Connect with us

Batu Bara

Pembangunan Jaringan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Perlu Ditinjau Ulang

Published

on

34 views
Pembangunan Jaringan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Perlu Ditinjau Ulang

RADARINDO.co.id – Batu Bara: Pembangunan jaringan irigasi tersier Dinas Pertanian di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, diduga asal jadi dan perlu ditinjau ulang.

Demikian di sampaikan, Bahren Ketua Bidang Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Masyarakat Pencari Keadilan dan Anti Korupsi (DPD LM – PEKA) Batu Bara saat di temui di Simpang Kuala Tanjung, Senin (08/03/2021).

Baca Juga : Diduga Kasus Suap, Dua Pejabat DJP Dicekal Keluar Negeri

Pasalnya, pada saat pelaksanaan pembangunan jaringan tersier tersebut diduga rekanan telah menggunakan tanah dan lumpur untuk menimbun bagian dalam dari bangunan untuk mengurangi penggunaan material padas.

Padahal penggunaan material batu padas pada bagian dalam bangunan tersebut adalah sudah sesuai spesifikasi bangunan.

Lebihlanjut menurut Bahren, Proyek pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Pertanian tersebut menelan biaya Rp.
188 juta, waktu pelaksanaan akhir tahun 2020 yang bersumber dari dana APBD – DID Kabupaten Batu Bara, sebagai pelaksana kerja CV. KMP dan Satuan Kerja (Satker) Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara.

Pekerjaan proyek jaringan irigasi Dinas Pertanian Batu Bara dikerjakan oleh Kelompak Swadaya Masyarakat yakni kelompok Tani di Desa tempat proyek tersebut di laksanakan.

“Sebagai pelaksana kerja adalah CV. KMP, namun saat pengerjaan di lapangan kita lihat yang mengerjakan adalah kelompok tani setempat, ada apa dengan Dinas pertanian ini,” ujar Bahren.

“Kita telah mengklarifikasi melalui surat ke Dinas Pertanian Batu Bara, akan tetapi belum ada jawaban, untuk selanjutnya nanti kita akan layangkan surat ke Penegak Hukum”, katanya lagi.

Di katakan Bahren, proyek jaringan irigasi yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor CV KMP, namun pada pelaksanaannya diduga dikerjakan Kelompok tani setempat, tak ayal hal tersebut menimbulkan tanya tanya.

“Terlihat jelas seperti pada photo, bahwa pada bagian dalam dari bangunan tersebut ditimbun dengan tanah dan lumpur, padahal seharusnya menggunakan batu padas, sehingga ketebalan 30 centi meter tidak hanya pada bagian atas bangunan aj,” ungkap Bahren.

Di hari yang sama ditambahkan Jalang Laut Siregar, ketua Bidang Investigasi LSM DPD LM PE-KA Batu Bara, bahwa menurutnya kelebaran dan volume pada proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut juga di duga tidak memenuhi standart.

Baca Juga : Hanya Rp11 Miliar, DPRD Prihatin Penyertaan Modal PDAM Tirtanadi

Saat di konfirmasi, Kabid Sarpras Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Suriana yang juga disebut – sebut sebagai PPTK pada proyek Jaringan Irigasi tersier via seluler di nomor 0813 6136 xxxx mengatakan, bahwa pengerjaan Proyek tersebut telah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dalam pengerjaan.

“Jikalau pengerjaannya tidak benar maka tidak akan diterima oleh Inspektorat, kalau pun salah, akan dipanggil rekanan kontraktornya”, jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Batu Bara, Ridwan yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara saat di konfirmasi via selulernya di nomor 0821 6548 xxxx belum memberikan jawaban. (KRO/RD/DHASAM)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Batu Bara

Bupati Batu Bara Tutup In Service Traning 2 Calon Kepala Sekolah

Published

on

Bupati Batu Bara Tutup In Service Traning 2 Calon Kepala Sekolah

RADARINDO.co.id -Batu Bara : Bupati Batu Bara Tutup In Service Traning 2 Calon Kepala Sekolah. Pendidikan dan pelatihan In Cervise Training 2 ini bermaksud memberikan kesempatan kepada guru profesional atau guru potensial untuk memiliki kompetensi di bidang kepala sekolahan.

Sehingga siap untuk memangku jabatan kepala sekolah secara profesional. Karena Kepala Sekolah bukan lagi hanya sekedar tugas tambahan melainkan  jabatan penting dalam sebuah institusi pendidikan, dimana peran kepemimpinan sekaligus keteladanan harus melekat pada dirinya.

Karena Kepala Sekolah adalah manager di sekolah yang dipimpinnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, MAP saat menutup In Service Traning 2 yang di wakili Kadis Pendidikan  Ilyas Sitorus  bertempat di Griya Hotel Jalan T. Amir Hamzah Medan, Sabtu ( 01/05/2021) siang.

Baca juga : Lima Pegawai Kimia Farma Ditetapkan Jadi Tersangka Daur Ulang Alat Swab Bandara KNIA

Oleh karenanya rangkaian persiapan menuju kepala sekolah yang sudah di ikuti selama diklat ini mulai dari Kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) teruslah perdalam dan implementasikan dalam tugas keseharian, harap Kadisdik Batu Bara Ilyas.

Bupati Batu Bara Tutup In Service Traning 2 Calon Kepala Sekolah

Bupati Batu Bara Tutup In Service Traning 2 Calon Kepala Sekolah

Masih menurut mantan Kepala Biro Humas Protokol Pemprovsu ini, bahwa setiap kepala sekolah dituntut untuk bisa membuat UPTD yang dipimpinnya baik tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta siswa menjadi betah dan menyenangi aktivitasnya di lingkungan sekolahnya.

Karenanya, dibutuhkan kemampuan seorang Kepala sekolah dalam menyiapkan suasana belajar yang baik dan efektif serta menyenangkan.

Untuk itu menurut Ilyas Kepala sekolah harus punya inisiatip dalam mengelola sekolah. Karena Kepala Sekolah mempunyai fungsi Manajerial. Fungsi managerial merupakan fungsi  pertama yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah selain  fungsi Perencanaan, Fungsi Pengawasan dan fungsi Sosial.

Diakhir sambutannya Ilyas Sitorus mengajak calon kepala sekolah  harus punya inisiatif, ada rasa memiliki serta harus ada rasa bangga terhadap sekolah yang dipimpinnya begitu juga mampun menghidupkan Swakontrol di lingkungan sekolahnya terhadap warga sekolah.

Disamping itu juga kepala sekolah memiliki visioner dalam menghadapi tantangan zaman. Sedangkan ketua panitia Diklat, Ruslan yang juga Kabid  GTK mengatakan bahwa Diklat yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian dari tahapan program penyiapan calon kepala sekolah yakni seleksi administrasi.

Seleksi substansi dan diklat calon kepala sekolah yang telah diselenggarakan pada anggaran 2020 yang lalu dengan menghasilkan 34 org lulusan seleksi substansi dari 51 org yang mengikuti In Service Training 1 dilaksanakan Februari 2021 dan In Service Traning 2 berakhir hari ini Minggu 30 April 2021, tambah Ruslan.

Program diklat calon kepala sekolah dilaksanakan dengan pola luring melalui konsep on-in-on-in dengan rincian 70 JP in service learning 1, 200 JP on the job learning dan 30 JP in service learning 2.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Sehingga total 300 JP yang diikuti oleh 34 orang calon kepala sekolah terdiri dari jenjang SD 22 orang dan SMP 12 orang dengan pelaksana adalah UPT LPMP Sumatera Utara bekerjasama dengan LPPKS Solo dan Dinas Pendidikan Batu Bara yang dibantu dengan Pengajar Diklat.

Turut hadir pada penutupan In Service Traning 2 selain Kadisdik batu Bara Ilyas Sitorus,  Kabid GTK Ruslan,  Kasi GTK Dikdas Rahmad Zein, Kasi GTK Rotua Pulungan.

Doli serta Supervisor Diklat Cakep Nurulwati yang juga dosen Unsiah Banda Aceh, Frida Marta Argareta Dosen Unika Santo Thomas, Jufri Sinaga P4TK/Balai Besar Vokasi Medan dan dari LPMP Sumut  Misnutyanti  serta Narasumber/Pemateri lainnya juga hadir perwakilan media cetak dan elektonik. (KRO/RD/DHASAM)

Continue Reading

Batu Bara

Dinas Perkim Kabupaten Batu Bara Bantu 207 RTLH

Published

on

Dinas Perkim Kabupaten Batu Bara Bantu 207 RTLH

RADARINDO.co.id – Batu Bara : Dinas Perkim Kabupaten Batu Bara Bantu 207 RTLH. Melalui APBD Tahun 2021, Pemkab Batu Bata melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) akan salurkan bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) kepada 207 penerima bantuan.

Hal itu disampaikan Kadis Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kabupaten Batu Bara Norma Deli Siregar melalui Kabid Perumahan Daniel S, Kamis, (29/04/2021).

Dikatakannya bahwa bantuan tersebut seperti tahun sebelumnya dengan besaran Rp15 juta.

Baca juga : Judi Jackpot di Gang T4ik Belawan Bikin Resah Langgar Prokes

Dengan rincihan Rp12.500.000 untuk bahan bangunan (matrial), dan sisanya Rp2.500.000 dibayarkan untuk upah tukang.

“Saat ini Dinas Perkim melalui Bidang Perumahan, sudah mensosialisasikan bantuan RTLH di sejumlah Desa, terkait rincian penyaluran bantuan RTLH dan pembukaan buku Rekening Bank Sumut untuk penyaluran bantuan,” ungkap Daniel S.

Sedangkan untuk dilapangan Dinas Perkim telah merekrut Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), yang saat ini sedang melakukan pendampingan pembuatan draft bersama penerima bantuan.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Diharapkan kepada keluarga penerima bantuan selain bantuan tersebut
diharapkan ada swadaya untuk memperindah rumah yang akan dibangun, baik itu dari segi material maupun tenaga tukang bangunan.

Selain bersumber dari APBD Batu Bara, bantuan RTLH juga bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara sebanyak 50 RTLH, dan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 124 RTLH yang ditujukan bagi masyarakat di Kecamatan Sei Suka (KRO/RD/DHASAM)

Continue Reading

Batu Bara

Bupati Kabupaten Batu Bara : Program GIZ Harus Sukses

Published

on

Bupati Kabupaten Batu Bara : Program GIZ Harus Sukses

RADARINDO.co.id – Batu Bara : Bupati Kabupaten Batu Bara : Program GIZ Harus Sukses. Fungsi manusia dalam hal ini fungsi guru tidak bisa digantikan sepenuhnya dengan teknologi.

Tatap muka harus dilakukan agar terjalin hubungan emosional antara peserta didik dan guru dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan disesuaikan dengan SKB 4 Menteri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Batu Bara, Ir H Zahir, MAP dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batu Bara Sakti Alam Siregar, SH saat membuka Workshop Manajemen Sekolah dalam Respon Kesiapsiagaan Sekolah menghadapi Pandemi Covid-19, yang dilaksanakan kerjasama Kemendikbud- GIZ German dan Disdik Batu Bara bertempat di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Batu Bara Komplek Perumahan PT. Inalum Tanjung Gading – Sei Suka, Kamis (15/04/2021).

Baca juga : Pelti Siregar Sang Penjelajah Kelilingi 125 Pulau Nusantara Dengan Sepeda Motor

Masih menurut Zahir bahwa keselamatan dan Kesehatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat tetap merupakan prioritas dan menjadi perhatian pemerintah dalam menetapkan kebijakan pembelajaran di masa pandemik ini.

Karenanya kita terus awasi dan ikuti perkembangan pembelajaran tatap muka yang sebagian sekolah telah melakukannya, terang Zahir.

Bupati yang disampaikan Sekda, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara, menyampaikan terimakasih telah mempercayakan Kabupaten Batu Bara sebagai salah satu pilot project diluar Pulau Jawa guna mendapatkan stimulant sekaligus dukungan dari Kemendikbud dalam hal ini Direktorat Sekolah Dasar dan GIZ (Deutsche Gesellschaf für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH).

“Dalam menerapkan pedoman pembukaan kembali dan pengoperasian sekolah yang aman selama pandemi COVID-19,” sebut Sakti.

Ditempat yang sama Direktur Sekolah Dasar, Sry Wahyunigsih mengingatkan Protokol Kesehatan harus dipantau, menjadi budaya hidup bersih sehat untuk peserta didik kita.

Budayakan anak-anak mempunyai perilaku yang baik, bertanggung jawab dan berintegritas sejalan dengan program sekolah penggerak.

Program ini berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi literasi numerasi dan karakter.

Batu Bara termasuk dari 111 kabupaten terpilih yang akan melaksanakan program sekolah penggerak, tutur Direktur Sekolah Dasar.

Masih menurt Mbakning, Kabupaten Batubara merupakan salah satu dari 2 (dua) kabupaten terpilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dalam pelaksanaan program Dukungan Kebersihan dan Perubahan Perilaku (Hygiene Behaviour Change) di Indonesia untuk Kesiapsiagaan Sekolah dalam Menghadapi Pandemi.

Bupati Kabupaten Batu Bara :  Program GIZ Harus Sukses

Bupati Kabupaten Batu Bara : Program GIZ Harus Sukses

Hanya ada dua kabupaten di Indonesia yang terpilih yakni Kabupaten Batubara di Provinsi Sumatera Utara sebagai perwakilan dari wilayah Indonesia bagian Barat. Sedangkan Kabupaten Timor Tengah Selatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan perwakilan dari Indonesia bagian Timur, tutur Direktur SD.

Deputy Regional Manager HBCC-GIZ Program, Dr. Johann Leonardia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Dan Pemerintah Kabupaten Batubara atas dukungan terhadap inisiatif ini serta kesediaan sekolah terpilih menjadi model di Batubara untuk mencontoh penerapan pedoman dan intervensi ini.

Leonardia juga menekankan bahwa melalui komitmen sekolah dalam melakukan upaya bersama ini, semua pihak dapat belajar bersama dengan lebih baik tentang bagaimana langkah-langkah ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya oleh komunitas sekolah dan para pemangku kepentingannya.

Dengan melakukan hal ini, pelajaran berharga dan praktik baik terkait pedoman nasional untuk membuka kembali sekolah dapat kita wujudkan dan bagikan kepada seluruh Indonesia, seluruh Asia, dan seluruh dunia, sebut Leonardia melalui Zoom dari Fhilipina.(KRO/RD/Dhasam).

Continue Reading

headline