Connect with us

Headline

Warga Motung Demo Di Depan Kejaksaan Dan PN Balige

Published

on

98 views
Warga Motung Demo Di Depan Kejaksaan Dan PN Balige

RADARINDO.co.id-Toba : Warga Motung Demo Di Depan Kejaksaan Dan PN Balige.

Sebanyak 60 orang warga Desa Motung, Kec. Ajibata, Kab. Toba demo ke kantor Kejaksaan Negeri Toba Samosir dan Pengadilan Negeri Balige.

Massa tiba di Kantor Kejari Tobasa, Rabu (17/3) sekira pukul 11.00 Wib hingga pukul pukul 13.00 Wib.

Mereka menuntut Kejaksaan melakukan penahanan terhadap 3 orang pelaku pemukulan terhadap Ketua Raja Bius Motung, Sabar Manurung yang terjadi pada tanggal 11 Desember 2020 lalu di Kantor Desa Motung, Kec. Ajibata, Kab. Toba.

Baca juga : Abu Maya Buron Kejari Kasus Ujaran Kebencian Berhasil Diringkus

Adapun empat tersangka atas kasus ini adalah Agus Manurung, Samson Ropentua Manurung, David Manurung dan Lisbon Sitorus. Salah seorang pelaku, Agus Manurung sudah meninggal dunia beberapa hari setelah peristiwa pemukulan itu terjadi.

Massa berorasi mempertanyakan dasar pertimbangan Jaksa tidak melakukan penahanan penjara terhadap ke tiga pelaku. Setelah 30 menit berorasi, pihak Kejaksaan Negeri Balige melalui Kasi Intel, Gilbeth Sitindaon dan Kasubbagbin, Charles Hutabarat menerima empat orang  perwakilan massa di aula Kejari Toba.

Antara lain, Kosbin Sitorus selaku pimpinan aksi, didampingi Perinando Manurung, Merskiando Sirait dan Komsar Manurung.

Kosbin Manurung mempertanyakan kenapa Jaksa tidak melakukan penahanan terhadap ketiga orang tersangka, sementara pasal yang dikenakan adalah KUHAP Pasal 351 junto 170, dengan ancaman pidana di atas 4 tahun penjara.

Kosbin Manurung mengungkapkan bahwa warga menduga adanya permainan dalam kasus tersebut. Saat ini pelaku tengah berkeliaran dan melakukan pengancaman terhadap warga yang lain

Dengan tegas, Jaksa Charles Hutabarat membantah tuduhan warga atas adanya permainan dimaksud dalam kasus ini.

Charles menerangkan bahwa sebelumnya, pihaknya telah melakukan penahanan rumah terhadap ketiga pelaku.

Pertimbangan lainnya menerapkan tahanan rumah, diakui Charles karena situasi masa pandemi Covid-19. Bahkan untuk persidangan saja, dilakukan secara virtual.

Atas permintaan warga untuk melakukan penahanan terhadap pelaku, imbuh Charles, saat ini wewenang penahanan ada pada Hakim.

Pasalnya, kasus tersebut sudah memasuki persidangan ketiga dengan agenda mendengarkan keterangan saksi korban.

Senada, Kasi Intel, Gilbeth Sitindaon mengaku wewenang penahanan terhadap tersangka ada pada Hakim PN Balige.

Lihat juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa?

Usai dari Kejaksaan, massa bergerak ke Pengadilan Negeri Balige. Massa sempat berorasi sebentar meminta Hakim melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka.

Sidang mendengarkan keterangan saksi berlangsung pukul 13.00 dan hingga berita ini dikirimkan, sidang masih berjalan..

“Saat itu ada rapat denga Ketua Tim Terpadu dalam hal ini Sekda. Agendanya mensosialisasikan hasil perhitungan KJPP atas tanaman tegakan yang ada di lahan BPODT 107 Ha, serta mendengarkan tanggapan warga. Jadi saya ikut dipanggil sebagai saksi,” papar Gomgom.

Puluhan warga tetap bertahan di depan Kantor PN Balige, sesekali mereka berorasi sembari membentangkan spanduk berisi gambar korban dengan kondisi berdarah. (KRO/RD/Wsp)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *