Connect with us

Headline

Hari Kesadaran Cidera Diri Sedunia

Published

on

99 views
Hari Kesadaran Cidera Diri Sedunia

RADARINDO.co.id – Medan : Hari kesadaran cidera diri sedunia, atau Self Injury Awareness Day. Hari ini, tanggal 1 Maret 2021 merupakan Self-Injury Awareness Day.

Awalnya perayaan ini dilakukan di Amerika Serikat dan Canada yang bertujuan untuk menyebarkan kesadaran dan pemahaman tentang perilaku menyakiti diri sendiri yang sering disalahpahami sekaligus bagaimana mengatasinya.

Maka dari itu, yuk kita bahas tentang Self-Injury dan cara pencegahannya. Sesungguhnya, manusia adalah sebaik-baiknya makhluk yang tercipta dengan segala keunikannya.

Tidak ada satu manusia pun yang terlahir sama termasuk mereka anak kembar sekalipun. Demikian lah bukti – bukti Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT menciptan langit dan bumi beserta isinya.

Baca Juga : Menteri Kelautan dan Perikanan Larang Ekspor Benih Lobster

Zaman sekarang, perbedaan fisik bukanlah perihal besar yang wajib untuk dibicarakan. Akan tetapi kini, perbedaan mentalitas menjadi berita dan kekhawatiran besar pada setiap negara dikarenakan banyaknya stigma-stigma ganas dari masyarakat yang membuat individu yang terlahir dengan mental yang berbeda dari yang lain merasa dihakimi.

Serta banyaknya kasus menyakiti diri sendiri setiap tahun bahkan setiap detik, menit, atau tiap jam bisa saja terjadi.

Perilaku menyakiti diri atau yang disebut dengan self-injury dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja untuk bunuh diri.

Perilaku itu dilakukan semata-mata untuk melampiaskan rasa sakit yang ada dalam dirinya dan membuat dirinya tenang setelah melakukannya.

Menurut Wilson (Muthia & Hidayati, 2015), beberapa penelitian telah membuktikan bahwa keinginan menyakiti diri berhubungan dengan tingginya kemungkinan untuk bunuh diri.

Dapat disimpulkan bahwa keinginan menyakiti diri sangat mungkin berhubungan dengan bagaimana seseorang dapat meregulasi emosinya atau dapat menguatkan kepercayaan bahwa melukai diri dapat merubah keadaan emosionalnya.Sementara itu, Maidah (Muthia & Hidayati, 2015) juga menemukan bahwa perilaku menyakiti diri merupakan bentuk penyaluran emosi negatif akibat dari rasa sakit psikis yang dirasakan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Beberapa situasi yang dirasa mendukung dalam melukai diri adalah kesepian dan merasa mendapat diskriminasi dari lingkungan serta perasaan tidak dianggap.

Selain itu, Walsh (Muthia & Hidayati, 2015) mengungkapkan ada lima dimensi yang terdapat dalam model biopsikososial yang ia kemukakan, yaitu :

(1) Dimensi lingkungan yang meliputi kehilangan hubungan, konflik interpersonal, tekanan performance, rasa frustrasi, isolasi sosial dan peristiwa-peristiwa yang dapat menjadi trigger trauma.

(2) Dimensi biologis yang menyatakan bahwa mungkin mereka yang menyakiti dirinya memiliki kelainan dalam otak sehingga cenderung mencari kepuasan dengan menyakiti dirinya. Hal ini dapat merujuk kepada kelainan pada sistem limbic yang mengatur regulasi afektif mereka sehingga sering mengalami disregulasi emosi, atau terlepasnya hormon opioid setelah menyakiti diri sehingga kehilangan sensitifitas pada rasa sakit secara fisik.

(3) Dimensi kognitif, yaitu pemikiran dan kepercayaan yang dapat menjadi trigger perilaku menyakiti diri meliputi interpretasi terhadap peristiwa yang terjadi, pemikiran-pemikiran yang secara otomatis menjadi trigger, dan kognisi yang berhubungan dengan trauma yang pernah dialami.

(4) Dimensi perilaku yang merujuk kepada tindakan yang dianggap dapat menjadi trigger untuk menyakiti diri. Biasanya, perilaku yang dapat menjadi trigger adalah hal yang bisa membuat individu menjadi malu dan layak mendapatkan hukuman menurut dirinya sendiri.

(5) Dimensi afektif yang meliputi kecemasan, rasa tertekan dan panik, kemarahan, depresi, malu, rasa bersalah, dan kebencian.

Sedihnya, masih banyak penduduk Asia yang beranggapan bahwa perilaku menyakiti diri sendiri merupakan perilaku yang manipulatif dan hanya dilakukan untuk mencari perhatian.

Dan sangat tidak pantas jika seseorang membagikan masalahnya dengan orang luar sehingga pertolongan dari pihak luar akan dianggap sangat tidak bisa diterima.

Baca Juga : PP PTMSI Belum Terima Dana Sea Games 2019 Sebesar Rp1,9 M

Sedangkan dari segi religiusitasnya, penduduk Asia beranggapan bahwa seseorang dengan gangguan mental atau yang melakukan self-injury adalah individu yang tidak taat akan perintah Tuhannya.

Inilah stigma paling banyak dari masyarakat kepada individu yang memiliki gangguan mental.

Manusia adalah sebaik-baiknya makhluk yang tercipta dengan segala keunikannya, tidak ada satu manusia pun yang terlahir sama termasuk mereka anak kembar sekalipun.

Zaman sekarang, perbedaan fisik bukanlah perihal besar yang wajib untuk dibicarakan.

Tetapi kini, perbedaan mentalitas menjadi berita dan kekhawatiran besar pada setiap negara dikarenakan banyaknya stigma-stigma ganas dari masyarakat yang membuat individu yang terlahir dengan mental yang berbeda dari yang lain merasa dihakimi dan banyaknya kasus menyakiti diri sendiri.

Perilaku itu dilakukan semata-mata untuk melampiaskan rasa sakit yang ada dalam dirinya dan membuat dirinya tenang setelah melakukannya.

Dapat disimpulkan bahwa keinginan menyakiti diri sangat mungkin berhubungan dengan bagaimana seseorang dapat meregulasi emosinya atau dapat menguatkan kepercayaan bahwa melukai diri dapat merubah keadaan emosionalnya.

Beberapa situasi yang dirasa mendukung dalam melukai diri adalah kesepian dan merasa mendapat diskriminasi dari lingkungan serta perasaan tidak dianggap.

Dimensi afektif yang meliputi kecemasan, rasa tertekan dan panik, kemarahan, depresi, malu, rasa bersalah, dan kebencian.

Sedihnya, masih banyak penduduk Asia yang beranggapan bahwa perilaku menyakiti diri sendiri merupakan perilaku yang manipulatif dan hanya dilakukan untuk mencari perhatian, dan sangat tidak pantas jika seseorang membagikan masalahnya dengan orang luar sehingga pertolongan dari pihak luar akan dianggap sangat tidak bisa diterima.

Inilah stigma paling banyak dari masyarakat kepada individu yang memiliki gangguan mental.

Adapun pencegahan yang disarankan oleh Touche disaat perasaan ingin menyakiti diri muncul kembali ialah :
1. Image for post

2. Image by Touche Development Center.

Untuk kamu para pejuang, semangat ya, kamu hebat. Jangan pernah merasa sendiri, karena sebenarnya kamu tidak pernah benar-benar sendiri.

Mungkin saat ini kamu merasa sekelilingmu perlahan menjauh, tetapi ingatlah bahwa dirimu, ragamu, jiwamu tidak pernah meninggalkanmu.

Percayalah pada dirimu dan nikmati setiap prosesnya karena perlahan-lahan kamu akan sampai. Tak perlu lari karena hidup bukan sebuah kompetisi. Happy Self-Injury Awareness Day! You are matter.

Tulisan ini setidaknya dapat menjadi motivasi, serta jangan pernah mengabaikan kodrat hidup sebagai manusia. Bahwa Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa adalah tempat kita mengadu segala dinamika hidup. Karena Ia (Tuhan) maha mengetahui yang nyata dan rahasia dibalik hati semua manusia. (KRO/Anna Putri Aulia/ Mahasiswi Medan/Referensi Muthia, EN & Hidayati, DS (2015). Kesepian dan Keinginan Melukai Diri Sendiri Remaja. Psympathic, Jurnal Ilmiah Psikologi 185–198).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian

Published

on

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian

RADARINDO.co.id-Medan : Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian.

Polsek Medan Area Tangkap Tiga Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian. Polsek Medan Area berhasil menangkap Tiga Orang Tersangka tidak pidana kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Area para pelaku berhasil di bekuk di tempat persembunyianya.

Adapun ketiga pelaku adalah, HG alias Gun (24) Warga Jalan Pasar 5 Gg Bunga Desa Tembung, MR alias Kiki (29) Warga Jalan Pasar 5 Tembung Gg dan MG alias Agun alias Kakek (23) pekerjaan jualan keran warga beralamat di Jalan Pasar 5 Tembung Gg Salak.

Baca juga : Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

Dari pelaku berhasil disita barang bukti berupa 1 Buah sandal merek swallow warna hitam, 1 unit HP merek Nokia, dompet warna hitam.

Hendphone merek xiaomi, pisau, topi 2 buah kunci T dan 1 buah baju kaos, 1 sweater warna abu abu hitam dan HP merek Vivo.

Kapolsek Medan Area Kompol, Faidir Chan SH, MH kepada wartawan, menjelaskan setelah menerima Laporan dari korbannya, dengan nomor LP 239/K/IV/2021/SPKT Sek Medan Area yang dilaporkan pada tanggal 07 April 2021 dan menindak lanjutinya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Ia pun memerintahkan tim unit Reskrim dibawah pimpinan IPTU Rianto SH dan Panit Reskrim IPTU Surya Prayitna untuk melakukan penyelidikan dan hasilnya berhasil menangkap para pelaku di jln Bromo, Medan. Para pelaku ini sudah kerap beraksi dibeberapa lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan khususnya Polsek Medan Area.

Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatanya hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan pendalaman. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)

Continue Reading

Headline

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

Published

on

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas

RADARINDO.co.id-Aceh Utara : Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas.

Bandar SS Terkapar Kena Timah Panas Petugas. Seorang bandar narkoba Z bin R, 30, warga Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara, terkapar kena timah panas petugas.

Pasalnya, tersangka mencoba melawan petugas dan berupaya hilangkan bukti dengan membuang sabu seberat 100,19 gram.

Demikian Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konfrensi pers yang berlangsung di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Senin (12/4).

Baca juga : Pesta Narkoba Hadirkan Wanita Seksi Bikin Geger Begini Ujungnya

Dikatakannya, berawal dari adanya informasi masyarakat tentang keberadaan Z bin R diduga melakukan aktivitas transaksi narkoba hingga meresahkan warga lingkungan Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara.

Menindak lanjuti informasi itu, pada Jumat (2/4) lalu, sekira pukul 15.30 Wib, melakukan penangkapan terhadap Z bin R di Dusun Timur Desa Pulo Blang Kec. Syamtalira Bayu Kab. Aceh Utara.

Akan tetapi, penangkapan tersebut tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan, karena Z bin R yang mengetahui dirinya akan ditangkap segera melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sambil membuang sebuah bungkusan ke dalam semak-semak.

Namun sebelum kabur terlalu jauh, akhirnya anggota polisi melakukan tembakan dengan profesional dan terukur hingga peluru mengenai bagian betis kaki kirinya hingga terjatuh. Tersangka yang kesakitan pun tidak dapat berupaya melawan atau melarikan diri lagi.

Setelah ditangkap polisi melakukan pemeriksaan dan penggledahan hingga melakukan penyisiran di lokasi tersangka membuang barang bukti. Polisi berhasil menemukan bungkusan plastik berisi barang bukti sebanyak 100,19 gram.

Akhirnya tersangka dan barang bukti digiring ke Polres Lhokseumawe untuk dilakukan pengembangan kasus dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Tujuan tersangka barang sabu itu dia beli dengan cara hutang Rp36 juta. Lalu akan dijual lagi seharga Rp37 juta dan dapat keuntungan sebesar Rp1juta,” paparnya.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Namun sebelum niatnya tercapai, ternyata malangnya Z keburu diringkus Satnarkoba Polres Lhokseumawe dan bandar berinisial F kini sudah masuk DPO.

Meski berjalan pincang karena kaki kiri diperbankan luka, namun tetap saja Tersangka juga dihadirkan dalam konferensi pers dengan mengenakan seragam tahanan.

Tersangka kini terancam pasal 114 dan pasal 112 no. 35 tahun 2009 dengan hukuman 5 tahun penjara dan paling lama seumur hidup.(KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

Headline

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang

Published

on

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang

RADARINDO.co.id-Medan : Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang.

Walikta Bobby Nasution Bantu Korban Kebakaran Sicanang. Walikota Medan Bobby Nasution memberikan bantuan warga di Kelurahan Sicanang, Belawan yang terkena musibah kebakaran.

Sijago merah yang menghanguskan belasan rumah di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Senin (12/4), membuat prihatin Muhammd Bobby Afif Nasution.

Usai berdialog dengan nelayan tradisional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gabion Belawan, Selasa (13/4), orang nomor satu di Pemko Medan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.

Baca juga : Sijago Merah Hanguskan Puluhan Rumah di Belawan

Selain ingin melihat kondisi warga yang menjadi korban kebakaran, kehadiran wali kota untuk memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan dasar.

Dalam pertemuan dengan warga, Bobby menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi.

Diharapkannya, warga tetap sabar menghadapi cobaan tersebut dan Pemko Medan akan berupaya membantu untuk mengurangi beban warga.

Rasa sedih wali kota semakin terlihat ketika sejumlah warga, terutama kaum ibu tatkala menyampaikan kesedihannya.

Sebab, selain menghanguskan rumah, musibah kebakaran menyebabkan mereka kehilangan harta benda.

Oleh karenanya, mereka berharap, Pemko Medan dapat membantu untuk mengurangi beban yang cukup berat mereka rasakan saat ini.

Sebagai langkah awal untuk membantu korban kebakaran, wali kota memastikan kebutuhan pokok, terutama makanan di tenda penampungan aman.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

“Kebutuhan makanan saat ini sangat penting. Jadi, ini yang harus kita penuhi lebih dahulu sehingga warga yang menjadi korban kebakaran tidak akan kekurangan makanan,” katanya.

Untuk itu, ia telah menginstruksikan Camat Medan Belawan agar segera menindaklanjutinya.

Masyarakat Sicanang yang terkena musibah yang telah menerima bantuan dari Walikota Medan mengaku senang. (KRO/RD/Wsp).

Continue Reading

headline