Connect with us

Aceh Timur

Minibus Masuk Jurang, Dua Orang Penumpang Tewas

Published

on

194 views
Minibus Masuk Jurang, Dua Orang Penumpang Tewas

RADARINDO.co.id-Aceh Timur : Minibus Masuk Jurang, Dua Orang Penumpang Tewas.

Sebanyak dua orang warga dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan minibus Isuzu ELF dengan nomor polisi BL 7554 FL yang jatuh ke jurang di jalan lokasi wisata Pantan Terong Takengon, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu, 21 Maret 2021 sekitar pukul 11.00 Wib.

Baca juga : Pengemudi Jupiter Tubruk Dump Truck Tewas di Tempat

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Ishak mengatakan, minibus itu terjatuh ke jurang sehingga menyebabkan dua penumpang meninggal dunia di tempat kejadian dan belasan lainnya luka-luka. Ishak menjelaskan jumlah penumpang sebanyak 15 orang.

Menurut Ishak, seluruh korban kecelakaan baik yang luka-luka maupun meninggal dunia telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Tekengon, Aceh Tengah.

Sementara kendaraan minibus yang terjatuh ke jurang tersebut juga telah dievakuasi petugas.

Direktur RSUD Datu Beru Takengon, Hardi Yanis mengatakan 13 penumpang yang dirawat di rumah sakit Datu Beru Takengon pascakecelakaan dalam kondisi luka ringan hingga sedang.ia menerangkan bahwa tidak ada korban yang kritis.

Tonton juga : Belasan Ruko di Kota Pinang Hangus Di Lalap Sijago Merah

Sedangkan dua yang meninggal dunia juga sudah berada di ruang jenazah rumah sakit. Pihak rumah sakit sedang berkoordinasi pemulangan jenazah.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa masih mengkordinasikan kedua jenazah  nantinya diantar pihak rumah sakit atau dijemput oleh pihak keluarga tersebut. (KRO/RD/Oketravel)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Timur

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

Published

on

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

RADARINDO.co.id-Aceh : Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK. PT Medco EP Malaka didesak tidak membebankan pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi, baik Pemkab Aceh Timur maupun Pemerintah Aceh.

“Logistik dan kebutuhan para pengungsi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Medco. Jangan bebankan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, karena daerah masih banyak yang perlu diurus,” kata Ketua LSM KANA, Muzakir, kepada Waspada, Senin (12/4).

Oleh karenanya Medco harus bertanggung jawab penuh, mulai dari kebutuhan pengungsi, maupun mengobati warga yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Baca juga : BLT Dana Desa Pekon Negeri Agung TA 2020 Kemana Rimbanya

“Hal ini perlu kita sampaikan, karena pasca kejadian itu (keracunan—red), Pemkab Aceh Timur langsung bergerak ke lokasi, mengevakuasi korban yang keracunan dan membangun tenda darurat. Padahal sesungguhnya tanggungjawab itu adalah Medco, bukan pemerintah,” timpa Muzakir.

Dia berpendapat, Pemerintah Kabupaten (pemkab) melalui Dinas Sosial dan pihak kecamatan hanya sebatas mengawasi secara ketat bantuan logistik yang disalurkan Medco, apapun yang tidak mencukupi harus disampaikan segera.

“Pemerintah hanya mengawasi seluruh bantuan yang disalurkan. Jika ada yang kurang segera sampaikan ke perusahaan Migas, sehingga bantuan dihadirkan lagi ke map pengungsian,” sebut Muzakir.

Warga Panton Rayeuk T, yang kini mengungsi di tenda darurat halaman Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, mulai mengeluh kurangnya air bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Sekitar 163 Kepala Keluarga yang mengungsi, tapi hanya tersedia satu MCK umum milik kecamatan yang dapat dimanfaatkan para pengungsi. Sementara MCK alternatif lainnya tidak tersedia, kecuali ke masjid yang jaraknya 800 meter dari lokasi pengungsian,” kata Nurul Hasanah, pengungsi.

Dampak kurangnya MCK, pengungsi terpaksa harus mengantri berjam-jam, padahal mereka hanya untuk buang air kecil.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Selain kekurangan air bersih dan MCK, pengungsi juga kekurangan selimut, sehingga saat tidur mereka menggunakan matras dan tikar plastik.

“Untuk stok makanan mereka cukup, bahkan lebih, karena tersedia dapur umum di dekat posko pengungsian. Tapi yang susah adalah MCK dan kurang air bersih,” kata Nurul Hasanah,.

Camat Banda Alam, Muliadi, SSTP, ditemui wartawan di lokasi mengakui kekurangan tersebut, namun mereka berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan para pengungsi. (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

headline