Connect with us

Entertainment

Bupati Kampar Resmi Buka MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Ditayangkan Via Live Streaming

Published

on

25 views
Bupati Kampar Resmi Buka MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Ditayangkan Via Live Streaming

RADARINDO.co.id-Kampar : Bupati Kampar Resmi Buka MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Ditayangkan Via Live Streaming.

Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH, secara resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Kampar dan ditayangkan Via Live Streaming yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, dengan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 serta pemberlakuan pembatasan tamu undangan, sehingga sebagian lainnya di tenda luar ruangan dengan mengatur jarak serta jumlah undangan yang terbatas.

MTQ Ke-51 ini dibuka langsung Bupati Kampar, Senin (15/03/2021) mengusung thema “Dengan Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke-51 Tingkat Kabupaten Kampar, Wujudkan Masyarakat yang Cinta Al-Qur’an”, juga dihadiri oleh Gubernur Riau diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Jendri Salman Ginting, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sekaligus Ketua LPTQ Prov. Riau Dr. H. Mahyudin MA, Forkopimda, Sekretaris Daerah Drs. H Yusri M.Si, dan Kepala OPD serta tamu undangan lainnya.

Baca juga : SMPN 2 Siak Hulu Kampar Ikuti Zoom Meting Secara Virtual Jaksa Masuk Sekolah 

Bupati Kampar Resmi Buka MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Ditayangkan Via Live Streaming

Bupati Kampar Resmi Buka MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Ditayangkan Via Live Streaming

Perlu diketahui, pelaksanaan MTQ tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kampar merupakan yang pertama di Provinsi Riau  dalam menerapkan pendaftaran secara elektronik  dimana peserta telah menggunakan aplikasi Elektronik MTQ, peserta pada pelaksanaan MTQ kali ini berjumlah 305 orang putra dan 282 orang putri dan MTQ ke-51 ini akan dilaksanakan mulai 15 maret sampai dengan 21 maret 2021.

Bupati Kampar berharap pada pelaksanaan MTQ kali ini agar seluruh peserta dapat meluruskan niat dan berikhtiar pada pelaksanaannya, agar nanti dapat mengharumkan Kabupaten Kampar pada event MTQ Tingkat Provinsi Riau ke-39 yang akan dilaksanakan di Pelalawan nantinya.

“Al-qur’an adalah mukjizat terbesar yang allah anugerahkan kepada nabi Muhammad SAW, kemukjizatannya tersebut akan terus terungkap sepanjang masa dalam berbagai aspek, hal tersebut bertujuan untuk membuktikan kewujudan Allah SWT, kerasulan Nabi Muhammad dan kebenaran Al-quran ” Ungkap Catur.

Baca juga : Ketua PAC PP Kota Pinang Dicopot Karena Langgar AD

Penyelenggaraan MTQ merupakan momentum penting dalam meningkatkan kecintaan pada alquran, sekaligus pemberi semangat agar kita semua senantiasa menjadikan al-quran sebagai imam dalam kehidupan kita, pelaksanaan MTQ tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya, namun diharapkan tidak mengurangi nilai MTQ itu sendiri dan juga semangat kita dalam melaksanakannya, serta usaha kita untuk mewujudkan masyarakat Kampar yang cinta al-quran. Ucap Catur

Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelantikan dewan hakim yang akan bertindak sebagai juri dalam pelaksnaan MTQ, Bupati juga berharap kepada dewan hakim agar selalu menegakkan keadilan dalam melakukan penilaian terhadap seluruh peserta, hingga nantinya, kita mendapatkan qory dan qoriah yang berprestasi dan kedepannya akan kembali kita bawa berlomba di MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Pelalawan nantinya. (KRO/RD/Diskom/SM)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entertainment

Hanna Pagiet Siap Berkarya Untuk Perempuan

Published

on

Hanna Pagiet Berkarya Untuk Perempuan

RADARINDO.co.id-Jakarta : Hanna Pagiet Siap Berkarya Untuk Perempuan. Hana Pagiet akan mempersembahkan musik dengan konsep berbeda dalam perilisan single terbarunya “Perempuan” setelah Lebaran nanti.

Bermula dari sebuah karya ia merangkul Mafa Yulie Ramadhani  dikenal sebagai fotografer yang karyanya selalu bikin bangga dan menarik untuk dibahas.

Single “Perempuan” terasa sangat unik, karena pada lagu tersebut Hanna Pagiet berkolaborasi dengan banyak perempuan lainnya untuk kelengkapan lagunya.

Baca juga : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Sebelum konser dilakukan, Hanna Pagiet juga telah melakukan sesi pemotretan bersama Mafa Yulie. Hanna berharap lagu ‘Perempuan’ bisa dirilis setelah lebaran termasuk kolaborasinya dengan Mafa Yulie bisa terus berjalan tidak hanya dalam proyek ini saja.

Hanna Pagiet juga mengharapkan kolaborasinya dengan Mafa Yulie bisa menjadi penambah semangat dalam berkarya, selain memperkuat pesan dari lagu ini.

Hanna mengajak para perempuan untuk selalu memberanikan diri mengungkapkan segala sesuatu yang dirasakan dalam hatinya.

Karena musik dan lagu bisa menjadi sumber inspirasi serta kekuatan dalam menjalani kehidupan tak kecuali lagu tentang perempuan yang menginspirasi.

Sementara Mafa Yulie menyebutkan kerjasama ini lebih kepada cara mereka menyampaikan pesan tentang peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Mafa mengharapkan kerjasamanya dengan Hanna Pagiet bisa terus terjalin.

Karena Hanna Pagiet adalah sosok musisi perempuan yang berbakat, kreatif dan produktif.

“Hanna Pagiet itu perempuan Medan berkarya melalui musik dan instrumen, tentunya ajakan kerjasama ini langsung aku terima. Sebab aku paham betul bagaimana keseriusan Hanna dalam menciptakan karyanya,” kata Mafa. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

Entertainment

Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru “Ragu”

Published

on

Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru "Ragu"

RADARINDO.co.id-Jakarta : Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru “Ragu”.

 Penyanyi solo wanita Raisa memulai awal tahun ini dengan merilis single berjudul “Ragu”. Lagu tersebut dibuat oleh dirinya bersama Ari Renaldi dan diproduseri oleh Camden Bench, yang sebelumnya juga memproduseri “Teristimewa”.

Raisa, melalui keterangan resminya, Kamis, mengatakan bahwa “Ragu” mengusung tema keseharian, dan bagaimana kadang kita dihadapi keadaan untuk memilih.

Baca juga : Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea

“Ragu” ditulis oleh Raisa di tahun 2014 silam dan belum pernah dirilis sebagai single. Di masa pandemi, Raisa berusaha tetap aktif berkarya. Salah satunya memperbaharui rasa dari “Ragu” dengan kembali mengajak Camden Bench untuk memperkaya Ragu dari sisi isian dan mood musik.

CEO JUNI Records, menambahkan “Ragu mengingatkan kita dengan nuansa Raisa di antara album ke-2 (“Heart to Heart”) dan album ke-3 (“Handmade”), namun dengan musik jauh lebih masa kini. Dengan banyak elemen gitar saya rasa ini bisa jadi sesuatu yang segar buat Raisa mengawali 2021,” kata Adryanto Pratono,

Untuk video musiknya, “Ragu” disutradarai oleh Prialangga. Sebelumnya Raisa bekerjasama dengan Prialangga di klip “Bahasa Kalbu”. Video musik “Ragu” mengajak aktor Adipati Dolken dan Deva Mahendra sebagai 2 karakter lelaki yang ada dalam kehidupan seorang perempuan, Raisa. Bercerita tentang seorang perempuan yang dihadapkan oleh dua pilihan.

Deva, sosok pria sempurna yang merupakan idaman para perempuan. Satu lagi adalah Adipati, sosok yang merupakan sahabat, sosok yang tidak sesempurna Deva, tapi mampu membuat nyaman dan sulit dilupakan. Cerita ini dibuat untuk menggambarkan salah satu keraguan yang sering kali dialami oleh banyak orang ketika dihadapkan dengan pilihan.

Tonton juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa?

“Ragu” sudah bisa didengarkan melalui berbagai layanan musik digital. Sementara, video musiknya juga bisa ditonton mulai 17 Maret melalui kanal YouTube resmi Raisa. (KRO/RD/AntaraNews)

 

Continue Reading

Entertainment

Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea

Published

on

Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama di Korea

RADARINDO.co.id-Jakarta : Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea Korea

Youn Yuh-jung adalah ikon film di Korea Selatan, yang telah membintangi lebih dari 100 film dan serial TV.

Namun perempuan 73 tahun itu tidak pernah menyangka jadi orang Korea Selatan pertama yang dapat nominasi di Academy Awards dalam kategori aktris pendukung terbaik, untuk perannya di “Minari” sebagai nenek yang pergi dari Korea Selatan ke Amerika Serikat untuk merawatnya cucunya.

Baca juga : Ditinggal Istri Pulang Kampung Pria Berusia 60 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

“Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Saya tidak pernah bermimpi dinominasikan untuk Oscar,” kata Youn dalam wawancara, Senin (15/3), dikutip dari Reuters.

Kabar ini didengar oleh Youn ketika sedang menjalani karantina wajib dua pekan di Korea Selatan setelah bekerja di Kanada. Berita nominasi itu diberitahukan oleh temannya yang langsung menangis terharu.

Youn berbagi pencapaian ini dengan lawan mainnya di “Minari” Steven Yeun, Asia-Amerika pertama yang dinominasikan untuk aktor terbaik Oscar. Lahir di Seoul, Yuen dan keluarganya pindah ke Kanada dan kemudian Amerika Serikat ketika dia masih kecil.

Sejak debut akting pada tahun 1966, Youn telah menjadi sensasi di layar Korea atas perannya sebagai karakter yang jenaka hingga menggugah hati, termasuk sebagai pelacur di “The Bacchus Lady” tahun 2016.

Dikutip dari Yonhap, aktris kelahiran 1947 ini populer di Korea Selatan lewat film “Fire Woman” (1971), namun pada pertengahan 1970-an dia meninggalkan dunia hiburan setelah menikahi penyanyi populer Cho Young-nam dan pindah ke Amerika Serikat.

Setelah bercerai, dia kembali lagi untuk berkarya pada akhir 1980-an dan berupaya keras diterima lagi karena publik Korea Selatan saat itu memandang negatif perempuan yang bercerai. Peran yang sudah ia mainkan bervariasi, mulai dari pelayan muda yang menggoda majikan hingga nenek nyentrik di film teranyar.

Beberapa tahun terakhir, dia mengambil peran-peran pendukung atau peran kecil di proyek kecil yang skenarionya memikat, atau dibuat oleh orang yang dekat dengannya. Dia berperan sebagai nenek buta huruf di film indie “Lucky CHan-sil” (2019) tanpa bayaran, juga ibu demensia di film thriller “Beasts Clawing at Straws” (2020), film debut sutradara Kim Yong-hoon.

Youn telah memenangkan 32 penghargaan untuk perannya dalam “Minari, tentang keluarga imigran Korea Selatan yang mencoba memulai kehidupan baru di pedesaan Amerika selama tahun 1980-an.

Tonton juga : Bea Cukai Belawan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,6 Miliyar

“Minari” sangat personal untuk sutradara Lee Isaac Chung karena kisah itu sebagian didasari pengalamannya tumbuh besar di Arkansas. Film ini menyabet enam nominasi Academy Awards 2021.

Dia mengatakan, saat ini adalah masa yang luar biasa dalam hidupnya. Sejak menginjak usia 65 tahun, dia memutuskan untuk bekerja hanya dengan orang yang ia sukai, orang yang ingin bekerja dengannya, tanpa mempedulikan uang atau ketenaran.

“Saya akan senang bila meninggal setelah melakukan apa yang saya sangat sukai.” Ungkapnya.(KRO/RD/AntaraNews.com)

 

Continue Reading

headline