Connect with us

Headline

PT TPL Membuat Ragam Kebijakan dan Fasilitas Mengantisipasi Karhutla di Areal Konsesi Perusahaan

Published

on

128 views
PT TPL Membuat Ragam Kebijakan dan Fasilitas Mengantisipasi Karhutla di Areal Konsesi Perusahaan

RADARINDO.co.id – Taput : PT TPL membuat ragam kebijakan dan fasilitas mengantisipasi Karhutla di areal konsesi perusahaan. Saat ini provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai memasuki musim kemarau sejak Februari 2021.

Ancaman kebakaran hutan menjadi salah satu tantangan yang terjadi setiap tahun. Tahun lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) periode Januari – Maret 2020 mencapai 8.254 hektare (ha).

Dari total luasan karhutla tersebut, hampir 55% terjadi di lahan gambut dan sisanya terjadi di lahan mineral.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK mencatat provinsi yang terjadi karhutla dalam periode Januari hingga Maret tahun 2020 ialah Aceh 32 hektare, Kalimantan Barat 770 ha, Kalimantan Tengah 725 ha.

Baca juga : Cabuli Anak Kandung, Ayah Bejat Dihukuman 8 Tahun Penjara 

Kalimantan Timur 348 ha, kemudian, Maluku 174 ha, NTB 291 ha, Papua 719 ha, Papua Barat 1419 ha, Riau 2765 ha, Sulawesi Selatan 37 ha, Sulawesi Tengah 157 ha, Sulawesi Tenggara 10 ha, Sumatra Barat 245 ha dan Sumatra Utara 559 ha.

Lokasi karhutla yang terjadi hampir 55% lahan gambut 4.551 hektar dan 45% mineral dengan luas 3.704 hektar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melaksanakan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat Provinsi Rawan di Sumatera meliputi Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan semenjak April 2020 kemarin.

Secara keseluruhan pada awal Bulan April 2020 patroli terpadu di laksanakan di 97 desa rawan karhutla se-Sumatera.

Strategi pengendalian karhutla mengalami perubahan dengan memprioritaskan upaya pencegahan dan pemadaman secara dini. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla di tingkat tapak, salah satunya adalah melalui Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla.

PT TPL Membuat Ragam Kebijakan dan Fasilitas Mengantisipasi Karhutla di Areal Konsesi Perusahaan

PT TPL Membuat Ragam Kebijakan dan Fasilitas Mengantisipasi Karhutla di Areal Konsesi Perusahaan

Patroli terpadu adalah salah satu upaya penting yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan melibatkan peran serta para pihak meliputi Manggala Agni, TNI, POLRI, pemerintah daerah dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Di Sumatera Utara sendiri, data dari KLHK menunjukkan adanya kenaikan luasan hutan yang tebakar sebesar 32,85 % dari tahun 2019 seluas 2.514 Ha menjadi 3.744 Ha di tahun 2020.

Baca juga : Oknum Polres Pelabuhan Belawan Diduga Habisi Dua Wanita Hingga Tewas 

Dinas Kehutanan Sumut, hingga 22 Februari 2021, mencatat telah terjadi enam kebakaran hutan dan lahan di Sumut, dengan total luas sekitar 11 hektare.

Selain itu, hasil pantauan satelit NOAA di Sumut terdeteksi ada 25 hot spot yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota.

Enam lokasi kebakaran hutan di Sumut terjadi di Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, Padanglawas, Mandailing Natal, Sibolga dan Samosir.

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% perbandingan total jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1 Januari – 1 April 2020) sebanyak 583 titik, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.031 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 448 titik / 43,45 %).

Potensi kebakaran hutan sangat tinggi mengingat berdasarkan SK No 579–SK No 1076 Tahun 2016, kawasan hutan Sumut, seluas 3.010. 160 hektar. Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah (Ijeck) meminta kepada warga Sumut agar tidak membuka lahan baru dengan menggunakan api atau dibakar. Hal inilah yang sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang luas.

“Musim kemarau sudah mulai. Jangan buka ladang yang bukan diperuntukkan sebagai lahan untuk pertanian, jangan buka lahan dengan api walaupun itu lahan pribadi, kalau ada kebakaran cepat laporkan,” kata Ijeck, usai menghadiri secara virtual Pengarahan Presiden RI Joko Widodo tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (22/2/2021).

PT. Toba Pulp Lestari,Tbk (TPL) sebagai salah satu perusahaan yang memegang izin pengelolaan hutan menjadikan ancaman Karhutla menjadi salah satu prioritas penanganan.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa? 

Norma Hutajulu Manager Coorporate Communication, Jum’at (26/02/2021) mengatakan, perusahaan menerapkan beragam kebijakan dan fasilitas dalam mengantisipasi karhutla di areal konsesi perusahaan.

Penerapan kebijakan larangan pembakaran (No Burning Policy) kepada seluruh karyawan, kontraktor dan pekerja kontraktor menjadi landasan di perusahaan. Lebih dari 250 personil telah dilatih baik secara internal dan eksternal di semua sektor untuk mengatasi ancaman Karhutla.

“Perusahaan juga telah bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di tiap kabupaten areal konsesi perusahaan untuk meningkatkan pengawasan akan ancaman Karhutla”, terang Norma.

Beragam Penanganan pencegahan juga telah dilaksanakan oleh perusahaan seperti pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di semua areal kerja, Menara pantau di beberapa titik rawan, Monitoring rutin sapras, dan melaksanakan drill secara rutin, tambah Norma mengahiri. (KRO/RD/Reno H)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian

Published

on

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian

RADARINDO.co.id-Medan : Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian.

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian. Polsek Medan Area berhasil menangkap Tiga Orang Tersangka tidak pidana kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Area para pelaku berhasil di bekuk di tempat persembunyianya.

Adapun ketiga pelaku adalah, HG alias Gun (24) Warga Jalan Pasar 5 Gg Bunga Desa Tembung, MR alias Kiki (29) Warga Jalan Pasar 5 Tembung Gg dan MG alias Agun alias Kakek (23) pekerjaan jualan keran warga beralamat di Jalan Pasar 5 Tembung Gg Salak.

Baca juga : Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

Dari pelaku berhasil disita barang bukti berupa 1 Buah sandal merek swallow warna hitam, 1 unit HP merek Nokia, dompet warna hitam.

Hendphone merek xiaomi, pisau, topi 2 buah kunci T dan 1 buah baju kaos, 1 sweater warna abu abu hitam dan HP merek Vivo.

Kapolsek Medan Area Kompol, Faidir Chan SH, MH kepada wartawan, menjelaskan setelah menerima Laporan dari korbannya, dengan nomor LP 239/K/IV/2021/SPKT Sek Medan Area yang dilaporkan pada tanggal 07 April 2021 dan menindak lanjutinya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Ia pun memerintahkan tim unit Reskrim dibawah pimpinan IPTU Rianto SH dan Panit Reskrim IPTU Surya Prayitna untuk melakukan penyelidikan dan hasilnya berhasil menangkap para pelaku di jln Bromo, Medan. Para pelaku ini sudah kerap beraksi dibeberapa lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan khususnya Polsek Medan Area.

Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatanya hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan pendalaman. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)

Continue Reading

Headline

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

Published

on

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

RADARINDO.co.id-Aceh Utara : Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas.

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas. Seorang bandar narkoba Z bin R, 30, warga Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara, terkapar kena timah panas petugas.

Pasalnya, tersangka mencoba melawan petugas dan berupaya hilangkan bukti dengan membuang sabu seberat 100,19 gram.

Demikian Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers yang berlangsung di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Senin (12/4).

Baca juga : Pesta Narkoba Hadirkan Wanita Seksi Bikin Geger Begini Ujungnya

Dikatakannya, berawal dari adanya informasi masyarakat tentang keberadaan Z bin R diduga melakukan aktivitas transaksi narkoba hingga meresahkan warga lingkungan Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara.

Menindak lanjuti informasi itu, pada Jumat (2/4) lalu, sekira pukul 15.30 Wib, melakukan penangkapan terhadap Z bin R di Dusun Timur Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara.

Akan tetapi, penangkapan tersebut tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan, karena Z bin R yang mengetahui dirinya akan ditangkap segera melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sambil membuang sebuah bungkusan ke dalam semak-semak.

Namun sebelum kabur terlalu jauh, akhirnya anggota polisi melakukan tembakan dengan profesional dan terukur hingga peluru mengenai bagian betis kaki kirinya hingga terjatuh. Tersangka yang kesakitan pun tidak dapat berupaya melawan atau melarikan diri lagi.

Setelah ditangkap polisi melakukan pemeriksaan dan penggledahan hingga melakukan penyisiran di lokasi tersangka membuang barang bukti. Polisi berhasil menemukan bungkusan plastik berisi barang bukti sebanyak 100,19 gram.

Akhirnya tersangka dan barang bukti digiring ke Polres Lhokseumawe untuk dilakukan pengembangan kasus dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Tujuan tersangka barang sabu itu dia beli dengan cara hutang Rp36 juta. Lalu akan dijual lagi seharga Rp37 juta dan dapat keuntungan sebesar Rp1juta,” paparnya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Namun sebelum niatnya tercapai, ternyata malangnya Z keburu diringkus Satnarkoba Polres Lhokseumawe dan bandar berinisial F kini sudah masuk DPO.

Meski berjalan pincang karena kaki kiri diperbankan luka, namun tetap saja Tersangka juga dihadirkan dalam konferensi pers dengan mengenakan seragam tahanan.

Tersangka kini terancam pasal 114 dan pasal 112 no. 35 tahun 2009 dengan hukuman 5 tahun penjara dan paling lama seumur hidup.(KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

Headline

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang

Published

on

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang

RADARINDO.co.id-Medan : Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang.

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang. Walikota Medan Bobby Nasution memberikan bantuan warga di Kelurahan Sicanang, Belawan yang terkena musibah kebakaran.

Sijago merah yang menghanguskan belasan rumah di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Senin (12/4), membuat prihatin Muhammd Bobby Afif Nasution.

Usai berdialog dengan nelayan tradisional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gabion Belawan, Selasa (13/4), orang nomor satu di Pemko Medan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.

Baca juga : Sijago Merah Hanguskan Puluhan Rumah di Belawan

Selain ingin melihat kondisi warga yang menjadi korban kebakaran, kehadiran wali kota untuk memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan dasar.

Dalam pertemuan dengan warga, Bobby menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi.

Diharapkannya, warga tetap sabar menghadapi cobaan tersebut dan Pemko Medan akan berupaya membantu untuk mengurangi beban warga.

Rasa sedih wali kota semakin terlihat ketika sejumlah warga, terutama kaum ibu tatkala menyampaikan kesedihannya.

Sebab, selain menghanguskan rumah, musibah kebakaran menyebabkan mereka kehilangan harta benda.

Oleh karenanya, mereka berharap, Pemko Medan dapat membantu untuk mengurangi beban yang cukup berat mereka rasakan saat ini.

Sebagai langkah awal untuk membantu korban kebakaran, wali kota memastikan kebutuhan pokok, terutama makanan di tenda penampungan aman.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

“Kebutuhan makanan saat ini sangat penting. Jadi, ini yang harus kita penuhi lebih dahulu sehingga warga yang menjadi korban kebakaran tidak akan kekurangan makanan,” katanya.

Untuk itu, ia telah menginstruksikan Camat Medan Belawan agar segera menindaklanjutinya.

Masyarakat Sicanang yang terkena musibah yang telah menerima bantuan dari Walikota Medan mengaku senang. (KRO/RD/Wsp).

Continue Reading

headline