Connect with us

Asahan

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

Published

on

141 views
Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

RADARINDO.co.id-Asahan : Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum.

Penerbitan sertifikat tanah atas nama Alm SA diduga cacat hukum. Penerbitan Sertifkat tanah Nomor 02.07.03.05.10XXXX seluas 1.504 meter atas nama SA di Dusun VI Desa Manis, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan diduga cacat hukum administrasi.

Karena surat keterangan ganti rugi antara Abdul Khoir (AK) dengan SA tidak benar dan terkesan rekayasa.

Hal itu terungkap pada musyawarah penyelesaian masalah tanah milik ahli waris Almarhum Salam ES yang dihadiri istri almarhum SA, yaitu Endang Purwaningsih didampingi anaknya Budi Ramanda Amwar.

Kemudian Wahyudin Aswad, Dewi Repelita, Golkariyati Zannah, dan Ababul Khoir selaku pihak ahli waris Almarhum Salam ES yang dimediasi oleh Kepala Desa Manis, Syupian di ruang kantor desa tersebut, Senin (22/2/2021).

Menurut Wahyudin Aswad selaku ahli waris tertua Alm. Salam ES, kejanggalan-kejanggalan lain dalam Surat Ganti Rugi tersebut tidak ada tanda tangan jiran batas, juga tidak diketahui Kepala Desa dan tanda tangan ahli waris bukan yang sebenarnya.

Baca juga : Diduga Cabuli Murid, Oknum Guru di Asahan Ditangkap Polisi

Selain itu dalam surat hibah yang dibuat dan surat keterangan menguasai sebidang tanah seluruh tanda tangan AK tidak sesuai.

Begitu juga Alas Hak dasar tanah dibuat Surat Pernyataan mengusahai sebidang tanah dengan alasan bahwa tanah tersebut belum pernah disuratkan.

Sesuai keterangan almarhum SA semasa hidupnya kepada Kepala Desa Manis Syupian. Sedangkan seharusnya hal ini tidak bisa dilakukan karena tanah tersebut sudah memiliki surat resmi namun telah hilang sesuai laporan kehilangan yang diterbitkan Polres Asahan No. LKB/1544/VII/2009 sesuai laporan almarhum SA,“ terang Aswad.

Ia menerangkan dalam surat ukuran tanah tersebut ada terdapat tanah milik ahli waris lainnya yakni AK yang bukan milik almarhum Syaiful Anwar.

Diduga menyerobot milik Ababul Khoir Bahkan Kepala Desa juga merasa sangat dibohongi oleh Almarhum SA karena adanya Surat Tanah yang ganda sengaja dibuat Alm. SA dengan alasan sama, bahwa surat tanah tersebut belum pernah dibuat sehingga surat tanah tersebut diterbitkan.

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

Penerbitan Sertifikat Tanah di Desa Manis di Diduga Cacat Hukum

“Karena surat tersebut ganda (ada dua – red) maka salah satu surat tersebut telah ditarik dan dimusnakan, sedangkan satunya lagi masih berada di salah satu bank dijadikan sebagai agunan. Saya selaku anak tertua dari almarhun Salam ES meminta kepada Kepala Desa Manis untuk menarik surat yang berada di bank tersebut dan segera diperbaiki karena tanda tangan semua ahli waris dipalsukan,“ tegasnya.

Masih kata Aswad, dalam musyawarah juga dihadiri istri almarhum SA dan semua ahli waris, ia minta kepada agar surat tersebut dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya agar tidak ada kebohongan yang berkepanjangan dan juga mengajukan pembatalan ke BPN guna untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini harus dilakukan karena sudah memenuhi unsur untuk dilakukannya suatu pembatalan Sesuai Permen Agraria BPN No. 9 Tahun 1999 Pasal 106 JO 107 cacat hukum administrasi dan kesalahan dalam perhitungan luas tanah dan adanya dugaan pemalsuan surat,“ tandas Aswad.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa ? 

Secara terpisah Kepala Desa Manis Syupian yang   dikonfrmasi wartawan   melalui  handphone, Minggu (28/2/2021) membenarkan adanya penerbitan Sertifikat Tanah atas nama SA yang diduga bermasalah.

Juga membenarkan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah antar kedua belah pihak di kantor Pemerintahan Desa Manis.

Kedua   belah pihak telah membuat pernyataan  sepakat  bahwa surat   tanah   tersebut ditarik dan dibatalkan.

“Kalau surat tanah sudah ditarik dan sudah sampai ke tangan saya ya kita batalkan sesuai keinginan Wahyudin Aswad dan pihak yang bersangkutan sesuai musyawarah,“ Ujar Kades Syupian. (KRO/RD/FT)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *