Connect with us

Aceh

Bupati Aceh Timur Peringatkan Karhutla Saat Musim Kemarau

Published

on

6 views
Bupati Aceh Timur Peringatkan Karhutla Saat Musim Kemarau

RADARINDO.co.id-Aceh Timur : Bupati Aceh Timur Peringatkan Karhutla Saat Musim Kemarau.

Memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang di tahun ini, Pemerintah bersama TNI/Polri mulai siaga penuh untuk mengantisipasi berbagai potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang berpotensi terjadi disejumlah titik.

H. Hasballah HM. Thalib atau yang dikenal Rocky usai mengikuti Rakor Pengendalian Karhutla Bersama Forkopimda Aceh secara virtual di Aula Wira Satya Polres Aceh Timur di Peudawa, Selasa (23/3) selaku Bupati Aceh Timur menghimbau agar siaga 24 jam untuk mewaspadai karhutla yang berpotensi di sejumlah titik.

Baca juga : Warga Wringin Agung Demo Pemberhentian RT/RW Secara Sepihak

Dikatakannya, dirinya tetap melakukan langkah-langkah penanganan karthutla di lapangan sesuai dengan rekomendasi Gubernur Aceh, Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda. Bahkan dirinya telah menyiapkan enam titik pos yang akan membantu percepatan penanganan disaat sewaktu-waktu terjadi karhutla.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya siapkan enam titik pos dilengkapi 11 armada damkar, lima mobil tangki air, puluhan motor modivikasi yang akan menjangkau titik pedalaman yang sulit di jangkau kendaraan roda empat.

Politisi PA itu memetakan, sembilan waduk di daerahnya, seperti waduk Jambo Aye dan waduk-waduk lain, termasuk waduk Jambo Reuhat di Banda Alam. “Intinya, kami bersama unsur muspida, begitu juga dengan unsur muspika siaga penuh,” kata Rocky.

Oleh karenanya, mantan kombatan itu meminta aparatur desa terutama kepala desa untuk senantiasa mengingatkan masyarakat tidak membakar sisa replanting secara sembarangan di kebun.

Rocky juga menghimbau agar sama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla di Aceh, khususnya di Aceh Timur.

Disinggung masyarakat yang masih suka membakar sisa sampah pembersihan perkebunan, Bupati Aceh Timur lagi-lagi mengingatkan petani dan pekebun yang sedang membersihkan lahan perkebunan dan pertanian untuk tidak membakar sampah sembarangan, karena api bisa menjalar ke hutan.

Selanjutnya, Rocky mengatakan bahwa jika pembakaran sampah dari pembersihan ladang  dinilai tidak terlalu membahayakan, karena kita di daerah ini juga sedang menggiatkan program nasional dalam rangka mendukung ketahanan pangan, seperti padi, jagung dan kedelai (pajale).

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH, terpisah menambahkan, bencana kebakaran hutan dan lahan tentu akan menimbulkan kerugian, seperti kerusakan alam dan menimbulkan pulusi udara yang tidak sehat dan mengganggu aktivitas masyarakat serta terganggunya satwa dilindungi.

“Oleh karenanya mari kita sama-sama menjaga kelestarian hutan dan alam dengan tidak melakukan kegiatan pembakaran secara sembarangan,” ujar Eko, seraya meminta, para kapolsek di wilayahnya segera mensosialisasikan bahaya kebakaran hutan dan lahan ke masyarakat, khususnya daerah pedalaman.

Lihat juga :Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa?

Sebagaimana diketahui, Forkopimda Aceh Timur mengikuti Rakor tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Se-Provinsi Aceh bersama Forkopimda Aceh.Rakor itu dipimpin langsung Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT, Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada M Phil, dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Achmad M. (b11)

Bupati Rocky (tengah) didampingi Kapolres AKBP Eko Widiantoro, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol CZI Hasanoel Arifin, dan pejabat lainnya mengikuti Rakor Penanggulangan Karhutla bersama Forkopimda Aceh secara virtual di Mapolres Aceh Timur, Selasa (23/3). (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aceh Timur

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

Published

on

Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK

RADARINDO.co.id-Aceh : Pengungsi Gas Beracun Keluhkan MCK. PT Medco EP Malaka didesak tidak membebankan pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi, baik Pemkab Aceh Timur maupun Pemerintah Aceh.

“Logistik dan kebutuhan para pengungsi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Medco. Jangan bebankan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, karena daerah masih banyak yang perlu diurus,” kata Ketua LSM KANA, Muzakir, kepada Waspada, Senin (12/4).

Oleh karenanya Medco harus bertanggung jawab penuh, mulai dari kebutuhan pengungsi, maupun mengobati warga yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Baca juga : BLT Dana Desa Pekon Negeri Agung TA 2020 Kemana Rimbanya

“Hal ini perlu kita sampaikan, karena pasca kejadian itu (keracunan—red), Pemkab Aceh Timur langsung bergerak ke lokasi, mengevakuasi korban yang keracunan dan membangun tenda darurat. Padahal sesungguhnya tanggungjawab itu adalah Medco, bukan pemerintah,” timpa Muzakir.

Dia berpendapat, Pemerintah Kabupaten (pemkab) melalui Dinas Sosial dan pihak kecamatan hanya sebatas mengawasi secara ketat bantuan logistik yang disalurkan Medco, apapun yang tidak mencukupi harus disampaikan segera.

“Pemerintah hanya mengawasi seluruh bantuan yang disalurkan. Jika ada yang kurang segera sampaikan ke perusahaan Migas, sehingga bantuan dihadirkan lagi ke map pengungsian,” sebut Muzakir.

Warga Panton Rayeuk T, yang kini mengungsi di tenda darurat halaman Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur, mulai mengeluh kurangnya air bersih dan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Sekitar 163 Kepala Keluarga yang mengungsi, tapi hanya tersedia satu MCK umum milik kecamatan yang dapat dimanfaatkan para pengungsi. Sementara MCK alternatif lainnya tidak tersedia, kecuali ke masjid yang jaraknya 800 meter dari lokasi pengungsian,” kata Nurul Hasanah, pengungsi.

Dampak kurangnya MCK, pengungsi terpaksa harus mengantri berjam-jam, padahal mereka hanya untuk buang air kecil.

Lihat juga : Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kediaman H.Edimin

Selain kekurangan air bersih dan MCK, pengungsi juga kekurangan selimut, sehingga saat tidur mereka menggunakan matras dan tikar plastik.

“Untuk stok makanan mereka cukup, bahkan lebih, karena tersedia dapur umum di dekat posko pengungsian. Tapi yang susah adalah MCK dan kurang air bersih,” kata Nurul Hasanah,.

Camat Banda Alam, Muliadi, SSTP, ditemui wartawan di lokasi mengakui kekurangan tersebut, namun mereka berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan para pengungsi. (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading

Aceh Tenggara

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara

Published

on

Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi. Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan

RADARINDO.co.id-Kutacane : Mayat Tanpa Identitas Membusuk Ditemukan di Agara. Penemuan mayat lelaki tanpa identitas yang telah membusuk di dalam sebuah kebun warga Kute Amaliyah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, pada Rabu (7/4) pagi.

Kapolres Agara, AKBP Wanito Eko Sulistiyo melalui Wakapolres, Kompol Zainal Amri kepada mengonfirmasi peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas tinggal rangka di Kute (Desa) Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam.

Berdasarkan laporan warga kepada Pengulu Kute (Kepala Desa) Amaliyah dan Kapolsek Bukit Tusam, Rabu (7/4) pagi, penemuan mayat  tersebut berawal dari laporan Darmansyah,  seorang warga Bukit Tusam yang ingin membersihkan saluran air parit di kawasan kebun jagung yang berjarak sekitar ratusan meter dari ruas jalan nasional Kutacane-Tiga Binanga.

Baca juga : ABK Kapal Terjun Kelaut Akibat Kebakaran Kapal

Saat membersihkan parit yang membelah kebun jagung warga Amaliyah tersebut, saksi merasa curiga dengan bau busuk yang sangat menyengat bersumber dari perkebunan jagung petani. Ketika terus membersihkan aliran air parit, saksi kaget saat menemukan sosok mayat laki-laki yang telah membusuk dan tersisa rangka.

Melihat temuan mayat tanpa identitas yang telah membusuk dan tinggal rangka dalam posisi terlentang tersebut, saksi langsung menyampaikan kejadian tersebut pada warga, pengulu kute dan Kapolsek Bukit Tusam, dan dalam beberapa menit kemudian, petugas dari kepolisian tiba di lokasi kejadian serta mengamankan lokasi penemuan mayat tanpa identitas.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Wakapolres menerangkan bahwa, mayat tanpa identitas dan telah membusuk serta tinggal rangka tersebut, telah dievakuasi ke Rumas Sakit Umum Sahudin Kutacane untuk di autopsi dan penyelidikan terkait kematian korban tersebut.

“Sampai saat ini, kita belum mengetahui identitas mayat yang ditemukan di tengah kebun jagung Kute Amaliyah Kecamatan Bukit Tusam tersebut, bahkan sampai saat ini belum ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya,” terang Wakapolres. (KRO/RD/Wsp) 

Continue Reading

Aceh

3 Pelaku Zina Menjalani Hukum Cambuk 100 Kali

Published

on

3 Pelaku Zina Menjalani Hukum Cambuk 100 Kali

RADARINDO.co.id-Lhokseumawe : 3 Pelaku Zina Menjalani Hukum Cambuk 100 Kali. Sebanyak tiga warga Kota Lhokseumawe dicambuk masing-masing sebanyak 100 kali di Stadion Tunas bangsa, Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021). Mereka yaitu ZU, RM, dan LT.

Kasubsi Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Muhammad Doni Siddik, dalam keterengan tertulisnya kepada wartawan menyebutkan, ketiganya telah memiliki kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Syariah Lhokseumawe.

Baca juga : Mayat Lelaki Ditemukan di Pinggir Jalan Desa Bandar Khalifah

Kasubsi Penuntut Umum mengatakan bahwa mereka telah divonis 100 kali oleh Mahkamah Syariah Lhokseumawe karena diyakini secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan jarimah zina.

Kemudian dia melanjutkan bahwa sebenarnya hari ini dijadwalkan empat terhukum cambuk. Namun satu lainnya berinisial RS belum bisa dicambuk karena baru saja melahirkan. “RS atas surat dokter baru bisa dicambuk 120 hari setelah melahirkan. Pada 1 April 2021 lalu dia baru melahirkan.

Lihat juga : Oknum Maritim Berbendera Malaysia Gertak Nelayan Tradisional Belawan

Dengan demikian, kata Doni, “hari ini hanya tiga terhukum cambuk yang dieksekusi. “Untuk RS sendiri nanti dijadwalkan lagi eksekusi cambuknya,” pungkasnya. (KRO/RD/Kompas)

 

Continue Reading

headline