Connect with us

Headline

Dua Kelompok Bentrok Di Lahan HTR

Published

on

29 views

RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Dua kelompok warga terlibat pertikaian di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Dusun Seidua Desa Air Hitam Kec Tanjungleidong Kab Labura, Senin (15/2).

Prajurit Lanal TBA yang sedang patroli laut menerima informasi tersebut langsung meluncur ke lokasi bentrokan yang kebetulan jaraknya cukup dekat.

Bintara Pembina Potensi Maritim yang hadir pun segera mungkin melerai perkelahian bahkan sampai harus melompat ke parit bekas bekoan yang cukup dalam.

Danlanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory SE menjelaskan, kehadiran anggotanya di sana murni untuk membantu tugas kepolisian dalam hal menjamin keamanan dan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.

Selain menjaga keamanan negara dari serangan luar, TNI AL juga membantu tugas kepolisian untuk mencegah terjadinya konflik dan pertikaian antarwarga.

Danlanal memaparkan kedua kelompok yang bertikai di lahan HTR ini adalah Kelompok Tani Mandiri dengan para pekerja di salah satu perusahaan yang ada di sana. Kedua kelompok tersebut memperebutkan lahan HTR yang sebelumnya sudah dimenangkan oleh perusahaan di tingkat Pengadilan Negeri Rantauprapat.

Saat ini status lahan tersebut masih berproses di pengadilan karena Kelompok Tani Mandiri mengajukan upaya banding ke pengadilan yang lebih tinggi.

Danlanal menegaskan memerintahkan anggotanya membawa senjata api ke lapangan untuk melindungi diri bilamana ada warga membawa senjata tajam dan melakukan tindakan anarkis.

Terkait tudingan di media sosial yang menyebutkan Anggota Lanal TBA melakukan penembakan saat melerai pertikaian, Danlanal menegaskan satu butir pelurupun tidak keluar dari sarangnya. Keberadaan senjata api tersebut bertujuan untuk melindungi anggota karena didapat informasi, ada masyarakat yang membawa senjata tajam.

Danlanal menegaskan pihaknya senantiasa melakukan tindakan persuasif, bukan represif.
“Justru hadir di sana menolong warga, posisi kami murni berada di tengah-tengah melerai pertikaian.

Kami memastikan tidak ada keberpihakan, Lanal konsentrasi jaga keamanan wilayah kami, bahkan sampai anggota harus melompat ke selokan sawit,” tegas Danlanal.

Terkait keberadaan plang Primkopal di lahan tersebut, Danlanal memaparkan Primer Koperasi TNI AL itu sudah lama melakukan kerjasama dengan perusahaan untuk menyuplai bahan logistik dan sembako kepada pekerjanya.

Sebelumnya, salah satu akun FB menuding oknum TNI AL Tanjungbalai Asahan dengan membawa senjata api Laras panjang datang ke lokasi HTR memasang plank Primkopal di sana. Akun tersebut juga menyatakan anggota Lanal meletuskan senjata api sebanyak 3 kali. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *