Connect with us

Aceh

Kejaksaan Negeri Sabang Tetapkan Mantan Kadishub Tersangka Korupsi

Published

on

50 views
Kejaksaan Negeri Sabang Tetapkan Mantan Kadishub Tersangka Korupsi

RADARINDO.co.id – Banda Aceh : Kejaksaan Negeri Sabang menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan berinisial IS sebagai tersanka dugaan korupsi.

Hal tersebut setelah melakukan serangkaian penyidikan terhadap kegiatan belanja Bahan Bakar Minyak (BBM) gas, pelumas dan suku cadang tahun anggaran 2019.

Baca Juga : Imran Yusuf : Kemendikbud Tidak Akan Hapus Pelajaran Agama

Kasipenkum Kejati Aceh Munawal Hadi menjelaskan, kasus korupsi yang menjerat mantan Kadis Perhubungan Kota Sabang yaitu, penggunaan anggaran belanja Bahan Bakar Minyak (BBM)/Gas, Pelumas dan suku cadang pada Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun anggaran 2019.

Penyidik telah berhasil memperoleh gambaran perhitungan kerugian keuangan negara senilai Rp577.295.631 dari total anggaran sesuai dengan SPJ yang dicairkan sebesar Rp1.567.456.331, dari DPPA Rp1.656.190.846, Dinas Perhubungan Kota Sabang tahun anggaran 2019.

Selain IS, jaksa juga menetapkan SH (Manager SPBU No. 14.235409 Tahun 2019) sebagai tersangka. Tidak menutup kemungkinan penambahan tersangka lagi jika di kemudian hari penyidik menemukan fakta baru, ujar Munawal.

Baca Juga : Polsek Medan Labuhan Tertibkan Judi Dingdong

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal Jo 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2), Ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sejumlah kalangan aktivis mendukung kinerja Kejaksaan Negeri Sabang, mengungkap kejahatan tindak pidana korupsi. Serta menjatuhkan hukuman yang setimpal. Hingga berita ini dilansir, oknum mantan Kadishub dan serta manajer SPBU belum dapat di konfirmasi. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Timur

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

Published

on

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

RADARINDO.co.id-Aceh : Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK. PT Medco EP Malaka didesak tidak membebankan pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi, baik Pemkab Aceh Timur maupun Pemerintah Aceh.

“Logistik dan kebutuhan para pengungsi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Medco. Jangan bebankan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, karena daerah masih banyak yang perlu diurus,” kata Ketua LSM KANA, Muzakir, kepada Waspada, Senin (12/4).

Oleh karenanya Medco harus bertanggung jawab penuh, mulai dari kebutuhan pengungsi, maupun mengobati warga yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Baca juga : BLT Dana Desa Pekon Negeri Agung TA 2020 Kemana Rimbanya

“Hal ini perlu kita sampaikan, karena pasca kejadian itu (keracunan—red), Pemkab Aceh Timur langsung bergerak ke lokasi, mengevakuasi korban yang keracunan dan membangun tenda darurat. Padahal sesungguhnya tanggungjawab itu adalah Medco, bukan pemerintah,” timpa Muzakir.

Dia berpendapat, Pemerintah Kabupaten (pemkab) melalui Dinas Sosial dan pihak kecamatan hanya sebatas mengawasi secara ketat bantuan logistik yang disalurkan Medco, apapun yang tidak mencukupi harus disampaikan segera.

“Pemerintah hanya mengawasi seluruh bantuan yang disalurkan. Jika ada yang kurang segera sampaikan ke perusahaan Migas, sehingga bantuan dihadirkan lagi ke map pengungsian,” sebut Muzakir.

Warga Panton Rayeuk T, yang kini mengungsi di tenda darurat halaman Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, mulai mengeluh kurangnya air bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Sekitar 163 Kepala Keluarga yang mengungsi, tapi hanya tersedia satu MCK umum milik kecamatan yang dapat dimanfaatkan para pengungsi. Sementara MCK alternatif lainnya tidak tersedia, kecuali ke masjid yang jaraknya 800 meter dari lokasi pengungsian,” kata Nurul Hasanah, pengungsi.

Dampak kurangnya MCK, pengungsi terpaksa harus mengantri berjam-jam, padahal mereka hanya untuk buang air kecil.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Selain kekurangan air bersih dan MCK, pengungsi juga kekurangan selimut, sehingga saat tidur mereka menggunakan matras dan tikar plastik.

“Untuk stok makanan mereka cukup, bahkan lebih, karena tersedia dapur umum di dekat posko pengungsian. Tapi yang susah adalah MCK dan kurang air bersih,” kata Nurul Hasanah,.

Camat Banda Alam, Muliadi, SSTP, ditemui wartawan di lokasi mengakui kekurangan tersebut, namun mereka berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan para pengungsi. (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

Aceh Tenggara

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Published

on

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi. Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan

RADARINDO.co.id-Kutacane : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi.

Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas tinggal rangka di Kute (Desa) Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam.

Berdasarkan laporan warga kepada Pengulu Kute (Kepala Desa) Amaliyah dan Kapolsek Bukit Tusam, Rabu (7/4) pagi, penemuan mayat  tersebut berawal dari laporan Darmansyah,  seorang warga Bukit Tusam yang ingin membersihkan saluran air parit di kawasan kebun jagung yang berjarak sekitar ratusan meter dari ruas jalan nasional Kutacane-Tiga Binanga.

Baca juga : ABK Kapal Terjun Kelaut Akibat Kebakaran Kapal

Saat membersihkan parit yang membelah kebun jagung warga Amaliyah tersebut, saksi merasa curiga dengan bau busuk yang sangat menyengat bersumber dari perkebunan jagung petani. Ketika terus membersihkan aliran air parit, saksi kaget saat menemukan sosok mayat laki-laki yang telah membusuk dan tersisa rangka.

Melihat temuan mayat tanpa identitas yang telah membusuk dan tinggal rangka dalam posisi terlentang tersebut, saksi langsung menyampaikan kejadian tersebut pada warga, pengulu kute dan Kapolsek Bukit Tusam, dan dalam beberapa menit kemudian, petugas dari kepolisian tiba di lokasi kejadian serta mengamankan lokasi penemuan mayat tanpa identitas.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Wakapolres menerangkan bahwa, mayat tanpa identitas dan telah membusuk serta tinggal rangka tersebut, telah dievakuasi ke Rumas Sakit Umum Sahudin Kutacane untuk di autopsi dan penyelidikan terkait kematian korban tersebut.

“Sampai saat ini, kita belum mengetahui identitas mayat yang ditemukan di tengah kebun jagung Kute Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam tersebut, bahkan sampai saat ini belum ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya,” terang Wakapolres. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

Aceh

3 Pelaku Zina Menjalani Hukum Cambuk 100 Kali

Published

on

3 Pelaku Zina Menjalani Hukum Cambuk 100 Kali

RADARINDO.co.id-Lhokseumawe : 3 Pelaku Zina Menjalani Hukum Cambuk 100 Kali. Sebanyak tiga warga Kota Lhokseumawe dicambuk masing-masing sebanyak 100 kali di Stadion Tunas bangsa, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021). Mereka yaitu ZU, RM, dan LT.

Kasubsi Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Muhammad Doni Siddik, dalam keterengan tertulisnya kepada wartawan menyebutkan, ketiganya telah memiliki kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Syariah Lhokseumawe.

Baca juga : Mayat Lelaki Ditemukan di Pinggir Jalan Desa Bandar Khalifah

Kasubsi Penuntut Umum mengatakan bahwa mereka telah divonis 100 kali oleh Mahkamah Syariah Lhokseumawe karena diyakini secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan jarimah zina.

Kemudian dia melanjutkan bahwa sebenarnya hari ini dijadwalkan empat terhukum cambuk. Namun satu lainnya berinisial RS belum bisa dicambuk karena baru saja melahirkan. “RS atas surat dokter baru bisa dicambuk 120 hari setelah melahirkan. Pada 1 April 2021 lalu dia baru melahirkan.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Dengan demikian, kata Doni, “hari ini hanya tiga terhukum cambuk yang dieksekusi. “Untuk RS sendiri nanti dijadwalkan lagi eksekusi cambuknya,” pungkasnya. (KRO/RD/Kompas)

 

Continue Reading

headline