Connect with us

Headline

Anak “Durhaka” Cekik Leher Ibu Kandung di Taput Berujung Mengenaskan

Published

on

389 views
Anak "Durhaka" Cekik Leher Ibu Kandung di Taput Berujung Mengenaskan

RADARINDO.co.id – Taput : Anak “durhaka” ini tak layak ditiruh. Selain mencekik leher ibu kandung, pelaku Ambronsus Nababan (34) juga sempat mengancam akan membunuh pakai gunting.

Ibarat pepatah mengatakan, air susu dibalas air tubah. Melihat kejadian ini, sang adik Swandi Nababan (18) tak bisa terima leher ibunya dicekik dan diancam bunuh pakai gunting.

Baca Juga :  Poldasu Tangkap “Parbers” Pembawa Narkoba Jenis SS 9 Kg

Spontan sang adik memukul abangnya sendiri dengan menggunakan kayu hingga terkapar ditempat, Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 wib di Dusun Pangaloan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara.

Adik kandungnya Swandi Nababan (18 ) harus dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri Ambronsus Nababan (34 ) dengan menggunkan kayu yang diambil dari samping rumahnya.

Lalu pelaku memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian. Karena tidak terima perlakuan korban pada ibunya.

Sementara itu, Kapolres Taput AKBP Muhammad Saleh SIK, MM melalui kasubbag humas Aiptu W. Baringbing membenarkan peristiwa tersebut.

Walfon menjelaskan, “Benar peristiwa tersebut terjadi Rabu (10/3/2021) pukul 18.30 wib di rumah orang tua mereka sendiri di Dusun Pangaloan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara.

“Hasil pemeriksaan yang kita peroleh dari Saksi maupun tersangka, kejadian tersebut berawal, saat itu korban AN mendatangi ibunya Fine Tampubolon (61) kerumahnya dengan marah-marah tanpa sebab”, ujarnya kepada wartawan.

Korban tidak perduli dengan dua orang adiknya dan langsung mencekik leher ibunya dan hendak menusuk pakai gunting yang sudah di persiapkan, ungkapnya.

Melihat hal tersebut, Suheri Nababan menangkap korban dan melarang serta mengevakuasi ibunya keluar rumah.

Namun korban masih berusaha untuk mengejar ibunya sehingga tersangka Swandi Nababan tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumah nya dan memukul kepala korban sebanyak 6 kali hingga korban terkapar dan tewas di tempat, ujar Walfon Baringbing Kamis (11/03/2021).

Setelah korban tewas di tempat, tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong.

Korban, tersangka dan saksi Suheri adalah abang beradik kandung. Anak dari Fine Tampubolon dan ayah Arli Nababan. Saat kejadian ayahnya Arli Nababan ( 63) tidak berada dirumah karena masih di kebun.

Dari keterangan yang kita peroleh dari saksi-saksi yang lain, bahwa korban memang selama ini jahat sama orang tuanya dan bahkan sering mengancam-ancam dan memarahinya.

Rumah korban dengan ibunya memang berdekatan dan korban sudah menikah dan memilik dua anak. Sedangkan tersangka dan abangnya Suheri Nababan masih satu rumah dengan orang tuanya karena masih lajang.

Baca Juga : Forkopimda Sumut Sambut Kedatangan Kapoldasu di Bandara Kualanamu

kita sudah melakukan olah TKP, mengamankan Barang Bukti serta membawa korban ke RSU untuk dilakukan Visum, ujar petugas.

Sedangkan tersangka sudah kita amankan di Polsek Siborongborong guna kepentingan penyidikan, tambahnya mengahiri.

Akibat kejadian itu, sejumlah warga mengaku prihatin peristiwa berdarah yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat. (KRO/RD/Reno. H)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *