Connect with us

Banda Aceh

Polda Aceh Tahan Dua Tersangka Investasi Bodong

Published

on

50 views
Polda Aceh Tahan Dua Tersangka Investasi Bodong

RADARINDO.co.id-Banda Aceh : Polda Aceh Tahan Dua Tersangka Investasi Bodong.

Polda Aceh menahan dua orang tersangka pelaku investasi bodong. Akibat perbuatan tersebut mengakibatkan sejumlah nasabah mengalami kerugian.

Penangkapan tersebut berawal pada kasus Yalsa Boutique yang diduga melakukan investasi bodong.

Hingga kini kasus tersebut masih ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh, Jumat (19/3).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy melalui Kasubdit 2 Perbankan AKBP Erwan SH, MH, Jumat (19/3/2021) menyebutkan, penahanan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyidikan Ditreskrimsus Polda Aceh tentang adanya dugaan tindak pidana perbankan.

Baca juga : Pengemudi Jupiter Tubruk Dump Truck Tewas di Tempat

“Kedua tersangka yang ditahan tersebut berinisial S (30) dan SHA (31). Keduanya merupakan Owner di Yalsa Boutique”, ujar AKBP Erwan.

Lebihlanjut dikatakan, sudah ada lebih dua alat bukti dan saksi terhadap dugaan tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh kedua tersangka.

Sementara itu, keterangan saksi ahli dari OJK dan Perbankan, sehingga sudah melebihi dua alat bukti berdasarkan pasal 184 KUHAP, sebut Erwan.

Erwan juga menambahkan, dari hasil penggeladahan juga turut diamankan uang tunai sejumlah Rp46.060.000, laptop, sejumlah emas dengan berbagai bentuk, surat pembelian emas sebanyak 87 lembar, pedang samurai, pisau lipat, kartu ATM, buku rekening, printer, jam tangan dan barang bukti lainnya.

“Kami sudah menyita sejumlah uang, emas dan barang lainnya yang patut diduga merupakan hasil dari investasi bodong yang dilakukan tersangka. Polda Aceh masih terus melakukan Asset Tracing untuk kasus TPPU nya,” ucapnya sesuai dilansir dari serambinews.com.

Sebagaimana diketahui, Yalsa Botique merupakan investasi yang diduga bodong dan sudah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau investasi hingga mencapai 164 miliar dari 202 reseler dan sekitar 17.800 member.

Penghimpunan uang dari masyarakat tersebut dilakukan Yalsa Boutique tanpa memiliki izin usaha dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak bulan Desember 2019 sampai bulan dengan Februari 2021.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 46 ayat (1) Undang- Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan atau pasal 2 ayat (1) huruf g, pasal 3 dan pasal 5 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pungkas Erwan.

Hal yang sama juga dialami salah seorang nasabah di Medan, yang tidak mau disebutkan namanya menderita kerugian hampir Rp100 juta.

Tonton juga : Puluhan Pegawai RS Permata Bunda Gelar Aksi Damai Tuntut Pembayaran Gaji

Konon sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu, tergiur menjadi nasabah di salah satu perusahaan palas atau pialang di Jln Imam Bonjol Medan.

Anehnya, uang nasabah yang sudah di stor ke perusahaan terjadi pendebetan dari kas nasabah tanpa mengedepankan prinsip kehati -hatian.

Sehingga dalam kurun waktu satu bulan, dana nasabah nyaris ludes. Konon pengakuan dari salah satu wakil pimpinan pialang, dana cadangan habis karena harga saham emas sedang anjlok.

Sejumlah pihak mencurigai modus pialang di Medan diduga melakukan penipuan masih menjamur di Medan, diduga bodong. (KRO/RD/TIM)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *