembunuhan yang diamankan itu.

“Tersangka oknum Polisi tersebut berinisial ‘RS. Motifnya diduga sakit hati”, kata MP Nainggolan singkat.

Sebelumnya diketahui, Jenazah 2 wanita yang dibuang secara keji di tempat terpisah dalam kondisi luka memar dan luka dalam yang diduga dihabisi oleh oknum Polisi itu gegerkan masyarakat Sumatera Utara.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan panas Pertanda Apa?

Riska Fitria (21), ditemukan di pinggir Jalinsum kawasan Lingkungan Pasiran Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang bedagai.

Sedangkan mayat Aprilia Cinta (13) ditemukan di Jalan Budi Kemasyarakat Kecamatan Medan Barat.(KRO/RD/Ganden)

Continue Reading

Belawan

POMAL Lantamal I Belawan I Rayakan HUT Ke-75

Published

on

POMAL Lantamal I Belawan I Rayakan HUT Ke-75

RADARINDO.co.id – Belawan : Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lantamal I Belawan, rayakan HUT ke 75 tahun.

Acara dilaksanakan di lapangan Mako Lantamal I Jln Serma Hanafiah Kelurahan Belawan I, Kecamatan Belawan, Kota Medan (Sumut) pada, Senin (22/02/2021) pagi.

Bertindak selaku Komandan Upacara Brigjen. TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso. Komandan Lantamal I dalam upacara tersebut membacakan amanat KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M,mengatakan bahwa, peringatan ulang tahun Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga prajurit Polisi Militer Angkatan Laut dapat memberikan pengabdian terbaiknya selama 75 tahun.

Baca juga : DPRD Medan Soroti Tunggakan Retribusi Parkir di Dishub 

Momentum ini sekaligus untuk mengevaluasi dan melakukan intropeksi diri dalam menilai sejauh mana pengabdian dan kinirja Polisi Militer Angkatan Laut.

Ditegaskan juga bahwa Polisi Militer Angkatan Laut adalah Figur Prajurit yang memegang teguh semboyan “Wigna Wira Wodhayaksa Prajurit Penegak Aturan yang Berwatak Kesatria, Arif dan Bijaksana serta Sentiasa Menjunjung Tinggi Prinsip Kebenaran.

Untuk itu, Institusi Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) sebagai penegak hukum dan tata tertib prajurit harus dapat menunjukan eksistensinya guna mencegah dan menangani setiap pelanggaran disiplin maupun menjauhkan prajurit TNI Angkatan Laut dari segala bentuk tindakan pidana.

Selain itu, setiap individu POMAL harus menjadi teladan dan panutan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan hukum, undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Untuk mencapai hal tersebut, maka dibutuhkan prajurit POMAL yang berdedikasi kredibel dan profesional.Capaian ini hanya dapat berhasil bila POMAL terus membenahi organisasi berlandasankan Tripilar, yaitu: kesiapan personil, kesiapan materil yang didukung dengan perangkat lunak serta penyelenggaraan dukungan yang baik.

Di akhir amanatnya, Kasal memberikan penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polisi Militer Angkatan Laut di mana pun bertugas, yaitu:
Pertama, tingkatkan keamanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan dalam melaksanakan tugas serta sentiasa dapat mencerminkan keadialan dan kebenaran.

Kedua, tingkatkan peran penegakan hukum, disiplin dan tata tertib dilingkungan TNI Angkatan Laut secara konsisten dan terus menerus, guna membentuk karakter prajurit TNI AL yang taat hukum dan memiliki integritas tinggi.

Ketiga, tingkatkan profesionalisme yang harus mengedepankan sinergitas dan solidaritas TNI-Polri yang sesuai dengan Tupoksi POMAL, guna menciptakan situasi kondusif antar intansi penegak hukum serta mendukung program Pemerintah dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19, serta mendukung tugas TNI AL.

Keempat, laksanakan evaluasi dan pembenahan internal terhadap pelaksanaan tugas dam sistem pembinaan prajurit POMAL secara menyeluruh dan konsisten agar tercapai kinerja organisasi yang lebih baik.

Baca juga : Koran Radar Group 

Diharapkan saat masyarakat hendak melihat sosok prajurit Angkat Laut.

Lihatlah Pomal. Bila ingin tahu seperti apa disiplin prajurit Angkatan Laut.

Contohlah Pomal. Itulah sebabnya POMAL berbaret Biru, karena kalian bisa ditiru.

Dalam acara hari ulang tahun POMAL ke-75 dihadiri para pejabat utama, Danyonmarhanlan I, Letkol (Mar) Farick MTr Ospla, para Kadis, Kasatker Lantamal I, para perwira dan tamtama serta PNS Lantamal I, upacara tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat dalam kegiatan tersebut untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran wabah Covid -19. (KRO/RD/Ganden)

Continue Reading

Belawan

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal ke Malaysia

Published

on

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal ke Malaysia

RADARINDO.co.id-Belawan : TNI AL berhasil gagalkan penyeludupan 28 Tenaga Kerja Indonesia atau TKI ilegal ke Malaysia.

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Lantamal I, Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 28 Orang TKI Ilegal di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara. Minggu (21/02/21)

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory mengatakan, “Minggu pagi sekitar 05.30 WIB, Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan yang berada di wilayah kerja Lantamal I melakukan pengejaran terhadap satu kapal nelayan yang diduga membawa TKI secara Ilegal dari Tanjung Balai menuju Malaysia”, paparnya.

“Kapal jenis Cumi dengan bobot kurang lebih 7 GT (Gross Ton) yang diawaki oleh 1 orang Nahkoda dan 4 orang ABK berhasil dihentikan dan diperiksa muatan dan kelengkapan kapal. Pada saat pemeriksaan, Kapal nelayan Cumi tanpa nama tersebut membawa 28 orang yang terdiri dari 16 orang laki-laki 11 orang perempuan dan 1 balita (3) perempuan yang di duga akan berangkat ke Malaysia untuk menjadi TKI ilegal”, lanjutnya.

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal ke Malaysia

TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal ke Malaysia

Menanggapi kejadian tersebut, Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, SE, MM mengatakan patroli TNI AL akan selalu hadir melaksanakan tugas patroli yang memang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur keluar masuk tidak resmi.

Baik itu penyelundupan tenaga kerja ilegal, komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba yang saat ini disinyalir masih saja terjadi di wilayah kerja Koarmada I.

Perairan Timur Sumatera di sepanjang Selat Malaka yang berbatasan dengan negara tetangga masih banyak digunakan sebagai pelintasan penyelundupan tenaga kerja ilegal.

Baca juga : Jual Bayi Berusia 14 Hari Seharga Rp28 Juta, Dua Bidan Jadi Tersangka

Melalui pangkalan-pangkalan jajaran Koarmada I, TNI AL akan terus melakukan pengawasan dan melaksanakan pemberantasan tindakan penyelundupan baik itu tenaga kerja ilegal, narkotika, penyelundupan komoditi dan tindakan illegal lainnya yang berpotensi terjadi.

“Menindaklanjuti Komitmen Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, SE, MM Koarmada I tidak akan pernah mengendorkan komitmennya dalam melakukan pemberantasan segala bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan di laut yurisdiksi nasional.

“Utamanya di wilayah kerja Koarmada I, walaupun ditengah Pandemi Covid-19”, tegasnya.

Terhadap Kapal tanpa nama pembawa TKI Ilegal, ABK beserta penumpangnya yang ditangkap di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara selanjutnya dibawa menuju panton nelayan Bagan Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan tetap melakukan protokol kesehatan Covid-19. (KRO/RD/Ganden)

Continue Reading

headline