Connect with us

Entertainment

Wali Kota Medan Lantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Ke-54 Kota Medan

Published

on

6 views
Wali Kota Medan Lantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Ke-54 Kota Medan

RADARINDO.co.id – Medan : Wali Kota Medan Lantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Ke-54 Kota Medan.

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution,SE.,MM melantik Dewan Pengawas dan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 54 tingkat Kota Medan di GOR Perguruan Al Azhar Medan, Jl. Pintu Air IV, Kec. Medan Johor, Senin (15/3/2021).

Para Dewan Pengawas dan Dewan Hakim yang dilantik tersebut nantinya akan bertugas selama pelaksanaan MTQ ke-54 Kota Medan.

Baca juga : Pemegang Saham Setuju, Bank Sumut Target Triwulan II-2022 Sudah IPO 

Adapun susunan Dewan Pengawas di Ketuai oleh Drs.H. Palit Muda Harahap,MA, Sekretaris, Marasakti Bangunan,MA dan di bantu oleh para anggota Sedangkan untuk Dewan Hakim diketuai oleh Drs. H. Yusdarli Amar dan Sekretaris, Drs.H.Rustam Lubis.

Wali Kota Medan dalam sambutanya mengatakan kegiatan MTQ ke 54 tingkat Kota Medan tahun 2021 ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena harus mengikuti situasi pandemi covid-19 saat ini. Meskipun demikian MTQ harus tetap digelar namun dengan tetap menjaga kesehatan para peserta, dewan hakim, dan dewan pengurus. Oleh Karenanya melihat situasi saat ini, maka pelaksaan MTQ ke 54 digelar secara virtual.

“Meskipun kita adakan secara virtual, namun makna pelaksaan MTQ tetap sama bahkan semakin luas karena dapat disaksikan oleh seluruh masyarkat dunia sehingga membuka potensi yang besar dan memberikan perhatian khusus kepada seluruh peserta MTQ,”Kata Wali Kota Medan.

Melalui perhelatan MTQ tahun ini, Wali Kota Medan juga berharap agar seluruh masyarakat khususnya kepada para peserta, dewan pengawas dan dewan hakim semakin memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an bukan hanya di baca atau di mengerti tetapi juga di implementasi dalam kehidupan sehari hari.

“Saya berharap implementasi nilai-nilai Al-Qur’an harus bisa kita terapkan di Kota Medan, MTQ juga harus menjadi titik awal pengimplementasian Al-Qu’ran dalam kehidupan sehari-hari,” harap Wali Kota Medan.

Disamping itu Wali Kota Medan juga berpesan kepada pengurus LPTQ agar berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia dalam pengembangkan ekonomi islam melalui rumah ibadah. Artinya kedepanya Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah saja melainkan juga sebagai tempat pergerakan sosial masyarakat dan ekonomi keislaman.

MTQ ke 54 tingkat Kota Medan tahun 2021 ini sendiri akan dibuka Selasa 16 Maret di Asrama Haji Medan. Nantinya masyarakat yang ingin menyaksikan MTQ ke 54 dapat mengaksesnya melalui chanel youtube MTQ Ke 54 Kota Medan Tahun 2021.

Baca juga : Ketua PAC PP Kota Pinang Dicopot Karena Langgar AD

Adapun cabang-cabang yang diperlombakan dalam MTQ tahun ini diantanya ialah Cabang Seni Baca Al-Qur’an, Cabang Hafalan Al-Qur’an dan Tafsir Al-Qur’an, Cabang FAHM Al-Qur’an, Cabang Syarh Al-Qur’an, Cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Cabang Qira’at dan Tartilul Al-Qur’an, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Cabang Musabaqah Hadist Nabi.

Dalam pelantikan Dewan Pengawas dan Dewan Hakim ini turut pula dihadiri oleh Pembina Yayasan Al-Azhar, H. Machyuzar Nasution, Ketua LPTQ Kota Medan yang juga menjadi Dewan Pengawas, Palid Muda Harahap, Ketua Dewan Hakim, Yusdarli Amar, pimpinan OPD dan Camat Medan Johor, Zulfakhri Ahmadi,S.Sos. (KRO/RD/wsp)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entertainment

Hanna Pagiet Siap Berkarya Untuk Perempuan

Published

on

Hanna Pagiet Berkarya Untuk Perempuan

RADARINDO.co.id-Jakarta : Hanna Pagiet Siap Berkarya Untuk Perempuan. Hana Pagiet akan mempersembahkan musik dengan konsep berbeda dalam perilisan single terbarunya “Perempuan” setelah Lebaran nanti.

Bermula dari sebuah karya ia merangkul Mafa Yulie Ramadhani  dikenal sebagai fotografer yang karyanya selalu bikin bangga dan menarik untuk dibahas.

Single “Perempuan” terasa sangat unik, karena pada lagu tersebut Hanna Pagiet berkolaborasi dengan banyak perempuan lainnya untuk kelengkapan lagunya.

Baca juga : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Sebelum konser dilakukan, Hanna Pagiet juga telah melakukan sesi pemotretan bersama Mafa Yulie. Hanna berharap lagu ‘Perempuan’ bisa dirilis setelah lebaran termasuk kolaborasinya dengan Mafa Yulie bisa terus berjalan tidak hanya dalam proyek ini saja.

Hanna Pagiet juga mengharapkan kolaborasinya dengan Mafa Yulie bisa menjadi penambah semangat dalam berkarya, selain memperkuat pesan dari lagu ini.

Hanna mengajak para perempuan untuk selalu memberanikan diri mengungkapkan segala sesuatu yang dirasakan dalam hatinya.

Karena musik dan lagu bisa menjadi sumber inspirasi serta kekuatan dalam menjalani kehidupan tak kecuali lagu tentang perempuan yang menginspirasi.

Sementara Mafa Yulie menyebutkan kerjasama ini lebih kepada cara mereka menyampaikan pesan tentang peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga : Yayasan Rumah Tahfizh Anwar Saadah Adakan Program Hafizh Qur’an

Mafa mengharapkan kerjasamanya dengan Hanna Pagiet bisa terus terjalin.

Karena Hanna Pagiet adalah sosok musisi perempuan yang berbakat, kreatif dan produktif.

“Hanna Pagiet itu perempuan Medan berkarya melalui musik dan instrumen, tentunya ajakan kerjasama ini langsung aku terima. Sebab aku paham betul bagaimana keseriusan Hanna dalam menciptakan karyanya,” kata Mafa. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

Entertainment

Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru “Ragu”

Published

on

Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru "Ragu"

RADARINDO.co.id-Jakarta : Raisa Awali Tahun 2021 Dengan Single Terbaru “Ragu”.

 Penyanyi solo wanita Raisa memulai awal tahun ini dengan merilis single berjudul “Ragu”. Lagu tersebut dibuat oleh dirinya bersama Ari Renaldi dan diproduseri oleh Camden Bench, yang sebelumnya juga memproduseri “Teristimewa”.

Raisa, melalui keterangan resminya, Kamis, mengatakan bahwa “Ragu” mengusung tema keseharian, dan bagaimana kadang kita dihadapi keadaan untuk memilih.

Baca juga : Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea

“Ragu” ditulis oleh Raisa di tahun 2014 silam dan belum pernah dirilis sebagai single. Di masa pandemi, Raisa berusaha tetap aktif berkarya. Salah satunya memperbaharui rasa dari “Ragu” dengan kembali mengajak Camden Bench untuk memperkaya Ragu dari sisi isian dan mood musik.

CEO JUNI Records, menambahkan “Ragu mengingatkan kita dengan nuansa Raisa di antara album ke-2 (“Heart to Heart”) dan album ke-3 (“Handmade”), namun dengan musik jauh lebih masa kini. Dengan banyak elemen gitar saya rasa ini bisa jadi sesuatu yang segar buat Raisa mengawali 2021,” kata Adryanto Pratono,

Untuk video musiknya, “Ragu” disutradarai oleh Prialangga. Sebelumnya Raisa bekerjasama dengan Prialangga di klip “Bahasa Kalbu”. Video musik “Ragu” mengajak aktor Adipati Dolken dan Deva Mahendra sebagai 2 karakter lelaki yang ada dalam kehidupan seorang perempuan, Raisa. Bercerita tentang seorang perempuan yang dihadapkan oleh dua pilihan.

Deva, sosok pria sempurna yang merupakan idaman para perempuan. Satu lagi adalah Adipati, sosok yang merupakan sahabat, sosok yang tidak sesempurna Deva, tapi mampu membuat nyaman dan sulit dilupakan. Cerita ini dibuat untuk menggambarkan salah satu keraguan yang sering kali dialami oleh banyak orang ketika dihadapkan dengan pilihan.

Tonton juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa?

“Ragu” sudah bisa didengarkan melalui berbagai layanan musik digital. Sementara, video musiknya juga bisa ditonton mulai 17 Maret melalui kanal YouTube resmi Raisa. (KRO/RD/AntaraNews)

 

Continue Reading

Entertainment

Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea

Published

on

Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama di Korea

RADARINDO.co.id-Jakarta : Youn Yuh Jung, Aktris Peraih Nominasi Oscar Pertama Korea Korea

Youn Yuh-jung adalah ikon film di Korea Selatan, yang telah membintangi lebih dari 100 film dan serial TV.

Namun perempuan 73 tahun itu tidak pernah menyangka jadi orang Korea Selatan pertama yang dapat nominasi di Academy Awards dalam kategori aktris pendukung terbaik, untuk perannya di “Minari” sebagai nenek yang pergi dari Korea Selatan ke Amerika Serikat untuk merawatnya cucunya.

Baca juga : Ditinggal Istri Pulang Kampung Pria Berusia 60 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

“Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Saya tidak pernah bermimpi dinominasikan untuk Oscar,” kata Youn dalam wawancara, Senin (15/3), dikutip dari Reuters.

Kabar ini didengar oleh Youn ketika sedang menjalani karantina wajib dua pekan di Korea Selatan setelah bekerja di Kanada. Berita nominasi itu diberitahukan oleh temannya yang langsung menangis terharu.

Youn berbagi pencapaian ini dengan lawan mainnya di “Minari” Steven Yeun, Asia-Amerika pertama yang dinominasikan untuk aktor terbaik Oscar. Lahir di Seoul, Yuen dan keluarganya pindah ke Kanada dan kemudian Amerika Serikat ketika dia masih kecil.

Sejak debut akting pada tahun 1966, Youn telah menjadi sensasi di layar Korea atas perannya sebagai karakter yang jenaka hingga menggugah hati, termasuk sebagai pelacur di “The Bacchus Lady” tahun 2016.

Dikutip dari Yonhap, aktris kelahiran 1947 ini populer di Korea Selatan lewat film “Fire Woman” (1971), namun pada pertengahan 1970-an dia meninggalkan dunia hiburan setelah menikahi penyanyi populer Cho Young-nam dan pindah ke Amerika Serikat.

Setelah bercerai, dia kembali lagi untuk berkarya pada akhir 1980-an dan berupaya keras diterima lagi karena publik Korea Selatan saat itu memandang negatif perempuan yang bercerai. Peran yang sudah ia mainkan bervariasi, mulai dari pelayan muda yang menggoda majikan hingga nenek nyentrik di film teranyar.

Beberapa tahun terakhir, dia mengambil peran-peran pendukung atau peran kecil di proyek kecil yang skenarionya memikat, atau dibuat oleh orang yang dekat dengannya. Dia berperan sebagai nenek buta huruf di film indie “Lucky CHan-sil” (2019) tanpa bayaran, juga ibu demensia di film thriller “Beasts Clawing at Straws” (2020), film debut sutradara Kim Yong-hoon.

Youn telah memenangkan 32 penghargaan untuk perannya dalam “Minari, tentang keluarga imigran Korea Selatan yang mencoba memulai kehidupan baru di pedesaan Amerika selama tahun 1980-an.

Tonton juga : Bea Cukai Belawan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,6 Miliyar

“Minari” sangat personal untuk sutradara Lee Isaac Chung karena kisah itu sebagian didasari pengalamannya tumbuh besar di Arkansas. Film ini menyabet enam nominasi Academy Awards 2021.

Dia mengatakan, saat ini adalah masa yang luar biasa dalam hidupnya. Sejak menginjak usia 65 tahun, dia memutuskan untuk bekerja hanya dengan orang yang ia sukai, orang yang ingin bekerja dengannya, tanpa mempedulikan uang atau ketenaran.

“Saya akan senang bila meninggal setelah melakukan apa yang saya sangat sukai.” Ungkapnya.(KRO/RD/AntaraNews.com)

 

Continue Reading

headline