Connect with us

Banda Aceh

Sekda Agara Diperiksa Kejati Dalam Kasus Dugaan Korupsi

Published

on

93 views
Sekda Agara Diperiksa Kejati Dalam Kasus Dugaan Korupsi

RADARINDO.co.id – Banda Aceh : Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tenggara dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Jalan Muara Situlen-Gelombang dengan nilai mencapai Rp11 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal Hadi, di Banda Aceh, mengatakan, yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan untuk melengkapi keterangan perkara yang sedang ditangani, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga : Kapolri Instruksikan Jajaranya Tersangka UU ITE Minta Maaf Tak Perlu Ditahan

“Sekdakab Aceh Muhammad Ridwan diperiksa Selasa mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai. Pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen di Aceh Tenggara ke Gelombang di Kota Subulussalam,” kata Munawal.

Sebelumnya, penyidik Kejati Aceh menetapkan empat tersangka dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen di Aceh Tenggara menghubungkan Gelombang di Kota Subulussalam, dengan nilai mencapai Rp11 miliar lebih.

“Para tersangka di antaranya kuasa pengguna anggaran, pejabat pejabat pelaksana teknis kegiatan, serta rekanan atau kontraktor pelaksana,” kata R Raharjo Yusuf Wibisono.

Adapun empat tersangka tersebut yakni berinisial J selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), SA selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), serta KS dan KS yang merupakan rekanan atau kontraktor pelaksana.

Baca Juga : Ombudsman Sumut Kunjungi Kantor Disdukcapil dan DPM-PTSP

Adapun pembangunan jalan yang diduga korupsi tersebut yakni jalan menghubungkan Muara Situlen di Kabupaten Aceh Tenggara dengan Gelombang di Kota Subulussalam. Pembangunan jalan tersebut dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018.

“Penyidik sudah memeriksa dan memintai keterangan 30 orang. Sebenarnya ada lima tersangka, namun seorang di antaranya meninggalkan dunia. Para tersangka belum ditahan,” kata R Raharjo Yusuf Wibisono.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh itu menyebutkan perbuatan yang dilakukan para tersangka, yakni dengan mengalihkan alokasi anggaran dari jalan provinsi menjadi jalan kabupaten.

“Selain itu, pengerjaan pembangunan jalan juga tidak sesuai spesifikasi. Perkiraan kerugian negara sekitar Rp2 miliar. Jumlah kerugian negara ini bisa saja bertambah. Saat ini, jumlah kerugian negara sedang dihitung BPKP,” kata R Raharjo Yusuf Wibisono. (KRO/RD/ans)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banda Aceh

Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi

Published

on

Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi

RADARINDO.co.id – BANDA ACEH : Pelaksanaan Ibadah Haji 2021 Tunggu Keputusan Arab Saudi.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Drs H Arijal MSi menyatakan pelaksanaan Ibada Haji 1442 H/2021 M masih menunggu keputusan kerajaan Arab Saudi.

Baca juga : Wali Kota Medan Tinjau Banjir di Perumnas Simalingkar

“Maka kita Pemerintah RI pun, menanti kabar kepastian haji dari Kerajaan Saudi. Sebab sepenuhnya kepastian pengiriman jemaah itu keputusannya Pemerintah Saudi,” ujarnya kepada Serambinews.com, Senin (22/3/2021).

Arijal mengatakan, meskipun demikian, Pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan karena masa pelaksanaan ibadah haji sudah dekat.

“Berapa persen pun diizinkan jamaah kita yang akan berangkat, pemerintah terus persiapkan haji,” katanya.

Namun kembali dihentikan karena penyebaran wabah Covid-19 di sejumlah negara yang meluas.

Lihat juga : Kapolsekta Medan Area Kunjungi “Komplek Tangguh” Perumahan Menteng Indah

Menurut Arijal, pemerintah juga telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi jamaah haji mulai 1-31 Maret untuk tahap pertama, dan akan menyusul tahap kedua.

“Perkembangan haji masa kini, setiap jamaah pergunakan aplikasi dan perangkat android/IT. Ke depan, harapannya jemaah haji itu mandiri. Mandiri dalam kesehatan atau istitha’ah, penggunaan IT, dan ibadah,” pungkasnya. (KRO/RD/SerambiNews)

Continue Reading

Banda Aceh

Bea Cukai Sita 31 Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

Published

on

Bea Cukai Sita 31 Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai

RADARindo.co.id-Banda Aceh : Bea Cukai Sita 31 Ribu Batang Rokok Tanpa Cukai.

Bea Cukai  Banda Aceh menyita lebih dari 31 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai saat dibawa angkutan umum di jalan raya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C mengatakan bahwa rokok illegal tersebut disita dari microbus yang melintas dari sigli dengan tujuan Banda Aceh pada Jumat (19/3) sekitar pukul 15.10 Wib.

Baca juga : Minibus Masuk Jurang, Dua Orang Penumpang Tewas

Heru Djatmika Sunindya mengatakan nilai rokok yang disita tersebut mencapai Rp32,277 juta. Sedangkan potensi kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal tersebut mencapai Rp17,649 juta.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa penyitaan rokok ilegal tersebut berawal dari informasi masyarakat saat tim bea cukai melaksanakan operasi pasar di kawasan Kabupaten Pidie pada Jumat (18/3) sekira pukul 14.30 Wib.

Informasi tersebut menyebutkan ada mikrobus rute Sigli, Kabupaten Pidie tujuan Banda Aceh membawa rokok ilegal. Tim bea cukai mengejar mikrobus dan menemukan kendaraan angkut tersebut.

Heru Djatmika Sunindya menjelaskan bahwa petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan
ilegal dengan jumlah mencapai 31.800 batang dalam paket berisi pakaian.

Dari pengakuannya, kata Heru Djatmika Sunindya, pengemudi mikrobus tersebut tidak mengetahui paket berisi pakaian yang dibawanya ada rokok ilegal.

Petugas kemudian mempersilakan mikrobus tersebut melanjutkan perjalanan karena hanya sebagai transportasi umum mengangkut barang dan penumpang.

Sedangkan, rokok ilegal tersebut menjadi barang hasil penindakan dibawa ke KPPBc TMP C Banda Aceh untuk proses lebih lanjut,” kata Heru Djatmika Sunindya.

Tonton juga : Belasan Ruko di Kota Pinang Hangus Di Lalap Sijago Merah

Terkait pelaksanaan operasi pasar, Heru Djatmika Sunindya mengatakan selain penindakan, tim Bea Cukai Banda Aceh juga melaksanakan sosialisasi Gempur Rokok Ilegal yang menjadi program nasional.

Heru Djatmika Sunindya juga mengatakan bahwa dalam sosialisasi tersebut, tim Bea Cukai mendatangi toko grosir dan eceran serta kios-kios warga menyampaikan bahwa rokok ilegal merugikan negara. (KRO/RD/AntaraAceh)

Continue Reading

Banda Aceh

Polda Aceh Tahan Dua Tersangka Investasi Bodong

Published

on

Polda Aceh Tahan Dua Tersangka Investasi Bodong

RADARINDO.co.id-Banda Aceh : Polda Aceh Tahan Dua Tersangka Investasi Bodong.

Polda Aceh menahan dua orang tersangka pelaku investasi bodong. Akibat perbuatan tersebut mengakibatkan sejumlah nasabah mengalami kerugian.

Penangkapan tersebut berawal pada kasus Yalsa Boutique yang diduga melakukan investasi bodong.

Hingga kini kasus tersebut masih ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh, Jumat (19/3).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy melalui Kasubdit 2 Perbankan AKBP Erwan SH, MH, Jumat (19/3/2021) menyebutkan, penahanan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyidikan Ditreskrimsus Polda Aceh tentang adanya dugaan tindak pidana perbankan.

Baca juga : Pengemudi Jupiter Tubruk Dump Truck Tewas di Tempat

“Kedua tersangka yang ditahan tersebut berinisial S (30) dan SHA (31). Keduanya merupakan Owner di Yalsa Boutique”, ujar AKBP Erwan.

Lebihlanjut dikatakan, sudah ada lebih dua alat bukti dan saksi terhadap dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh kedua tersangka.

Sementara itu, keterangan saksi ahli dari OJK dan Perbankan, sehingga sudah melebihi dua alat bukti berdasarkan pasal 184 KUHAP, sebut Erwan.

Erwan juga menambahkan, dari hasil penggeladahan juga turut diamankan uang tunai sejumlah Rp46.060.000, laptop, sejumlah emas dengan berbagai bentuk, surat pembelian emas sebanyak 87 lembar, pedang samurai, pisau lipat, kartu ATM, buku rekening, printer, jam tangan dan barang bukti lainnya.

“Kami sudah menyita sejumlah uang, emas dan barang lainnya yang patut diduga merupakan hasil dari investasi bodong yang dilakukan tersangka. Polda Aceh masih terus melakukan Asset Tracing untuk kasus TPPU nya,” ucapnya sesuai dilansir dari serambinews.com.

Sebagaimana diketahui, Yalsa Botique merupakan investasi yang diduga bodong dan sudah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau investasi hingga mencapai 164 miliar dari 202 reseler dan sekitar 17.800 member.

Penghimpunan uang dari masyarakat tersebut dilakukan Yalsa Boutique tanpa memiliki izin usaha dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak bulan Desember 2019 sampai bulan dengan Februari 2021.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 46 ayat (1) Undang- Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan atau pasal 2 ayat (1) huruf g, pasal 3 dan pasal 5 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pungkas Erwan.

Hal yang sama juga dialami salah seorang nasabah di Medan, yang tidak mau disebutkan namanya menderita kerugian hampir Rp100 juta.

Tonton juga : Puluhan Pegawai RS Permata Bunda Gelar Aksi Damai Tuntut Pembayaran Gaji

Konon sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu, tergiur menjadi nasabah di salah satu perusahaan palas atau pialang di Jln Imam Bonjol Medan.

Anehnya, uang nasabah yang sudah di stor ke perusahaan terjadi pendebetan dari kas nasabah tanpa mengedepankan prinsip kehati -hatian.

Sehingga dalam kurun waktu satu bulan, dana nasabah nyaris ludes. Konon pengakuan dari salah satu wakil pimpinan pialang, dana cadangan habis karena harga saham emas sedang anjlok.

Sejumlah pihak mencurigai modus pialang di Medan diduga melakukan penipuan masih menjamur di Medan, diduga bodong. (KRO/RD/TIM)

Continue Reading

headline